Sistem Kekayaan: Bos Pengantar Makanan

Sistem Kekayaan: Bos Pengantar Makanan
Bagaimana Kalau Naik Mobilku


__ADS_3

“Ehem, walaupun kamu punya tante kaya, tapi mereka bukan orang biasa yang bisa kamu nikahi. Mereka hanya mau badanmu saja.” Donny menasehati Marcel, “Kamu harus putuskan lebih awal, kalau tidak, bagaimana kalau sampai mereka mencampakkanmu saat kamu sudah tua nanti?”


  “Ucapanmu masuk akal juga.” Marcel tersenyum pahit, “Tapi, Natalia itu orangnya matre dan aku tidak suka tipe gadis begitu.”


  “Ini hanya kencan saja, jangan berpikir terlalu jauh, kalau memang tidak cocok ya tidak perlu bertemu lagi.” Casto juga membujuk, “Kabarnya Natalia suka Matthew, dia juga belum pasti suka padamu.”


  Benard tertawa,“Hari ini Matthew sudah dikalahkan Marcel, mungkin saja Natalia jadi suka sama Marcel!”


  “Baiklah, demi kebahagiaan kalian, aku akan memaksakan diri untuk pergi.” kata Marcel tak berdaya.


  Donny, Casto dan Benard menjulingkan mata.


  Orang lain memikirkan berbagai cara untuk mendekati primadona kampus, sedangkan Marcel hanya merasa biasa saja.


  Kalau sampai penggemar Natalia mendengar hal ini, mungkin saja mereka akan marah dan langsung mengeroyoki Marcel......


  Casto adalah bintang utama malam ini, Marcel meminjamkan mobil balap Veneno padanya, sedangkan Donny meminjam mobil BMW 530 dari kerabatnya.


  Kedua mobil itu hanya muat 7 orang dan Marcel tidak ingin merepotkan Jeremy dengan hal sepele begini, jadi dia mengendarai motor listriknya.


  Saat mereka sampai di bawah asrama Ariani, mobil balap Veneno itu menarik perhatian banyak gadis dan BMW yang ikut di belakangnya terabaikan.


  Casto membuka pintu mobil balap, dia terlihat keren dalam balutan pakaian sport Nike. Banyak adik kelas yang mengedipkan mata padanya.


  Walaupun Casto merasa bangga, tapi dia hanya bisa mengabaikan mereka karena Ariani dan kawan-kawan sudah keluar.


  Mereka berempat terlihat cantik, terutama Natalia yang memakai gaun panjang, lekuk badannya sempurna dan auranya menutupi gadis di sekitarnya. Donny dan yang lainnya sampai menelan ludah.


  Walaupun Ariani tidak secantik Natalia, tapi dia menawan. Casto sudah cukup puas jika punya pacar sepertinya.


  “Ni, malam ini kamu naik mobilku, ya.”


  “Oke.” Ariani tidak menolak walaupun dia tahu mobil balap ini milik Marcel. Sebagai seorang gadis, dia juga ingin yang terbaik.


  “Mobil ini hanya bisa muat 2 orang saja. Terus kami gimana?” Henny sedikit kesal, dia juga ingin naik mobil balap!


  “Kalian ikut mobilku saja.” Donny segera berkata.


  “Oke! Ayo!”


  Natalia jadi cemberut saat melihat Henny dan Silvia naik ke mobil BMW 530.


  Dia sengaja berdandan karena mengira malam ini Marcel akan menjemputnya dengan mobil balap Veneno. Walaupun tidak suka pada Marcel, tapi bagus juga jika bisa naik mobil balap miliknya. Tidak disangka ternyata tidak sesuai harapan.

__ADS_1


  Dia ini primadona kampus, tapi fasilitas yang didapatkan lebih buruk dari Ariani.


  Marcel tersenyum saat melihat wajah Natalia yang kesal: “Ikut denganku saja kalau tidak ingin naik BMW.”


  Marcel masih punya mobil yang lain?


  Pandangan Natalia langsung berbinar.


  Dia seketika berpikir kalau Marcel pasti punya mobil yang lebih keren jika bisa meminjamkan mobil balap Veneno pada Casto!


  “Mobilmu parkir di mana?” Dia melihat ke sekeliling dan sepertinya tidak ada mobil balap.


  “Di sini.” Marcel menepuk motor listrik di sampingnya.


  Motor listrik?!


  Natalia emosi sekali.


  Dia ini primadona kampus! Ya sudah kalau tidak dijemput dengan mobil balap, tapi sekarang dia dijemput dengan motor listrik?


