Sistem Kekayaan: Bos Pengantar Makanan

Sistem Kekayaan: Bos Pengantar Makanan
Aku Seperti Perampok?


__ADS_3

Melihat Ishak dikalahkan dalam waktu singkat, suasana koridor langsung jadi hening.


Sebenarnya banyak yang tidak melihat jelas serangan Marcel, dalam satu kedipan mata, mulut Ishak sudah berbusa dan terkapar di samping dinding.


Entah apa yang dipikirkan Jonathan saat melihat mata Marcel yang berbinar.


“Aku sudah salah sangka!” Paman Yosef syok sekali, “Rupanya kamu ini hebat juga.”


“Biasa saja.” Marcel berkata dengan biasa, “Masih mau bertarung? Aku sudah mau pulang.”


Paman Yosef jadi ragu.


Walaupun dirinya bisa mengalahkan Ishak dengan mudah, tapi dia tidak bisa menebak kekuatan Marcel yang sebenarnya, dia akan malu sekali kalau kalah dari anak muda ini!


Dia juga akan mempermalukan kekuasaan keluarga Tandean......


“Pergilah, ingat jauhi nona, dia bukan wanita yang bisa didekati orang biasa sepertimu!” Paman Yosef berkata tegas.


“Siapa nona kalian?” Marcel sedikit bingung.


“Kamu tidak tahu kalau Jenna itu nona kami?” Paman Yosef mengira Marcel pura-pura, dia emosi sampai mengetukkan tongkat di lantai.


“Ah, Jenna yang itu, ya? Rupanya dia!” Marcel baru teringat, “Aku tidak menggodanya, dia yang duluan mendekatiku!”


“Tidak peduli siapa yang duluan, pokoknya kamu tidak boleh berhubungan dengannya, atau aku akan memberi pelajaran padamu!” Paman Yosef marah.


“Jangan merasa dirimu hebat, ayo kita bertarung kalau kamu hebat!” Marcel sama sekali tidak peduli pada peringatan paman Yosef. Marcel ini dilindungi sistem dan tidak akan bisa diancam pria tua!


“Huh, cepat atau lambat, kamu akan menyesali hal ini!” Paman Yosef tidak menerima tantangannya dan membalikkan badan pergi dengan bantuan tongkatnya.


“Ayo kita pergi.” Jonathan melambaikan tangan dan Ishak dibopong para pengawal.


“Ckckck, hanya tong kosong nyaring bunyinya saja, tidak ada yang berguna.” Marcel ingin melihat kemampuan paman Yosef, tapi tidak disangka dia malah pergi.


Setelah kembali ke ruangan, Marcel tidak melihat siapapun lagi.


“Semuanya kabur?” Marcel terpaku dan syok sesaat, dia menelepon pamannya.

__ADS_1


“Maaf, telepon yang anda tuju sedang tidak aktif......”


Mereka sampai mematikan ponsel, kerabat macam apa ini?


Marcel emosi sekali, tapi tiba-tiba dia jadi senang. Setidaknya malam ini dia tidak perlu mendengar paman dan tantenya yang cerewet, ini keberuntungan di atas musibah.


Dia tidak tahu kalau paman dan keluarganya sudah sampai di stasiun bus dan segera pulang dengan bus jadwal malam ini. Mereka tidak berani berada di Jakarta lagi......


Setelah keluar dari ruangan, Marcel tiba-tiba melihat orang yang familiar di depan pintu lift.


Angelina yang wajahnya memerah dan mabuk itu bersandar di bahu Cyanita. Mereka berdua mau kembali istirahat ke kamar.


“Makan seafood juga bisa mabuk?” Marcel bingung, dia mengingat live streaming barusan dan sepertinya mereka tidak minum wine. Hanya ada jus dan minuman lainnya.


“Apa ada sesuatu di balik ini?” Dia langsung berdiri di belakang mereka dan ikut masuk ke dalam lift bersama mereka.


