
Itu Jackson dan Lenny, mereka menyambut tamu dengan senyum dan seperti sudah melupakan kejadian pagi itu.
“Arya, kenapa mereka juga membooking hotel ini? Kamu sengaja pesan di sini?” Marcel bertanya.
“Aku juga baru tahu sekarang, ini semua hanya kebetulan saja.” Arya tak berdaya, “Tapi, katanya kakak Jackson wakil GM di hotel ini, tentu wajar saja kalau mereka booking ruangan di hotel ini.”
Marcel jadi cemas begitu mendengarnya, “Kalau begitu, kamu tidak takut kakaknya ada siasat lain untuk mempersulitmu?”
Arya berkata, “Harusnya dia tidak berani sembarangan karena ini hotel paling berkelas di kota Malang, masih ada GM di atasnya!”
Marcel mengangguk, “Semoga aku yang terlalu banyak berpikir.”
Seiring berjalannya waktu, para tamu terus berdatangan, Jackson hanya fokus menyambut tamu, Arya juga sibuk sendiri.
Saat menjelang malam, ibu Arya berlari tergesa-gesa keluar.
“Nak, gawat nak!”
Vonny yang memakai gaun pengantin segera menopangnya, “Ma, jangan panik dulu, bicaralah pelan-pelan, apa yang terjadi?”
Ibu Arya terengah-engah, “Itu...... barusan manajer hotel bilang toilet di ruangan Lavender bocor dan perlu diperbaiki, kita semua diminta keluar, setidaknya perlu 2 jam untuk perbaikan, para tamu jadi kesal, orang tuamu dan ayah Arya sedang menenangkan mereka!”
Perbaikan pipa di toilet perlu 2 jam, hidangan akan sudah dingin, pesta apaan ini? Tidak heran para tamu marah-marah.
Arya dan Vonny jadi pucat pasi. Tidak ada yang menyangka akan ada kejadian ini.
Arya tanpa sadar melihat Jackson, tapi dia terlihat biasa-biasa saja, dia menyambut tamu dan keluarga dengan ramah, tapi Lenny sedikit aneh karena terlihat ingin tertawa.
“Istriku, kamu wakili aku menyambut tamu, aku masuk dan melihat keadaan dulu.”
Marcel berkata, “Arya, aku ikut denganmu.”
__ADS_1
“Baik, ayo kita masuk!”
Vonny hanya mengangguk, Arya dan Marcel bergegas masuk ke dalam.
Melihat mereka pergi, senyum langsung mengembang di wajah Jackson, dia berbisik, “Istriku, kelihatannya kakakku sudah beraksi.”
“Haha, biarkan mereka rasakan apa itu putus asa, sudah tidak sempat cari ruangan pesta lain lagi di jam segini, biarkan mereka panik!”
“Aku akan mempersulitnya karena sudah berani melawanku!”
“Suamiku, kakakmu sungguh merusak pipa toilet? Bukankah akan bau sekali?”
“Tenanglah, kakakku itu pintar dan tidak akan mempengaruhi pesta pernikahan kita.” Jackson tersenyum, “Dia hanya perlu mengusir Arya, tidak penting apa yang dia lakukan asalkan bisa membuat Arya trauma seumur hidup!”
Saat Arya dan Marcel sampai di ruangan Lavender, 10 tamu sudah ribut-ribut di sana.
“Mohon semuanya tenang dulu, jangan mengganggu tamu lainnya!” Manajer ruangan pesta yang bertugas berkata, “Atau aku akan minta satpam mengantar kalian keluar!”
“Ini kecerobohan pekerjaan kalian, kenapa kami yang diusir?” Bentak ayah Arya, “Panggil atasan kalian kemari, dia harus beri penjelasan karena sudah merusak kelancaran pesta pernikahan anakku!”
“Juga tidak perlu sampai 2 jam untuk memperbaiki pipa bocor! Kalian sedang mempermainkan kami!”
“Ini hotel bintang 5 dan kalian mau mengusir kami karena marah-marah? Pelayanan kalian sungguh mengecewakan!”
“Aku akan mengunggah kejadian hari ini ke internet agar semua orang tahu keburukan hotel ini!”
“Benar! Benar!”
Mungkin manajer itu takut dan sikapnya melunak sedikit, “Semuanya jangan panik, petugas sedang memperbaiki pipanya, aku masuk dan melihat keadaannya dulu lalu segera memberitahu perkembangan terkini!”
Dia segera masuk ke ruangan Lavender, 2 satpam segera menutup pintunya.
__ADS_1
“Pak Johny, para tamu ribut hebat dan tidak percaya kalau pipa toilet bocor, aku sudah tidak sanggup menahan mereka lagi!” Manajer yang bertugas itu menelepon Johny, “sekarang harus bagaimana?”
“Gunakan otakmu, kalau mereka tidak percaya pipa bocor, berusahalah agar mereka percaya!” Jackson tersenyum dingin, “Utus seseorang untuk membasahi ruangan pesta, kalau mereka ribut lagi, tuangkan air seni dan kotoran juga tidak apa-apa, bersihkan saja nanti di malam hari. Masih perlu aku ajari?”
Apa? Tuangkan air seni dan kotoran? Kejam sekali!
Manajer itu menarik nafas dalam-dalam, walaupun dia tahu perbuatan ini sangat tercela, tapi Johny itu atasannya dan dia bisa dipecat kapan saja kalau membantah.
Dia melaksanakan sesuai petunjuk Johny, 2 karyawan membuka semua keran di toilet, seluruh ruangan pesta langsung tergenang air.
Setelah lumayan banjir, dia meminta mereka menutup keran, lalu keluar melaporkan keadaan pada ayah Arya dan yang lainnya.
Arya pucat pasi, “Ruangan Lavender ini sungguh kebanjiran?”
Manajer tersenyum kecut, “Ya, benar, pak. Lihatlah, kaos kakiku pun basah!”
Marcel masih tidak menyerah, dia membuka pintu, seluruh ruangan seperti kolam air.
Dia bertanya, “Bu, apa masih ada ruangan lain yang bisa kami gunakan?”
Manajer itu menjawab, “Ada, Pak, tapi itu ruangan bisnis mewah hotel ini, aku tidak bisa memutuskan.”
Arya seperti menemukan cahaya dalam kegelapan, “Tolong beritahu siapa yang harus kami cari?”
“Sekarang hanya Pak Johny yang bisa memutuskan hal ini.”
“Johny?” Arya langsung terkejut, itu kakaknya Jackson, kan?
“Di mana Pak Johny ini sekarang? Tolong minta dia kemari!” Ayah Arya berkata saat melihat Arya terdiam.
Kini situasi mereka sudah di ujung tanduk, hanya Pak Johny ini yang mengendalikan nasib mereka malam ini, apakah pesta pernikahan ini akan lancar atau malu di hadapan seluruh kerabat dan teman malam ini.
__ADS_1
Manajer itu tak berdaya dan berkata, “Silahkan tunggu sebentar, saya hubungi Pak Johny dulu.”
Setelah ditelepon, Johny bilang akan segera turun, tapi 10 menit kemudian dia baru keluar dari lift dengan santai, perutnya besar dan berjalan lenggak-lenggok.