Sistem Kekayaan: Bos Pengantar Makanan

Sistem Kekayaan: Bos Pengantar Makanan
Menjual Ayam


__ADS_3

“Angel, bukankah biasanya kamu tidak makan bawang?” Floren bertanya.


 


 


Angelina tersenyum manis: “Ya, dulu tidak makan, tapi Marcel suka dan aku juga mau mencobanya.”


 


 


Inikah cinta sejati? Sampai rela mengubah kebiasaan makan demi pacarnya?


 


 


Floren sampai iri pada Marcel.


 


 


Dia tidak pernah berpikir untuk berubah demi pacarnya, mereka makan dan bersenang-senang seperti biasa.


 


 


Pacarnya Marcel bukan hanya cantik, tapi juga berubah deminya, Marcel ini menuai kebajikan dari kehidupannya yang dulu......


 


 


Floren bertanya lagi: “Angel, ayo jujur padaku, Marcel ini sungguh pacarmu?”


 


 


Angel ragu sebentar dan memutuskan jujur: “Sebenarnya dia bukan pacarku.”


 


 


Rupanya begitu!


 


 


Floren menyeringai dalam hati.


 


 


“Nah kan, aku sudah merasa aneh kenapa seleramu buruk sekali dan memilih seorang pengantar makanan.” dia berkata, “Pasti dia yang mengejarmu dan kamu menjadikannya pacar palsumu untuk menolak Tony, kan?”


 


 


“Kamu salah paham.” Angelina serius, “Walaupun dia bukan pacarku, tapi aku sangat menyukainya dan sebenarnya aku tidak tahu dia menyukaiku atau tidak......”


 


 


“Apa?!”


 


 


Floren bingung karena ini sama sekali bertolak belakang dengan tebakannya. Angelina yang mengejar pria ini?


 


 


“Aku tidak percaya. Apa yang hebat dari dia selain tampan?” dia berbaik hati dan membujuk, “Kamu jangan mencelakai diri sendiri, kamu akan sakit kepala karena miskin jika bersamanya.”


 


 


“Aku sungguh menyukainya, tidak peduli dia miskin atau kaya, aku ingin bersamanya.” Angelina melihat Marcel yang sedang sibuk dengan pandangan lembut, ini bukan pura-pura dan terlihat tulus sekali!


 


 


Floren menepuk wajahnya sendiri saat mendengarnya: “Astaga......”


 


 


“Halo semuanya.” di saat ini, Tony kemari dengan membawa sebotol champagne berwarna emas, “Aku melihat semuanya makan dengan senang dan membawa champagne ini untuk meramaikan suasana.”


 

__ADS_1


 


Floren berkata: “Wah, indah sekali warnanya, ketua kelas, ini champagne apa?”


 


 


“Namanya Yellowboam, edisi terbatas dari Champagne Veuve Clicquot.” Tony tersenyum datar, “Sepertinyanya kalian jarang mengenal merek ini. Champagne ini disegel dengan kertas emas 22 karat seberat 4 gram bersama dengan topi yang juga dilapisi emas 24 karat. Ada terukir tanda tangan nyonya Clicquot di botol ini. Harganya sangat mahal.”


 


 


Marcel sengaja terkejut: “Wah, rupanya botol ini terbuat dari emas? Pantas saja bagus sekali. Champagne ini pasti sangat mahal, ya?”


 


 


Si miskin yang kampungan!


 


 


Semua orang merendahkan Marcel.


 


 


Walaupun sebagian besar orang belum pernah melihat champagne Veuve Clicquot, tapi juga tidak akan seheboh Marcel. Dia ini mempermalukan Angelina di depan umum!


 


 


Akan tidak masuk akal kalau Angelina tidak marah!


 


 


Toni sangat puas dengan reaksi Marcel dan berkata dengan bangga: “Tidak termasuk terlalu mahal, walaupun edisi terbatas, hanya seharga 24 juta per botolnya.”


 


 


Puluhan juta untuk sebotol champagne?


