Sistem Kekayaan: Bos Pengantar Makanan

Sistem Kekayaan: Bos Pengantar Makanan
Teman Masa Kecil Mau Menikah


__ADS_3

Darah hangat mengalir keluar dari badan Marcel, luka luar dan dalam menutup dengan cepat, lebih cepat dari jurus penyembuh di dalam game!


Setelah Wenny selesai menelepon, dia sudah sanggup bangkit.


“Kamu sedang apa? Cepat berbaring!” Wenny terperanjat dan segera memapahnya.


“Sepertinya aku sudah tidak apa-apa, minta ambulansnya kembali saja.”


“Kepalamu tertembak, ya? Kenapa jadi sembarangan bicara?”


“Aku sungguh sudah sembuh.” Marcel ingin menunjukkan ototnya, tapi dia malah dipeluk Wenny.


“Patuhlah dan cepat duduk, ambulans akan segera sampai.”


Marcel hanya bisa menurutinya saat mencium aroma harum di dalam pelukan Wenny……


Ambulans dan tim polisi sampai bersamaan, pria resepsionis juga sekalian ditangkap.


Dokter memeriksa luka Marcel dan langsung terkejut.


“Dokter, dia tidak dalam bahaya, kan?” Wenny bertanya cemas.


Dokter menghela nafas, “Syukurlah aku datang tepat waktu, kalau terlambat sedikit lagi……”


Wenny terpaku, “Dia akan mati?”


“Bukan,” dokter menggeleng, “Kalau terlambat sedikit, luka di badannya akan sembuh total.”


Wenny kebingungan. Dokter tersenyum, “Fisiknya sangat kuat, tembakan tadi hanya menyebabkan luka kecil baginya, hanya luka luar saja.”


Kalau memang luka luar, untuk apa menjerit! Hampir membuatku mati terkejut!


Wenny mengumpat dalam hati.

__ADS_1


“Eh, dokter!” dia tiba-tiba teringat sesuatu, “Dokter tidak salah periksa? Barusan dia muntah darah, apa ada luka dalam?”


“Kalau kamu tidak tenang, bawa dia ke rumah sakit untuk check-up keseluruhan saja.” Dokter sedikit kesal karena kemampuannya diragukan.


“Tidak perlu, aku merasa badanku bugar sekali dan sanggup membunuh harimau!” Marcel tidak ingin check-up ke rumah sakit, bagaimana kalau ketahuan fisiknya yang super hebat dan dijadikan subjek penelitian?


“Kamu sungguh sudah sembuh?” Wenny melihat wajah Marcel seperti biasa, tidak seperti orang yang terluka.


“Aku sungguh baik-baik saja.” Marcel tersenyum, “Aku masih harus segera pulang ganti baju dan pergi mengantar pesanan, atau bos Ani akan memarahiku. Dah!”


“Bye…… Sampai jumpa!”


Wenny tak berdaya dan hanya bisa melihat Marcel pergi dengan menaiki motor listriknya……


Saat mendengar Harwinto juga sudah ditahan, Ani langsung menarik nafas lega, dia itu adik kandung Hariyo dan dirinya akan takut setiap hari jika masih belum tertangkap.


Marcel sedang ganti pakaian dan ponselnya tiba-tiba berdering, rupanya Arya temannya menelepon.


Nama lengkapnya Arya Chandra, lebih tua 2 tahun dari Marcel, keduanya tumbuh besar Bersama. Dia pindah ke kota Malang setelah lulus SMP, namun mereka masih saling kontak.


Arya mengenal mantan pacarnya saat SMA, keduanya pacaran selama 7 tahun lamanya dan tahun ini berencana menikah, tapi mantan pacarnya malah direbut orang!


Orang ketiga dalam hubungan mereka itu atasan mantan pacarnya, berasal dari keluarga kaya dan sudah pernah sekali bercerai.


Mantan pacarnya terpikat oleh kekayaan atasannya, saat Arya kembali dari dinas di luar negeri selama 6 bulan, mantan pacarnya sudah hamil anak atasannya selama 2 bulan!


Sebagai pria, dia tentu tidak terima dikhianati dan putus dengan pacarnya itu. Hubungan mereka selama 7 tahun jadi bahan tertawaan dan lenyap seperti asap.


Marcel masih lajang sampai sekarang dan tentu tidak bisa paham perasaan Arya apalagi menenangkannya, dia hanya bisa menemaninya minum-minum.


“Cel, hari ini aku sampai ke Jakarta, mala mini kamu ada waktu? Ayo kita pergi minum-minum.”


Marcel tersenyum pelan, “Bukan mau mabuk karena putus cinta, kan?”

__ADS_1


“Omong kosong, kali ini aku datang ke Jakarta untuk urusan penting, tentu tidak boleh mabuk sembarangan.” Arya terkekeh, “Jujur saja, aku akan menikah lusa ini dan khusus mengajakmu jadi pengiring pengantin priaku!”


“Menikah?” Marcel langsung terpaku, “Kamu balikan dengan Lenny lagi?”


“Kamu terlalu meremehkanku, dia bukan wanita satu-satunya di dunia, aku sudah melupakannya!” Arya berkata, “Calon istriku itu juniorku saat kuliah dan sudah diam-diam mencintaiku selama beberapa tahun, dia tidak mengungkapkan perasaannya padaku karena aku pacaran dengan Lenny saat itu.”


Marcel juga ikut senang saat mendengar Arya sudah keluar dari kesedihannya, “Kedatanganmu ke Jakarta kali ini untuk mengadakan pesta pernikahan?”


“Tentu saja, lusa itu hari yang sangat baik dan banyak sekali yang menikah. Mobil pengantin di Malang sudah habis disewakan dan aku tidak ada pilihan selain datang menyewa mobil ke Jakarta. Lagipula menikah itu sekali seumur hidup dan tidak ingin terlalu pelit.”


“Perlu bantuanku?” Marcel bertanya, “Temanku bisa meminjamkan beberapa mobil mewah.”


“Tidak perlu, aku sudah mencari perusahaan penyewa mobil, saat ini aku sudah di jalan dan akan meneleponmu lagi setelah selesai. Sampai jumpa!”


Arya tahu keadaan keluarga Marcel, mereka berasal dari keluarga yang sederhana, teman-teman lainnya juga tidak kaya,maka mobil mewah yang dimaksud Marcel mungkin hanya berkisar 400 juta saja, maka dirinya menolak tanpa ragu.


Setelah pulang kerja, Marcel naik taksi ke pasar malam di dekat Binus.


Di warung BBQ, ada pria berkemeja putih melambaikan tangan padanya, “Marcel, sebelah sini!”


“Wah, banyak sekali makanannya!” Marcel menyadari mejanya penuh makanan setelah masuk ke dalam.


“Aku sudah keliling seharian dan hanya makan 2 bakpao dari pagi. Aku lapar sekali, tentu harus banyak makan!” Arya tersenyum, “Bir atau arak?”


“Aturan lama, bir saja.” Marcel tentu tidak takut minum alkohol karena tidak mengendarai motor listriknya.


“Baiklah. Bos! Pesan 1 krat bir dingin!”


“Oke!”


Keduanya makan sambil mengobrol setelah bersulang.


Marcel bertanya, “Arya, masalah mobil pengantin sudah selesai diurus?”

__ADS_1


“Sudah. Totalnya 5 mobil Mercedes Benz.” Arya tersenyum, “Aku sudah membayar uang muka, walaupun harganya sedikit mahal, tapi masih dalam budgetku.”


__ADS_2