
“Lho?” Marcel langsung tidak senang, “Kami datang bersama, kenapa aku tidak boleh masuk?”
Penjaga gerbang masih bersikeras, “Tidak ada alasan, pokoknya tidak boleh masuk, pulanglah atau tunggu di depan gerbang juga boleh.”
Keduanya langsung mengerti kalau Toni sedang mempersulit Marcel!
“Sudahlah, aku juga tidak masuk kalau dia tidak boleh masuk!” Angelina jadi marah.
Baru saja Marcel hendak bicara, namun ada mobil Mc Laren P1 yang keluar dari kompleks Taman Gunung.
Penjaga gerbang menaikkan palang pintu gerbang dan memberi hormat.
Marcel seketika terpaku saat melihat mobil balap itu, familiar sekali!
Mobil Mc Laren itu tiba-tiba berhenti dan menurunkan kaca mobil. Pengemudinya adalah seorang gadis muda yang cantik dan berkulit putih. Dia itu Katherine, bos warnet Trench.
“Eh Marcel, kok kamu bisa di sini?” Katherine bertanya dengan senang, “Kamu datang ngantar pesanan?”
“Bukan dong, aku menemani...... pacarku menghadiri acara reuni.” jawab Marcel sambil tersenyum tipis.
“Kamu punya pacar?” Katherine baru menyadari gadis cantik di sampingnya.
Angelina sengaja membusungkan dada saat melihat Katherine yang agresif.
“Kenapa? Aku tidak terlihat seperti punya pacar?” tanya Marcel datar.
“Tidak, maksudku, pacarmu sangat cantik, aku saja agak jatuh hati saat melihatnya.” Katherine terkekeh, dia turun dari mobil dan mengulurkan tangan kanannya, “Ayo kenalan, aku Katherina, teman baik Marcel.”
“Angelina.” jawab Angelina sambil tersenyum tipis dan menyalaminya dengan lembut.
Marcel merasa ada listrik yang menyambar saat mereka berdua saling bertatapan.
“Lihatlah mobilku, merek Mc Laren P1, harganya 36 milyar. Keren, kan?” tanya Katherine.
“Keren sekali.”
“Ini hadiah dari Marcel.”
“......”
__ADS_1
Maksud ucapan Katherine sangat jelas sekali, harusnya sudah tahu kan “Teman baik” seperti apa mereka sampai Marcel bisa menghadiahkan mobil balap mahal untuknya.
Tidak disangka, Angelina malah terlihat tidak peduli, “Oh, wajar kok, Marcel sangat murah hati pada wanita.”
“Ehem, Katherine, kami mau pergi menghadiri reuni, tolong bilang pada penjaga gerbang untuk membolehkanku masuk ya.” Marcel tak berdaya dan hanya bisa mengalihkan pembicaraan.
“Mereka tidak mengizinkanmu masuk?” Katherine langsung senang, “Siapa suruh kamu kemari pakai motor listrik, kalau kamu pakai mobil balap Veneno kan pasti tidak akan begini.”
Marcel menjawab kesal, “Mana kutahu akan ditahan oleh penjaga gerbang!”
“Baiklah, serahkan saja padaku, tapi belakangan ini kamu sudah tidak main ke warnetku lagi......” Katherine sengaja berkata demikian.
“Oke, besok aku ke sana.”
“Deal, ya!” Katherine langsung tersenyum.
Penjaga gerbang langsung mengizinkan Marcel masuk begitu Katherine bicara dengannya......
Toni merasa ada yang aneh karena Angelina masih belum muncul.
“Gawat, apa langsung pulang ya karena kesal?”
Tujuannya hari ini untuk bertemu dengan Angelina, apa artinya reuni ini jika Angelina tidak datang?
Saat Toni menyesal, sebuah motor listrik memasuki halaman dengan pelan.
“Angel, akhirnya kamu datang!”
“Angel, ini pacarmu, ya? Tampan juga!”
