Sistem Kekayaan: Bos Pengantar Makanan

Sistem Kekayaan: Bos Pengantar Makanan
Penguasa, Marah Atau Tidak?


__ADS_3

Segera sampai? Kamu mau menakuti siapa?


Johny tentu tidak akan percaya pada omong kosong Marcel.


Hotel Emerald Sky hanya hotel kecil dibanding yang lainnya di perusahaan Tandean Group, Jenna hanya datang sekali setahun untuk pengecekan, itupun dia akan info lebih awal dulu. Tidak mungkin dia akan tiba-tiba datang. Maka Johny berani yakin kalau Marcel itu bohong.


Ayah Arya bertanya, “Cel, Nona Tandean sungguh menyanggupi?”


Marcel menenangkan, “Tenanglah, Paman, aku berteman dengannya, ini bukan masalah besar.”


“Baguslah! Bagus sekali!” Ayah Arya akhirnya lega, “Nak, ayo minta para tamu pindah dan menunggu di ruangan bisnis. Tidak bagus jika terus berdiri di sini.”


“Baiklah, sepertinya ruangan bisnis ada di lantai 2, aku segera membawa semuanya ke atas.”


“Tunggu!” Johny hampir tertawa karena marah sekali, “Siapa yang bilang kalian boleh menggunakan ruangan bisnis?”


“Pak Johny, bukankah temanku sudah bilang kalau Nona Tandean sudah menyetujuinya!” Arya berkata, “Banyak tamu kami yang sudah berusia lanjut dan mereka tidak kuat berdiri, biarkan mereka duduk di sana dulu, makanannya nanti baru dihidangkan juga tidak masalah.”


“Omong kosong! Dia yang memutuskan?” Johny tertawa dingin, “Aktingnya tadi waktu menelepon sangat nyata, tapi aku tidak akan tertipu, jangan berpikir ingin mengambil kesempatan dalam kesempitan. Enna, panggil semua satpam kemari dan usir mereka semua. Orang miskin seperti mereka masih ingin menggunakan ruangan bisnis? Cuih! Makan kotoran saja sana!”


Melihat sifat asli Jhony yang terkuak, ayah Arya langsung emosi tingkat tinggi, “Kamu! Siapa yang kamu sebut miskin!”


“Tentu saja kalian! Hotel Emerald Sky ini bukan tempat yang seharusnya kalian datangi!”


Jackson berjalan kemari dengan sombong sambil menggandeng Lenny.


Arya membentak marah, “Hei, Jackson! Harusnya dari awal aku tahu ini kerjaan kalian berdua, jangan terlalu keterlaluan! Kalian akan dapat ganjarannya!”


Jackson cuek padanya dan malah menantang, “Keterlaluan? Kalian tidak keterlaluan saat menghadang jalanku tadi pagi? Masih memaksaku minta maaf, siapa yang menindas siapa!”


Marcel tersenyum sinis, “Kamu boleh tidak minta maaf kalau memang hebat.”


“Marcel, aku tahu kamu kaya dan bisa menginjakku dengan kekayaanmu, tapi kaya juga tidak berguna di hotel ini, karena keluarga Tandean yang terkaya di seluruh Jakarta!” Jackson arogan, “Jujur saja kuberitahu pada kalian, kakakku akan segera dipromosikan jadi GM, dia yang akan jadi orang nomor 1 di hotel ini, siapa pun juga tidak akan bisa melawannya!”

__ADS_1


Marcel jadi senang, “Kalau begitu, juga tidak berguna jika Jenna kemari?”


Jackson menyeringai, “Jangan mendesakku dengan menggunakan nama Nona Tandean, ini kota Malang, bukan Jakarta, orang hebat seperti Nona Tandean tidak akan datang kemari semudah itu, kamu tidak bisa membohongiku!”


Marcel sengaja bertanya, “Kalau begitu, kamulah penguasa di hotel ini?”


“Ya, benar, memangnya kenapa?”


“Kamu juga yang sengaja mengatur kejadian pipa bocor yang membanjiri ruangan Lavender barusan?”


“Pagi ini kamu menindas adikku, tentu aku harus membantunya balas dendam.” Jhony tersenyum sinis, “Kejadian di ruangan Lavender memang ulahku agar kalian tidak bisa melaksanakan pesta dengan lancar. Kenapa? Kalian marah setelah mengetahuinya?”


