
Gadis eye shadow ungu tadi sengaja membusungkan dada, “Huh, dasar ****** tidak berdada dan berpantat rata, akan aneh jika pria bisa menyukaimu, jangan salahkan kharismaku yang kuat!”
“Cuih! Siapa yang tahu dadamu itu hasil operasi atau bukan!” Selena paling mementingkan badannya, dia langsung protes, “Jangan kira aku tidak tahu kalau imlek tahun lalu kamu pergi ke negara X dan sekalian operasi kelopak matamu!”
“Kamu! Jangan sembarangan bicara!” Gadis itu langsung malu dan marah saat aibnya dibongkar.
“Kamu tahu jelas aku sembarangan bicara atau tidak. Jangan omong kosong lagi dan bersiaplah kuhajar!” Selena melambaikan tangan, “Ayo serang bersamaan, hajar mereka habis-habisan, aku yang tanggung jawab jika terjadi apa-apa!”
“Kamu meminta kami kemari demi 3 siswi ini?” Salah satu pengantar pesanan jadi bosan, “Tidak terlalu oke, kan?”
“Ya, aku tidak sanggup memukul gadis, masih mending kalau mereka itu pria.”
“Mereka gadis cantik, mungkin akan menangis sangat lama jika kutinju, kan?”
“Aku yang jomblo ini tidak sampai hati melakukannya......”
Mereka saling berpandangan dan tidak ada yang bergerak, Selena emosi sampai mukanya merah padam.
Gadis dengan eye shadow ungu itu tertawa sampai menangis, “Hahahaha, kamu ingin melawan kami dengan beberapa pengantar makanan ini? Kamu sungguh tidak tahu diri! Baiklah, kalau kalian tidak memukul anak gadis, aku akan kabulkan permintaan kalian!”
Dia bertepuk tangan, lalu segera muncul 6 orang berandalan dari balik dinding lapangan basket, mereka memegang pipa besi, pisau dan lainnya, mereka berjalan menuju Selena dan yang lainnya dengan garang.
Bukan itu saja, masih ada banyak berandalan yang terus berdatangan dari berbagai arah, dengan cepat mereka keluar dan berkumpul mengelilingi para pengantar makanan.
Para pengantar makanan yang berada di samping Marcel terus menelan ludah, kaki mereka sudah lemas saat berhadapan dengan gerombolan berandalan yang garang ini.
Kalau sungguh berkelahi, ini bukan tentang masalah kalah atau menang lagi, tapi apakah bisa mempertahankan nyawa atau tidak.
Berandalan yang rambutnya dicat warna-warni sedang merokok, dia menyipitkan mata dengan ekspresi datar pada Selena, “Adik kecil, katanya kamu mau melawan kak Herny kami, ya? Apa itu benar?”
Walaupun Selena sedikit takut, tapi dia masih memberanikan diri, “Ini urusanku dengannya, jangan ikut campur!”
Gadis itu tersenyum sini, “Wah, untuk apa kamu meminta para pengantar pesanan ini kemari?”
“Pertanyaan yang bagus!” Salah satu pengantar pesanan mengambil kesempatan ini dan segera menjawab, “sebenarnya aku datang mengantarkan pesanan, kalian teruskan saja dan tidak perlu menghiraukanku, aku pergi dulu, ya. Duh, cuacanya panas sekali, aku masih perlu mengejar orderan selanjutnya......”
__ADS_1
Pengantar pesanan itu bergumam sendiri sambil melewati kerumunan, lalu dia lari sekencang-kencangnya di hadapan semua orang......
Pengantar pesanan lainnya saling berpandangan, lalu menggunakan alasan yang sama untuk kabur, dalam sekejap mereka hilang semua hanya tersisa Marcel seorang.
Selena bingung, “Kenapa kamu tidak pergi? Kamu tidak takut pada mereka?”
“Takut sih, tapi......” Marcel menggeleng sungkan, “Aku lebih ingin mendapat uang 40 juta.”
“Kamu masih bisa memikirkan uang sekarang? Kamu bodoh, ya?” Dalam situasi yang tegang ini, Selena hampir tertawa dibuatnya, “Kamu hanya dapat 40 juta kalau menang dan 20 juta jika kalah lho.”
“Ya, aku tahu.” Marcel mengangguk, “Aku merasa bisa mengalahkan mereka.”
Selena langsung mengerutkan kening saat mendengarnya, pria ini sudah tidak mau nyawa lagi demi uang, mereka ada 30 orang, pria pendek kecil ini akan sudah lumayan hebat jika bisa mengalahkan 2 orang, apalagi semuanya?
“Hahahaha, pengantar makanan ini sudah bodoh, ya?” Ketua berandalan itu tertawa keras, “Baiklah, aku akan membiarkan 1 kaki dan 1 tanganmu tetap utuh karena kamu sangat imut.”
