Sistem Kekayaan: Bos Pengantar Makanan

Sistem Kekayaan: Bos Pengantar Makanan
Mengaku Kalah


__ADS_3

“Aku tidak salah lihat?” Silvia hampir meragukan hidupnya.


“Tidak salah! Sini aku saja kalau kamu tidak mau!” Henny berkata.


“Buru-buru apa? Kita bagi 1 orang 50 kali!”


“Oke!”


“Dong!... Dong!... Dong!... Dong!... Dong!... Dong!... Dong!...”


Semua orang fokus menghitung suara gong, manajer yang bertugas takut salah hitung karena menyangkut bonusnya!


“Rupanya dia......” Susana berdiri di lantai 2 club dan diam-diam memperhatikan Marcel yang sedang memberi kode, “Tidak disangka dia lumayan kaya, kemungkinan besar dialah pemilik mobil balap Veneno di luar!”


Gong selesai dibunyikan 100 kali, di dalam club sudah penuh dengan kemeriahan.


Karena jumlah pukulan gong sangat banyak, Susana, pemilik club menggratiskan tagihan malam ini dan boleh minum alkohol apa pun sepuasnya!


“Tuan muda Danish, ini...... masih mau dilanjutkan?” Alex yang sudah berkeringat dingin diam-diam menelepon Danish.


“Lanjut apanya! Marcel ini gila, saat ini sudah mencapai puluhan miliar, siapa yang sanggup menemaninya bermain?” Danish emosi sekali dan berkata, “Malam ini mengaku kalah saja, ayo pergi!”


Walaupun dia ini Tuan muda keluarga Madani, tapi uang bulanannya juga dibatasi, dia tidak sanggup menghadapi serangan Marcel yang gila!


“Bagaimana? Tidak lanjut lagi?” Marcel tersenyum pelan saat melihat Alex meletakkan telepon.


“Aku mengaku kalah!” Alex pasrah, “Robin, lepaskan pakaianmu dan lari telanjang mengelilingi club.”


“Hah?! Kak Alex, aku sungguh harus lari?” Robin terlihat menyedihkan.


“Tidak lari juga boleh, bayar sendiri tagihan gong sebesar 6 miliar lebih itu dan aku yang lari, bagaimana?” Alex sudah siap mengambil resiko, lagipula di luar tidak banyak orang. Ini bisnis yang menguntungkan jika lari 1 keliling bisa menghasilkan uang miliaran!


“Aku saja! Aku yang lari!” Robin menangis sambil keluar......

__ADS_1


Alex memandang Marcel dengan marah, lalu membalikkan badan dan kembali ke meja Danish.


“Marcel, bukankah rugi sekali jika kamu menghabiskan uang sebanyak itu agar orang ini lari telanjang 1 keliling?” Donny menyayangkan uang Marcel. Berapa lama jadi simpanan tante kaya baru bisa menghasilkan uang sebanyak itu?


“Kita hasilkan kembali kalau sudah habis.” Marcel tersenyum simpul sambil transfer uang pada 3 gadis ini, totalnya 4 miliar, tidak lebih dan tidak kurang!


Silvia membelalakan mata saat mendapat pesan notifikasi transfer berhasil dari bank: “Marcel, ka..... kamu sungguh mentransfer uang untuk kami?”


“Ya, aku menepati janjiku.” Marcel tersenyum, “Aku lihat kalian juga lelah sekali dan merasa uang ini pantas kalian dapatkan. Tapi, aku ada saran.”


Ariani tersenyum, “Saran apa?”


“3 teman sekamarku, mereka lumayan, setidaknya jauh lebih bisa diandalkan daripada Erwin dan kawan-kawannya. Kalian pertimbangkan, ya?”


Ketiga gadis itu menunduk malu......


Marcel menarik nafas lega, teman-teman, aku hanya bisa membantu kalian sampai di sini......


Casto tiba-tiba kemari dan berbisik: “Marcel, uangmu cukup? Apa kita mau kabur selagi mereka masih belum membawa tagihannya pada kita?”


Saat ini, Susana datang sambil membawa seorang manajer yang bertugas.


“Wanita ini cantik sekali!” Donny dan lainnya terpaku melihatnya.


Sampai Natalia pun rendah diri jika dibandingkan dengan kecantikannya.


“Halo, pak. Silahkan bayar tagihan gong barusan.” Susana melihat Marcel sambil tersenyum, “Totalnya: 27 miliar saja.”


“Rupanya kamu pemilik Black Night Club?” Marcel merasa tak menduga saat mengenalinya.


“Ya, benar.” Susana menyelipkan sebuah kertas ke tangan Marcel, lalu berbisik pelan di telinganya, “Ini nomor telepon pribadiku. Kamu bisa telepon aku kapan saja kalau ada waktu di malam hari.”


“Tergantung mood, ya.” Marcel jadi canggung saat melihat pandangannya yang membara, dia segera mengeluarkan kartu kredit, “Bisa gesek kartu, kan?”

__ADS_1


“Tidak perlu bayar lagi. Anggap saja 27 milyar ini rasa terima kasihku padamu.” Susana memandang Marcel dalam-dalam, lalu membalikkan badan pergi.


Keuntungan dari club sangat mengejutkan dan Black Night Club sudah mendapat keuntungan dari tagihan Danish sebesar 6 miliar lebih!


“Ya sudah kalau tidak mau.” Marcel menyimpan kartunya kembali.


“Ah, Natalia ke mana?” Marcel melihat hanya tersisa 7 orang di meja dan bertanya.


“Dia? Sudah pergi dengan Matthew dan teman-temannya dari tadi.” Silvia berkata dengan kesal.


Henny berkata: “Aku curiga dia yang memanggil Matthew kemari, kalau tidak, kenapa bisa kebetulan bertemu di Black Night Club?”


Ariani mengangguk: “Benar katamu, barusan mereka berdua saling memberi kode dengan mata. Pasti ada sesuatu!”


“Tidak apa-apa. Natalia sama sekali tidak pantas untuk Marcel.” Casto berkata jujur.


Donny juga setuju: “Aku juga merasa begitu, Marcel sangat memikat dan disukai tante kaya, kalau tidak salah tebak, kamu juga simpanan dari pemilik Black Night Club, kan?”


Marcel hampir tertawa dan emosi juga dibuatnya, “Kalian teruslah bersenang-senang, aku mau pulang dan tidur, besok aku masih harus mengantar pesanan!”


“Baiklah, hati-hati di jalan, ya.”


Tidak masuk akal kalau pulang ke kampus di jam segini, Marcel teringat dia mendapat vila di tepi pantai tadi siang.


Tepi Pantai Mutiara jauh dari sini dan Marcel hanya bisa memesan taksi online.


Mobil sampai dengan cepat dan rupanya merek Audi Q5, Marcel meletakkan motor listrik ke dalam bagasi mobil dan duduk di samping pengemudi.


Supir ini pria berumur 30-an dan sedikit kecewa saat melihat Marcel.


Dia mengemudikan Audi sebagai taksi online agar bisa bertemu gadis cantik di sekitar club, lalu bermesraan dan sebagainya.


“Kawan, aku beri 200 ribu padamu, kamu batalkan pesanan mobil ini dan pesan kembali, ya?” Jody mencoba bertanya.

__ADS_1


Marcel tentu tidak bersedia: “Pak, sudah hampir tidak ada taksi di jam segini.”


“Aduh, anggap saja aku sedang sial.” Jody tak berdaya dan hanya bisa mengemudikan mobilnya.


__ADS_2