Cyanita melihat Marcel dengan waspada, lalu Marcel bersiul.


Wajah Cyanita memerah.


Pemuda ini lumayan tampan, malam ini mungkin dia akan meniduri pemuda ini kalau tidak ada urusan!


Setelah pintu lift tertutup, Marcel naik ke lantai 18 lewat tangga darurat, dia bersembunyi di pojokan dan mengawasi Cyanita.


Beberapa saat kemudian, Cyanita muncul di koridor sambil membopong Angelina dengan susah payah, lalu dia menekan bel sebuah kamar.


Pintu kamar segera terbuka dan muncul pria dalam balutan jubah mandi, mereka membawa Angelina masuk.


“Kenapa baru datang sekarang? Aku sudah tidak sabar lagi!” Edy protes setelah masuk ke dalam kamar.


“Aduh, kak Edy, kamu tahu kami sedang live streaming dan para penggemar terlalu ramah sampai kami tidak bisa log out!” Cyanita tersenyum pahit.


“Dia bau seafood, segera mandikan dia. Aku akan tunggu kalian di atas ranjang.”


“Baik.”


Setelah mereka berdua masuk, Edy menelan 2 pil berwarna biru dan memeriksa kamera tersembunyi di samping ranjang.

__ADS_1


“Hehehe, mulai hari ini, kamu akan dalam kendaliku dan jadilah budakku seumur hidup!”


Saat pikirannya kemana-mana, bel pintu kembali berbunyi.


“Siapa?”


“Halo, pak! Nona Cyanita menjatuhkan sebuah tas di ruangan barusan, aku mengantarkannya kemari.”


“Wanita ini tidak bisa diandalkan, nanti aku akan memberi pelajaran padanya......” Edy membuka pintu sambil marah-marah.


Saat pintu dibuka, dia tiba-tiba teringat sesuatu.


Kamar ini dibooking atas namanya, kenapa pelayan bisa tahu kalau Cyanita ada di sini?


Tidak, orang ini pasti bermasalah!


Sudah tidak sempat saat dia mau menutup pintu.


Marcel mendorong dengan kuat dan papan pintu terhempas ke wajah Edy yang gemuk.


Edy menjerit kesakitan sampai terjatuh di lantai, dia hanya dalam balutan handuk.


Dia langsung ketakutan saat melihat wajah Marcel yang marah: “Ka...... Kamu ini siapa?”


“Orang yang tidak bisa kamu ganggu!” Marcel mendengus dan mengambil gelas kaca di atas meja, dia memecahkannya di hadapan Edy yang ketakutan.


“Ka...... Kamu jangan macam-macam! Aku punya uang yang banyak!” Edy hampir buang air di celana dan kepalanya akan pecah kalau dihajar dengan pecahan beling itu!


“Memangnya aku seperti perampok?” Marcel menyeringai sinis, “Aku punya banyak uang.”


Edy lebih takut lagi saat tahu Marcel bukan mengincar uang: “Lalu...... Kamu mau apa?”


“Mudah saja, jujur saja padaku, kenapa Cyanita membawa Angelina ke kamarmu?” Marcel melirik ke arah kamar mandi dan menggoreskan pecahan beling di leher Edy, “Tanganku akan mudah gemetar jika menyadari kamu berbohong.”


Edy tidak berani berbohong saat merasakan tajamnya pecahan beling dari lehernya, dia mengatakan semuanya.


Rupanya dia berada di peringkat pertama live streaming Cyanita. Dia menggunakan trik lama untuk merayu beberapa wanita penyiar di aplikasi Tik Tok, dan Cyanita adalah salah satu dari mereka.

__ADS_1


Dia membayar Cyanita agar bisa meniduri Angelina, lalu meminta Cyanita mengatasnamakan kerja sama dengan Angelina untuk menjalankan rencana ini......


__ADS_2