
“Hahahahahaha, Matthew, kamu ini pecundang sampai menyewa berandalan untuk melawan Marcel, tapi tidak menyangka pacarmu akan terlibat. Sung...... Sungguh senang sekali, pecundang yang bahkan tidak sanggup melindungi pacar sendiri. Hahahahaha!”
Casto yang terbaring di lantai langsung tertawa.
Matthew jadi lebih sakit hati lagi saat mendengarnya karena tidak menduga Kak Macan sungguh hidung belang dan menggunakan cara ini untuk merebut Natalia. Dia hanya bisa menahan emosi.
Yang paling membuatnya emosi itu karena Casto menyaksikan seluruh kejadiannya. Dia akan malu sekali jika sampai tersebar di kampus dan takut semua gadis akan menjauhinya......
“Brengsek! Apa yang kamu tertawakan? Aku akan menghajarmu!”
Casto langsung berprasangka buruk, “Kamu mau apa?”
“Masih tanya? Aku ingin kamu juga merasakan pacarmu dilecehkan!”
Matthew yang marah karena malu langsung berjalan ke hadapan Ariani dan mau menarik gaunnya!
“Hentikan!”
Kak Macan sudah lebih dulu berteriak sebelum Casto bicara.
Matthew melihatnya dengan bingung, “Kak Macan, apa maksud Kakak?”
“Bukan apa-apa, aku juga menyukai gadis ini,” Kak Macan menyeringai, “Terserah kamu mau apakan pria itu, tapi jangan sentuh gadis ini!”
Jangan keterlaluan! Masih mengincar rumput tetangga?
Matthew tidak berani melawan Kak Macan walaupun marah karena merasa tidak adil. Dia hanya bisa melampiaskan amarahnya pada Casto dengan segala cara!
“Erwin, Richard, ayo terus hajar dia!”
“Oke!”
Ketiganya menendang Casto habis-habisan walaupun dia sudah terkapar, Ariani terus menangis dan ingin maju ke depan untuk menolongnya, tapi dia ditangkap oleh seorang berandalan.
“Matthew, dasar tak berguna sampai tidak bisa melindungi pacarmu sendiri! Ayo sini, hajar aku sampai mati kalau mampu!”
Casto sudah tidak ingat sudah berapa kali dirinya dipukul, dia masih berusaha mengumpat walaupun kesakitan sampai menangis dan ingusnya meler.
Matthew semakin senang seiring tendangannya, “Dasar brengsek, jangan sebangga itu. Kamu kira Ariani bisa selamat? Malam ini dia juga akan bernasib sama dan tunggu saja kamu diputuskan olehnya!”
“Sekumpulan orang brengsek seperti kalian tidak akan lolos seorangpun setelah Marcel datang!”
“Baguslah kalau Marcel datang, aku takut dia tidak datang!”
Kak Macan tersenyum bangga dengan Natalia dalam pelukannya dan dialah pemenangnya malam ini karena juga mendapat 2 gadis cantik beserta uang 400 juta. Bisnis ini sungguh menguntungkan!
__ADS_1
Penyesalan satu-satunya itu kenapa si brengsek Marcel itu masih belum muncul karena dirinya sudah tidak sabar mau buka kamar di hotel......
Di saat ini, ada cahaya super terang yang tiba-tiba menyorot kemari sampai seluruh tempat menjadi sangat terang dibuatnya, semua orang disorot sampai kesakitan dan hanya bisa melindungi mata dengan tangan.
Kak Macan disorot sampai matanya berkunang-kunang dan pusing, lalu berteriak, “Si brengsek mana yang sembarangan menyorot lampu? Cepat matikan!”
Dia merasa aneh karena lampu sorot sekuat ini terlalu berlebihan karena sudah mirip matahari kecil saja!
Brum! Brum! Brum!
Hanya suara deruman mesin V8 yang menjawabnya.
“Suara apa itu? Sepertinya bukan mobil balap?”
“Aku rasa itu suara mobil bulldozer.”
“Mobil bulldozer apa? Mana ada mobil bulldozer di tempat ini......”
Saar semua orang bingung dan terkejut, binatang buas raksasa dari baja ini akhirnya berhenti.
Marcel dan 3 orang lainnya muncul di hadapan semua orang saat lampu sorot yang terang itu dimatikan.
“Mar...... Marcel, akhirnya kamu datang!”
