Sistem Kekayaan: Bos Pengantar Makanan

Sistem Kekayaan: Bos Pengantar Makanan
Di Depan Hotel


__ADS_3

Badan mobil SUV Kombat itu model baja tambahan, beratnya lebih dari 5 ton, siapapun tidak sanggup memindahkannya!


Walaupun dengan mobil derek, akan lama sekali baru akan bisa berhasil dipindahkan, tidak akan sempat lagi!


Jackson sungguh tak berdaya dan hanya bisa bekerja sama, “Bro, ayo kita bicarakan baik-baik, tadi aku yang salah dan mohon ampuni aku!”


“Salahmu di mana? Kenapa aku tidak tahu?” Marcel menyeringai dingin, “Bukankah kamu baru bilang bisa semena-mena kalau kaya? Hari ini aku tidak berniat pindahkan mobil ini, hanya puluhan miliar saja, terserah kamu mau apakan!”


“Hah?! Puluhan miliar?” Jackson langsung syok dan hampir terduduk di lantai.


Dalam mimpi pun, dia tidak menyangka karma perbuatan jahatnya akan berbuah secepat ini, barusan dia menghalangi mobil Arya dengan iringan Mercedez Benz miliknya dan dia dihalangi dengan mobil seharga puluhan miliar, sungguh terlalu kaya!


Mungkin hari ini dia tidak pilih hari untuk keluar dan jadi sial......


“Cel, mereka juga menikah hari ini, janganp perhitungan dengan mereka. Lupakanlah.” Arya saat ini membantu Jackson bicara.


“Baiklah, aku akan mengampunimu kali ini.” Marcel tersenyum datar, “Minta maaf pada temanku dan aku akan pindahkan mobilnya.”


“Ini......” Jackson sedikit ragu, tidak masalah jika terlihat lemah di hadapan konglomerat seperti Marcel, tapi dia akan malu sekali jika minta maaf pada Arya, dia tidak akan bisa membanggakan diri di hadapan istrinya nanti.


Marcel malas membuang waktu untuknya dan mau pergi, “Pikirkanlah pelan-pelan, kami jalan dulu.”


“Jangan dong! Aku akan minta maaf!” Jackson tak berdaya dan hanya bisa membungkuk minta maaf pada Arya, “Arya, hari ini aku yang salah karena sudah menghalangi mobil kalian, mohon maafkan aku!”


Lenny melihat suaminya membungkuk pada mantan pacarnya dan dadanya jadi sesak karena emosi.


“Kenapa tidak dari tadi?” Marcel menepati janjinya dan segera memindahkan mobil SUV Kombatnya.


Jackson melihat iringan mobil itu pergi dengan pandangan yang licik, seperti sedang merencanakan sesuatu......


“Suamiku, tadi kamu sedang apa sih? Kenapa mau minta maaf pada si miskin itu?” Lenny bertanya kesal setelah naik ke Mercedez Benz S300.

__ADS_1


“Dia lebih hebat dariku, aku hanya mengalah untuk menang.” Jackson mendengus, “Tenanglah, aku akan membalas perbuatannya agar mereka tahu kaya itu tidak bisa semena-mena!”


Iringan mobil mewah yang mengejutkan seluruh kota Malang itu mengelilingi kota sesuai adat lokal, barulah kembali ke rumah Arya, orang tua Arya dan para kerabat tercengang saat melihat Arya dan istrinya turun dari mobil balap.


“Nak, ini...... Kok bisa ada mobil-mobil ini?”


Suara ayah Arya sampai gemetar, begitu dilihat, belasan mobil mewah ini tampak mahal sekali sewanya!


Jangankan sewanya, uang BBM untuk seharipun pasti sangat mahal.


Marcel tentu tahu apa yang dikhawatirkan orang tua Arya, lalu dia tersenyum, “Paman, mobil ini dipinjamkan temanku, gratis kok, nanti beri 1 bungkus rokok untuknya saja.”


Ayah Arya tidak langsung percaya, “Cel, kapan kamu punya teman sekaya ini, jujurlah padaku, berapa uang yang dihabiskan untuk menyewa mobil-mobil ini?”


Marcel menjawab dengan meyakinkan, “Sungguh gratis, tanyalah pada supir kalau tak percaya.”


