Sistem Kekayaan: Bos Pengantar Makanan

Sistem Kekayaan: Bos Pengantar Makanan
Ya Sudah Kalau Tidak Mau


__ADS_3

Marcel mendengus dingin dalam hati, bukan dia yang memilih wine ini dan dia komplain wine ini tidak enak, pasti ada maksud lain!


  “Mungkin terlalu murah, bagaimana kalau aku pesan lagi beberapa botol?”


  “Ya, jangan yang terlalu mahal, asal jangan dibawah 5 juta saja.” Rendy tersenyum datar, “Aku tidak terbiasa mium wine yang terlalu murah.”


  Marcel langsung mengerti, Diana dan Rendy sudah sepakat dari awal, pantas saja memilih hotel JW Marriot untuk menjebaknya agar menghabiskan banyak uang.


  Marcel melambaikan tangan, seorang pelayan segera kemari.


  “Apa kabar, pak? Ada yang bisa dibantu?”


  “Bawa menu, aku mau pesan beberapa botol wine.”


  “Baik, silahkan ditunggu!”


  Setelah menu diantarkan, Marcel membuka halaman wine. Dia tidak mengenal merek wine dan memesan yang paling mahal.


  “Yang ini 1 botol, yang ini juga pesan 1 botol, dan juga yang ini......”


  “Pak, Anda yakin mau pesan wine ini?” Ada 1 jenis wine yang tidak tertulis harganya dan pelayan terkejut, dia menahan suaranya, “Harganya...... Agak mahal!”


  “Seberapa mahal?”


  “Wine ini koleksi paling mahal, sebenarnya aku juga tidak tahu dan harus bertanya pada Direktur.” Pelayan tersenyum pahit.


  “Tidak perlu ditanyakan lagi, antarkan ke sini.” Marcel berrkata, “Uang bukan masalah.”


  “Ini...... Baiklah, silahkan ditunggu!”


  Setelah pelayan meninggalkan ruangan, dia langsung mencari direktur hotel.


  “Apa? Ada tamu yang mau pesan wine itu?” Jenna terkejut sekali saat mendengar laporan.


  “Benar, dia bilang uang bukan masalah dan yakin mau memesan wine itu.”


  “Mungkin itu pemilik mobil balap Veneno, ya?” Jenna segera tergerak untuk meminta satpam memeriksa rekaman CCTV di luar pintu hotel.


  Dia hampir mengira matanya rabun saat melihat Marcel turun dari mobil balap.


  Bukankah dia itu pengantar makanan yang membantunya membunuh kecoak tadi sore? Rupanya dia sekaya itu?


  “Direktur, dia yang memesan wine!” Pelayan menunjuk ke layar.


  Setelah Jenna mempertimbangkan, dia meminta pelayan mengambil wine itu. Harga wine itu pasti tidak masalah jika dia sanggup mengemudikan mobil balap Veneno......


  Di dalam ruangan, mereka melihat Marcel memesan wine mahal dalam sekejap dan langsung menebak dia pasti sedih kehabisan uang.


  “Rupanya Marcel begitu berkelas, nantinya pasti akan jadi orang sukses!” Rendy merasa lebih baik membual karena melihatnya sudah terjebak.

__ADS_1


  Akan lebih sakit jatuhnya jika semakin dipuji, gaji sebulan pengantar makanan bisa sebanyak apa? Paling juga 5 jutaan, kan? Dia pasti akan syok berat jika tahu makan malam ini akan menghabiskan puluhan juta!


  Jessica menendang kaki Marcel, “Marcel, barusan kamu tidak melihat harganya, ya? Kenapa memesan wine sebanyak itu?”


  Dia hanya tahu Marcel memesan 3 botol wine dan tidak melihat harganya.


  “Biasa saja, tidak terlalu mahal juga.” Marcel tersenyum.


  Pamer!


  Semua orang merendahkannya dalam hati.


  Wine yang harganya jutaan per botol, selain Rendy, Handoko juga tidak ikhlas memesannya, karena mereka ini anak kuliahan saja.


  Jessica kesal karena Marcel tidak mendengar nasehatnya dan lebih baik tidak perduli padanya.


  Kalau dia tidak merasa mahal, untuk apa dirinya khawatir?


  Pelayan segera mendorong troli makanan, di atasnya ada 3 botol wine.


  Hati Rendy berdegup saat melihat 2 botol wine di antara itu.


  Dia mengenali logo wine merek Chateau Margaux, walaupun tidak melihat tahun berapa, tapi sebotol wine ini setidaknya mencapai puluhan juta yang bisa dijual sampai 50 juta keatas!


  “Bocah tengik ini sungguh tahu wine bagus dan tidak salah lihat harga, kan?” Rendy sedikit ragu, tapi puluhan juta itu masih dalam budgetnya dan Rendy tidak memperlihatkan ekspresinya.


  Tidak masalah jika menghabiskan sedikit uang jika malam ini bisa pulang sambil memeluk wanita cantik.


  Setelah selesai makan, pelayan membereskan meja, Veronica mengeluarkan kue ulang tahun dan meletakkannya di meja.