  Marcel! Kamu gila, ya?


  Dia membuka pintu mobil BMW dengan kesal dan duduk di sebelah Silvia.


  “Cel, kami berangkat dulu, kamu santai saja!” Donny melambaikan tangan sambil tersenyum, lalu menyalakan mobil untuk mengikuti mobil balap Veneno dari belakang.


  Sekarang sudah hampir jam 11 malam, Black Night Club sudah dipenuhi berbagai mobil mewah. Mobil yang paling murah juga mencapai milyaran.


  Setelah melihat mobil balap Veneno, satpam segera membiarkan Casto parkir di posisi yang menarik perhatian, BMW 530 di belakangnya hanya bisa parkir di basement.


  Setelah Casto dan yang lainnya masuk, Marcel baru sampai di depan pintu club.


  “Eh, eh! Tidak boleh parkir motor di sini! Cepat pergi!” Satpam berteriak keras.


  Marcel tak berdaya, dan saat mau memindahkan motor listriknya, sebuah mobil Maserati hitam tiba-tiba menerobos kemari dan hampir menabraknya.


  “Cuma punya motor saja sudah sok mau ke club! Pecundang!” Seorang gadis berstoking seksi dan bermake-up tebal turun dari kursi penumpang dan menatap Marcel dengan kesal.


  “Siapa yang bilang tidak boleh datang ke club kalau naik motor?” Marcel berkata datar.


  “Dasar orang miskin, tak tahu diuntung! Aku kasih tahu ya, jangan kemari kalau tidak punya uang! Kamu tidak pantas!”


  Si gadis tersenyum dingin, “Lihatlah mobil pacarku, Maserati senilai 4 milyar, kamu tidak akan sanggup membelinya walaupun sudah bekerja seumur hidup. Kamu akan menangis jika menabrak mobil ini!”

__ADS_1


  “Sella, untuk apa bicara banyak dengan orang ini? Tuan muda Danish sudah menunggu kita, ayo pergi.” Pacarnya berkata dengan tidak sabar.


  “Oke, sayang!” Sella tidak menghiraukan Marcel lagi, dia merangkul pacarnya dengan mesra sambil masuk ke dalam club.


  Saat melewati mobil balap Veneno, mereka berdua mengeluarkan ponsel dan memotretnya.


  Marcel menggeleng tak berdaya dan memarkirkan motor listriknya jauh-jauh.


  Saat selesai mengunci motor, Casto meneleponnya, suara di seberang sangat ribut sekali.


  “Cel, kamu tersesat, ya? Kenapa masih belum sampai?”


  “Bentar, tadi satpam tidak mengizinkan motorku parkir di luar club.”


  “Ayo cepat, kami di meja nomor 6!”


  Casto segera menutup telepon, lagian di dalam club sangat bising sampai harus berteriak saat bicara.


  Setelah Marcel masuk ke club, sebuah mobil Land Rover keluar dari halaman Universitas Binus.


  “Matt, informasimu tidak salah, kan? Casto dan lainnya sungguh pergi ke Black Night Club?”


  Erwin bertanya dengan semangat saat di dalam mobil.


  “Tentu saja. Natalia yang chat begitu padaku di Whatsapp.” Matthew mengepulkan asap rokok sambil mengendarai mobil.


  “Kamu hebat sekali sampai punya Whatsapp primadona kampus!” Richard mengambil kesempatan untuk menyenangkan hati Matthew.


  Rendy terlihat senang karena sudah lama menyukai Natalia.


  Tapi, dia tidak cukup tampan untuk bersaing dengan Matthew.


  "Bukan aku yang minta nomor Whatsappnya, tapi dia yang minta punyaku.” Matthew terkekeh.


  Erwin mengacungkan jempol: “Rupanya gosip kalau Natalia sang primadona kampus menyukaimu itu benar!”


  Richard tertawa: “Tentu saja! Gadis secantik Natalia hanya cocok jadi pacar Matthew, Marcel si sampah itu tidak bisa dibandingkan dengan Matthew!”


  Matthew jadi kesal, kalau begitu, bukankah dia juga seperti sampah karena sudah kalah dari Marcel di pertandingan basket barusan?


  Dia berdehem keras: “Jangan basa-basi lagi, duduklah yang benar, aku mau ngebut. Natalia masih menunggu kita beraksi. Malam ini kita akan beri pelajaran pada Casto dan teman-temannya!”


  “Oke!”

__ADS_1


 


 


__ADS_2