
...༻✫༺...
"Beritahu gue apa yang sebenarnya Vino lakukan sama Alam tadi?" tanya Elena.
"Lah, tadi kan Vino sudah bilang. Alam cuman mengatakan tentang perasaannya sama lo. Katanya dia merasa terganggu sama kedekatan lo dan Vino. Justru Alam yang tadi hampir pukul Vino," jelas Andi yang baru saja mengeluarkan kepulan asap rokok dari mulut.
"Iya, El. Itu beneran. Untung Vino jago bela diri. Jadi dia nggak kena pukulan Alam." Iyan memperkuat pernyataan Andi.
Elena sontak menatap Vino. Cowok itu memajukan bibir bawah sambil mengangkat dua tangan ke udara. Dia dan dua temannya bisa menutupi kedok dengan baik.
"Lo mau gue antar hari ini?" Vino merubah topik pembicaraan.
"Nggak bisa, Vin. Sopir gue jemput hari ini," tolak Elena.
"Ya ampun di antarin sesekali nggak apa-apa lah." Secara alami Vino melingkarkan tangan ke pundak Elena. Lalu berjalan keluar dari aula.
"Dasar! Gue tahu modus lo apa." Elena mencubit pinggang Vino. Cowok itu lantas meringis dan tergelak.
Sementara di belakang, Ranti, Andi dan Iyan mengikuti. Melihat kemesraan Vino dan Elena, Andi mencoba merangkul Ranti. Namun cewek tersebut langsung menjauhkan tangannya.
"Apaan sih lo," protes Ranti.
"Gue juga mau mesra kayak Elena dan Vino kali," sahut Andi.
__ADS_1
"Enggak!" Ranti berjalan lebih dulu dari Andi. Dia jelas menolak keinginan cowok itu.
"Aneh banget. Padahal gue pacarnya loh." Andi mengeluh.
"Sudah... Mungkin dia lagi PMS." Iyan menepuk pelan pundak Andi.
Bersamaan dengan itu, Ranti berjalan sambil melipat tangan di dada. Dia mendapatkan ide brilian untuk menjauhkan Vino dari Elena. Apalagi setelah melihat kemunculan Tias dari kejauhan.
Ranti menghela nafas panjang. "Oke, gue akan cari momen yang pas nanti," gumamnya.
...***...
Waktu menunjukkan jam sebelas malam. Sekarang Vino berada di kamar Elena. Dia bisa menyelinap masuk ke kamar cewek itu lagi dengan mudah. Sebab Elena sudah membuang CCTV tambahan serta tidak mengunci jendela.
Elena bahkan mulai terbiasa berbohong. Di suatu hari dia membayar guru lesnya dua kali lipat untuk bekerjasama. Semuanya Elena lakukan demi bisa pergi bersama Vino dan kawan-kawan.
Vino mengajak teman-temannya ke rumah. Mereka melakukan banyak hal. Termasuk melakukan permainan the wheel of love lagi. Yaitu permainan berupa rolet tantangan.
Kini Vino sedang mendapat giliran. Dia mendapatkan tantangan untuk mencium seseorang selama lima menit. Tanpa pikir panjang, dia langsung memilih Elena. Melumaat bibir cewek itu di depan teman-temannya.
Andi telan ludah sendiri melihatnya. Sedangkan Iyan membuang muka. Ranti yang tidak tahan, memilih pergi ke tempat lain.
Menyaksikan Ranti pergi, Andi mengikuti. Hingga Iyan tertinggal seorang diri.
__ADS_1
"Eh, kalian kemana?" Iyan bingung harus kemana. Mengingat Andi dan Ranti juga pasangan. Alhasil Iyan memutuskan pergi ke tempat lainnya sendiri.
Di sisi lain, Ranti memilih pergi ke tepi kolam renang. "Aaarghhh!!!" geramnya kesal.
"Lo kenapa?" tanya Andi sembari mendekat.
Ranti kaget. Dia segera bersikap seolah baik-baik saja. "Nggak apa-apa," jawabnya.
"Kalau ada masalah cerita aja ke gue. Katakan apa yang lo mau. Gue akan berikan," ungkap Andi.
Ranti terdiam beberapa saat. Menatap Andi dengan serius. Andi lantas memanfaatkan momen itu untuk mendekat. Ia membidik bibir Ranti untuk dicium.
"Gue mau kita putus," kata Ranti. Membuat pergerakan Andi sontak terhenti.
"Apa?" Andi merasa tak percaya. Mengingat hubungannya dan Ranti terasa baik-baik saja. Dia bahkan tidak memaksa ceweknya itu berhubungan intim. Andi berniat menunggu sampai Ranti siap.
"Ya, selama pacaran sama lo, gue nggak bisa merasakan apa-apa. Sorry..." tutur Ranti.
Andi kebingungan. Dia tidak pernah menduga Ranti akan begitu.
Bersamaan dengan itu, perhatian Ranti dan Andi harus teralih karena suara keributan yang terdengar dari dalam rumah. Mereka melihat ciuman Vino dan Elena semakin panas. Bahkan sampai menjatuhkan benda-benda di atas nakas. Tak lama, keduanya segera masuk ke kamar terdekat.
"Hubungan mereka nggak normal," komentar Ranti.
__ADS_1
Andi mendelik. Dia heran kenapa Ranti terlihat sangat mudah memutuskan hubungan dengannya. Cewek itu justru terkesan sangat tertarik pada hubungan Vino dan Elena.