Sistem Kekayaan: Bos Pengantar Makanan

Sistem Kekayaan: Bos Pengantar Makanan
Hanya Sedikit Persiapan


__ADS_3

 


 


“Apa kabar semuanya!” Marcel menyapa para penjaga gerbang sambil mengendarai motor listrik dengan 1 tangan, “Oh ya, beberapa mobil di belakangku itu teman-temanku, biarkan mereka masuk, ya.”


 


 


“Baik!”


 


 


Palang pintu gerbang dinaikkan, sebagian besar teman-teman baru tersadar saat memasuki pintu gerbang gaya Eropa di Tepi Pantai Mutiara ini.


 


 


“Astaga, Marcel sungguh tinggal di sini?” Leo terkejut sekali.


 


 


“Mustahil, hanya konglomerat yang bisa tinggal di sini.” Hendy tidak setuju.


 


 


“Lalu bagaimana kamu jelaskan kejadian barusan?”


 


 


“Mungkinkah Marcel punya kerabat kaya yang tinggal di sini?”


 


 


“Harusnya tidak, dia tidak perlu jadi pengantar makanan jika punya kerabat yang kaya.”


 


 


“Mungkin saja kerabat ini merendahkannya.”


 


 


“Tidak mungkin, kalau begitu, mereka tidak akan pinjamkan vila padanya.”


 


 


“Mungkin saja kerabat ini liburan ke luar negeri dan memintanya jaga rumah......”


 


 


Keduanya berdebat dan jadi adu mulut, mereka ribut sampai Tony jadi pusing.


 


 


“Jangan bertengkar lagi, kita akan tahu kalau sudah sampai.”


 


 


Angin pantai yang sejuk berhembus dan membuat hati Angelina senang sekali.


 


 


“Marcel, kamu sudah berencana untuk mempermalukan Tony sejak dari awal, kan?” dia tersenyum pelan, “Harga vila di sini setidaknya mencapai puluhan miliar, mungkin dia akan muntah darah karena emosi padamu!”


 


 


“Lihatlah ucapanmu ini, aku mana mungkin bisa tahu rumahnya akan mati lampu?” Marcel tersenyum pelan, “Aku hanya belum kenyang tadi dan memberi pendapat untuk pindah lokasi saja, lagipula tadi aku bilang ini vila tepi pantai dan mereka yang tidak percaya. Jangan salahkan aku.”


 


 

__ADS_1


“Itu karena kamu terlalu pandai pura-pura sampai mereka merasa kamu ini sangat miskin!” Angelina ingin tertawa saat teringat kejadian barusan.


 


 


“Aku tidak pura-pura, aku sungguh belum pernah melihat champagne itu dan juga masuk akal jika aku ingin menyimpan botol kosongnya......”


 


 


Pintu gerbang vila nomor 008 terbuka, semua orang menarik nafas dalam-dalam saat melihat halaman pribadi seluas ini.


 


 


“Sial, inikah vila puluhan miliar yang legendaris itu? Kerabat Marcel sungguh tinggal di sini?” Leo tidak bisa mengatupkan mulutnya lagi.


 


 


“Mungkinkah ini halusinasi?” Hendy juga jadi meragukan penglihatannya.


 


 


Dia konfirmasi berkali-kali, ini memang vila nomor 008.


 


 


Tony terdiam dan merasa kesal sekali.


 


 


Setelah turun dari mobil, teman-temannya terus terkejut.


 


 


“Besar sekali kolam renangnya! Lebih luas 10 kali dari kolam di rumah ketua kelas!”


 


 


 


 


“Ini bukan apa-apa, masih ada tempat parkir helikopter!”


 


 


“Ini bukan vila, tapi sudah hampir seperti fasilitas hotel bintang 5!”


 


 


Mereka semua berteriak heboh, wajah Tony terlihat semakin emosi.


 


 


Di atas teras pintu vila, ada 20 pelayan yang berbaris jadi 2 barisan, Marlina berdiri di tengah dan semuanya serentak membungkuk hormat pada Marcel. Mereka terlihat terlatih.


 


 


“Selamat datang, Tuan!”


 


 


Suara mereka indah sekali, mereka tersenyum manis sampai teman-teman Angelina kembali tercengang!


 


 


Para pelayan wanita ini cantik sekali, badan mereka sempurna seperti model dan termasuk primadona sekolah. Bisa terlihat pemilik rumah ini kaya sekali!


 


 

__ADS_1


Tony sama sekali bukan tandingannya......


 


 


Marcel mengangguk setelah melihat hal ini, Marlina memang profesional dan sanggup mencari para pelayan kualitas tinggi dalam waktu singkat.


 


 


Angelina langsung terkejut saat mendengar para pelayan menyapa Marcel: “Tuan?”


 


 


Wajah Marcel memerah: “Uhuk, panggilan ini membuatku terasa tua, gantilah dengan yang lain.”


 


 


Para pelayan ini terlatih dan segera merespon dengan serentak: “Selamat datang, Tuan muda!”


 


 


“Ya, begini saja.” Marcel tersenyum pelan, “Marlina, bagaimana persiapan reuni hari ini?”


 


 


“Tuan muda, semuanya sudah disiapkan.” Marlina berkata dengan hormat, “Tapi, hanya sempat menyiapkan sedikit makanan karena waktunya agak singkat. Mohon maklum!”


 


 


Marcel tidak keberatan: “Tidak apa-apa, mereka juga membawa makanan kemari.”


 


 


Setelah masuk ke dalam vila, teman-teman Angelina baru tahu apa yang disebut kemewahan. Vila Tony ibarat rumput ilalang jika dibandingkan dengan vila ini.


 


 


Acara reuni diatur di dalam halaman di tengah vila, di sini ada sebuah kolam renang kecil dan kolam berendam, ada 3 meja panjang yang dipenuhi berbagai makanan, serta ada 2 koki cantik yang berdiri melayani di samping. Salah satunya itu koki bule berambut pirang.


 


 


Lobster raksasa, kepiting Alaska, Truffle, steak sapi......


 


 


Bukan hanya itu saja, di atas rak masih ada banyak wine dan champagne. Kalau diperhatikan, semua jenisnya jauh lebih mahal dari champagne milik Tony......


 


 


Ini yang namanya hanya sedikit persiapan?


 


 


Mereka sampai sungkan mengeluarkan makanan yang dibawa saat melihat makanan yang hanya bisa ditemui secara online......


 


 


Hendy dan Leo terdiam, orang buta pun bisa tahu kalau Marcel pemilik vila ini!


 


 


Tony malu sekali sampai wajanya merah. Marcel yang katanya pengantar makanan, menaiki motor listrik menghadiri reuni, yang semangat sekali mau botol kosong champagne untuk dijual seharga 4 juta, sampai ingin memulung botol dan kaleng kosong bekas minuman...... Rupanya sekaya ini!


 


 


Brengsek kamu!


 

__ADS_1


 


Tony merasa dirinya bodoh sekali, kalau waktu bisa diputar kembali, dia pasti tidak akan menyetujui ide Marcel...... Awalnya dia ingin Marcel ditertawakan, tidak disangka malah sebaliknya Marcel yang jadi bintang utama malam ini.


__ADS_2