
Hari ini tidak ada jadwal di kampus, Marcel langsung ke area pembelanjaan Mangga Dua, dia ditelepon Angelina saat menunggu pesanan.
“Marcel, kamu ada waktu setelah jam 2 siang nanti?”
“Ada apa?”
“Begini, nanti sore aku mau menghadiri reuni teman sekolah dan ingin kamu menemaniku.” Angelina berkata dengan lembut, “Kamu tahu aku masih single dan ingin memintamu...”
“Baiklah, nanti aku izin dengan bosku.” Marcel mengiyakan tanpa ragu lalu masih bercanda, “Tapi, aku ingatkan dulu, jangan ambil kesempatan dalam kesempitan, ya.”
“Siapa yang mau?! Cih!” Angelina kesal sekali, “Sudahlah, bye-bye!”
“Bye!”
Ada pesanan setelah menutup telepon, hanya sejauh 2 km dan tidak terlalu jauh dari area pembelanjaan Mangga Dua.
Mungkin ada hadiah jika menyelesaikan pesanan ini, Marcel berangkat dengan semangat sambil menaiki motor listriknya.
5 menit kemudian, dia sampai di tujuan. Dia tidak menyangka pelanggannya ini gadis bule yang cantik dan tinggi ramping.
Nora ibarat angsa putih yang terlahir kembali, lekuk badannya sempurna, kulitnya seputih salju dan yang paling menarik adalah wajahnya yang tegas dan manis. Hasil karya yang sempurna dari Tuhan.
“Halo, ini pesanan Anda.” Marcel diam-diam melirik Nora, baru maju kedepan.
“Terima kasih, Bang!” aksen bahasa Indonesia Nora termasuk lumayan bagus.
“Semoga Anda menikmati makanannya, sampai jumpa!”
Marcel baru mau pergi dan Nora memanggilnya.
“Bang, hm, kamu tahu bagaimana bisa sampai ke Pluit?”
“Ah, Pluit, ya? Tidak jauh, kamu terus jalan dari sini saja...“ Marcel menunjukkan arah dengan sabar.
“Terima kasih, bye-bye!” Nora tersenyum dan pergi setelah mengetahui arahnya.
“Tidak ada hadiah. Apa karena menanyakan jalan itu terlalu mudah?” Marcel sedikit menyesal dan menggeleng. Saat mau naik ke motor, tiba-tiba terdengar suara teriakan Nora dari belakangnya.
__ADS_1
“Rampok!!”
Ada pengendara motor yang memakai helm merampok ponselnya dari belakang lalu kabur.
Nora memakai gaun panjang dan sulit bergerak, dia tidak bisa mengejar dan hanya bisa berteriak meminta bantuan.
“Berani sekali merampok orang asing di siang bolong begini!” Marcel memutar motor listriknya lalu mengejar perampok itu.
Dengan kemampuan mengemudi yang profesional dan jalan yang sedikit macet, perampok hanya bisa memelankan motor untuk menghindari pejalan kaki. Akhirnya Marcel berhasil mengejarnya di persimpangan jalan ketiga.
Dia berhasil menangkap bagian belakang motor dan menariknya. Motor itu berhenti di tempat dan pengendaranya terpental ke depan lalu terjatuh.
Marcel baru menangkap perampok dan Nora sudah sampai.
“Terima kasih, kamu sungguh keren!” Nora mengambil ponselnya kembali dan mencium pipi Marcel.
“Sudah seharusnya.” Marcel senang sekali namun ekspresinya masih tenang.
“Ting! Selamat pada pemilik akun sudah menyelesaikan 1 pesanan khusus, hadiahnya 1 mobil SUV Kombat tipe Commander, mobil sudah ada di dalam garasi vila!”
SUV anti peluru paling hebat, setiap mobilnya dirakit dengan tangan oleh 28 teknisi profesional selama 1.500 jam kerja. Hanya bisa diproduksi 5 unit saja selama setahun. Tipe Commander ini terbuat dari bahan nano technology dan senilai 24 miliar...
“Mobil ini lumayan, lebih oke dipakai untuk mengantar pesanan daripada mobil balap Veneno.”
Para teknisi profesional yang merakit mobil ini akan menembak mati Marcel jika tahu pemikiran ini!
Sungguh keterlaluan jika menggunakan SUV anti peluru untuk mengantar pesanan...
Saat Marcel sedang semangat mengantar pesanan, Angelina yang sedang memilih gaun ditelepon teman sekolahnya, Floren.
“Angel, Tony ingin aku beritahu padamu kalau lokasi reuni malam ini dipindahkan ke rumahnya.”
“Eh? Kenapa di rumahnya?” Angelina merasa aneh.
“Masih tanya kenapa? Pasti mau pamer vila baru, keluarga mereka baru pindah rumah.” Floren langsung terus terang, “Katanya, renovasi saja sudah menghabiskan puluhan miliar, di rumahnya ada taman dan kolam renang. Pasti cukup jika digunakan untuk lokasi reuni.”
__ADS_1
“Baiklah, kirimkan alamatnya padaku, ya.”
“Angel, Tony sungguh kaya sekali, kamu tidak pertimbangkan dia? Dia sangat menyukaimu!”
“Dia bukan tipeku.” Angelina berkata datar, “Aku juga sudah menyukai orang lain.”
“Hah? Kamu sudah punya pria idaman? Siapa? Teman sekolah kita?”
“Nanti kamu juga akan tahu, bye-bye!”
“Aduh! Bocorkan dulu padaku! Hei! Hei!...”
Melihat waktu yang sudah hampir sampai, Marcel melepaskan seragam kerja dan berangkat ke rumah Angelina dengan motor listriknya.
Setelah mengetuk pintu, Angelina keluar dengan memakai gaun putih dan membuatnya terkagum-kagum.
“Hei, kawan lama, kamu cantik sekali hari ini. Dulu aku tidak tahu badannya sempurna begini!”
“Sembarangan!” Angelina mencubit Marcel karena sebal.
Jari Angelina lentik dan cubitannya tidak sakit bagi Marcel, tapi Marcel pura-pura kesakitan sambil meringis.
Angelina mengira dirinya sudah kelewat kuat dan segera minta maaf: “Maaf, a... aku sepertinya terlalu kuat.”
“Aku rasa masih bisa ditolong jika kamu segera menciumku.”
“Dasar pembohong! Aku gigit kamu!”
“Hanya bercanda, sial, kamu sungguh menggigitku...”
Setelah turun ke bawah, Angelina terpaku saat melihat motor listrik Marcel.
Kamu yang bisa menghabiskan banyak uang untuk memberi hadiah di aplikasi Tik Tok pada penyiar dengan mudah malah menaiki motor listrik untuk pergi reuni. Apakah ini pantas?
“Aku baru pulang kerja dan belum sempat pulang untuk ganti mobil.” Marcel menggaruk kepalanya, “Aku bermaksud menjemputmu dulu baru sama-sama naik taksi online ke rumahku dulu.”
“Sudahlah, motor ini lumayan juga.” Angelina langsung duduk di belakangnya, “Tunggu apa lagi? Ayo berangkat!”
__ADS_1