
“Hatimu busuk sekali, ya? Ibuku tidak akan mengampuniku jika menakuti calon yang dijodohkan untukmu.”
“Hahaha, benar juga......”
Akhirnya Ani tidak meminjam mobil, Marcel hanya bisa pasrah.
Kebetulan besok ada pameran mobil internasional, dia tidak perlu izin.
Beberapa pesanan berikutnya tidak ada yang khusus, setelah pulang kerja, Marcel yang senggang mengirim pesan pada Katherine.
“Kamu ada di Warnet? Malam ini aku ajak chicken dinner.”
Pesan langsung dibalas dalam hitungan detik, “Ya, ada, ada, ada! Kapan mau kemari?”
Marcel merasakan kegembiraan Katherine walaupun dipisahkan ponsel.
“Sebentar lagi aku ke sana, aku panggil teman sekamarku dulu.”
“Oke, aku tunggu, ya!”
Setelah meletakkan ponsel, Katherine senang sekali sampai hampir memporak-porandakan monitor di meja kasir, karyawan wanita di sampingnya terkejut dan segera menahannya agar tidak terjatuh.
“Bos Katherine, ada apa sampai sesenang ini?”
“Pria pujaanku...... Ah, tidak, temanku mau mengajakku chicken dinner!” Katherine tersenyum, “Cepat minta orang bersihkan ruangan nomor 1, jangan sampai ada debu dan bau!”
Bukankah hanya main game saja? Kok senang banget, tadi sampai keceplosan, kan?
Karyawan wanita tersenyum dan berbaik hati mengingatkan, “Bos sudah lupa, ya? Ruangan nomor 1 sudah dipesan orang, nanti orang itu akan datang dan berharap bisa bertemu bos.”
“Apa? Sudah dipesan? Nanti kamu infokan padanya sudah dicancel.” Katherine mengabaikan kalimat terakhir dan berpesan tanpa ragu, “Nanti minta tamu ganti ruangan, kalau tidak mau, kembalikan saja uangnya. Pokoknya ruangan nomor 1 harus dikosongkan!”
Karyawan itu jadi lemas, “Bos, tamunya itu tuan muda Winata, dia akan marah kalau mengetahui hal ini, bagaimana kalau bos ganti ruangan yang lain saja? Ruangan nomor 2 juga oke......”
Yang dimaksud olehnya itu Antonius Winata, adik sepupu Andrew, dulu dia pernah datang beberapa kali ke warnet, tapi tidak bertemu dengan Katherine.
Katherine bersikeras, “Tidak bisa, Marcel selalu menggunakan ruangan nomor 1 setiap datang ke warnet, bagaimana kalau dia tidak suka ruangan nomor 2? Kalau tuan muda Winata itu mau marah-marah, black-list saja untuk kedepannya, jangan biarkan dia masuk lagi! Siapa suruh dia sombong!”
Eh, eh, eh...... Bos, sepertinya kamu yang sombong, kan?
Karyawan itu tersenyum pahit, “Ta...... tapi hari ini dia baru isi ulang kredit bermain sebanyak 200 juta!”
“Untuk apa dia mengisi sebanyak itu? Kembalikan saja uangnya.”
Katherine tersenyum santai, hanya 200 juta toh?
“Promo terbaru kita itu dapat hadiah kredit 100% setiap isi ulang......”
“Ya sudah, kembalikan 400 juta untuknya, sudahlah, hal ini sudah diputuskan!”
“...... Baiklah.”
__ADS_1
Setelah menelepon Donny, Marcel berpesan agar segera memesan mobil untuk berkumpul di kawasan pejalan kaki, 10 menit kemudian, mereka berdua terperanjat melihat mobil SUV Kombat yang garang ini, sampai supirnya pun berfoto ria.
Setelah terpaku beberapa saat, Benard akhirnya berkata, “Cel, kamu menggaet tante kaya dari Rusia, ya? Sampai kamu dibelikan mobil sekeren ini?”
Marcel, “......”
Donny jadi bingung, “Benard, banyak sekali tante kaya di dunia ini, kenapa kamu merasa itu tante kaya dari Rusia?”
Benard yakin, “Karena mobil SUV Kombat ini buatan Rusia, tante kaya di Indonesia tidak akan memilih mobil ini karena tidak indah dipandang mata!”
“Oh begitu!” Donny mengangguk serius, “Cel, sejak kapan kamu memperluas karirmu sampai ke Rusia? Kenapa tidak mengajak kami juga?”
“Dasar kamu! Untuk apa aku ke Rusia?” Marcel kesal mendengarnya, “Jangan terus membahas tante kaya, kalian mau pergi atau tidak?”
“Ya, ya, ayo jalan!” Keduanya tertawa dan segera naik ke mobil.
“Ah, kenapa Casto tidak ikut?”
Benard marah-marah, “Dia pergi kencan dengan Ariani dan sudah tidak mood main game. Kini dia hanya sibuk pacaran saja!”
“Kenapa kalian tidak mengajak pacar?” Marcel bertanya lagi, “Apa kalian gagal setelah malam itu?”
“Cuih, cuih, gagal kepalamu!” Donny marah, “Henny darlingku pergi training, aku tidak akan menemanimu ke warnet kalau dia ada di sini!”
Marcel kesal mendengarnya, kelihatannya Donny sudah pacaran sampai memanggil Henny dengan panggilan darling.
“Silvia sayangku masuk kelas malam, jadi aku tidak ikut kalian nongkrong lagi, aku harus kembali menjemputnya setelah kelas selesai sebelum jam 11 nanti.”