Ibu Arya menepuk suaminya, “Suamiku, sekarang sudah begini, kamu masih mempermasalahkan apa? Cepat minta putramu dan istrinya masuk memberi penghormatan dengan teh, jangan sampai para kerabat menertawakan kita, keluarga kedua pihak masih menunggu!”


Saat sedang ramai-ramainya di rumah keluarga Arya, wakil GM Johny ditelepon adiknya saat sedang berada di hotel Emerald Sky yang paling berkelas di kota Malang.


“Kak, hari ini aku malu sekali, kakak harus bantu aku membalas dendam!”


“Tenang dulu, bicaralah pelan-pelan, apa yang terjadi?”


Jackson menceritakan kejadian barusan dengan hiperbola, Arya diceritakan seperti orang brengsek yang tidak tahu diuntung yang menindasnya dengan kejam karena mengandalkan temannya yang kaya.


“Konglomerat bernama Marcel? Mustahil, aku punya banyak teman di Jakarta dan tidak pernah mendengar tentangnya.” Johny mengingat-ingat dan tidak ada konglomerat yang bernama Marcel di Jakarta, mungkin hanya penipu kelas teri saja, “Kamu ingin bagaimana Kakak membantumu?”


“Kak, apa Arya memesan ruangan pesta di hotel tempat kakak bekerja?”


“Benar, dia memesan ruangan Lavender yang paling kecil.”

__ADS_1


“Bisakah pikirkan cara agar dia tidak bisa menggunakan ruangan itu agar kekesalanku terlampiaskan?” Jackson berbisik, “Aku yang akan ganti rugi untuk hotel Kakak agar tidak mempersulit!”


“Serahkan saja pada kakak, oh ya, GM hotel Kakak sudah resign karena sakit, kini aku yang paling berkuasa di hotel, kalau lancar, bulan depan jabatanku akan dinaikkan!”


“Wah, bagus sekali, selamat untuk promosi karir Kakak!” Jackson langsung senang sekali saat mendengarnya, baguslah, balas dendamnya akan berhasil dengan bantuan kakaknya!


“Sudahlah, nanti aku akan mengaturnya, hari ini hari pernikahanmu, bergembiralah sedikit, malam ini kita akan minum-minum.”


“Baik, kak......”


Setelah menutup telepon, Lenny bertanya dengan panik, “Bagaimana? Kakakmu menyanggupinya?”


“Tentu saja, dia kakak kandungku!” Jackson berkata dengan bangga, “Sayang, tunggu saja untuk tontonan malam ini, aku berani jamin pesta pernikahan Arya akan gagal! Aku muak sekali dengan mereka!”


Lenny ragu, “Bukankah kakakmu wakil GM? Dia punya kuasa sebesar itu?”


“Dia akan segera dipromosikan.” Jackson tersenyum, “kini dia yang paling berkuasa di hotel, walaupun Marcel sekaya apapun juga tidak akan berdaya, hotel Emerald Sky itu bisnis keluarga Tandean dari Jakarta, penipu ini bukan apa-apa di hadapan mereka!”


“Bagus sekali, akhirnya bisa melampiaskan kekesalan ini!”


Menjelang malam, di depan pintu hotel Emerald Sky sudah ramai tidak seperti biasanya, beberapa pasangan pengantin memilih mengadakan acara pesta di sini, karena ruangan pesta yang dipesan Arya itu yang paling kecil, maka dia berdiri di tempat yang paling tidak menarik perhatian.


Marcel bertugas berdiri di samping untuk menerima tamu, dia bertanya, “Ar, aku lihat tamumu lumayan banyak, kenapa tidak pesan ruangan yang lebih luas?”


Arya tersenyum pahit, “Ruangan yang lebih luas di hotel ini sudah habis dibooking, aku sudah termasuk beruntung bisa booking ruangan Lavender ini!”


“Kenapa tidak pesan hotel lain?”


“Hotel lain juga sudah hampir full, kamu kira ini kota besar seperti Jakarta? Sudah bagus bisa dapat ruangan!”


Saat sedang mengobrol, ada pasangan pengantin yang berdiri di tempat untuk menyambut tamu, tempat mereka berada di posisi paling bagus dan langsung menghalangi Arya dan Vonny......

__ADS_1


__ADS_2