
“Semuanya silakan duduk!” Bos segera menyapa ramah saat melihat ada tamu yang datang.
“Minggir, kita bukan datang untuk makan!” Kak Erwin mendorong bos warung dan menuju ke arah Marcel dan Jenna.
Setelah kekuatan fisik Marcel menguat, indera ke enamnya juga jadi kuat, dia langsung tahu mereka mencarinya.
Salah satu pria botak menginjakkan kaki ke atas kursi. “Wanita cantik, bos kami merasa kamu cantik dan ingin minum-minum denganmu, bagaimana?”
“Tidak tertarik!” Jenna menolak tanpa ragu.
“Wah, kamu tahu sedang bicara dengan siapa?” Si botak meninggikan suaranya, “Bosku kak Erwin. Pernah mendengarnya?”
Tamu lainnya yang sedang makan langsung minta bon saat melihat mereka yang galak, mereka tidak mau terkena imbas.
Ada pria yang menurunkan jendela mobil Bentley yang parkir sekitar 30 meter dari warung panggangan.
“Tuan muda, anda bersiaplah, sebentar lagi giliran anda tampil!” Supir mengangguk.
“Beberapa orang ini bisa diandalkan?” Ricky bertanya.
“Tenanglah, Tuan Muda, kak Erwin it berandal pemimpin di area Jakarta, Tangerang dan Bekasi, dia tahu harus berbuat apa dan pasti tidak akan melukai anda sedikitpun!” Supier menjamin dengan yakin, “Lagipula, tindakan mereka seperti sungguhan, nona Jenna pasti tidak akan tahu!”
“Baguslah kalau begitu......”
Di sisi lain, Marcel menyeringai dingin. “Siapa yang kenal kalian? Cepat enyahlah!”
“Hei, Nak, kamu cari masalah, ya? Berani sekali bicara begitu pada kami!” Si botak mau menghantam kepala Marcel dengan botol bir kosong.
Melihat mereka berkelahi, ada pria paruh baya berjas hitam bergegas turun dari mobil Audi dan masuk ke warung panggangan.
Fisik Marcel yang sudah menguat, membuat reaksi dan kekuatannya jauh melebihi orang biasa, tangan Marcel mencengkram lengan si botak, dia kehilangan keseimbangan dan botol bir itu menghantam kepala kak Erwin yang berada di sampingnya.
Terdengar suara pecahan kaca yang nyaring, kak Erwin terkapar lemas di lantai sambil memegangi kepalanya.
Bawahan Erwin terpaku sesaat dan langsung menyerang Marcel sekaligus.
Marcel melindungi Jenna di belakangnya, lalu menggunakan kursi untuk menyerang, kekuatannya besar sekali dan kursinya terbang dengan sekali tepuk, walaupun para berandalan ini banyak orang, tapi tidak bisa mendekati Marcel.
Supir mobil Bentley langsung membelalakan mata melihatnya.
Siapa orang ini, kuat sekali dan sulit dikalahkan!
Setelah berandalan keempat dikalahkan, sudah tidak ada yang berani mendekat, Marcel menyerang dengan kursi.
Tidak sampai 30 menit, semua berandalan meraung kesakitan di atas lantai, Jenna tercengang melihatnya.
__ADS_1
“Sunnguh merusak suasana, sudahlah, lain kali kita makan-makan lagi.” Marcel melemparkan kursi itu, “Bos, minta tagihan. Dan juga sekalian hitung meja dan kursi yang rusak!”
Keduanya pergi menaiki mobil balap Veneno, ada jejak ban yang tersisa di jalan.
“Mengesalkan sekali!” Ricky meninju kursi kulit mobilnya, “Berandalan mana yang kamu cari sampai bisa dikalahkan dengan kursi? Payah sekali!”
“Tuan Muda harap jangan marah, aku juga tidak menyangka bocah itu pandai berkelahi!” Supir tersenyum pahit, “Nanti aku akan meminta orang mengecek dia itu siapa, pasti anak orang kaya yang sanggup membeli Lamborghini.”
“Aku tidak perduli dia itu siapa, kakek sudah memberi mandat padaku, aku akan mampus jika masih tidak sanggup menikahi Jenna tahun ini!” Ricky berkata dengan galak, “Segera periksa informasi tentangnya, malam ini aku harus dapat informasinya, aku pasti tidak akan membiarkan orang yang berani berebut wanita denganku!”
“Baik, Tuan Muda, aku segera melaksanakannya!”
Pria paruh baya mengangguk setelah melihat mobil Bentley pergi kemudian masuk ke mobil, dia mengikuti mobil balap Veneno itu.
Marcel langsung pulang begitu mengantar Jenna ke bawah apartemennya.
Pria paruh baya menghela nafas dan berpesan pada supir untuk pergi......
Marcel mengemudikan mobil kembali ke kampus, saat sampai ke pintu gerbang, satpam langsung membukanya.
