
Marcel bersumpah dirinya bukan sengaja pamer demi membuat Jenna terkejut dan jatuh hati.
Tapi, kenyataannya dia memang bosnya Jeremy!
Anak baik tidak boleh berbohong.
“Rupanya kamu bosnya perusahaan Mangga Dua sekarang, aku sungguh semakin tidak mengenalmu.” Jenna juga bukan orang kampungan dan segera tenang kembali, “Wajar saja Nona ini familiar sekali, sepertinya kamu sekretaris GM Jeremy, kan?”
Marlina berkata dengan percaya diri, “Apa kabar, Nona Tandean, kini aku sudah menjadi sekretaris pribadi Tuan muda.”
Marcel langsung tercengang, kenapa dirinya tidak tahu tentang hal ini?
“Marcel, kamu beruntung sekali bisa punya sekretaris secantik ini!” Jenna terdengar sedikit sedih.
“Lumayanlah......” Marcel hanya bisa menjawab dengan ambigu.
Wanita yang ditemuinya memang lumayan cantik, tapi dia masih tetap jomblo, paling juga pernah dicium paksa beberapa kali oleh mereka saja......
Jenna kembali bertanya, “Oh ya, Cel, katanya kamu pandai balap mobil sampai menang dari Andrew saat lomba balap di Gunung Sahari, ya? Apa itu benar?”
“Ya.” Marcel mengangguk, “Dia kalah taruhan mobil Mc Larennya padaku, tapi aku sudah menghadiahkannya pada orang lain.”
“Aku tahu, dihadiahkan untuk Katherine, kan?” Jenna tersenyum lebar, “Marcel, kita bukan pertama kali bertemu, bisakah kamu berjanji 1 hal padaku?”
“Coba katakan?”
“Jadi pacarku, ya?”
“Pfff!” Marcel yang sedang minum sup hampir menyemburkan supnya keluar.
“Jangan, kita belum saling suka.” Dia langsung teringat Paman Yosef yang galak sekali, kalau dia menyanggupi Jenna, Paman Yosef akan membunuhnya.
Walaupun dia bisa menghadapinya, tapi Paman Yosef sudah berumur, akan gawat kalau terjadi sesuatu dengannya!
Walaupun raut wajah Marlina datar, tapi hatinya sudah panik sekali.
Dia sungguh berharap pada Marcel, harapannya akan pupus jika Jenna mendapatkannya......
“Hanya sehari saja, bagaimana?”
__ADS_1
Marcel terpaku, “Sehari saja? Untuk jadi pacar dadakan?”
Jenna menjelaskan, “Begini, beberapa hari lagi aku akan menghadiri reuni sahabatku di Bandung, salah satu pacar sahabatku itu pembalap semi-profesional, dia sering memamerkan kehebatan pacarnya di hadapan kami, jadi aku pikir......”
“Ingin aku menantangnya agar kamu bangga?”
“Tentu tidak.” Jenna langsung tersenyum, “Walaupun pacarnya pembalap semi-profesional, tapi juga sering berpartisipasi dalam berbagai lomba, kamu yang amatir ini mana bisa menang darinya!”
Marcel terkekeh datar, “Lalu kamu mau aku berbuat apa?”
“Lomba sekali dengannya, jangan kalah dengan terlalu menyedihkan saja.”
“Ah begitu......” Marcel berkata, “Kamu tahu aku menggunakan mobil apa saat mengalahkan Andrew?”
Jenna jadi merasa aneh, “Tentu saja Veneno. Kenapa?”
Marcel tertawa, “Tidak apa-apa, aku akan berusaha agar tidak kalah dengan terlalu menyedihkan.”
Kelihatannya Andrew berusaha menutupi kekalahannya malam itu, setidaknya banyak yang tidak tahu kejadian yang sebenarnya.
Karena dia kalah taruhan Mc Larennya dari mobil minibus, sungguh memalukan......
