
“Ada apa dengan “Cell-Cell”?”
“Ya, hari ini dia menghabiskan puluhan milyar, kenapa pergi tanpa pamit?”
“Bukankah biasanya akan minta kontak Whatsapp penyiar?”
“Tentu saja, bagaimana mungkin ada yang mau menghabiskan uang sebanyak itu tanpa sebab, kemungkinan besar dia mengenal Angelina!”
......
Angelina langsung terkejut saat melihat gosip di layar chat.
Mungkinkah dia itu Marcel?
Tidak mungkin, dia itu anak kuliah yang kerja sambilan jadi pengantar makanan, dari mana bisa punya uang sebanyak itu!
Apa lebih baik telepon dan tanyakan padanya?
Angelina lalu mencari alasan untuk keluar dari siaran live.
Telepon segera tersambung.
“Halo?”
“Marcel, ka... Kamu sedang ada di mana?”
“Aku sedang mengantar pesanan, kenapa? Ada urusan?”
“Ti...... Tidak, aku hanya ingin tanya id akun Tik Tok-mu.”
“Oh, aku masih belum sempat buat akun.” Marcel berbohong, “Aku pikir mau pakai nama alias Terong Rawit, bagaimana menurutmu? Akan terlihat berselera?”
Angelina tertawa, “Pfff!”, lalu menggeleng, kelihatannya dia yang terlalu banyak berpikir, “Cell-Cell” itu tidak mungkin Marcel.
“Aku sedang mengemudikan motor dengan 1 tangan, ini sangat bahaya, kita mengobrol nanti, ya!”
“Oke, bye.”
“Bye-bye!”
Setelah menutup telepon, Marcel mengusap keringat di keningnya, dia kagum pada insting wanita ini dan bisa menebak kalau dirinya mungkin adalah “Cell-Cell”!
Setelah pertandingan ini, Angelina menjadi juara pertama di platform wanita cantik, aplikasi Tik Tok juga mengiklankan pertandingan hidup dan mati ini hingga menjadi topik hangat di internet, berbagai video tersebar dan saham aplikasi Tik Tok melesat tinggi, membuat harta tak terlihat Marcel bertambah puluhan trilyun. Tapi, ini hanya cerita terakhir.
__ADS_1
Malam itu, muncul 4 penggemar baru di siaran live Angelina, mereka follow akun dia bersamaan, nama aliasnya. Terong Rawit, Edamame Kecap, Timun Rebus dan Jagung Mentah. Tanpa ditebak pun Angelina tahu ini pasti Marcel dan ketiga teman sekamarnya......
“Wah, penyiar ini cantik sekali, rasanya lebih cantik dari bunga kampus kita!” Casto meneteskan air liur.
Marcel tersenyum. “Tadinya kamu masih tidak percaya, kini tahu aku tidak salah mengenalkan, kan?”
Donny mengernyitkan alis. “Marcel, dia itu juara satu terbaru di platform wanita cantik, dia sungguh teman SMA mu?”
“Ya, tentu saja,” Marcel mengeluarkan ponsel dan ada foto bersama saat tamat SMA, Angelina yang tersenyum manis berdiri di samping wali kelas, pas di tengah!
“Wah, itu dia!” Mata ketiga teman sekamarnya jadi berbinar.
“Nanti aku akan jadi penggemar setia Angelina!” Casto bersumpah, “Marcel, berikan kontak wanita cantik ini padaku, kalau tidak ada Whatsapp, Line juga boleh!”
“Aku juga mau!” Donny dan Benard saling bersahutan.
“Ya, ya, tapi aku harus ingatkan kalian.”
“Tentang apa?”
“Beri hadiah di akunnya!”
“Ya, sudah tahu. Cepat berikan kontaknya......”
Keesokan paginya, Marcel ditelepon ayahnya.
“Nak, bagaimana kuliahmu belakangan ini, uang bulananmu masih cukup?”
