Sistem Kekayaan: Bos Pengantar Makanan

Sistem Kekayaan: Bos Pengantar Makanan
Dicari. Abang Pengantar Makanan Yang Paling Kuat


__ADS_3

“Dicari. Abang pengantar makanan yang paling kuat! Urgent!”


  Marcel merasa aneh saat melihat pesan tambahan itu.


  Pesan ini terlalu terang-terangan, kan? Mungkin saja ini wanita jelek yang nafsunya tidak terpuaskan......


  “Jangan berpikir yang tidak-tidak, cepat pergi dan cepat kembali!” Ani, bosnya Marcel memukul helmnya.


  Marcel ini salah satu karyawan pengantar makanan di toko milk tea ini. Tahun ini dia kuliah semester akhir di Binus dan dia bekerja sambilan setiap sore hari.


  “Ya, kak Ani.”


  10 menit kemudian, di area apartemen mewah.


  “Halo, apa kabar? Pesanan Anda sudah sampai!”


  Marcel memakai rompi hijau dan helm abu-abu, lalu mengetuk pintu kamar nomor 901.


  Harga apartemen di sini paling murah itu 80 juta per m2, kelihatannya wanita jelek ini kaya......


  Pintu segera dibuka, tercium wangi harum dan wanita ini meskipun tidak berdandan, tetapi cantik sekali, Marcel sedikit jatuh hati padanya.


  Rupanya...... Cantik sekali?!


  “Kenapa lama sekali? Aku sudah tidak tahan lagi, cepat masuk!” Jenna yang memakai baju tidur berwarna pink itu langsung memeluk lengannya.


  Marcel langsung ditarik masuk.


  Astaga! Bernafsu sekali! Dari tampangnya, wanita ini harusnya punya banyak teman pria!


  Dia cantik sekali dan Marcel merasa tidak rugi juga. Lebih baik puaskan dia!


  “No...... Nona, aku hanya pengantar makanan, bos masih menungguku pulang......” Marcel berkata pelan.


  Jenna terlihat kasihan dan memohon. “Aku tahu, bantulah aku. Hanya sebentar saja dan tidak sulit.”


  “Baiklah, aku akan berbaik hati, paling lama 30 menit, ya!” Marcel memantapkan hati.


  “30 menit?” Jenna langsung terpaku, “Perlu selama itu untuk mengusir kecoak?”


  “Hah? Mengusir kecoak?” Marcel kesal sampai hampir muntah darah. Dirinya sudah siap-siap membuka pakaian dan tiba-tiba mendengar hal ini.


  “Iya, ada kecoak yang sangat besar di dapur, aku takut sekali......” Jenna menunjuk arah dapur, “Kalau tidak, aku juga tidak akan memesan makanan dari online.”


  Sudahlah, rupanya aku terlalu banyak berpikir, aku masih mengira ada rezeki buta.


  Marcel masuk ke dapur dengan marah dan langsung memukul mati kecoak yang bersembunyi di sana dalam waktu singkat.

__ADS_1


  Jenna baru lega, ketika melihat kecoak yang telah rata dengan lantai itu dibuang ke tempat sampah.


  “Terima kasih sekali, nanti aku akan beri bintang 5 padamu, bye bye!”


  Setelah meninggalkan kamar 901, Marcel yang menunduk sedih tiba-tiba mendengar suara yang indah.


  “Ding! Sistem pengantar makanan dewa eksklusif selesai dihubungkan. Selamat pada pemilik akun sudah menyelesaikan 1 pesanan khusus, hadiahnya 20 miliar!”


  “Sistem? 20 miliar? Cih, siapa yang percaya!” Marcel masih mengira dia dikerjai.


  Trrt! Trrt! Trrt!


  Ponsel di sakunya tiba-tiba bergetar, dia mengeluarkan dan melihat ada SMS.


  “Nasabah yang terhormat, sebesar Rp. 20.000.000.000,00 pada rekening xxx-xxx-9527 telah diterima. Saldo akhir sebesar Rp. 20.005.710.040,00 .”


  Rupanya sungguhan!


  Marcel mencubit wajahnya sendiri dan sakit sekali! Ini bukan mimpi dan sistemnya sungguh aktif!


  Tenang, tenang, aku sekarang sudah punya sistem ini, 20 miliar itu tidak banyak......


  Saat dia berusaha tenang, ponselnya berdering lagi. Ada telepon dari ibunya.


  “Nak, pamanmu perlu pinjam sedikit uang untuk bisnisnya, aku tidak ada sebanyak itu sekarang, tidak apa-apa jika uang bulananmu bulan depan telat kukirim, kan?”


  Marcel mengerti, pamannya suka makan-makan dan hura-hura, bisnis ini hanya main-main saja, pasti ibu sok jadi penyelamat paman. Mungkin ibu bertengkar lagi dengan ayah dan dan dia jadi korban.


