
Setelah bicara, raut wajah Natalia jadi pucat pasi dan Rendy juga terpaku.
“Kak Macan jangan bercanda!” Matthew tersenyum kecut, “Pacarku bukan benda yang bisa dipinjamkan pada orang lain.”
“Siapa yang bercanda denganmu?” Kak Macan menarik kerah bajunya, “Pinjamkan atau tidak? Aku tidak keberatan kalau kamu menderita sedikit jika jawabanmu tidak memuaskanku!”
Pisau lipat yang tajam melewati kulit leher dengan pelan dan Matthew langsung bergidik, dia ketakutan sampai hampir buang air di celana.
Ada apa ini, dia menghabiskan uang untuk mencari orang menghadapi Marcel dan tidak disangka kini dirinya yang ditodong pisau sebelum korbannya sampai!
Apa-apaan ini!
Rendy terbata-bata, “Kak...... Kak Macan, kita bisa bicarakan baik-baik tanpa perlu melukai Matthew. Bukankah Kakak hanya ingin uang......”
“Hm?”
Kak Macan menoleh dan melotot dingin pada Rendy sampai napasnya tertahan. Aura kematian ini sampai membuat Erwin dan Richard berhenti memukuli Casto.
Rendy menyesal dan ingin menampar wajahnya sendiri saat melihat pandangan Kak Macan yang kejam itu.
Walaupun reputasi Kak Macan tidak terlalu bagus, tapi bayarannya tidak tinggi. Pekerjaannya rapi dan kejam maka dari itu Rendy mempekerjakan dia atas rekomendasi temannya.
Tidak disangka orang ini lebih dulu menodong pisau sebelum melaksanakan tugasnya. Ini bukan reputasi buruk lagi, tapi ini namanya menyerang tanpa pandang bulu!
Dia merasa sial dan bodoh sekali sampai bisa memilih pembawa sial ini untuk menghadapi Marcel......
“Hahahahaha!”
Kak Macan tiba-tiba tertawa setelah terdiam beberapa detik lalu menyimpan kembali pisau lipat yang diarahkan ke leher Matthew.
“Hanya bercanda untuk mencairkan suasana saja, kalian tidak keberatan, kan?”
Bercanda?
Brengsek, bagaimana kalau aku yang bercanda dengan menodong pisau ke lehermu?
Matthew emosi sekali, tapi akhirnya memilih menahannya saat melihat sekelompok berandalan yang sedang memperhatikan dirinya.
__ADS_1
Pria baik tidak akan mencari masalah karena akan sial sendiri jika sampai membuat Kak Macan marah. Lebih baik pura-pura saja.
“Kak Macan, jumlah uangnya sudah cocok.” Berandalan kecil yang bertugas menghitung uang berkata.
“Simpan uangnya baik-baik karena kita akan bekerja sebentar lagi.” Kak Macan mengeluarkan sebungkus rokok yang sudah kusut dari sakunya.
“Kak Macan, mari hisap rokok dariku saja!” Rendy segera mengeluarkan Rokok Malboro miliknya.
Matthew memeluk Natalia yang kakinya sudah lemas, gadis itu berbisik dengan suara gemetar, “Matt, kita segera pergi dari sini saja, Kak Macan ini...... Orang jahat!”
Matthew berusaha menghibur, “Sayang jangan takut, dia ketua para berandalan dan tentu saja bukan orang baik. Dia hanya menginginkan uang dan tidak akan mencelakai kita.”
“Kamu sama sekali tidak melihat pandangannya yang menakutkan seperti mau menelanjangiku saja, a...... Aku tidak ingin berada di sini, antar aku pulang dulu!”
Matthew ragu-ragu, “Kamu tidak ingin melihat tontonan seru setelah Marcel datang nanti?”
“Aku ingin lihat, tapi aku lebih takut untuk berada di sini!” Natalia berkata tegas, “Kak Macan masih belum menyerah padaku dan takutnya hari ini kita tidak akan bisa kabur kalau tidak pergi sekarang!”
