Sisi Gelap Dunia Anak SMA 2

Sisi Gelap Dunia Anak SMA 2
Bab 48 - Merokok


__ADS_3

...༻✫༺...


Di hari terakhir liburan, Elena dan Vino memilih menghabiskan waktu di hotel. Yaitu di kamar dimana selama ini Vino menginap.


Vino dan Elena sedang telentang di ranjang. Berbalutkan selimut yang menutupi tubuh bugil mereka. Keduanya kebetulan baru saja selesai bersenggama. Mereka sekarang mengatur nafas masing-masing.


"Gimana? Lo udah belajar tentang kehidupan selama sekarang?" tanya Vino seraya menahan tawa. Jelas dia senang menyindir.


Elena yang tersindir, langsung menyikut Vino. "Iya! Gue banyak belajar tentang Biologi!" jawabnya.


"Tentang reproduksi?" tebak Vino.


"Lo kan gurunya!" tanggap Elena. Ia tergelak bersama Vino. Sungguh, Elena selalu tertawa lepas ketika di dekat cowok itu.


Suasana hening dalam sesaat. Sampai Vino kembali angkat bicara.


"Lo kesal nggak sama bokap dan nyokap lo?" tanya Vino. Ia merubah posisi menjadi duduk. Lalu mengenakan celana. Dia membuka jendela dan menyalakan sebatang rokok. Vino kembali duduk ke atas ranjang. Menatap Elena karena menunggu jawaban.


Elena sempat terdiam karena pertanyaan Vino. Kalau boleh jujur, dia memang kesal pada kedua orang tuanya.


"Gue nggak pernah ngerti sama mereka. Mungkin karena itulah mereka nggak pernah mengerti perasaan gue," ungkap Elena. Dia telentang miring menghadap Vino. Menarik selimut sampai ke dada.

__ADS_1


"Gue bukannya menjudge bokap nyokap lo, tapi menurut gue mereka egois. Hampir sama kayak bokap dan nyokap gue," kata Vino. Lalu menghisap rokok dan mengeluarkan kepulan asapnya dari mulut. Dia menghela nafas panjang.


"Gue tahu. Mereka memang egois. Tapi mereka selalu kasih alasan kalau semuanya demi kebaikan masa depan gue," ucap Elena.


"Haruskah mereka melakukannya sekeras itu? Bahkan sampai membuat lo tertekan? Apa lo pernah bilang ke mereka kalau lo tertekan?"


"Pernah. Beberapa kali mungkin. Tapi mereka malah ngomel. Apapun yang gue lakukan, gue selalu kalah, Vin. Kalah..." Elena memancarkan tatapan nanar.


"Tapi lo menang sekarang," sahut Vino.


Elena terheran. Dahinya berkerut dalam. Meminta penjelasan lebih lanjut.


"Karena ada gue. Lo lebih bisa menikmati hidup karena gue," tukas Vino percaya diri.


"El! Untung bantalnya nggak kena rokok!" protes Vino yang sigap menjauhkan rokok dari serangan bantal.


"Lagian lo ngerokok mulu!" timpal Elena. Dia merubah posisi menjadi duduk. Beringsut mendekati Vino. Atensi Elena tertuju pada rokok yang sedang dinikmati Vino.


"Enak banget ya?" tanya Elena. Dia sepertinya penasaran dengan rasanya merokok.


Vino tersenyum. "Mau coba?" tawarnya.

__ADS_1


Elena terdiam menatap Vino. Tangannya segera terulur untuk mengambil rokok cowok itu. Namun Vino sigap menjauhkan.


"Tapi ini bekas mulut gue. Lo mau yang baru?" ujar Vino.


"Nggak usah. Gue cuman pengen coba. Lagian gue sudah rasain mulut lo itu puluhan kali," ungkap Elena.


Vino tertawa kecil. Ia yang merasa gemas segera mengecup singkat bibir Elena. Cewek itu otomatis tersenyum.


"Sebelum coba, perhatikan gue. Kalau nggak tahu caranya, lo nanti tersedak," ucap Vino. Mengajari Elena cara merokok.


Elena memperhatikan baik-baik. Dia sepertinya serius ingin mencoba.


Setelah yakin Elena mengerti, Vino memberikan rokoknya. "Lo yakin pengen--" ucapannya terjeda ketika Elena sudah memasukkan rokok ke mulut.


Tanpa ada gangguan, Elena bisa menghisap rokok. Dia tertawa saat berhasil mengeluarkan asapnya. Vino yang menyaksikan, sontak ikut tergelak.


"Kalau bokap dan nyokap lo tahu gue ngajarin lo merokok, gue bakal diapain?" tanya Vino.


Elena menghisap rokok untuk kali kedua. Usai asapnya dikeluarkan, dia berucap, "Lo bakalan di eksekusi!"


Vino dan Elena tertawa bersama kembali. Elena juga keterusan merokok.

__ADS_1


"Gue suka Elena yang sekarang," ujar Vino sembari mengaitkan rambut Elena ke daun telinga. Di matanya Elena tambah mempesona saat merokok. Perlahan ia menyingkap selimut yang menutupi badan cewek itu. Lalu menenggelamkan wajah ke leher Elena.


__ADS_2