
“Ma...... Maaf, Pak! Mohon maafkan ketidaksopananku!” Suara Rina gemetar karena telah menyinggung nasabah dengan tabungan senilai 20 miliar!
Dia akan dipotong hidup-hidup jika diketahui kepala cabang!
Rina langsung berdiri dan membungkuk pada Marcel.
Daniel dan Nando langsung terkejut. Ada apa ini? Pengantar makanan ini sungguh punya uang sebanyak itu?
Marcel tersenyum datar. “Kini aku sudah punya hak ini?”
“Ten...... Tentu!” Rinda mengambil ATM-nya dengan hormat, “50 juta mau ditransfer ke rekening mana?”
“Bukan 50 juta, tapi 20 miliar.” Marcel menyeringai dingin, “Ucapanku barusan kurang jelas?”
Kali ini, bukan Rina saja yang hampir menangis, bahkan kaki Nando juga jadi lemas. Dia sudah membuat bank kehilangan nasabah dengan tabungan sebanyak ini, dia pasti dipecat!
Rina tersenyum pahit. “Pak Marcel, ini nominal yang sangat besar. Sa...... Saya mau minta arahan dari atasan dulu karena pasti tidak dapat ditransfer dalam waktu singkat. Bagaimana kalau Anda pertimbangkan lagi?”
“Hanya 20 miliar, itu tidak banyak.” Marcel terlihat tidak perduli. “Pergilah......”
Ponsel di sakunya tiba-tiba berdering lagi, rupanya Ani meneleponnya.
“Bocah tengik, cepat pulang, kamu tidak perlu mengantar pesanan lagi?” Bos berteriak.
“Segera sampai!” Marcel segera menutup telepon dan berkata pada Rina, “Kenapa masih diam saja? Aku tidak transfer 20 miliar lagi, cepat bantu aku transfer 50 juta ke rekening......”
“Baik! Baik, pak!” Rina segera mentransfernya. Dia tahu pekerjaannya akan aman dan Nando merasa selamat dari bahaya.
Selesai mentransfer, Marcel menyimpan ATM dan mau pergi, Daniel tiba-tiba menyodorkan kartu namanya dengan sopan.
Zaman sekarang, pasti orang hebat yang punya uang 20 miliar, tentu dia tidak ingin meluputkan kesempatan berkenalan ini.
“Kawan, aku presdir dari Garuda Industry, tadi......”
“Minggir, jangan menghalangi jalan!” Marcel tidak berniat omong kosong dengannya dan langsung mendorongnya, kedua satpam tadi mengawal Marcel keluar dari bank.
“Kamu......” Daniel emosi sekali sampai kehabisan kata-kata. Dia hanya bisa melihat Marcel mengendarai motor dan pergi.
“Sekaya itu dan masih mengantar pesanan makanan. Orang kaya zaman sekarang sulit dimengerti!” Nando mengusap keringat di keningnya.
“Ini hal sepele, orang yang semakin kaya akan semakin senggang, dia menghabiskan waktu.” Satpam lainnya berkata.
Setelah kembali ke toko milk tea di kawasan pejalan kaki, Marcel mengambil pesanan milk tea dan berangkat lagi.
Sistem berhubungan dengan pengantaran makanan, walau sudah kaya juga tidak boleh resign dari pekerjaan ini, kalau tidak, bagaimana bisa menyelesaikan tugas?
__ADS_1
Saat sampai ke Warnet Trench, Marcel menghentikan motor listriknya dan membawa pesanannya masuk ke ruangan.
Dekorasi meja penerima tamu bergaya sains-fiksi, gadis muda berambut sebahu sedang main game PUBG. Dia segera meletakkan mouse komputer begitu melihat Marcel.
“Kenapa baru datang? Aku sudah kelaparan!”
Dia menerima pesanan dan mengeluarkan makanan dari kantong plastik.
“Semoga Anda menikmati makanannya!” Marcal mau pergi dan gadis itu tiba-tiba memanggilnya.
“Hei, kamu bisa main PUBG? Bantu aku main dulu.”
“Tentu saja!” Marcel juga pecandu game, dia segera memakai headphone dan duduk. Gadis cantik itu duduk disampingnya melihatnya sambil makan.
“Hati-hati!”
“Ada orang di ruangan, cepat sembunyi!”
“Jangan lewat di atas jembatan, hati-hati ada yang sembunyi di bawahnya......”
Gadis muda terus bicara, Marcel tidak mendengarnya dan mengendalikan karakternya sendiri.
Setelah 300 meter, berhasil membunuh pemain pertama dengan senjata 98k!
Serangan petir magis yang tepat sasaran, pemain kedua mati!
Gadis muda tidak bicara lagi, dia dikejutkan oleh permainan Marcel.
Akhirnya, setelah pertarungan final, Marcel membunuh pemain terakhir, berhasil membunuh 9 pemain!