 


 


 


 


“Botol kosong ini juga bisa dijual sekitar 4 juta. Kamu bisa menjualnya jika sudah selesai minum-minum nanti.” Tony sengaja berkata begitu pada Marcel.


 


 


“Ah, baiklah aku tidak akan sungkan lagi!” Marcel menggosok tangannya dengan semangat dan terlihat tidak sabaran.


 


 


“Tidak masalah, nanti kamu bisa membawa pulang botol dan kaleng kosong bekas minuman kami. Harusnya bisa dijual dan mendapat banyak uang.” Tony tersenyum.


 


 


“Baik! Baiklah, terima kasih sekali!” Marcel senang, “Dengan begini, biaya bulan depan akan bisa tertutupi.”


 


 


“Hahahahaha!”


 


 


Semua teman sekolah yang ada langsung tertawa terbahak-bahak.


 


 


Para pria iri karena Marcel berhasil mendapatkan primadona sekolah dan ingin sekali mempermalukannya. Para gadis senang karena Angelina mendapatkan pria miskin seperti ini.


 


 


“Marcel, keluargamu miskin, ya?” Leo kembali mengompori.


 

__ADS_1


 


“Benar, orang tuaku sampai menjual banyak ayam yang dipeliharanya di kampung agar aku bisa kuliah.” Marcel terlihat sedih, “Bahkan aku membeli motor ini dengan meminjam uang pada Angelina. Kalau tidak, aku tidak akan bisa menjadi pengantar makanan.”


 


 


Hendy bertanya: “Berapa gajimu per bulan dengan jadi pengantar makanan?”


 


 


“Lumayan banyak, ada 4 juta!” Marcel terdengar bangga.


 


 


“Tinggi juga gajinya!” Hendy tertawa, “Kamu akan tetap jadi pengantar makanan jika tamat nanti?”


 


 


“Tentu saja!” Marcel terdengar serius, “Bos sudah bilang kalau nanti gajiku akan dinaikkan jadi 5 juta jika sudah jadi karyawan tetap!”


 


 


Semuanya tertawa sampai perut pun sakit, sampai Angelina juga diam-diam tertawa dengan menutupi mulutnya.


 


 


Leo mengambil kesempatan dan ikut menambahkan: “Orang tuamu sampai menjual ayam agar kamu bisa kuliah. Mereka tidak marah jika kamu jadi pengantar makanan setelah tamat nanti?”


 


 


“Harusnya tidak. Gajiku tinggi dengan jadi pengantar makanan. Mereka akan senang.” Marcel berkata dengan penuh harap, “Aku akan membeli beberapa anak ayam untuk membalas jasa mereka yang telah membesarkanku jika sudah punya uang nanti.”


 


 


“Hahaha...... Aku tidak tahan lagi, pacarmu terlalu lucu!” Floren tertawa sampai menangis.


 


 


Walaupun tidak tahu apa tujuan Marcel, Angelina juga kagum dengan aktingnya yang bagus sekali.


 


 


Marcel terlihat humoris karena pura-pura miskin di hadapan mereka, padahal dia bisa menghadiahkan mobil balap senilai puluhan milyar pada temannya.


 


 


“Ehm...... Aku sedikit haus karena sudah bicara begitu lama, bisakah kita buka champagne ini?” Marcel terkekeh.


 


 


“Ah maaf, kami terlalu serius mendengarnya. Kini kita buka champagnenya.” tujuan Tony sudah tercapai dari tadi dan senang sekali.


 


 


Walaupun ekspresi Angelina biasa saja, mungkin sebenarnya dia sedang memaksakan diri untuk tersenyum padahal sudah marah-marah pada Marcel dalam hati dan ingin putus dengannya, kan?


 


 


Tony merasa akan bisa mendapatkan Angelina jika memamerkan kekayaannya sebentar lagi.


 


 


Angelina ini wanita cantik dan sudah ditakdirkan untukku!


 


 


Saat Tony sedang berangan-angan, tiba-tiba lampu di sekeliling jadi padam. Seluruh komplek Taman Gunung jadi gelap gulita.


 


 


“Ada apa ini? Mati lampu?”

__ADS_1


 


 


__ADS_2