  Lalu Diana berdoa dan meniup lilin, Marcel mau mengeluarkan hadiah yang disiapkan dan Rendy lebih dulu mengeluarkan kotak perhiasan yang cantik, setelah dibuka, didalamnya ada sebuah kalung kristal berbentuk angsa yang indah.


  “Wah, sepertinya ini kalung angsa terbaru merek Swarovski!” Veronika mengenalinya.


  Gadis berambut kuning menarik ujung baju Handoko dengan manja. “Kak Handoko, kalung ini cantik sekali, belikanlah untukku, ya!”


  “Jangan ribut, kalung ini harganya puluhan juta, aku tidak sanggup membelinya!” Keluarga Handoko tidak terlalu kaya dan tidak berani menghabiskan uang untuk ini.


  “Puluhan juta?”


  Susanti dan yang lainnya terkagum-kagum setelah mendengar ucapan Handoko, mereka terlihat iri, hanya Marcel yang biasa-biasa saja.


  “Ini hadiah ulang tahun yang khusus kupilihkan untukmu, tidak tahu kamu suka atau tidak.”


  “Aku suka sekali, terima kasih sekali!” Diana terharu, dia pasti akan mencium Rendy jika tidak ada Marcel di sini!


  Sebenarnya Marcel dari awal sudah mengetahui aksi mereka di bawah meja, dia hanya menahan rasa kesalnya saja.


  “Tidak perlu terima kasih padaku, kalung ini cocok dipadukan dengan kecantikanmu, coba pakailah.” Rendy tersenyum simpul.

__ADS_1


  Diana terlihat semakin cantik begitu memakai kalung kristal yang berkilau, berkelas seperti seorang putri saja.


  Sebagai bunga kampus, tentu dia cantik sekali, di antara teman asramanya, hanya Jessica yang tidak terlalu cantik.


  Sayangnya Jessica tidak pandai berdandan seperti Diana, dia yang tanpa riasan tentu tidak bisa dibandingkan dengan Diana.


  “Marcel, kamu tidak menyiapkan hadiah untuk Diana?” Susanti tiba-tiba bertanya, “Perlihatkanlah pada kami!”


  Susanti merasa tidak adil sekali karena teman asramanya mendapat hadiah semahal itu, lebih baik dia melampiaskan kekesalannya pada Marcel.


  “Ada.” Marcel mengeluarkan kotak kayu hitam dari sakunya, “Aku membeli hiasan rambut.”


  “Hiasan rambut?”


  Semua orang hampir tertawa mendengar ucapannya.


  Hiasan rambut bisa seharga berapa? Paling murah itu tidak sampai 10 ribu, yang mahal juga tidak melewati 1 juta.


  Veronica tersenyum dingin. “Marcel, kamu ini sungguh tidak tulus sampai membeli hiasan rambut untuk Diana, pelit sekali!”


  “Lebih baik kamu juga membeli setangkai bunga, pria yang tidak romantis bagaimana bisa mengejar anak gadis?” Veronica juga tidak tahan lagi.


  “Ini tanda ketulusanku, kenapa bisa dinilai dengan uang?” Marcel berkata datar, “Bagiku, hiasan rambut ini lebih mahal dari kalung yang dihadiahkan Rendy.”


  Dia memberikan kotak kayu itu pada Diana. “Diana, selamat ulang tahun!”


  Diana sama sekali tidak ingin menerima kotak yang jelek itu.


  “Marcel, hiasan rambutku sudah cukup banyak, lebih baik kamu berikan hadiah penting ini pada orang lain saja.”


  Marcel sulit percaya hadiahnya akan ditolak di depan umum, dia bertanya santai. “Kamu sungguh tidak mau?”


  “Marcel, Diana sudah mengatakan dengan cukup jelas, kamu tuli, ya?” Handoko tersenyum meledek, “Mana ada pria dewasa yang menghadiahkan hiasan rambut.”


  “Hahahaha......”


  Semuanya langsung tersenyum sampai memegang perut.


  “Ya sudah kalau tidak mau, Jessica, kuhadiahkan hiasan rambut ini untukmu.” Marcel memberikan kotak kayu itu ke tangan Jessica dengan tenang.


  “Ah? Untukku?” Jessica langsung terpaku, dia tidak pernah dapat hadiah dari pria sejak kecil sampai sekarang.


  “Barusan kamu memberi sebungkus cookies padaku, anggap saja ini balasanku.” Marcel tersenyum simpul, “Kalau kamu tidak mau, aku hanya bisa buang ke tong sampah.”


  “Ah...... Terima kasih!” Wajah Jessica memerah dan memilih menerimanya.


  Melihat Marcel berhasil memberikan hadiahnya pada orang lain, Rendy dan Handoko terlihat kesal, Jessica juga salah satu bunga kampus, walaupun dia tidak secantik Diana, tapi dia itu cantik dan manis, lebih cantik dari gadis berambut kuning. Ini menguntungkan Marcel dan Marcel seperti meraih keuntungan dalam kemalangan.


 

__ADS_1


 


__ADS_2