Sistem Kekayaan: Bos Pengantar Makanan

Sistem Kekayaan: Bos Pengantar Makanan
Aku Bosnya


__ADS_3

Mood Jenna yang bagus langsung hancur begitu melihat kekacauan di lobby hotel, dia mengernyitkan kening, “Ada apa ini?”


Johny menyambutnya dengan tebal muka, “No...... Nona, kenapa Anda bisa kemari?”


“Wakil GM Johny, tolong jelaskan apa yang terjadi di sini?” Jenny memandanginya dengan dingin.


Johny terbata-bata, “Nona, ehm...... mereka mengacau di hotel, saya sedang meminta satpam mengusir mereka!”


“Maksudmu, Pak Marcel dan teman-temannya mengacau di hotel?” Jenna menyeringai sinis.


Mendengar Jenna menyebut Pak Marcel, Johny sudah tahu dirinya akan tamat.


Dia tak pernah menyangka Nona Tandean sungguh mengenal penipu ini!


“Nona, ini salah paham, sa...... saya kira Pak Marcel sedang mempermainkan saya, jadi......”


Saat dia menjelaskan sambil berkeringat dingin, Marlina memutar rekaman suara dari ponselnya dengan mode speaker.


“Kalau begitu, juga tidak berguna jika Jenna kemari?”


“Jangan mendesakku dengan menggunakan nama Nona Tandean, ini kota Malang, bukan Jakarta, orang hebat seperti Nona Tandean tidak akan datang kemari semudah itu, kamu tidak bisa membohongiku!”


“Kalau begitu, kamulah penguasa di hotel ini?”


“Ya, benar, memangnya kenapa?”


......


Johny pucat pasi saat mendengar suaranya sendiri yang arogan itu, bulir-bulir keringat menetes dari keningnya.


“Johny, aku masih tidak percaya saat Pak Marcel bilang kamu mempersulit temannya. Tidak disangka kamu licik sekali!” Jenna berkata dingin, “Syukurlah aku tahu hal ini sekarang, kalau sungguh aku serahkan hotel Emerald Sky untuk dikelola olehmu, mungkin akan bangkrut dalam 6 bulan!”


Johny berlutut di atas lantai sambil menangis, “Nona, saya sudah salah, mohon beri kesempatan terakhir untuk saya!”


Hati Jenna tidak melunak sama sekali, “Orang sepertimu tidak berhak mendapat kesempatan, segera ambil gajimu di departemen keuangan!”


“Nona, kali ini sungguh salah paham, saya mohon berikanlah kesempatan terakhir untuk saya”


Tangis Johny semakin hebat, posisi ini didapatkan dengan jerih payah selama bertahun-tahun dengan menghalalkan segala cara, dia sudah hampir mencapai posisi GM, tapi gagal karena Marcel, dia sangat sedih dan kecewa.

__ADS_1


Kalau dia sungguh dipecat dari hotel Emerald Sky, nama baiknya di bisnis perhotelan akan jadi jelek, dia akan sulit sekali mendapat pekerjaan lagi......


“Satpam, usir orang ini keluar, aku tidak ingin melihatnya lagi.” Jenna berkata dengan wajah dingin.


“Baik!”


Kali ini, para satpam bergerak cepat dan mengusir Johny yang masih menangis keluar dari hotel, dia pun menghilang dari hadapan semua orang.


Jackson saat ini tidak memperhatikan kakaknya, dia sedang fokus pada dokter yang sedang memeriksa keadaan kandungan Lenny.


Dokter kelihatannya sangat bingung dan berkata, ”Aneh, istrimu sepertinya......”


Jackson jadi panik, “Sepertinya apa?”


“Sepertinya tidak hamil!”


“Apa???” Jackson seperti disambar petir di siang bolong, pikirannya jadi kosong dalam sekejap.


“Dokter salah diagnosa, ya? Istriku sudah hamil 5 bulan dan setiap minggu pergi check-up ke rumah sakit. Hasil USG yang dulu juga masih ada, kenapa bisa tidak hamil?”


“Aku berani jamin dengan pengalamanku sebagai dokter selama hampir 20 tahun ini, dia seharusnya tidak hamil.” Dokter terlihat serius, “Kalau tidak percaya ucapanku, aku sarankan kamu temani dia check-up ke rumah sakit.”