“Baiklah, aku antar kamu ke hotel di sekitar sini dulu, kamu pesan kamar dan tunggu aku.” Matthew lebih baik bekerja sama saat melihat pacarnya terus berusaha.
Saat keduanya mau pergi, Kak Macan tiba-tiba berkata dengan kejam, “Kenapa? Kalian mau kencan ke mana?”
Hati Natalia langsung berdegup.
Matthew menjawab, “Kak Macan, pacarku sakit perut dan aku ingin mengantarnya pulang untuk istirahat.”
Kak Macan menatapi paha Natalia sambil menyeringai sinis, “Sakit perut? Kebetulan sekali, dulu aku pernah belajar ilmu kedokteran dengan bidan di kampungku selama beberapa tahun, bagaimanapun aku juga sudah lumayan hebat. Biarkan aku periksa sebentar!”
Dia sudah menjulurkan tangan ke arah Ariani sebelum selesai bicara.
“Tidak mau!” Natalia terkejut sampai pucat pasi dan menampar wajah Kak Macan.
Plak!
Suaranya sangat nyaring sampai Casto yang hampir pingsan terkapar juga bisa mendengarnya dengan jelas.
Matthew kembali berkeringat dingin.
__ADS_1
Tamparan ini refleks tanpa sadar dan cepat sekali sampai Kak Macan tidak sempat menghindar.
Atau mungkin dia memang tidak berniat menghindar!
Semua para berandalan yang berjongkok di lantai langsung berdiri dengan serentak!
“Dasar ****** busuk! Beraninya kamu menamparku?” Kak Macan mencengkram pergelangan tangan Natalia, “Kamu tidak tahu kalau aku tidak pernah ditampar siapapun selama berkarir di sini. Jangan harap bisa pergi dari sini kalau tidak memberi penjelasan padaku!”
Matthew segera minta maaf dengan tersenyum, “Kak Macan, pacarku bukan sengaja. Begini saja, aku tambahkan 200 juta sebagai ganti rugi untuk kerugian mental, bagaimana?”
“200 juta? Kamu kira semudah itu?” Kak Macan melotot kejam padanya, “Reputasiku bagus di Jakarta dan orang yang berpengaruh di dunia gangster pun menghormatiku. Kamu ingin menyelesaikan hal ini hanya dengan 200 juta?”
“Lalu Kakak ingin berapa?”
“Aku tidak menginginkan uang.”
“Hah? Lalu Kakak ingin apa selain uang?”
“Aku ingin 1 tangannya!” Kak Macan tertawa.
Pandangan Natalia jadi kabur setelah mendengarnya dan hampir pingsan.
Matthew membantunya bicara, “Kak Macan jangan bercanda lagi, tangannya bisa untuk apa? Lebih baik mau uang saja!”
“Siapa yang bercanda dengan kalian? Aku sudah cukup murah hati pada kalian dengan meminta 1 tangannya!” Kak Macan berkata dingin, “Hari ini aku mau tangannya dan tidak ada yang bisa melindunginya. Aku akan memotong tangan orang yang meminta ampun untuknya juga!”
Matther langsung melepaskan tangan pacarnya setelah mendengar ucapan ini!
“A... apa maksudmu? Mau menelantarkan aku?” Natalia langsung menangis, “Aku ini pacarmu!”
Matthew bergumam sesaat dan segera terdiam untuk memberi jarak saat melihat Kak Macan menerima pisau buah dari anak buahnya!
Kak Macan melihat Natalia dengan datar saat melihat Matthew yang pasrah, “Lebih baik keluarkan tanganmu untuk aku potong atau aku yang tarik keluar?”
Natalia yang kecewa menatap Matthew untuk terakhir kalinya lalu mundur ke belakang dengan gemetar.
“Aku memilih pilihan ketiga.” Wajahnya pucat namun tersenyum dan berkata jelas, “Aku akan tinggal dan menemanimu 3 hari, sudah puas?”
__ADS_1
“Bagus! Bagus sekali!” Kak Macan seperti sudah menduganya dari awal dan tertawa keras sambil memeluk Natalia.
Matthew terlihat marah dan akhirnya emosi sekali......