
Wajahnya cantik, kulitnya cerah seperti boneka yang sangat cantik, sanggup menarik perhatian banyak pria untuk melindunginya!
“Master, rupanya kamu belum pergi, ya?” Gadis muda langsung mendekat saat melihat Marcel dan merangkul lengannya!
“Nona, sepertinya kita tidak kenal, kan?” Marcel menghempaskan tangannya saat Handoko masih terpaku melihatnya.
“Jangan begini, kita saling tukar kontak Whatsapp, ya?” Gadis muda tersenyum simpul dan mengeluarkan ponsel merek Apple terbaru, “Namaku Katherine, panggil aku Kathy saja.”
Handoko bingung sekali. Ada apa ini? Gadis muda cantik ini yang inisiatif mau menambah kontak Marcel, dia buta, ya?
Ada yang lebih mengejutkan lagi. “Tidak!” Marcel menolak tanpa ragu, “Siapa tahu kamu punya niat apa? Aku sangat sibuk, bye bye!”
Handoko terkejut sampai hatinya tertahan.
Marcel bajingan, kamu ini manusia atau bukan? Sampai menolak permintaan gadis cantik?
Kamu hanya anak kuliahan yang kerja sambilan jadi pengantar makanan, kamu sibuk apa?
Katherine juga sangat kesal, dia merasa cantik juga, kenapa dia ditolak tanpa ragu?
Dia cemberut dan membalas. “Aku akan telepon dan komplain pada bosmu jika tidak menambahkan kontak!”
“Kamu! Baiklah, anggap saja kamu hebat!”
Marcel tidak menolak lagi, Ani akan menghajarnya kalau sungguh dikomplain pelanggan......
“Ini nomornya!” Marcel mengeluarkan ponsel murahan, “Aku Marcel, jangan mengangguku kalau tidak ada urusan, aku sangat sibuk.”
“Oke!” Katherine tersenyum simpul dan menyimpan ponselnya setelah memindai barcode.
Marcel membalikkan badan pergi, Katherine meletakkan tangan di punggung dan mengikuti Marcel.
“Kak Handoko? Kak?” Gadis berambut kuning menggoyang lengan Handoko.
“Ada apa?” Handoko tersadar dan segera mengerutkan alis saat melihat pacarnya. Gadis berambut kuning ini kalah total jika dibandingkan dengan Katherine, dan Marcel menolaknya!
“Di sana sangat ramai, ayo ke sana dan lihat apa yang terjadi?” Gadis berambut kuning menunjuk kerumunan orang yang heboh di pinggir jalan.
“Ayo ke sana.” Handoko menahan niat untuk putus dengannya dan berkata sekenanya.
Kini sudah tidak mood ke warnet lagi, lebih baik pergi meramaikan suasana.
Marcel sudah tahu mobilnya ada di mana setelah melihat kerumunan orang.
__ADS_1
“Kenapa kamu mengikutiku?” Marcel menoleh pada Katherine.
Katherine tersenyum. “Jangan salah paham, aku pergi melihat mobil, bukan untuk mengikutimu.”
“Hanya mobil balap saja, apa yang perlu dilihat?” Marcel berkata datar.
“Bukan urusanmu......” Katherine cuek padanya dan terus menuju ke sana.
Setelah mendekat, Marcel dapat melihat mobil balap Veneno miliknya di parkiran. Mobil model rendah berwarna merah tua, elegan dan liar, tidak heran ini mobil balap edisi terbatas yang terkenal di dunia!
Katherine terkejut saat melihat mobil ini. “Astaga! Sepertinya ini Veneno model pertama yang hanya ada 3 unit di seluruh dunia! Nomor urut yang merah ini 001, bukankah harusnya ada di Bali? Kenapa tiba-tiba muncul di Jakarta?”
“Kamu sepertinya paham tentang mobil balap, ya?” Marcel tersenyum.
Karena banyak orang, dia mendorong motor listriknya ke sana.
Walaupun banyak orang kaya di Jakarta, namun jarang terlihat mobil balap puluhan miliaran. Para kerumunan memotret mobilnya, ada yang berani sampai selfie di dekat mobilnya, tapi mereka tidak berani menyentuh mobil itu karena tidak sanggup ganti rugi jika tergores!
“Kak Handoko, mobilnya bagus sekali!” Gadis berambut kuning melotot melihatnya.
“Tentu saja, ini edisi terbatas, hanya ada beberapa unit di Indonesia.” Handoko bingung, “Ini plat mobil Jakarta, aneh, kenapa tidak pernah mendengar orang kaya mana yang membeli mobil ini......”
