
Marcel hampir tertawa saat melihat ibu dan anak ini.
Tante memikirkan segalanya untuk menghindari hal ini, tapi akhirnya terjadi juga......
“Halo, kak. Ini kopi pesanan kakak.”
Setelah menerima kopi, wanita itu minta maaf: “Maaf, ya. Tadi aku sudah salah paham padamu.”
“Tidak masalah. Tampangku ini terlalu tampan, jadi tidak heran kalau tante jadi takut.” Marcel melambaikan tangan dengan santai.
“Ibu ini sedang apa, sih!” Wanita itu membalikkan badan dan bertanya pada ibunya.
“Kamu tidak tahu ini demi kebaikanmu? Mencegah lebih baik daripada mengobati!”
“Dia hanya mengantar makanan! Apa yang perlu dicegah?”
“Aku takut kamu menyukainya dan akan senasib dengan kakak sepupumu!” Tante berkata dengan sedih, “Bukankah suaminya juga pengantar makanan? Mereka sudah lama menikah dan malu sekali di hadapan keluarga dan teman-teman saat Lebaran. Mereka pasti menderita!”
“Apanya yang buruk kalau jadi pengantar makanan? Bagaimanapun itu pekerjaan yang halal.” Wanita itu juga kehabisan kata-kata.
“Aku tidak peduli, pokoknya kamu tidak boleh menikahi pengantar makanan, berteman juga tidak boleh. Kamu boleh tidak peduli, tapi aku tidak boleh mempermalukan keluarga!” Tante berkata, “Andre, mantan pacarmu itu lumayan, dia pejabat yang gajinya mencapai milyaran setahun, keluarganya juga kaya dan dia tampan. Jauh lebih hebat dari pengantar makanan ini!”
“Ibu, aku sudah putus dengannya. Dia hanya playboy jalanan, jangan ungkit dia lagi di depanku!”
Marcel tidak tertarik melihat ibu dan anak ini bertengkar, saat dia mau pergi, ada mobil BMW X5 baru yang tiba-tiba berhenti di depan mereka, pria berpakaian merek Armani turun dari mobil sambil memegang buket bunga mawar, kemudian berlutut di hadapan wanita itu.
“Susan, maafkan kesalahanku yang dulu, berikanlah kesempatan padaku lagi. Aku sangat mencintaimu! Cinta sekali!”
Kebetulan sekali! Marcel memilih berhenti dan menonton kejadian ini.
Susan terlihat dingin: “Andrevan! Ucapanku masih tidak cukup jelas? Kita sudah putus dan jangan mengangguku lagi!”
“Aku sangat tulus, lihatlah mobil yang kubelikan untukmu ini, harganya mencapai 1,5 milyar!” Andrevan langsung memberikan kunci mobilnya.
__ADS_1
Tante tersenyum senang saat mendengar harga mobilnya, Susan langsung menahan ibunya yang ingin mengambil kunci mobil.
Melihat Susan yang masih tidak mengubrisnya, Andrevan kembali mengeluarkan 2 buah akte tanah: “Lihatlah, ini rumah atas namaku, aku pasti akan menambahkan namamu di dalam akte ini kalau kamu mau menikahiku!”
“Andre sudah setulus ini, putriku, apa yang kamu tunggu? Cepat terima dia!” Tante panik sampai menghentakkan kaki.
“Maaf, aku sudah punya pacar.” Susan tersenyum dingin.
Andrevan terkejut mendengarnya.
Tante segera menyangkalnya: “Andre, jangan dengarkan omong kosongnya, tante bisa jamin dia belum punya pacar!”
Baru saja Andrevan menghela nafas, dia malah melihat Susan menarik Marcel ke sampingnya.
“Siapa bilang tidak ada? Dia ini pacarku!”
Andrevan terpaku, si tante juga jadi bingung.
Marcel lebih bingung lagi. Ada apa ini? Dia hanya menonton saja, kenapa tiba-tiba jadi pacar Susan?