“Sial!” Gadis muda tidak tahan dan mengumpat, “Tidak heran jadi orang paling misterius di grup, rupanya kamu ini master PUBG, ya!”
“Haha, tidak, sudah selesai makan, kan? Aku pergi dulu.” Marcel membuka headphone dan tiba-tiba mendengar suara wanita yang indah itu lagi.
“Selamat pada pemilik akun sudah menyelesaikan 1 pesanan khusus, hadiahnya mobil balap Lamborghini Veneno, kunci mobil ada di saku dan mobilnya sudah diparkir di luar warnet.”
Rupanya dapat sebuah mobil balap? Lumayan!
Marcel keluar dari warnet dengan riang dan tiba-tiba ada yang menepuk pundaknya.
“Hahahahaha, kamu, ya!” Pria berambut panjang tersenyum simpul padanya. Dia memeluk wanita berambut kuning yang berpakaian seksi dengan riasannya tebal.
“Handoko?” Marcel berkata, “Kamu juga online di sini?”
Handoko teman sekelasnya. Keluarganya lumayan kaya dan dia sering gonta ganti pacar karena tampan.
__ADS_1
“Katanya fasilitas warnet ini lumayan dan aku mengajak pacar baruku main ke sini.” Handoko sambil merokok, “Bagaimana? Pacarku cantik, kan?”
“Ya, lumayan.” Marcel berkata datar, gadis ini hanya dapat nilai 60 saja, jangankan wanita cantik seperti permaisuri dinasti Qin, sampai gadis muda tadi juga lebih cantik darinya.
“Kak Handoko, siapa pengantar makanan ini?” Gadis berambut kuning terlihat tidak senang.
“Dia Marcel, teman sekelasku.” Handoko mengepulkan asap rokok, “Dulu aku pernah cerita padamu, yang mengejar bunga kampus, si Diana itu.”
“Tampangnya lumayan, apalagi dipadukan dengan seragam ini.” Gadis berambut kuning tertawa, “Pemberani sekali sampai berniat mengejar bunga kampus.”
“Kalian bersenang-senanglah, aku pergi dulu.” Marcel malas omong kosong dengan mereka, dia harus pergi melihat mobil balap Veneno miliknya diparkir di mana. Mobil itu seharga puluhan miliaran, bagaimana kalau digores orang?
Dia tidak masalah, tapi akan tidak baik jika menakuti orang lain......
“Jangan, ayo bocorkan padaku, malam ini kamu mau kencan dengan Diana di mana?” Handoko menahannya.
“Kenapa kamu bisa tahu hal ini?” Handoko bingung.
Marcel kerja sambilan di toko milk tea demi mengumpulkan uang untuk merayakan ulang tahun Diana, walaupun dia tidak terang-terangan, tapi telah memberi kode kalau Marcel punya kesempatan jadi pacarnya.
“Tidak penting bagaimana aku bisa tahu, yang lebih penting itu, aku nasehati agar kamu jangan terlalu berharap.” Handoko tersenyum palsu, “Kamu kenal Rendy, wakil OSIS? Dia abang sepupuku dan menyukai Diana.”
Hati Marcel tertahan saat mendengar hal ini.
Kabarnya, keluarga Rendy itu miliarder, dia juga tampan dan berbakat serta diidolakan banyak gadis cantik di kampus.
Mungkin dulu Marcel akan menyerah, tapi sekarang dia merasa Diana ini ujian baginya.
Marcel punya sistem dan akan menjadikannya gadis paling bahagia di dunia jika tidak mengecewakan dirinya. Kalau tidak, ya sudahlah, mereka belum pacaran dan tidak punya perasaan yang mendalam, tidak ada yang perlu disayangkan jika berpisah......
Handoko merasa Marcel terpukul karena ucapannya, dia terus menyeringai dingin. “Kita ini teman sekelas dan aku sudah mengatakan maksudku, kamu pertimbangkan sendiri.”
“Terima kasih, aku akan pertimbangkan.” Marcel terdengar tulus dan sangat berterima kasih untuk informasi dari Handoko.
“Jangan putus asa, banyak gadis lainnya.” Handoko tersenyum, “Kalau kamu tertarik, aku bisa mengenalkan mantanku padamu, dia anggota klub tari dan banyak teknik di ranjang......”
“Kak Handoko!” Wanita berambut kuning cemberut marah.
“Hahahaha, bercanda saja, jangan marah!” Handoko berkata bangga, “Aku lupa kamu ini pengantar makanan, dia itu orang kaya dan pasti tidak menyukaimu, anggap saja aku tidak mengatakannya.”
Marcel menahan senyum dan mau pergi, tiba-tiba pintu warnet terbuka, gadis muda berlari keluar.
Gadis cantik dari mana ini? Cantik sekali!
Handoko langsung tercengang.
__ADS_1