“Marcel, bantu aku foto-foto dong, aku mau pamer di Instagram agar teman-temanku iri.” Katherine memohon pada Marcel karena masih tidak puas walaupun sudah foto-foto.
“Untuk apa kamu parkir di sini? Bagaimana kalau mobilnya tergores?”
Semua orang juga terkejut oleh Marcel yang cuek, mereka bahkan tidak berani mendekat dan pengantar makanan ini langsung parkir di sebelah mobil balap. Jika motor ini jatuh, mereka menganggap Marcel tidak akan sanggup ganti rugi walaupun kerja selama 10 tahun......
“Tidak apa-apa.” Marcel tersenyum dan menerima ponsel Katherine, “Cepat berpose, aku masih buru-buru mau mengantar pesanan.”
Katherine tak berdaya, dia lebih baik berpose di depan mobil ini.
Harus diakui, senyum manisnya sangat cocok dipadukan dengan mobil balap yang keren ini dan menarik perhatian banyak orang.
“Sepertinya ada yang kurang, bagaimana kalau duduk di atas kap depan mobil?” Marcel sambil memotret dan sengaja mengerjainya.
“Kamu gila, ya? Kalau aku merusaknya, aku tidak sanggup ganti rugi walaupun menjual warnetnya!” Katherine emosi namun hampir tertawa karena ucapan Marcel.
“Rupanya kamu pemilik warnet itu, ya?” Marcel melambai santai padanya, “Tidak masalah, badanmu bagus dan harusnya tidak akan penyot, aku percaya pemiliknya tidak akan keberatan.”
“Baiklah.” Katherine tergerak dan menggigit bibir, dia mendekat perlahan ke mobil Venona itu.
Dia merasa tidak menghargai mobil ini jika duduk di atas kap depan, dia masih ragu-ragu.
__ADS_1
“Sudah selesai foto-foto? Cepat pergi!”
Saat Marcel foto-foto, beberapa wanita berpakaian cerah mendesak ke dalam kerumunan, diikuti pria yang memegang poster.
Katherine melihat dia begitu sok dan mengira dia pemilik mobil ini dan segera minggir.
Marcel mengerutkan kening. “Kami sedang foto-foto di sini dan sepertinya tidak menganggu kalian, kan?”
Wanita yang berada di depan itu melihat rompi seragam kerja Marcel dan meliriknya ketus. “Hei bocah, kamu tahu mobil ini semahal apa? Kamu tidak akan sanggup membelinya walaupun bekerja mengantarkan pesanan 100 tahun! Cepat minggir!”
“Kak Martha, masih ada motor listrik di sini, bagaimana ini?” Temannya bertanya.
“Bagaimana? Itu hanya motor listrik, lempar saja ke samping!” Wanita berkata sombong, “Kalian angkatlah posternya, semuanya tersenyum natural, ya!”
Setelah melihat isi posternya, Marcel dan Katherine mengerti rupanya mereka mau pura-pura jadi pemilik mobil untuk foto-foto!
Marcel segera menghalangi mereka saat melihat motor listriknya diangkat. “Berhenti, cepat letakkan!”
“Ini motormu?” Martha tersenyum sinis, “Cepat pindahkan, jangan merusak latar belakang foto kami!”
“Baiklah!”
Marcel menerima motor listriknya dan mengikatnya di belakang mobil balap Veneno.
Di sana ada sebuah pengikat bagasi yang disediakan sistem yang baik hati, ukurannya pas dengan motor listriknya.
Semuanya terpaku saat Marcel selesai mengikatnya, Katherine sampai tidak bisa mengatupkan mulutnya.
“Bocah, ka...... Kamu sedang apa!” Martha emosi sekali.
Dia mau pamer membeli mobil balap dengan merekam video, dia harus menulis apa di moment jika ada motor listrik yang terikat di sana?
Terima kasih dealer Lamborghini menghadiahkan motor listrik bekas?
Kenapa bisa ada pengikat bagasi di mobil balap semahal ini?
“Memindahkan motor sesuai keinginanmu.” Marcel tersenyum.
“Pindah?” Mereka masih bingung dan hanya melihat Marcel mengeluarkan kunci, lampu mobil balap Veneno menyala saat kuncinya ditekan, pintu berteknologi tinggi itu terbuka otomatis.
“Harap minggir!” Dia melemparkan helm ke kursi di samping pengemudi dan duduk ke dalam mobil. Terdengar suara mobil balap yang berderu liar saat mesin dinyalakan, mobil melesat pergi dan Martha serta yang lainnya tercengang......
__ADS_1