Marcel jadi kesal mendengarnya. Kenapa harus mengatai dirinya rendahan?
Dia langsung mengikuti kemauan pelanggannya dan merangkul pinggang Susan. Dia mencium kening Susan dengan lembut, kemudian melihat Andrevan dengan tatapan menantang: “Dia tidak bohong padamu, aku memang pacarnya. Kamu keberatan?”
“Bocah sialan, lepaskan tangan kotormu darinya!” Andrevan langsung marah. Susan ini wanita yang sangat menjaga diri, saat pacaran dulu, dia hanya boleh berpegangan tangan dengannya saja, bahkan tidak pernah berpelukan!
Walaupun Susan terkejut, tapi juga tidak menolak. Makanya Andrevan marah sekali.
“Apa urusanmu kalau aku mencium pacarku?” Marcel tersenyum sinis. “Kalau kamu masih cerewet, aku akan terus menciumnya agar kamu puas!”
“Ka...... Kamu! Coba saja kalau berani!”
“Kenapa tidak berani?” Marcel menunduk lalu mengecup pipi Susan yang lembut. Kecupannya nyaring dan dekat sekali dengan bibirnya!
__ADS_1
“Jangan terlalu berlebihan di depan umum. Kita bisa melakukannya di rumah......” Susan juga ikut berakting dan memukul Marcel dengan pelan, dia terlihat malu.
“Bagus, ya! Bagus sekali! Nanti kalian akan menyesal!” Andrevan emosi sampai badannya gemetar. Dia tidak sanggup melihat mereka yang romantis dan kembali ke mobil BMW nya.
“Begini saja sudah kabur?” Marcel terkekeh, lalu melepaskan Susan yang wajahnya merah, “Maaf, tadi terlalu fokus berakting.”
“Ti...... Tidak masalah, terima kasih sudah membantuku.” Susan sedikit sedih saat Marcel melepas pelukannya.
“Hanya masalah kecil saja, aku hanya membantu. Ingat beri bintang 5, ya!” Marcel tersenyum dan membalikkan badan pergi.
“Susan, kamu ingin membuatku mati kesal, hah?” Akhirnya tante tersadar dan menangis terisak-isak.
“Ibu, Andrevan itu playboy yang suka mempermainkan wanita, dia sudah menghamili banyak wanita di perusahaan. Aku juga akan jadi korbannya kalau temanku tidak memperingatkanku. Ibu ingin melihatku menderita?”
“Tapi, kamu juga tidak boleh menyukai pengantar makanan!”
“Ibu tidak lihat aku hanya memanfaatkannya saja?”
“Benarkah?” Tante mengusap air matanya.
“Tentu saja.” Susan melihat Marcel yang tidak jauh darinya dan tiba-tiba menyadari dia berhenti di depan mobil balap merah.
“Mobil balap yang keren sekali, kenapa tidak pernah melihat ini sebelumnya?” Tante bingung.
“Ibu, itu mobil balap edisi terbatas senilai belasan milyar, bagaimana mungkin pemiliknya bisa tinggal di perumahan ini?”
“Belasan milyar? Astaga...... Itu sudah bisa membeli beberapa vila......”
Saat mereka masih bicara, Marcel menekan kunci mobil, pintu yang keren terbuka ke atas dan mereka berdua tercengang sampai mulut terngaga.
“Aku tidak salah lihat? Rupanya...... Dia pemiliknya! Seorang pengantar makanan bisa mengendarai mobil balap?” Tante mulai meragukan penglihatannya.
Susan malah biasa saja. Banyak orang kaya yang santai dan wajar saja mengantar makanan dengan mobil balap. Mereka hanya menikmati hidup dan orang lain tidak bisa mengurusi mereka!
__ADS_1
Tante menyesal sekali saat melihat mobil balap Veneno pergi, kalau tadi dia membantu Marcel, mungkin saja pengantar makanan ini akan jadi menantunya......
Bersambung