“Ya, aku juga tidak ikut nongkrong, aku masih mau video call dengan Henny darlingku......”
Di luar pintu Warnet Trench, Katherine yang sengaja berdandan simple sedang menengok kesana kemari.
Dia memakai gaun pendek berwarna cream yang bercorak bunga kecil-kecil, badannya yang bagus dan kaki jenjangnya terpampang, ceria dan juga elegan, serta manja tapi sexy, para pria di sekitar sampai tertarik dan melihatnya.
“Bukankah Marcel bilang akan segera sampai? Sudah hampir 30 menit nih! Kenapa masih belum sampai!”
Katherine protes dan hendak mengirim pesan untuk menanyakan posisi Marcel sudah di mana, tapi dia mengurungkan niatnya saat teringat mungkin Marcel sedang mengemudi.
2 karyawan wanita sedang bergosip di belakang.
“Ada apa dengan bos Katherine? Ini pertama kalinya dia memakai gaun sesexy ini, dia bahkan pergi menyambut tamu di depan pintu!”
“Aku rasa bos sedang terjerat cinta, entah pria mana yang membuatnya terbius begini.”
“Aku dengar dari kak Inka, sepertinya itu pemuda yang datang ke sini dengan mobil balap, dia lumayan tampan!”
“Pantas saja, iri sekali dengan bos, akan bagus sekali jika ada pria yang punya mobil balap mengejarku.”
“Kamu salah paham, sepertinya bos yang mengejar pemuda itu dan masih belum berhasil!”
“Ah masa? Bos Katherine kaya dan baik hati, dia juga cantik sampai banyak yang menyukainya, kenapa harus dia yang mengejar pemuda itu?”
__ADS_1
“Nanti kamu juga akan tahul......”
Saat Katherine sedang menanti-nanti dengan lama, muncul sebuah mobil SUV Mervedez Benz berhenti di depan pintu warnet.
Antonius turun dari mobil dengan membawa buket bunga mawar yang besar, rambutnya disisir ke belakang. Senyum pemuda tampan itu langsung menarik perhatian kedua karyawan wanita.
“Tampan sekali, bos sedang menunggunya?”
“Harusnya bukan, dia tidak menaiki mobil balap.”
“Kamu tahu apa? Orang kaya punya banyak mobil dan ganti-ganti mobil setiap hari!”
Antonius mengira Katherine yang cantik sedang berdiri menunggunya di depan pintu, dia langsung bersemangat.
Hari ini dia sudah top-up kredit bermain sebanyak 200 juta di Warnet Trench demi mengejar wanita ini.
Walaupun 200 juta tidak termasuk banyak, tapi juga sudah lumayan. Antonius tidak berniat membuat Katherine jatuh hati padanya dengan uang yang sedikit ini, dia hanya ingin menarik perhatiannya saja.
Dari kemampuannya mengejar wanita, dia yakin akan bisa mendapatkannya dengan mudah jika bisa punya 1 kesempatan.
Tidak berarti dia tidak bisa mendapatkan wanita yang gagal didapatkan Andrew, kakak sepupunya!
Dia memikirkan hal ini dengan bangga.
2 hari yang lalu, Antonius memberi tugas pada adik sepupunya untuk mencari kelemahan Marcel. Dia akan diberi hadiah 60 milyar jika berhasil membuat Marcel putus dengan Katherine.
Uang segini hanya jumlah sepele bagi Andrew, tapi tidak bagi Antonius, pembagian dividen tahunannya tidak sampai 10 milyar.
Antonius bodoh sekali dalam manajemen bisnis, tapi penampilannya tampan dan pintar menggoda wanita. Makanya Andrew baru tenang jika menyerahkan tugas ini padanya dengan DP 10 milyar.
Setelah menerima uang, dia yang gembira langsung menghabiskan 2 milyar lebih untuk membeli mobil Maseratti tipe paling top agar persentase keberhasilan semakin tinggi......
Antonius berjalan ke depan pintu dengan gagah, namun Katherine lebih dulu bicara sebelum dirinya.
“Tolong minggir, jangan halangi pandanganku!”
Hah???
Antonius tercengang, dia merasa badannya tidak gemuk, kenapa bisa dibilang menghalangi pandangannya?
Walaupun terpaku, dia terus melancarkan aksinya.
“Nona Katherine, namaku Antonius, aku ini......”
“Aku tidak peduli kamu siapa, segera minggir ke samping!” Katherine jadi tidak sabaran.
Sumur-umur, ini pertama kalinya Antonius dicuekin wanita cantik dan merasa sedikit sakit hati. Tapi, dia playboy kelas kakap dan tentu tidak akan menyerah semudah itu.
Sialan, sekarang masih bisa sok cuek padaku, aku akan membuatmu merasakan kehebatanku setelah berhasil kudapatkan!
Saat dia mempersiapkan ucapannya dan mau maju sekali lagi, muncul mobil SUV hitam yang gagah di samping jalanan warnet.
__ADS_1
Mobil Escalade pun kalah jika dibandingkan dengan mobil SUV Kombat, apalagi mobil Maseratti milik Antonius yang hanya seperti mobil mainan di sampingnya!
Setelah pintu mobil terbuka, Katherine yang tadinya bingung langsung jadi berbinar-binar. Dia menepis buket bunga mawar Antonius dan menyambut ke arah mobil SUV Kombat dengan senyum yang indah......