
Saat Marcel mengendari mobil balap Venenonya dengan senang, tiba-tiba terdengar suara sistem yang indah.
“Ding! Selamat pada pemilik akun sudah menyelesaikan 1 pesanan khusus, hadiahnya 1 vila di tepi pantai!”
Marcel bukan hanya dapat mencium wanita cantik setelah membantu pelanggannya, dia juga mendapat vila di tepi pantai. Bisnis ini menguntungkan sekali.
Setelah pulang, dia langsung memarkirkan mobil balap Veneno di depan toko milk tea. Hal ini menarik perhatian banyak orang.
Dia sudah terbiasa melihat pandangan iri dari orang-orang dan langsung masuk ke dalam toko.
“Marcel, itu mobilmu?” Ani juga terkejut.
Marcel sudah mencari alasan yang tepat dari tadi: “Ini mobil kerabatku, aku hanya pinjam untuk main-main saja.”
“Kamu main-main dengan mobil belasan milyar ini?” Ani terkejut sekali, “Bagaimana kalau sampai tergores? Aku tidak akan bisa menggantinya walaupun menjual toko milk tea ini!”
“Kemampuan menyetirku sangat bagus dan juga ada asuransi. Apa yang perlu dikhawatirkan?” Marcel terdengar santai, “Mobil itu dibeli untuk dikendarai, bukan untuk dilihat.”
“Bukankah lebih baik jika meminjam yang lebih murah?......”
“Tidak masalah, ada baiknya jika mobilnya mahal, setidaknya bisnis toko milk tea akan meningkat tajam!”
Perkataan Marcel benar, mobil balap Veneno yang keren sungguh menarik perhatian banyak orang ke toko milk tea, dan juga beberapa toko di sebelah.
Marcel istirahat sebentar dan kembali berangkat. Kali ini pelanggannya tinggal di kompleks Danau Kilau Mas. Titik lokasi GPS tidak akurat sehingga Marcel menghabiskan banyak waktu sampai akhirnya tiba di sana.
Pelanggannya kali ini seorang pemuda berusia 20-an, dia terlihat serius sambil memegang sebatang bunga.
“Bang, ini pesanannya, selamat menikmati. Bye!” Marcel kembali dipanggil saat hendak pergi.
“Kawan, bisa bantu aku sebentar?”
Marcel terkejut, apa ini pesanan khusus lagi?
“Tentu saja!”
“Aku ingin minta kamu membantuku mengirimkan bunga dan kopi ini padanya.” Pemuda itu menunjukkan foto di ponselnya.
Ada seorang gadis yang tersenyum manis, rambutnya sebahu dan ramping, dia terlihat lembut dan setidaknya bisa dapat nilai 70 kalau tidak pakai filter foto.
“Ini pacarmu?” Marcel tersenyum pelan.
__ADS_1
“Masih belum.” Pemuda itu tersenyum pahit, “Sebenarnya kami ini teman SMA, aku sudah mencintainya sejak lama, tapi tidak berani menyatakan perasaanku padanya, belakangan ini dia baru putus dengan pacarnya, jadi aku pikir......”
Mencari kesempatan untuk menghibur saat dia sedih. Aku mengerti!
Marcel menepuk pundak pemuda itu: “Rupanya kamu tipe yang setia, aku akan bantu. Dia tinggal di mana?”
Pemuda berkata: “Dia tinggal di gedung berbentuk hexagon di tepi danau kompleks ini, aku diam-diam mengikutinya kemari.”
“Baiklah, tunggu kabar baikku.”
Marcel berjalan ke gedung itu dengan semangat, hari ini bukan hari besar, jadi wajar saja jika terlihat sepi di dalam taman, apalagi di tepi danau.
Gedung itu ada 3 tingkat dan dapat terlihat pemandangan danau dari lantai atas. Marcel melihat ada seseorang di lantai atas dari kejauhan.
Marcel menoleh dan mengacungkan pose OK dengan tangannya pada pemuda itu, lalu Marcel naik tangga ke lantai 3. Dia lalu melihat orang itu melompat ke danau!