Keesokan siangnya, Marcel sampai ke Jakarta dan mulai masuk kerja.
Pesanan pertamanya punya pesan tambahan yang membingungkan.
“Bang, nanti belikan tongkat kasti dan bawa kemari, ya. Atau kuberi bintang 1. Please!”
Walaupun bingung, dia tahu kalau permintaan yang aneh akan mudah mendapatkan hadiah. Dia bersusah payah ke toko alat olahraga dan membeli sebuah tongkat kasti.
Alamat tujuannya itu di dalam taman di dekat sekolah ternama, saat Marcel sampai, dia menyadari sudah ada 8 pengantar pesanan dan semuanya juga membawa tongkat kasti!
Ada apa ini? Ini kumpul-kumpul para pengantar makanan???
“Kenapa baru sampai sekarang? Kamu yang terakhir, cepat berkumpul kemari!”
Saat Marcel kebingungan, tiba-tiba muncul siswi berbadan kecil dengan suara nyaring dari kerumunan orang. Dia memakai seragam sekolah.
“Halo, Dek. Ini pesananmu......”
__ADS_1
Selena tidak sabaran, “Sudah, sudah, minum saja milk teanya sendiri, sekarang kita mau pergi bertarung!”
“Hah? Bertarung? Dengan siapa?”
“Kamu tidak perlu tahu begitu banyak, ikut hajar dari belakang saja, nanti aku akan hadiahkan 4 juta untuk masing-masing pemenangnya, yang kalah juga akan kuberikan 2 juta per orang. Aku tanggung semua biaya pengobatannya!”
Bertengkar apanya, kamu kira aku ini orang negro yang hobi berkelahi? Yang maju terus pantang mundur, tidak peduli hidup atau mati?
Marcel tidak tahu harus bagaimana, siswi ini memesan begitu banyak orderan, rupanya ingin menyuruh para pengantar makanan ini membantunya berkelahi.
Salah satu pengantar pesanan online berkata, “Dek, berkelahi itu melanggar hukum, kami tidak boleh berbuat begitu!”
“Benar, kami ini pengantar pesanan, bukan tukang pukul!”
“Kalau diketahui perusahaan, kami akan dipecat.”
“Benar, tidak pantas jika dibandingkan dengan hadiah 4 juta......”
Selena mendengus dingin, “Baiklah, 40 juta jika menang, 20 juta jika kalah, segera pergi kalau ada yang tidak mau ikutan......”
Ini memang siswi sekolah ternama, dia menaikkan hadiahnya 10 kali lipat dengan begitu mudah!
“Bukankah hanya berkelahi saja? Siapa yang tidak pernah berkelahi saat sekolah?”
“Kalau Adik ini begitu tulus, aku akan ikut. Terserah kalian ikut atau tidak!”
“Ayo ayo, hajar sampai habis......”
Setiap hari pergi pagi pulang malam, juga tidak pernah menghasilkan 20 juta sebulan dengan menjadi pengantar pesanan. Godaan hadiah sebesar itu membuat sikap para pengantar makanan berubah total......
Selena memasuki lapangan basket di taman dengan arogan sambil diikuti para pengantar pesanan yang memegang tongkat kasti. Di sana ada 3 orang siswi yang berseragam sama dengan Selena yang sedang bermain basket. Walaupun mereka masih muda, tapi semuanya bermake-up tebal dan bertato. Bisa terlihat mereka bukan anak baik-baik.
“Wah, si ****** ini sungguh berani mencari kita!” Gadis dengan eye-shadow ungu tersenyum dingin.
“Wanita ******, siapa yang kamu sebut ******?” Selena berkacak pinggang sambil marah, “Hari ini aku akan menyobek mulutmu karena berani merebut pria denganku!”
Keduanya saling mengumpat seperti ibu-ibu galak, sampai kasar sekali, Marcel langsung tercengang.
Astaga, murid SMA sekarang sudah hebat begini?
__ADS_1