
Saat sedang makan, paman sengaja bertanya. “Marcel, ayahmu bilang kamu kuliah sambil kerja sambilan, kamu jadi guru les, ya?”
Marcel menjawab jujur. “Bukan, aku jadi pengantar makanan di toko milk tea.”
“Pengantar makanan?”
Paman dan tantenya saling berpandangan dan tertawa dalam hati. Kabar ini sangat menggembirakan!
“Masa sih? Kamu ini anak kuliah dan bekerja jadi pengantar makanan? Bukankah ini sama saja dengan menghamburkan uang kuliah yang disponsori ibumu?” Tante tersenyum palsu, “Lebih baik belajar dari adikmu, setiap hari dia trading saham di rumah dan penghasilannya sebulan bisa mencapai 60 juta lebih, berapa gajimu sebagai pengantar makanan?”
“4 juta.” Marcel berkata, “Masa training 2 juta dan bulan ini dinaikkan 2 juta.”
“Makanya itu, gajimu sedikit sekali!” Tante menepuk pahanya sendiri, “Anak kuliah zaman sekarang tidak bernilai. Syukurkah saat itu Bambang tidak lolos saringan masuk universitas.”
Marsel hanya lebih tua 2 bulan dari Bambang, paman dan tantenya selalu kesal karena keponakan yang mereka rendahkan ini berhasil masuk Binus tapi putra kesayangan mereka malah tidak lolos saringan masuk universitas.
Tante awalnya ingin Bambang meneruskan bisnis keluarga, tapi Bambang tidak tertarik dengan bisnis pakaian dan lebih baik santai di rumah.
3 bulan lalu, Bambang tiba-tiba tergoda trading saham lalu meminta uang 40 juta untuk membeli saham. Paman dan tante sama sekali tidak mengerti dan tidak tahu kalau putranya merugi.
Tapi, Bambang berkata kalau saham yang dibelinya terus naik, setiap bulan bisa meraup keuntungan sampai 40 juta, tante percaya oleh bualan anaknya dan lebih baik membantunya menambah jumlah saham untuk dipamerkan di hadapan Marcel.
“Keponakanku, kamu sudah tidak muda lagi, apa sudah punya pacar di kampus?” Tante merasa kurang puas pamer dan tiba-tiba bertanya.
“Masih belum.”
“Ah masa? Kamu sudah hampir tamat dan masih belum punya pacar?” Tante sengaja terkejut, “Katanya akan lebih mudah mencari pacar di kampus dibandingkan di masyarakat nanti.”
“Ehem, adikmu memberi uang bulanan yang sedikit pada keponakanmu, sangat wajar jika tidak dapat pacar.” Tante tersenyum, “Gadis zaman sekarang tidak seperti zaman kami dulu, mereka mau jalan-jalan, makan, nonton film, beli make up dan lain-lain. Itu perlu uang!”
“Benar juga.” Paman mengiyakan dan mengeluarkan ponsel. Dia memperlihatkan sebuah foto, “Marcel, ini pacar adikmu, cantik, kan?”
Marcel menunduk, memang lumayan cantik, lekuk badannya juga bagus.
“Sangat cantik.”
__ADS_1
Paman berkata bangga. “Ini kemampuan adikmu, dia pandai mencari uang dari rumah, juga bisa mencari pacar!”
Dari rumah?
Marcel langsung merasa aneh, kalau begini, Marcel pacaran online?
“Kamu jangan terlalu kagum pada adikmu, nona ini kaya sekali.” Tante terus pamer, “Dia orang Jakarta dan punya rumah, tahun ini baru 25 tahun!”
Baru 25 tahun, lebih muda 3 tahun saja dari Bambang......
Bambang diam saja tapi terlihat bangga.
“Bambang pernah bertemu pacarnya?” Marcel bertanya.
“Ha, mereka setiap malam video call, lengket sekali.” Tante tersenyum.
“Oh, rupanya begitu.” Marcel berkata datar.
