
“Pufff!”
Marcel langsung menyemburkan bir yang sedang diminumnya.
Matthew dan Casto juga jadi bingung, kenapa Marcel terlibat?
“Uhuk uhuk, kalian bertaruh saja sendiri, apa urusannya denganku?” Marcel merasa tak berdaya.
“Bukanlah kalian ini 1 kelompok? Kenapa tidak boleh menunjukmu?” Alex berkata dingin.
Marcel melambaikan tangan dengan lemas: “Walaupun kami datang bersama, tapi aku tidak punya pacar.”
Donny dan lainnya merasa benar, Marcel ini simpanan tante kaya dan bukan termasuk pacar.
Alex tersenyum: “Aku ganti perkataanku, mulai saat ini, kamu tidak boleh punya hubungan apa pun lagi dengan Jenna.”
“Paman Yosef yang mengutusmu kemari?” Marcel menyipitkan mata.
Awalnya dia mengira Alex menunjuknya untuk melampiaskan amarahnya Sella, tapi tidak disangka sampai membahas Jenna dan membuatnya teringat pada Paman Yosef.
“Aku tidak kenal paman Yosef, kamu berani menerima tantangan ini?” Alex takut Marcel menolak dan mendesaknya.
Marcel tersenyum dingin: “Baiklah, aku terima!”
“Hahahaha, bagus! Ayo kita mulai sekarang!” Alex senang sekali. Akhirnya tujuannya tercapai setelah bicara begitu banyak.
Matthew yang berada di samping jadi bingung, ini situasi apa? Bukannya dirinya yang menerima tantangan? Kenapa Marcel yang jadi bintang utamanya?
“Sella, kamu bertugas memukul gong.” Alex mengutus pacarnya.
“Baik.” Sella semangat sekali untuk tampil di atas karena pertandingan yang menegangkan ini.
Karena Alex sudah mengutus pacarnya, Marcel juga tentu tidak ingin terlihat lemah. Dia melihat para gadis dan bertanya: “Siapa dari kalian yang bersedia membantuku memukul gong?”
Natalia langsung memalingkan wajah. Dia tidak ingin melakukan hal yang memalukan ini karena statusnya sebagai primadona kampus.
Silvia dan Henny sedang ragu dan Ariani memberanikan diri berdiri: “Aku saja!”
“Baiklah, maaf sudah merepotkan.” Marcel tersenyum pelan, “Nanti kamu akan sedikit lelah, aku akan beri 20 juta per sekali pukul gong sebagai rasa terima kasihku padamu.”
“A...... apa? 20 juta?” Silvia dan Henny masih mengira dirinya salah dengar.
__ADS_1
Donny, Casto dan Benard juga membelalakan mata.
“Marcel, aku juga bisa memukul gong. Aku memenangkan lomba saat kecil!” Casto membanggakan dirinya.
Marcel langsung menolak: “Minggir sana, memalukan sekali kalau kamu yang pukul gong, ini harus dilakukan oleh gadis cantik.”
“Huh, aku ingin lihat kamu akan membayar dengan apa!” Natalia, Matthew dan teman-teman sekamarnya mengira Marcel sedang membual.
Lucu sekali kalau bisa mendapatkan 20 juta per sekali pukul gong!
“Marcel, kamu sedang bercanda, kan? Kamu sungguh akan beri 20 juta padaku?” Ariani sulit mempercayainya.
“Ya, pergilah.” Marcel tersenyum, “Aku akan berikan mobil balap Veneno padamu jika tidak bisa memberi 20 juta padamu.”
“Baik, aku percaya padamu!” Ariani tersenyum dan berjalan ke sana.
Sella lebih dulu sampai di panggung gong. Para tamu langsung menggosip saat melihatnya mengambil tongkat.
Walaupun gong ini sudah digantung di sini sejak club dibuka, tapi hanya dibunyikan beberapa kali saja dalam setahun. Mahal sekali biayanya!
Sella memukul gong dengan semangat dan terdengar suara yang nyaring sekali. Semua orang di dalam club dapat mendengarnya dengan jelas.
DJ berteriak: “Terima kasih pada gadis cantik ini yang sudah memukul gong. Semuanya ayo semangati dia!”