“Lancar, yah. Langsung katakan intinya saja, jangan basa basi.” Marcel tahu sifat ayahnya, pasti ada urusan yang merepotkan untuknya kalau dia bicara basa basi.
“Begini, adik sepupumu punya pacar dan sudah membahas pernikahan, orangtua kedua belah pihak ingin bertemu.”
“Baguslah, tapi ada hubungan apa denganku?” Marcel sedikit bingung.
“Tentu ada hubungannya denganmu, pacarnya orang Jakarta, maka mau minta pamanmu dan keluarganya untuk bertemu ke Jakarta, mereka tidak pernah ke Jakarta sebelumnya, kamu juga termasuk kenal area di sana. Kuliahmu sudah semester akhir dan belum ujian, tentu mau menemani mereka, ayah sudah mengiyakan mereka.”
“Tidak masalah, kapan mereka sampai?” Marcel bertanya.
“Mereka berangkat pagi ini dan akan sampai di Jakarta di jam 1 siang. Ingat lebih awal ke stasiun bus untuk menjemput mereka.”
“Baik, yah.”
“Nanti ayah akan transfer 4 juta untukmu, bawalah mereka jalan-jalan dan makan enak.”
__ADS_1
“Tidak perlu, yah. Aku masih punya uang lotere dan belum habis dipakai. Kini aku juga kerja sambilan, aku tidak kekurangan uang!”
“Baiklah, cari ayah kalau uangnya tidak cukup. Bye!”
Ayahnya langsung menutup telepon, dia itu pensiunan tentara dan selalu bersikap tegas.
Tapi, Marcel tahu ayahnya pasti sudah bergegas pergi main catur di taman kompleks......
Pamannya bisnis pakaian dan keluarganya kaya sekali, mereka selalu merendahkan keluarga Marcel dengan sering memamerkan kekayaan di hadapan mereka, ayah Marcel tidak perduli dari dulu, hanya ibunya yang kesal dalam hati dan tidak berani mengungkapnya.
Bus jam 1 siang dan hari ini dia tidak bisa mengantarkan pesanan lagi, Marcel hanya bisa menelpon Ani dan minta izin, Ani langsung mengiyakan.
Akan terlalu heboh jika mengendarai mobil balap Veneno dan mobil ini tidak muat 4 orang, naik taksi juga tidak praktis, lalu Marcel menelepon Jeremy.
“Bos, anda mencari saya?”
“Aku ingin tanya, ada mobil apa yang cocok untuk mengantar tamu.”
“Mobil kantor ada Bentley, Roll’s Royce dan Maybach. Anda ingin pakai yang mana?”
“Terlalu mewah, ada yang murah? Sekitar 600 juta saja.” Marcel tidak ingin pamer pada keluarga pamannya, maka sengaja memilih mobil yang murah.
“Ehm..... Sepertinya tidak ada mobil kantor yang semurah itu, yang paling murah di properti Mangga Dua juga BMW seri 7.
“Direktur Jeremy, bagaimana kalau aku pinjamkan mobilku pada bos?” Marlina, sekretarisnya tiba-tiba berkata.
Dia mengemudikan mobil Toyota Altis dan memenuhi syarat mobil yang dicari bos.
Setelah Jeremy memberitahukan pada Marcel, Marcel langsung setuju.
Saat jam 12 siang, Marlina mengemudikan mobil ke lantai bawah asrama Marcel, saat turun mobil, badannya yang sempurna dan senyum yang manis itu menarik perhatian banyak orang, sampai satpam gerbang asrama juga terpaku.
Saat semuanya bertanya-tanya siapa pacar wanita ini, Marcel menyambutnya dan mengejutkan semua orang.
“Mustahil, bukankah ini pria yang jadi simpanan wanita kaya itu?”
“Sial, gadis cantik ini buta, ya? Aku lebih tampan dari Marcel, pilihlah aku!”
“Jangan berharap, dia akan buta sungguhan jika menyukaimu......”
__ADS_1