
“Siapa yang kamu maksud anak ingusan?” Ketua berandalan terlihat ketus dan sinis.
“Tentu saja kalian, tidak mungkin aku, kan?” Marcel tersenyum pelan, “Jangan kira kalian hebat karena sudah mengecat rambut, kalian semua maju bersamaan saja, aku buru-buru.”
“Kamu gila, ya? Mereka sungguh bisa membunuhmu!” Selena terperanjat oleh kesombongan Marcel.
“Lebih baik kamu jaga diri, ingatlah untuk selalu berada di belakangku.” Marcel berkata serius, lalu menyerang kerumunan orang itu dengan tongkat kasti!
Di saat Marcel membalikkan badan, Selena seperti melihat aksi heroik, matahari yang tenggelam di langit merah, debu yang beterbangan, jenderal muda berjubah putih yang memegang senjata panjang berwarna perak, maju membunuh musuh yang tak terhingga banyaknya di kejauhan......
Walaupun hanya sendiri, tapi auranya lebih hebat dari ribuan jenderal!
Kalah atau menang tidaklah penting, yang penting itu harus berkelas......
Mantan pacarnya yang direbut Herny hanyalah sampah jika dibandingkan dengan Marcel!
Dulu dia buta sampai bisa menyukai pria separah itu......
“Ayo semua maju bersamaan, bunuh pengantar makanan yang sok hebat ini!” Ketua berandalan melambaikan tangan, 10 anak buahnya menyerang Marcel sambil berteriak, mereka ingin membunuhnya.
(Terdengar suara berkelahi......)
Ada suara perkelahian yang terus terdengar, juga diiringi jeritan kesakitan.
Yang membuat semua orang terkejut, awalnya situasi pertarungan ini tidak seimbang, ada pihak yang anggotanya banyak!
Marcel mengalahkan mereka semua, dari awal sampai akhir mereka sembarangan berkelahi dan terkena pukulan tongkat kasti, para berandalan menjerit kesakitan di tanah karena patah tulang dan terkilir.
Tidak sampai semenit, hanya tersisa ketua berandalan yang masih berdiri.
“Gleg!”
Dia menelan ludah dengan kesulitan, lalu kabur ketika Marcel menoleh padanya.
Dia tentu sudah pengalaman karena menjadi ketua berandalan. Dia akan mengantar nyawa jika melawan pria yang bisa mengalahkan puluhan orang bersenjata dengan mudah.
Kaki ketiga gadis itu juga gemetar saat melihat kejadian ini, mereka sampai ingin buang air kecil di celana. Tak disangka Marcel bukan bodoh, tapi sungguh orang yang kejam!
__ADS_1
Saat mereka berniat kabur, Marcel tiba-tiba mendengus sinis.
“Mau kabur?”
Lalu, dia melemparkan tongkat kasti di tangannya dan mengenai kepala ketua berandalan yang sedang kabur.
Kaki Herny dan teman-temannya jadi lemas dan jatuh berlutut saat melihat ketua berandalan terjatuh!
“Pendekar hebat, mohon ampun! Kami mohon lepaskan kami!”
Mereka bertiga menangis hebat sampai riasan di wajah mereka luntur.
Marcel malas berurusan dengan gadis-gadis ini, dia berjalan ke hadapan Selena dan mengeluarkan tangan kanannya.
“Bayar, dong! Totalnya 40 juta.”
“Ah? Ya, ya!” Selena yang terhanyut dalam lamunannya segera mengeluarkan ponsel VERTU yang dipesan khusus, “Kita tukar nomor Whatsapp, ya? Nanti kutransfer uangnya.”
“Terserah.” Marcel tidak menolak.
Bersamaan dengan masuknya uang ke rekening Marcel, juga terdengar suara sistem yang indah itu.
Saint Laurent Group itu restoran berjaringan kelas dunia, ada 1 restoran di Jakarta juga, dulu Marcel pernah mengetahuinya saat mencari restoran Barat untuk “Kencan Berdua” dengan Diana, saat itu dia batal ke sana karena mahal sekali.
“Tugas sudah selesai, ingat berikan bintang 5, ya! Sampai jumpa!”
Para berandalan yang terkapar menangis mendengarnya, pria ini memang pengantar makanan dan masih tidak lupa minta bintang 5......
“Tunggu!”
Marcel menoleh ke sana, “Masih ada apa lagi?”
Selena berkata, “Ehm...... Barusan kamu mengalahkan begitu banyak orang, kamu tidak merasa 40 juta terlalu sedikit?”
“Sudah cukup.” Marcel menjawab tanpa ragu, “Sebelumnya sudah deal akan dapat 40 juta jika menang, kita sesuai kesepakatan. Bye!”
“Tunggu!”
__ADS_1
“Ada apa lagi?” Marcel jadi tidak sabaran, gadis ini sebenarnya mau apa?
“Hm, kamu punya pacar?”
“Belum.”
“Kamu mau punya pacar?” Selina memandangnya dengan penuh harap.
“Maksudmu?” Marcel melihatnya dengan hati-hati, “jangan jatuh hati padaku, aku tidak suka anak ingusan.”
Perkataan ini langsung membuat Selena kesal sekali.
“Aku bukan promosi diri sendiri!” Selena malu dan jadi marah, “Maksudku kakakku yang lebih tua 4 tahun dariku, dia wanita cantik!”
“Tidak tertarik.” Marcel menggeleng.
Selena masih berusaha, “Dia sangat kaya dan tidak pernah pacaran, postur badannya lebih bagus dari model, aku perlihatkan fotonya padamu......”
“Sudahlah! Kamu tidak punya tugas sekolah, ya?” Akhirnya Marcel tidak tahan lagi, “Tolonglah, belajar yang baik dan jadi orang yang berguna bagi masyarakat, jangan terus mempromosikan kakakmu seperti kenek bus!”
“Ka...... Kamu meneriaki aku?” Mata Selena berair, “Aku beri bintang 1!”
“Terserah kamu mau berapa bintang, jangan bertemu lagi!” Marcel menaiki motor listriknya dan pergi tanpa menoleh.
“Pria ini keras kepala sekali, aku sumpahin kamu jomblo seumur hidup!” Selena menghentakkan kaki di belakang Marcel dengan kesal......
Setelah kembali ke toko milk tea, Ani melihat Marcel dengan kesal.
“Kak Ani, kenapa pandanganmu begini?” Marcel jadi bingung.
Ani mengetuk meja, “Sebenarnya tadi kamu ke mana sampai selama itu mengantarkan pesanan? Bicara yang jujur!”
“Sebenarnya ada apa?”
“Pelanggan memberi bintang 1 padamu, lihatlah isi komentarnya.” Ani memberikan ponselnya.
“Gadis itu kejam sekali, aku baru menolongnya dan dia sungguh memberi bintang 1 padaku?”
__ADS_1
Marcel menerima ponsel dengan kesal dan melihat komentar yang super pendek itu.
“Pria brengsek!”