Keluarga pamannya senang sekali saat makan siang ini, tapi banyak makanan yang tersisa, aturan XO Suki kalau makanan yang tersisa harus dibayar.
Setelah makan, Marcel melambaikan tangan pada pelayan.
Melihat lembaran tagihan yang panjang di tangan pelayan, Bambang memilih terus bermain ponsel, paman dan tantenya diam saja, mereka ingin melihat bagaimana Marcel mengurus hal ini.
Tagihan sekali makan sebesar gaji Marcel sebulan, mereka akan menertawakan dia jika tidak membayarnya.
Tapi, mereka juga akan sakit hati jika harus membayar 5 jutaan ini......
“Aku yang bayar.”
Yang membuat mereka kecewa itu karena Marcel rupanya langsung mengeluarkan ponsel dan membayar, seperti tagihan ini tidak seberapa saja.
Tantenya mendengus dingin, dia merasa Marcel hanya pamer saja. Wajahnya biasa-biasa namun sudah merasa sakit hati!
Setelah bayar, Marcel sama sekali tidak minta pelayan membungkus sisa makanan.
__ADS_1
Mereka hanya makan tidak sampai 6 juta saja, dia tentu tidak perhitungan, karena restoran ini masih mau membayar sewa padanya.
Pamannya bingung. “Marcel, kenapa tidak dibungkus?”
Masih tersisa 6 sayur dan walaupun dia punya bisnis, tapi juga tidak akan menyia-nyiakan makanan ini.
“Harusnya takut kita direndahkan, jelas-jelas miskin, tapi pura-pura kaya!” Tante mendengus dingin, “Kamu lihat saja, makan kali ini sudah hampir menghabiskan 6 juta, mungkin dia kelaparan selama 2 minggu kedepan, aku dengar biaya bulanannya hanya 1 juta untuk sebulan.”
“Sedikit kalau hanya 1 juta, tidak heran dia jadi pengantar makanan......”
Marcel bertanya datar. “Paman, nanti kalian mau ke mana?”
“Cari hotel bagus dan letakkan bagasi dulu, nanti baru bertamu ke rumah pacar Bambang.”
Ada beberapa hotel mewah di area pembelanjaan Mangga Dua, agar bisa pamer kekayaan, paman memilih Hotel Shangrila.
Setelah selesai mengurus check-in hotel, Marcel membawa mereka ke Jakarta Timur, Fitri, pacar Bambang, rumahnya ada di sini.
Karena dia orang Jakarta, maka keluarga Jaya ada villa pribadi 4 tingkat seluas 300 meter persegi dan ada halaman yang luas.
Melihat keadaan ini, Fitri memang anak orang kaya dan jauh melebihi keluarga pamannya, wanita secantik ini akan jadi rebutan dan Marcel tidak mengerti kenapa Bambang bisa mendapatkannya.
Ada Land Rover parkir di tepi jalan, awalnya Marcel ingin tidur sebentar di dalam mobil, siapa tahu begitu Bambang mengetuk pintu, pintu besi tebal yang berat itu terbuka dan ada seekor anjing galak yang mengejar keluar!
Marcel tidak bisa diam saja melihat keluarga pamannya dikejar anjing galak, dia turun mobil dan menghadang di depan tantenya.
Anjing galak bersiap menyerang dan Marcel menendang perutnya, anjing itu meraung kesakitan dan terbang 5 meter jauhnya.
Karena sengaja menahan kekuatannya, anjing galak itu tidak terluka, kemudian bangun dan tahu orang ini tidak bisa diganggu, lalu anjing itu menurunkan ekornya sambil kembali ke rumah.
Paman yang masih terkejut segera membantu istrinya berdiri, Bambang takut sekali dan minta Marcel menemani ikut masuk.
Anjing sudah dikurung pemilik rumah, Fitri yang memakai terusan putih berdiri di halaman, ada mobil Land Rover dan Prado yang parkir di sampingnya.
Marcel melihat sebentar dan walaupun tidak secantik di foto, sebenarnya masih termasuk manis...
__ADS_1