Setelah kembali ke asrama, tidak ada orang di dalam kamar, 3 teman asramanya mungkin pergi online ke warnet lagi, dia mandi dan tidur.
Marcel tidak tahu kalau saat ini gerak-geriknya sedang diperhatikan di Facebook.
Berita panas yang heboh sedang muncul di internet!
Keesokan paginya, Marcel merasa aneh saat menuju ke kelas, murid yang berpapasan dengannya menunjuk dirinya dan tersenyum penuh arti.
“Ada apa ini, apa semuanya tahu aku mengemudikan mobil balap Veneno?” Marcel tidak peduli, “Ah, sudahlah, lagipula aku tidak bermaksud menyembunyikannya.”
Setelah selesai kuliah, Marcel mengemudikan mobil balap Veneno keluar dari kampus dan kebetulan melihat beberapa mobil Bentley memasuki gerbang, dia merasa ada orang di salah satu mobil itu yang mengamatinya.
“Dia itu Marcel?” Pria tua berambut putih berkata datar.
Pria paruh baya yang duduk di sebelah pengemudi menjawab dengan hormat. “Benar, paman Yosef, dia pria yang mengantar nona pulang.”
“Pria pengantar makanan yang mengemudikan mobil balap.” Pria tua berambut putih mengetuk tongkat di tangannya, “Ayo, kita selesaikan urusannya dan baru perhitungan dengan bocah ini!”
“Baik, paman Yosef!”
......
Sesampainya di toko milk tea, tidak ada tamu di dalamnya, Ani baru menutup telepon.
“Marcel, ada pesanan darurat, cepat antar ke sana!”
__ADS_1
“Baik, kak Ani, segera menyelesaikan tugas!”
Marcel melihat alamatnya dan tidak termasuk jauh, hanya perlu 10 menit dengan motor.
Dia memakai rompi hijau dan helm, lalu berangkat dengan semangat.
Ada kejadian tak terduga saat berjarak 1 km dari tempat tujuan.
Ada nenek tua sedang menyeberang jalan, lalu ditabrak di tempat oleh mobil Toyota Crown dan langsung terkapar!
Mobil itu mengerem dan ada pria yang melihat ke sekeliling dengan panik, ketika dia sadar tidak ada CCTV, dia langsung menginjak gas dalam-dalam dan kabur!
Kejadiannya sangat cepat dan tidak banyak orang yang ada di sana dan Marcel yang berada di seberang jalan menyaksikan semua kejadiannya.
Dia tidak ragu sedikitpun dan langsung melemparkan motor listrik untuk memasuki kerumunan orang, lalu memapah nenek yang kakinya masih berdarah.
“Nenek baik-baik saja?” Marcel mengambil saputangan dan mengelap darahnya.
“Tidak apa-apa, hanya kakiku yang terluka, syukurlah tadi aku sempat mengelak, kalau tidak mungkin tulangku akan patah......” Nenek itu bersyukur, “Nak, hari ini sungguh beruntung bertemu denganmu, kalau tidak, aku akan mati terpanggang di bawah matahari seterik ini walaupun tidak tertabrak oleh mobil itu, rupanya masih banyak orang baik!”
“Baguslah kalau nenek baik-baik saja, aku sudah mengingat plat mobil tadi, bagaimana kalau hubungi keluarga nenek dulu baru lapor polisi?”
Saat mobil Toyota Crown itu berhenti, Marcel melihatnya dengan jelas.
“Baiklah, boleh bantu aku telepon, ya?” Nenek memberikan kartu nama pada Marcel.
10 menit lebih kemudian, putra si nenek sampai, dia sangat berterima kasih pada Marcel dan menuliskan plat mobil yang menabrak neneknya, lalu dia mau memeriksakan kondisi neneknya ke rumah sakit.
Setelah berpisah dengan mereka, Marcel terus mengantarkan pesanan makanan, karena waktunya tertunda maka dia dimarahi pelanggan dan diberi bintang 1.
Walaupun dimarahi, namun Marcel merasa senang karena sudah menolong nenek tua.
Saat dia berdendang sambil naik ke motor listriknya, tiba-tiba terdengar suara sistem.
“Selamat pada pemilik akun sudah menyelesaikan 1 pesanan khusus, hadiahnya kepemilikan properti di sepanjang jalan area pembelanjaan Mangga Dua!”
“Area pembelanjaan Mangga Dua? Bukankah toko milk tea ada di sana?” Marcel langsung terkejut, rupanya bisa dapat hadiah dengan begini, orang baik memang dapat balasan yang baik!
Tidak disangka dia akan jadi pemilik toko yang disewa bos Ani setelah menyelesaikan pesanan ini, Ani pasti akan senang sekali jika mengetahui hal ini.
Marcel memarkirkan motor listrik dan mendorong pintu kaca toko milk tea, kebetulan melihat ada pria yang sedang melecehkan Ani, Ani sedang berusaha meronta, tapi wanita lemah tidak bisa melawannya, pria itu hampir berhasil mencium Ani......
__ADS_1