Sistem Kekayaan: Bos Pengantar Makanan

Sistem Kekayaan: Bos Pengantar Makanan
Bertemu Kawan Lama


__ADS_3

Katherine sudah lemas untuk mengomel setelah melihat mobil Andrew menghilang di depannya, dia menoleh marah pada Marcel.


  “Kamu jangan sembarangan, lomba baru dimulai!” Marcel terkejut oleh pandangan Katherine.


  Katherine mendengus dingin. “Tenanglah, aku akan turun tangan saat turun gunung dan kita akan pasti mati, kita sudah akan jadi mayat saat ambulans sampai!”


  “Aku sudah bilang kalau aku tidak akan kalah!” Marcel tersenyum datar dan menginjak gas sampai maksimum, rupanya di depan sudah sampai 28 belokan.


  Katherine berteriak. “Kamu sedang apa! Di depan itu belokan tajam, cepat pelankan mobilnya!”


  Wuling Chevrolet S sudah di kecepatan maksimum, walaupun tidak bisa dibandingkan dengan Mc Laren, tapi juga sudah di 130 km/jam, melewati belokan dengan kecepatan ini sungguh membahayakan nyawa!


  Marcel mengendalikan setir dengan 1 tangan dan terdengar cuek. “Jangan panik, aku tidak buta.”


  Semua penonton jadi syok saat melihat Wuling Chevrolet ini seperti mau bunuh diri.


  Setelah sampai belokan, tangan kiri Marcel tetap diam, tangan kanannya bergerak lincah dan dengan kemampuan menyetir hebat miliknya, minibus tetap berada di jalan dan melewati belokan dengan lancar dan tidak tergelincir keluar jalur!


  Semuanya menarik nafas dingin, teknik mengemudi ini seperti sedang bertaruh nyawa, kemungkinan bisa mati!


  “Bisa begini, ya?”


  “Meliuk dengan indah sekali!”


  “Bocah itu idiot, ya? Dia sungguh bisa menang dari Mc Laren dengan Wuling?”


  “Aku merasa tidak terlalu mungkin.”


  ...


  “Su.. Sudah lewat?!” Katherine tidak percaya pada matanya sendiri, mobil minibus ternyata bisa meliuk seindah ini?


  Marcel tidak menurunkan kecepatannya dan tetap mengemudi dengan 1 tangan, dengan cepat mobil sampai di belokan kedua dan meliuk dengan bagus seperti tadi, para penonton terkagum-kagum.


  Masih belum sampai belokan ke 14, Andrew melihat lampu mobil Marcel dari kaca spion tengah.


  “Apa-apaan ini! Bocah itu menyusulku?” Andrew terkejut sekali dan mobilnya hampir mendekati tepi jurang.


  “Kak Andrew! Hati-hati!” Chelsea terkejut sampai hampir buang air kecil.


  Walaupun gunung Sahari tidak terlalu tinggi, tapi setidaknya juga ada 50 meter jika terjatuh ke bawah, akan jadi telur ceplok jika jatuh!


  Dirinya masih cantik dan muda, Chelsea masih mau hidup!

__ADS_1


  “Jangan ribut!” Andrew menggertakkan gigi lalu menambahkan kecepatan mobil, tapi dia tanpa sadar memelankan mobil saat melewati belokan.


  Dengan keadaan jalan begini, akan sangat bahaya jika melewati 60 km/jam, dia tidak ingin segila Marcel yang terus melewati belokan dengan 100 km/jam.


  Tidak masalah kalau kalah balapan, jangan sampai mati.


  Wuling sudah melampaui posisi Mc Laren sebelum melewati 28 belokan.


  Andrew merasa hatinya hancur saat melihat Marcel yang mengendarai mobil dengan 1 tangan dan ekspresi datar...


  Mc Laren P1 masih setengah jalan saat Wuling sudah mencapai garis finish.


  Taruhan tetap berlaku, Andrew tidak berani ingkar janji di hadapan semua orang, dia hanya bisa memberikan kunci mobilnya dan mentransfer 10 milyar ke rekening Marcel.


  Marcel tersenyum simpul saat menerima kunci mobil lalu memberikannya pada Katherine yang masih pusing.


  “Aku berikan mobilnya padamu, uangnya untukku.”


  “Mobilnya untukku?” Katherine sulit percaya apa yang didengarnya.


  Ini mobil balap seharga puluhan milyar, dia menghadiahkannya semudah ini?


  “Ya sudah kalau tidak mau, aku akan melelangnya saja.” Marcel mau mengambil kuncinya kembali.


  “Siapa yang menolak?” Katherine segera merebut kembali kuncinya, “Anggap saja ini ganti rugi karena sudah mentalku terluka.”


  “Sejak kamu memilih Wuling, mentalku terluka terus dan masih belum sembuh sampai sekarang!”


  Andrew emosi sekali sampai menggertakkan gigi saat melihat mobil balap Veneno dan mobil kesayangannya meninggalkan gunung Sahari.


  Bukan hal penting kalau dia rugi materiil, tapi takutnya video dirinya kalah dari mobil minibus akan tersebar dengan cepat di internet, raja balap gunung Sahari hanya akan jadi sejarah......