Toni seketika jadi senang saat mendengar suara ramai di lantai bawah, syukurlah Angelina datang, jadi persiapannya hari ini tidak sia-sia.
“Dasar miskin, dia naik motor listrik kemari!” Hendy tertawa saat melihat ke bawah.
Leo juga tidak tahan, lalu berkata, “Orang miskin ini masih berani berebut dengan kak Toni! Dasar konyol!”
“Kalau begitu kemungkinan besar Angelina mengajaknya untuk menghadapiku.” Toni menyeringai sinis, “Kalian siap-siap saja menunggu tontonan nanti, aku akan membuatnya pergi sendiri dengan malu!”
Floren tersenyum, “Angel, kamu tidak kenalkan pria ini pada kami?”
__ADS_1
“Ini Marcel, teman SMA ku.” Angelina tersenyum, “Dia pacarku sekarang.”
Seorang teman sekolah berteriak, “Marcel, motormu menarik sekali, maaf kalau aku terus terang, kamu ini pengantar pesanan atau pengantar paket?”
Semuanya tertawa terbahak-bahak saat mendengarnya.
Toni tersenyum, temannya ini mengungkapkan isi hatinya dan pasti bisa menyerang perasaan Marcel.
“Benar, aku pengantar pesanan.”
Mereka semua tidak menyangka Marcel akan mengakuinya dengan terang-terangan.
“Aku bekerja di Nini Milk Tea di area pembelanjaan Mangga Dua, silahkan datang berkunjung atau order online. Teleponnya: 021-6652891.”
Semuanya terkejut, bisa-bisanya Marcel sekalian promosi di sini!
Toni, Hendy dan lainnya terpaku, apa-apaan ini? Marcel tidak takut Angelina malu dan marah, lalu pulang?
Angelina tentu tidak akan marah. Dia memberikan segelas jus pada Marcel, lalu mengelap keringatnya dengan lemah lembut. Tatapannya penuh rasa sayang dan kelembutan, mereka terlihat seperti sepasang suami istri!
“Sial! Kelihatannya bukan pacar palsu. Angelina beneran suka padanya?” ucap Leo terkejut.
“Mustahil! Primadona sekolah tidak mungkin menyukai pengantar makanan!” Toni emosi sampai badannya gemetar, dia hampir menghancurkan gelas kaca di tangannya.
“Aku rasa mereka ini berakting. Dia tidak mungkin menerima hal yang memalukan ini, pasti pura-pura!” Pemikiran Hendy berbeda, “Dia pasti sengaja membuat kak Toni marah dengan mengajak si miskin ini kemari!”
“Benar juga ucapanmu!” Emosi Toni sedikit mereda, “Ayo kita turun.”
“Oke!”
Hari sudah menjelang malam, bau daging panggang yang harum memenuhi halaman, teman-teman sekolah berkumpul di depan 5 buah pemanggang, mereka memanggang sambil mengobrol.
Makanannya banyak sekali, ada daging ayam, daging sapi, daging kambing sampai seafood, Angelina hanya makan sayuran seperti jagung bakar dan terong panggang saja karena sedang diet.
Berbeda dengan Marcel yang tidak sungkan dan menyantap berbagai makanan seperti tiram bakar, udang, kepiting dan sebagainya, dia sama sekali tidak menjaga image, Hendy dan lainnya jadi semakin merendahkannya.
“Mana boleh hanya makan sayuran? Sini sini, cobalah tiram bakar buatanku.” Marcel memberikan sepiring tiram bakar pada Angelina, “Cobalah, tiram enoki bawang putih bakar ini lumayan enak, harum sekali!”
Floren terlihat tidak senang, biasanya Angelina paling benci bawang dan tidak mungkin memakannya. Orang kayak begini bisa jadi pacar Angelina, masalah seperti ini saja tidak tahu!
“Makasih!”
__ADS_1
Floren terkejut karena Angelina menerimanya, lalu memakan tiram dengan bawang putih itu dengan elegan......