“Serang aku saja, jangan mempersulit pengantar makanan ini!” Selena tiba-tiba berdiri keluar dengan berani.
“Menyerangmu?” Gadis eye shadow menyeringai sinis, “Kamu sendirian bisa menghadapi begitu banyak pria?”
Para berandalan juga tertawa mendengarnya.
Selena jadi takut saat mereka memandanginya dengan kejam, tapi dia masih memberanikan diri, “Kali ini aku menyerah, aku ganti dengan uang saja, 400 juta cukup, kan?”
Pandangan seorang berandalan langsung berbinar, “Rupanya ini anak orang kaya, ya?”
“Tentu saja, dia tentu anak orang kaya baru bisa sekolah di sekolah ternama ini!”
Ketua berandalan menyipitkan mata, “Kamu kira kami ini pengemis jalanan, ya? 400 juta itu tidak cukup untuk menyingkirkan kami!”
Selena langsung lega, semua masalah akan mudah diselesaikan jika mereka mau uang, dia bertanya lagi, “Kalian mau berapa banyak?”
“2 miliar, harus ditransfer sekarang!” Ketua berandalan tidak ragu-ragu.
“Tidak masalah!” Dia tidak menyangka Selena akan menyanggupi semudah itu.
__ADS_1
Sial, dia harusnya minta 4 miliar kalau tahu Selena mengiyakan dengan gampang.
Walaupun ketua berandalan diam-diam menyesal, tapi dia sudah terlanjur mengatakannya dan akan ditertawakan jika perkataannya ditarik kembali.
Yang terpenting bagi para berandalan itu adalah kepercayaan.
Gadis bereye shadow juga tidak menyangka Selena akan mengiyakan permintaan yang kelewatan ini, dia memutar matanya dan menambahkan 1 syarat, “Selain 2 miliar, kamu harus berlutut dan membenturkan kepala minta maaf, mengakui dirimu itu ******!”
Ketua berandalan langsung mengerutkan alis saat mendengarnya, “Kak Herny, harusnya tidak perlu membenturkan kepala lagi karena sudah minta maaf, kan?”
Sedikit keterlaluan kalau masih mau mempermalukan gadis ini karena sudah mengambil uang darinya, dia yang berandalan ini juga merasa sungkan.
Herny menjawab dingin, “Kamu sedang meragukan perkataanku? Bagaimana kalau aku mengungkit hal ini pada ayahku malam ini?”
“Tidak, aku tidak berani, anggap saja aku tidak mengatakannya!” Ketua berandalan langsung berkeringat dingin begitu mendengarnya.
Walaupun dia punya puluhan anak buah, tapi mereka bukan siapa-siapa di hadapan ayah Herny, mereka tentu tidak berani menyinggungnya.
Selena menggertakkan gigi, “Herny Sutanto, kamu jangan keterlaluan!”
“Keterlaluan? Kalau aku tidak mempersiapkan diri, mungkin aku yang akan disuruh begitu!” Herny menyeringai, “Bukankah kamu memanggil begitu banyak pengantar makanan untuk memberi pelajaran padaku?”
“Kamu boleh ambil uangnya, tapi aku tidak akan membenturkan kepala padamu!” Selena emosi, “Bunuh saja aku kalau kamu bisa atau kamu akan terima ganjarannya!”
“Kamu kira aku bodoh? Siapa yang mau jadi pembunuh yang akan dihukum mati?” Herny tertawa, “Tidak masalah jika kamu tidak mau berlutut, nanti aku akan meminta mereka menelanjangimu dan memotretmu untuk diunggah ke internet, agar para pria busuk itu menikmati badanmu. Kalau kamu tidak bekerja sama, aku tidak akan mengaburkan wajahmu!”
“Lancang sekali kamu!” Selena marah sampai hampir menangis.
“Hahaha, harus menggunakan trik khusus untuk menghadapi ****** kecil sepertimu, tenanglah, badanmu rata seperti papan cucian, tidak ada yang tahu itu bagian depan atau punggung walaupun telanjang!”
Hahaha......
Kedua gadis nakal lainnya tertawa terbahak-bahak, sampai para berandalan terlihat mesum dan ingin menyentuhnya.
Walaupun Selena baru puber, tapi dia termasuk gadis cantik, bodinya tidak seseksi Herny, namun wajahnya putih cantik dan berkilau, tentu saja menarik sekali.
__ADS_1
Saat Selena dipermalukan dan putus asa, Marcel tiba-tiba maju ke depan dan mengarahkan tongkat kasti pada Herny, “Sudah selesai omong kosongnya? Kalau sudah, minta mereka semua menyerang bersamaan, aku tidak punya banyak waktu bermain-main dengan anak ingusan seperti kalian!”