  Setelah kembali ke warnet Trench, Donny, Casto dan Benard sedang seru-serunya bermain dengan karyawan wanita itu, kemampuan bermain PUBG mereka meingkat tajam kalau ada wanita cantik.


  Katherine tersenyum dan mengratiskan semua biaya internet mereka, lalu kedepannya boleh online gratis jika Marcel ikut datang!


  “Kenapa aku harus datang? Kamu berniat apa padaku?”Marcel kesal karena teman-temannya pecandu game, takutnya dia akan ditarik ke warnet setiap hari!


  “Aku tidak bermaksud apa-apa, hanya ingin kamu bermain game bersamaku saja.” Katherine tersenyum simpul, “Kalau kamu tidak bersedia melihatku, aku akan tarik kembali ucapanku, tidak akan gratis lagi nanti walaupun kamu datang. Sudah puas?”


  “Bos, kamu sudah salah dengar, Marcel tidak bermaksud begitu!” Donny segera tersenyum, “Kamu sangat cantik dan dia sangat menyukaimu, kenapa tidak bersedia main game denganmu? Tenanglah, nanti kakmi akan kemari setiap hari, kami akan mengikatnya dengan tali dan membawanya ke sini jika dia berani menolak.”


  “Hmph hmph..” Marcel masih ingin bicara, tapi mulutnya disumpal Benard dan Casto dengan erat, dia tidak berdaya melawan.

__ADS_1


  Keesokan sorenya, Marcel yang baru masuk kerja menerima pesanan pertama, alamat tujuannya ke sebuah apartemen muda-mudi di dekat area pembelanjaan Mangga Dua.


  Setelah memencet bel, ada gadis cantik yang membuka pintu.


  “Apa kabar, kopi pesanan anda sudah sampai.”


  “Terima kasih.” Gadis itu menerima kopi dan melihat Marcel, dia tiba-tiba bertanya. “Kamu...... Marcel?”


  “Kamu kenal aku?” Marcel sedikit terpaku, “Kamu siapa?”


  “Aku teman SMA-mu!” Gadis itu tersenyum, “Kenapa, kamu tidak kenal kawan lamamu lagi karena riasanku tipis?”


  “Ah, aku ingat, kamu ini Angelina!” Akhirnya Marcel ingat, gadis ini ketua kelas dan juga bunga sekolah saat SMA, dia jadi lebih cantik lagi setelah tidak bertemu beberapa tahun.


  “Lama sekali baru ingat, saat itu kamu masih menulis surat cinta padaku!” Angelina tersenyum senang.


  Marcel tertawa canggung. “Hahaha, masa sih? Kenapa aku tidak ingat?”


  Saat SMA, dia mulai puber dan hatinya terluka berat oleh beberapa idola, dia memang menulis surat cinta pada banyak teman SMA yang cantik sampai dia lupa apa pernah mengirim surat cinta pada Angelina.


  Angelina melihatnya. “Aku ingat kamu masuk Binus, kan? Kenapa bisa...”


  “Aku hanya bekerja sambilan saja.” Marcel tersenyum sambil menjelaskan, “Bukankah kamu juga lolos universitas Padjajaran, kan? Kamu sudah tinggal bersama pacarmu?”


  “Jaga mulutmu, kapan aku punya pacar?” Angelina menghela napas, “Aku menyewa apartemen ini demi mencari penghasilan saja, sama sepertimu.”


  “Keadaan adikmu masih belum membaik?” Marcel tahu sedikit keadaan keluarga Angelina, adiknya terkena penyakit langka yang aneh, beberapa tahun ini Angelina yang menanggung biayanya.


  Angelina mengangguk. “Walaupun belum membaik, tapi sudah stabil, kini aku ingin menabung agar bisa membayar biaya operasinya sebesar 1 miliar. Dokter bilang ada kemungkinan 80% bisa sembuh total.”


  “Masih kurang berapa?” Marcel bertanya, “Belakangan ini aku ada menabung sedikit uang, bagaimana kalau...”


  “Sudahlah, aku juga tahu kondisi keluargamu, mungkin saja dulu aku sudah jadi pacarmu kalau bukan karena adikku.” Angelina tersenyum, “Sekarang aku live streaming di Tik Tok, penghasilanku jauh lebih banyak dari gajimu sebagai pengantar makanan. Terima kasih atas niat baikmu.”


  Marcel terdiam, dia tahu Angelina wanita yang tegar dan tidak mudah menerima kebaikan orang lain.


  “Bagaimana kalau begini saja, kamu beritahu id akunmu, aku akan minta teman-teman sekamarku untuk beri hadiah agar penggemarmu bertambah, oke?” Marcel berpikir sesaat dan berkata.


  “Apa akan terlalu merepotkan kalian?”


  “Repot apanya, mereka semuanya lajang dan akan senang membantu wanita cantik!” Marcel tersenyum, “Aku akan minta mereka beri hadiah di akunmu, tidak akan menghabiskan banyak uang.”


  “Baiklah, aku terima kasih dulu padamu!” Angelina tidak bersikeras lagi.

__ADS_1


 


 


__ADS_2