“Hei, gadis cantik, aku mencintaimu!”
“Keren sekali!”
“Ini pertama kali aku melihat gong dipukul walaupun sering kemari. Aku suka gadis cantik ini!”
Setelah gong berbunyi, manajer yang bertugas segera menugaskan pelayan menyiapkan bir.
Sella menaikkan kedua tangan untuk menerima teriakan semua orang. Saat dia sedang senang sekali, Ariani juga mengambil tongkat yang lainnya.
Dia melihat Marcel yang ada di kejauhan dengan tegang dan Marcel tiba-tiba memberi kode “10” dengan tangannya.
“Apa? Apa maksudnya? Mau aku pukul gong 10 kali?” Ariani tercengang.
Marcel mengangguk tanpa ragu, Ariani memantapkan hati dan memukul gong terus menerus.
“Dong!... Dong!... Dong!... Dong!...”
__ADS_1
Suara gong yang terus menerus berdengung di dalam ruangan club. Semua orang terpaku dan mengalihkan perhatian kepada gadis cantik yang memukul gong.
...... Delapan, sembilan, sepuluh!
Pelayan yang sudah senior jadi semangat: “Terima kasih pada gadis cantik ini yang sudah memukul gong 10 kali! Tepat 10 kali! Sungguh mencengangkan! Ini akan jadi malam yang hebat! Ayo kita beri semangat!”
Setelah para tamu tersadar, mereka bukan hanya meneriaki Ariani, tapi juga memotretnya untuk diunggah ke media sosial, ada yang mengirim pesan pada teman-teman yang berada di club lain di sekitar untuk segera kemari.
Alex melambaikan tangan dengan ekspresi datar, Sella juga memukul gong 10 kali!
Matthew diam-diam menelan ludah, Marcel ini sungguh sulit ditebak. Dia menghabiskan miliaran dalam waktu singkat. Siapa yang bisa tahan......
Para pelayan langsung jadi sibuk, suara gong ini terlalu berdengung!
Hati manajer yang bertugas tergerak dan langsung menjadikan mereka tamu VVIP dan jadi sibuk sekali.
Semakin banyak tamu yang datang ke dalam club dan membuat ekspresi Alex berubah. Sekali pukul gong seharga 100 juta, 10 kali berarti 1 miliar dan itu sama dengan nilai mobil BMW X7!
“Ada apa di luar?” Susana, manajer club yang istirahat di dalam ruangan juga terkejut oleh suara teriakan yang keras.
Dia memanggil salah satu manajer yang bertugas dan baru tahu kalau sedang ada pertandingan pukul gong yang mengejutkan di luar, kedua pihak sudah membunyikan gong sampai ratusan kali, sudah mencapai puluhan miliar!
“Sungguh ramai.” Susana tersenyum pelan, dia memakai sepatu hak tinggi kristal tembus pandang edisi terbatas dan keluar dari ruangan manajer.
Pertandingan di luar heboh sekali, suara para pelayan sudah serak karena berteriak, Ariani dan Sella juga sudah lelah karena tongkat pemukul gong termasuk berat. Lengan mereka sudah pegal.
Silvia mengambil kesempatan dan berkata: “Marcel, lihatlah Ariani sudah lelah, bagaimana kalau kami membantunya sebentar?”
“Baiklah, fasilitas kalian sama dengan Ariani, 20 juta per sekali pukul gong.” Marcel berkata dengan royal.
“Terima kasih!” Silvia dan Henny senang sekali dan segera berlari ke sana dengan menerobos kerumunan orang.
Natalia jadi sedikit menyesal saat melihat mereka berdua lari dengan cepat.
Bukankah dirinya akan kehilangan kesempatan mendapatkan banyak uang kalau Marcel tidak bohong?
Di mana bisa mendapat uang semudah ini? 20 juta per sekali pukul gong!
“Aku serahkan pada kalian.” Ariani memberikan tongkat pada Silvia, saat ini dia sungguh lelah sekali.
Sella baru memukul 10 kali, Silvia menoleh melihat Marcel dan melihatnya menaikkan ponsel, di sana terlihat sebuah angka.
__ADS_1
100 kali!