  Marcel tidak banyak bicara agar tidak menakuti ibunya.


  Lalu Marcel mengemudikan motornya ke bank setelah menutup teleponnya.


  Saat ini bank ramai sekali. Marcel mengambil nomor antrean dan sudah mencapai nomor 50 lebih, dia panik sekali saat melihat hanya ada 2 customer service.


  Dia akan mengantri sampai malam jika selambat ini. Bos Ani masih menunggunya pulang!


  Marcel tak berdaya dan hanya bisa masuk ke ruang VIP di sebelah. Dekorasinya elegan dan ada seorang customer service yang sedang senggang.


  Karyawan wanita itu langsung merendahkan Marcel saat melihatnya masuk dengan seragam pengantar makanan.


  “Aduh, kami tidak memesan makanan online, jangan duduk di sini!”


  Marcel berkata. “Ada yang mengurus transaksi?”


  “Ada yang bisa dibantu?” Karyawan wanita bertanya bingung.


  “Aku ingin transfer 50 juta.” Marcel mengeluarkan ATM dari sakunya.

__ADS_1


  “Maaf, ini loket khusus VIP dan hanya bisa melayani transaksi di atas 250 juta.” Wanita itu berkata dengan wajah datar. “Kamu bisa pergi ke ATM atau loket biasa di luar.”


  “Maaf, aku buru-buru, terlalu banyak orang di luar.” Marcel berkata.


  “Tidak bisa, ini peraturan bank, akan rusuh jika semua orang sepertimu.”


  Saat ini, ada pria setengah baya yang datang ke depan loket.


  “Nak, kamu tidak seharusnya di sini. Mengantrelah di luar.”


  “Pak Daniel, Anda sudah datang!” Wanita itu segera tersenyum profesional saat melihat pria itu. Perlakuannya berbeda sekali terhadap Marcel dan pria ini.


  “Rina, bantu aku transfer 160 juta. Cepat, ya!” Daniel melemparkan ATM ke atas meja.


  “Baik, pak Daniel. Segera dibantu!” Wanita itu tersenyum simpul. Marcel tiba-tiba menghadangnya saat mau mengambil ATM itu.


  “Nona, bukankah tadi kamu bilang hanya bisa melayani transaksi di atas 250 juta? Dan kenapa kamu melayani antrean di belakangku?”


  “Maaf, pak Daniel ini nasabah VIP kami dan tidak perlu mengantre.” Wanita itu berkata dingin. “Kamu tidak berhak ada di sini dan aku akan panggil satpam jika tidak pergi!”


  Daniel melihat Marcel sekilas dan tersenyum meledek.


  Hanya pengantar makanan saja, berani sekali menganggunya mengurus urusan di sini!


  “Pak Daniel, tenanglah, aku segera mengurusnya!” Wanita itu menekan tombol dibawah meja dan ada 2 satpam yang berjaga di depan pintu bank bergegas masuk ke dalam.


  “Rina, ada masalah apa?”


  Wanita itu menunjuk Marcel. “Kak Nando, pengantar makanan ini mengacau dan tidak mau pergi, kalian antar dia keluar, jangan sampai urusan penting pak Daniel tertunda.”


  “Bocah, kamu tidak seharusnya ada di sini, cepat pergi atau kami akan menggunakan kekerasan.” Nando menepuk tongkat listrik yang ada di pinggangnya.


  “Baiklah, karena kalian tidak mengurus transaksi di bawah 250 juta, maka aku akan naikkan limitnya.” Marcel tersenyum, “Tolong tarik 20 miliar keluar dari rekeningku. Aku mau pindahkan ke bank lain.”


  “20 miliar? Hahahahaha!” Daniel tertawa keras sampai memegang perutnya, “Nak, kamu ini idiot, ya? Kamu kira kamu ini siapa?”


  Nando juga tidak bisa menahan tawa dan menepuk pundak Marcel. “Kawan, cepatlah berobat kalau kamu sakit, mana mungkin seorang pengantar makanan punya uang sebanyak itu? Mata uang Dolar Zimbabwe, ya? Cepat pergilah!”


  “Bisakah kau memeriksanya terlebih dahulu?” Marcel berkata.


  Rina emosi saat melihat ekspresi Marcel dan menggesek ATM ke mesin EDC, kemudian melemparkannya ke hadapan Marcel. “Sudah selesai diperiksa, cepat enyah!”


  Marcel tersenyum dan tidak pergi. “Tolong lihat saldonya.”


  “Lihat apa? Kalau kamu sungguh punya 20 miliar, aku segera tarik keluar...... Hah???” Rina melirik saldo di layar komputer dan ucapannya tertahan. Mulutnya terngaga lebar.


  Sial! Dia tidak salah lihat dan memang saldonya 20 miliar!

__ADS_1


 


 


__ADS_2