Mengetahui siasat busuk dari Jhony, ayah Arya hampir melemparinya dengan sepatu, sayangnya satpam segera menahannya.


Jhony berteriak, “Usir mereka semua dan blacklist mereka agar tidak boleh masuk ke hotel ini lagi!”


Sebagian besar tamu adalah orang baik-baik, mereka langsung takut saat dikelilingi oleh satpam dan tidak berani bicara.


Jhony berkata, “Marcel, lebih baik kamu keluar sendiri atau satpam yang akan mengusirmu.”


Marcel tersenyum datar, “Pak Johny, kamu sungguh tidak percaya aku mengenal Jenna Tandean?”


“Omong kosong, nona Tandean lebih kaya ratusan kali lipat darimu, mana mungkin bisa kenal denganmu?” Jackson tidak sabaran lagi, “Satpam, segera usir mereka, tidak perlu sungkan!”


Walaupun bukan perintah atasan, tapi para satpam tahu dia adik kandung Johny dan tidak berani melawan, mereka segera mengelilingi Marcel dan Marlina.


Ayah Arya dan yang lainnya sudah ditarik keluar, suasana langsung jadi kacau balau.


“Suamiku, ada apa ini?” Vonny dan ibu Arya juga berlai masuk.


“Masih ada apa lagi? Kalian diusir!” Jackson menyeringai sinis, “Nona cantik, dulu aku sudah peringati kamu kalau tidak akan akhir yang baik jika bersama Arya si miskin ini, sekarang sudah merasakannya, kan?”


“Banyak bacot!” Arya emosi besar dan menggulung lengan bajunya, dia ingin menghajar Jackson, tapi tak disangka Vonny sudah menendang perutnya.

__ADS_1


Tendangan itu kuat sekali karena bercampur dengan kebencian, Jackson kesakitan sampai memegangi perutnya lalu berjongkok.


“Siapa yang suruh kamu menjelekkan suamiku! Rasakan ini!” Vonny masih tidak puas dan memukul Jackson dengan buket bunga yang dipegangnya.


Marcel jadi syok, tak disangka pengantin wanita yang lemah lembut bisa segalak ini, rupanya tidak bisa dinilai dari penampilan!


Tapi, dia termasuk menyukai wanita yang mementingkan cinta.


Lenny tidak tahan saat melihat suaminya dipukuli, dia segera memanggil sahabatnya untuk membantu, Fenita juga berteriak sambil maju menyerang, pengiring kedua belah pihak langsung saling berkelahi.


Para pria tidak ikut ikut campur dalam perkelahian para wanita, maka para pengiring pria hanya memilih menonton saja.


Para satpam hotel akhirnya berhasil melerai mereka dengan susah payah.


Pihak Vonny lebih kuat, hanya gaun Fenita yang sobek, yang lainnya tidak apa-apa. Pihak Lenny berantakan, ada yang rambutnya acak-acakan, bahkan gaun pengantin Lenny sobek sekali.


“Gaun pengantinku! Huhuhuhu!” Lenny menangis hebat, gaun pengantin yang dipilihnya dengan teliti ini seharga hampir 200 juta, tak disangka akan rusak sebelum pesta pernikahan dimulai......


Yang lebih parah, ada noda darah di gaun pengantinnya!


“Gawat, istriku sedang hamil! Cepat telepon ambulans!” Jackson terkejut dan panik sekali, itu bayinya!


Lenny berkata, “Suamiku, aku baik-baik saja, tidak perlu menelepon ambulans!”


Jackson masih cemas, “Jangan bodoh, bagaimana kalau terjadi sesuatu dengan bayi kita?”


Ada wanita paruh baya yang berjalan keluar dari kerumunan, “Aku dokter kandungan, biarkan aku periksa sebentar!”


Jackson jadi tenang, “Maaf sudah merepotkan Bu dokter!”


“Satpam, tangkap mereka semua dulu, lalu serahkan untuk diurus kepolisian!” Johny berteriak keras.


“Siapa yang berani menangkap istriku!” Arya panik dan segera melindungi Vonny dibelakangnya, Marcel dan para pengiring pria lainnya menghalangi di depan Arya.

__ADS_1


Saat semua satpam mengelilingi mereka, ada mobil Ferrari merah yang tiba-tiba berhenti di depan pintu hotel.


Pintu mobil dibuka, ada wanita ramping berkacamata hitam muncul di hadapan semua orang, Johny langsung berkeringat dingin......


__ADS_2