Casto yang wajahnya bengkak dan memar itu berusaha duduk.
Erwin, Richard dan Matthew memukuli Casto, Rendy dan Ariani berdiri tidak jauh dalam penjagaan beberapa berandalan yang memegang senjata.
Yang paling membuatnya bingung itu, Natalia berada dalam pelukan si wajah keledai dengan menurut.
Ada apa ini?
Marcel bingung kenapa Natalia bisa akrab dengan berandalan ini? Bukankah dia menyukai Matthew?
Pandangan Kak Macan kembali berbinar saat melihat Katherine yang berdiri di belakang.
Wanita ini lebih cantik 1 level lagi dibandingkan Natalia!
Hari ini Tuhan sangat baik padanya sampai menghadiahkan 3 gadis cantik padanya.
“Casto, kami datang menolongmu!” Donny dan Benard emosi sekali saat melihat Casto yang kesulitan bernafas, lalu mengarahkan tinju ke arah Erwin dan lainnya.
Kak Macan memberi kode dengan matanya lalu beberapa berandalan yang memegang pisau buah menghadang mereka berdua.
“Siapa kalian?” Donny menghentikan langkahnya dan melihat mereka dengan waspada.
__ADS_1
Mereka tidak takut berkelahi, tapi merasa bahaya jika berhadapan dengan musuh yang bersenjata.
Dari cara memegang senjata, bisa terlihat mereka ini berandalan profesional yang sudah sering berkelahi di jalanan.
“Kenalan dulu, aku Kak Macan, orang kecil di jalanan Jakarta.” Kak Macan berkata datar, “Mereka memintaku kemari untuk menghadapi kalian dan aku sarankan lebih baik kalian patuh dan berlutut untuk saling menampar jika tidak ingin terlalu menderita. Masalah ini akan dianggap selesai asalkan Tuan muda Matthew puas.”
Marcel mengerutkan alisnya, “Si bodoh dari mana?”
“Bocah busuk, apa yang kamu katakan?” Salah seorang berandalan memarahi Marcel sambil mengacungkan tongkat kasti padanya, “Coba katakan lagi kalau berani!”
Marcel tidak terlihat takut saat berhadapan dengan tongkat kasti yang besar itu, Katherine disampingnya juga terlihat tenang.
“Aku bilang kalian ini bodoh, sudah puas?”
“Hei nak, tidak disangka kamu lebih sombong dariku, aku suka padamu!” ujar Kak Macan, “Bagaimana kalau kamu jadi anak buahku dan minta maaf pada Tuan muda Matthew saja, masalah ini akan impas. Bagaimana?”
Sial! Ada apa ini? Akan selesai jika Marcel minta maaf?
Matthew yang berdiri di samping langsung sangat emosi.
Dia yang mengeluarkan uang, pacarnya juga direbut, namun akhirnya begini?
Setidaknya Marcel harus dipukuli habis-habisan atau dia akan rugi sekali!
Rendy mencoba bertanya, “Kak Macan, bukankah dulu kita sudah sepakat kalau 200 juta untuk 1 kaki? Setidaknya kakak harus mematahkan 2 kakinya......”
Kak Macan menyipitkan mata padanya, “Dia termasuk anak buahku jika mau bergabung denganku, kalian berani tidak menghargaiku?”
Matthew memberanikan diri berkata, “Kak Macan, kalau begini akan tidak sesuai peraturan gangster, kan?”
“Dasar bocah ingusan! Berani membahas peraturan denganku?” Kak Macan menginjak rokonya dan berkata dingin, “Ucapanku adalah peraturan di wilayahku ini. Kini kalian ingin merasakan peraturanku?”
Matthew langsung ketakutan sampai terdiam seribu bahasa saat dipelototi olehnya.
Kak Macan sangat puas dengan reaksi mereka dan melepaskan Natalia, kemudian berjalan dengan sombong ke hadapan Marcel.
“Hei, nak. Aku tanya sekali lagi, kamu memilih bergabung denganku atau tidak?”
Marcel tersenyum pelan, “Apa aku terlihat ingin bergabung dengan pecundang?”
“Sial! Kamu cari mati, ya? Akan aku kabulkan!”
Kak Macan mengeluarkan pisau lipatnya dan mau menusuk perut Marcel, Katherine melihat dengan pandangan ketakutan!
__ADS_1