Tamparannya kuat dan nyaring sekali, wajah Lenny langsung memerah.


“Kamu gila, ya? Untuk apa menamparku?”


“Masih tanya? Cepat katakan, hasil check-up yang dulu itu kamu palsukan, ya!”


“Kenapa kalau memang kupalsukan? Aku membohongimu karena cinta padamu!” Lenny berteriak sedih, “Kenapa kalau tidak hamil? Kita masih punya banyak waktu!”


“Cih, dulu kita hanya bersenang-senang saja, siapa yang sungguh ingin menikah denganmu kalau kamu tidak pura-pura hamil untuk menjebakku? Hah?” Jackson mendengus dingin, “Hari ini kita batalkan pernikahan ini karena kamu tidak hamil, kita jalani hidup masing-masing dan jangan bertemu lagi, selamat tinggal!”


Setelah itu, dia sungguh mau pergi dan tidak peduli sama sekali!


Lenny segera menarik tangannya, “Suamiku, jangan begini, aku sungguh mencintaimu, kumohon jangan tinggalkan aku!”


“Kamu kira aku tidak tahu kalau kamu hanya mencintai hartaku saja? Minggir!”


Jackson menendangnya dan pergi dari hotel.

__ADS_1


Lenny segera bangkit dan mengejar Jackson, dia sudah putus asa dan kepikiran mau bunuh diri......


Tamu kedua belah pihak yang sudah datang jadi bingung, angpao sudah diberikan, tapi pengantin kabur, pesta ini dilanjutkan atau tidak?


Marcel dan Arya saling berpandangan, mereka juga tidak menduga “perkelahian kelompok” barusan berakhir dengan perceraian di tempat!


“Halo, Anda Pak Chandra, kan?”


Tiba-tiba, Jenna berdiri di hadapan orangtua Arya, “Pihak hotel kami menimbulkan ketidaknyamanan untuk Anda, aku minta maaf, begini saja, aku berikan status member VIP Platinum pada Anda dan kali ini penggunaan ruangan bisnis digratiskan, silahkan minta tamu-tamu Anda untuk masuk ke dalam!”


Arya sulit percaya, “Nona cantik, sungguh digratiskan?”


“Ya, benar, masakan, rokok dan alkohol semuanya gratis.” Jenna kembali menegaskan.


“Terima kasih, sungguh terima kasih sekali!”


Orang tua kedua belah pihak jadi lega, para tamu akhirnya masuk ke ruangan setelah tertunda begitu lama.


Walaupun tadinya ribut-ribut dan kesal, tapi pelayanan ruangan bisnis yang high-class dengan cepat membuat mereka senang kembali.


Rokok dan alkohol mahal yang tanpa batas, berbagai hidangan kelas tinggi, bisa terlihat Jenna tidak menghiraukan modal, dia hanya ingin para tamu puas.


“Pak Marcel, Anda puas dengan performa kerja saya?”


Jenna duduk dengan Marcel di meja khusus bridesmaid dan pengiring pengantin pria, Herlina duduk di sisi Marcel yang satunya lagi.


Walaupun pengiring pengantinnya lainnya sedikit suka pada Marcel, tapi mereka tidak sanggup bersaing dengan kedua gadis cantik ini.


Satunya itu bos hotel ini, satunya lagi “sekretaris 24 jam” Marcel, mereka tidak sanggup......


“Sangat puas, tapi ke depannya jangan panggil aku Pak Marcel lagi, panggil namaku saja seperti dulu.” Marcel tersenyum simpul, “Service ruangan pesta ini high-class sekali, pasti mahal, kan?”


“Biasa saja, modal semeja sekitar 60 juta lebih, aku takut kamu masih menganggap terlalu murahan.” Jenna berkata, “Kamu ini tidak kekurangan uang, kalau aku tidak salah tebak, mobil-mobil mewah belasan miliar di luar itu semuanya milikmu, kan?”


“Itu milik perusahaan Mangga Dua.”


Jenna langsung tercengang, “Perusahaan Mangga Dua Jakarta? Pantas saja, kamu akrab dengan GM Jeremy?”


“Bisa dibilang begitu.” Marcel jadi tidak enak hati, “Aku bosnya Jeremy.”

__ADS_1


__ADS_2