“Astaga! Gadis ini mau bunuh diri!”
Marcel langsung berlari ke pagar pembatas tanpa sempat berpikir banyak. Dia melihat air di permukaan danau bergelombang dan orang itu tidak terlihat lagi.
Dia melemparkan barang yang dipegangnya, lalu melompat ke dalam danau, 30 detik kemudian, dia menarik gadis yang pingsan ke tepian.
“Aku pernah belajar CPR! Biar aku yang melakukannya!” Pemuda itu segera mendekati gadis yang pingsan itu dan melakukan pertolongan pertama.
“Terima kasih, sungguh terima kasih!” Pemuda itu berkata dengan sedih.
“Ding! Selamat pada pemilik akun sudah menyelesaikan 1 pesanan khusus, hadiahnya semua kemampuan olahraga!”
Setelah mendapatkan hadiah, Marcel melambaikan tangan dan pergi. Sebelum pergi jauh, terdengar suara jeritan gadis dari belakangannya. Dia segera sembunyi di balik semak-semak.
“Gerry, kenapa kamu mau menolongku?”
“Marni, kalian hanya putus saja, kenapa harus sampai bunuh diri?” Pemuda menatapnya dengan penuh perasaan, “Aku sudah lama menyukaimu, biarkanlah aku yang menjagamu untuk selamanya!”
“Aku sudah hamil anak si brengsek itu! Aku harus bagaimana kalau tidak bunuh diri?” Gadis itu menangis.
“Lahirkan saja. Aku akan perlakukan dia seperti anak kandungku!” Pemuda itu berkata dengan yakin.
Gadis itu menggeleng tanpa ragu: “Tidak bisa, ini anaknya, kamu tidak pantas!”
Sial......
__ADS_1
Marcel yang bersembunyi di balik semak-semak hampir terpeleset.
“Kalau begitu, gugurkan saja!”
“Tidak bisa, anak ini tidak bersalah, nanti dia akan ikut nama keluargaku.”
“Baik, aku akan menurutimu!”
“Kamu tidak keberatan?”
“Tentu tidak, aku sangat mencintaimu......”
Marcel cemberut saat melihat keduanya berpelukan di bawah sinar matahari terbenam.
Cinta pemuda ini rendah sekali sampai menerima kondisi apa pun......
Sudahlah, terserah pada masing-masing orang saja.
Setelah pulang kerja, Donny menelepon Marcel.
“Marcel, kamu di mana?”
“Masih di area pembelanjaan Mangga Dua. Kenapa? Mau pergi ke warnet?” Marcel mengira Donny mau mengajaknya main PUBG.
“Apaan, cepat kembali, bantulah kami di lapangan basket!”
“Hah?”
“Casto berebut gadis dengan orang dan keduanya sudah deal mau bertanding bola basket. Yang kalah harus menyerah. Walaupun kami tidak bisa mengharapkanmu, tapi setidaknya datanglah untuk memberi semangat!”
Dulu fisik Marcel lemah dan hanya menonton pertandingan basket 3 on 3. Donny, Casto dan Benard yang bermain dan kemampuan mereka lumayan.
“Ya, ya. Aku segera sampai!”
Sudah malam setelah Marcel sampai di kampus, lapangan basket ramai sekali dan diterangi lampu, ketiga teman asramanya sedang bersiap-siap di sudut lapangan.
“Marcel, akhirnya kamu datang!” Donny tertawa sambil menepuk pundak Marcel.
“Syukurlah pertandingan masih belum dimulai.” Marcel tersenyum, “Casto, sejak kapan kamu punya pacar lagi? Di mana orangnya?”
“Dia duduk di kursi penonton, itu yang pakai kacamata. Lihat tidak?” Casto diam-diam menunjuk gadis itu pada Marcel.
__ADS_1
Marcel melihat gadis berambut panjang dan hitam, dia memakai kacamata bergagang hitam dan terlihat lemah lembut, bisa dapat nilai 75 serta termasuk standar menengah di kampus Binus ini.
Bersambung