
Johny bertanya, “Ada yang bisa dibantu?”
Ayah Arya tersenyum, “Halo Pak Johny, bagaimana ini? Malam ini pesta pernikahan putraku, tapi ruangan Lavender yang kami booking itu tidak bisa kami gunakan karena pipa toiletnya bocor, bolehkan bantu kami untuk ganti ruangan? Tidak mungkin biarkan semua tamu kami berdiri dan menunggu di sini, kan?”
“Ah, ada kejadian begitu?” Johny pura-pura melihat ke manajer, “Enna, benarkah yang dikatakan Paman ini?”
“Benar, pak, ruangan Lavender kebanjiran, para karyawan sedang memperbaikinya.”
Johny mengangguk, “Biarkan tamu menunggu sebentar kalau sudah dalam proses perbaikan, segera bersihkan ruangan setelah selesai, jangan sampai menunda pesta pernikahan mereka.”
“Baik, Pak!”
“Tunggu!” Ayah Arya menyela, “Pak Johny, sudah hampir waktu pesta dimulai, kalian mau perbaiki sampai jam berapa? Bisakah dipastikan?”
Johny menjawab santai, “Paman, masalah pipa bocor itu memang sepele, tapi juga perlu waktu untuk memperbaikinya. Tenanglah, mereka pasti akan segera memberitahu paman begitu selesai!”
Ayah Arya berkata, “Kalau tidak bisa dipastikan jam berapa selesainya, lebih baik ganti ruangan untuk kami saja, tamu-tamu sudah tidak bisa menunggu!”
Johny tertawa, “Paman juga tahu hari ini banyak yang menikah di sini, semua ruangan di hotel kami sudah dibooking. Maaf sekali!”
Arya menyela ucapan mereka, “Eh, bukankah masih ada ruangan bisnis di hotel kalian ini?”
“Ruangan bisnis? Itu tidak bisa digunakan!” Johny serius, “Mungkin kalian tidak mengerti peraturan di hotel kami, ruangan bisnis itu ruangan kelas tertinggi di hotel, hanya digunakan untuk menyambut tamu VIP Platinum, jangankan syarat ini, takutnya kalian tidak akan sanggup membayar biaya bookingnya!”
“Sebenarnya seberapa mahal?” Arya panik.
Para tamu sudah tidak sabar menunggu lagi, dia sekarang sudah terdesak dan hanya bisa memberanikan diri bertanya.
Jhony tersenyum pelan, “Kira-kira 20 kali lipat dari harga booking ruangan Lavender.”
“20 kali lipat??”
Ayah Arya terkejut mendengar hal ini lalu berkata, “Pak Johny, bisakah diskon sedikit? Ini...... sudah di luar budget kami!”
“Maaf, harganya sudah ditetapkan segitu dan bukan aku yang bisa memutuskan. Ini dari pihak perusahaan.” Johny terlihat tegas, “Kalau atasan tahu aku mengubah harganya, aku pasti akan dipecat. Maaf sekali aku tidak bisa membantu kalian.”
“Nak, bagaimana ini......” Ayah Arya langsung lemas tak berdaya.
“Paman jangan panik dulu, serahkan hal ini padaku.”
__ADS_1
Marcel mengeluarkan kartu kredit dari sakunya dan melihat Johny, “Bisa gesek kartu, kan?”
Johny tidak menerima kartu dari Marcel, lalu menyilangkan tangan, “Maaf, barusan aku sudah bilang, walaupun kalian sanggup membayarnya, tapi juga tidak bisa menggunakan ruangan bisnis karena bukan member VIP Platinum hotel ini.”
Marcel sedikit kesal dan jadi marah, “Baiklah, katakan syarat untuk jadi member VIP Platinum.”
“Tidak dapat aku katakan.” Johny berkata datar, “Member VIP Platinum ini didasari oleh penilaian perusahaan pusat, aku juga tidak jelas apa syaratnya.”
Arya juga jadi marah, “Pak, ini kesalahan dari pihak hotel, apa tidak bisa diberi keringanan?”
Johny mengeratkan silangan tangannya, “Ini peraturan dari perusahaan pusat, aku hanya karyawan dan tidak sanggup membantu kalian.”
Marcel jadi mengerti saat melihat Johny terus mencari alasan untuk menolak membantu, kalau Johny tidak memberi solusi, dia hanya bisa menggunakan cara lain, tidak perlu bicara baik-baik dengannya lagi.
“Marlina!”
“Tuan muda, ada perintah apa?” Marlina yang terus bersama dengan Marcel menjawab dengan hormat.
“Periksa apa perusahaan pusat dari hotel ini.”
Tuan muda?
Rupanya hanya penipu saja, masih pura-pura sok hebat seperti di sinetron saja.
Masih ingin menyelidiki bos dibalik hotel Emerald Sky? Kalian akan terkejut kalau tahu!
“Tuan muda, hotel Emerald Sky itu anak perusahaan dari Tandean Group Jakarta.” Marlina ini sekretaris Jeremy dan tentu tahu mengenai hal ini.
“Tandean Group?” Marcel langsung terpaku, kamu kenal yang namanya Jenna Tandean?”
Marlina tersenyum pelan, “Tentu kenal, kini dia mengendalikan lebih dari 50% bisnis dari Tandean Group, termasuk 23 hotel.”
Huh, memangnya kenapa kalau kenal? Kamu bisa minta tolong pada nona keluarga Tandean? Kalian hanya penipu dan tidak mungkin dia menghiraukan kalian! Johny senang dalam hati.
“Duh, sungguh tidak ingin merepotkannya untuk masalah sepele ini, malas berurusan dengan Paman Yosef nantinya......”
Marcel mengeluarkan ponsel dengan tak berdaya, lalu menelepon Jenna.
Dulu keduanya bertukar nomor telepon saat makan BBQ, tapi belum pernah saling kontak. Kali ini pertama kali meneleponnya.
__ADS_1
Johny terpaku, kenapa orang ini mengambil ponsel? Dia sungguh mau menelepon nona Tandean?
Telepon segera tersambung.
“Marcel, ada apa mencariku?”
“Tidak ada apa-apa, hanya ingin bantuan kecil darimu saja.” Marcel tersenyum pelan, apakah hotel Emerald Sky di Malang itu bagian dari Tandean Group?”
“Benar, kenapa?”
“Hari ini temanku menikah dan memesan ruangan di sini, lalu terjadi sesuatu yang tak terduga......”
Marcel menceritakan semuanya dengan singkat.
“Kalau begitu, kamu sedang berada di hotel Emerald Sky kota Malang?”
“Ya, benar.”
“Bagus sekali, kamu minta Johny atur ruangan bisnis, aku segera sampai!”
Jenna langsung menutup telepon.
Marcel tercengang, “Segera sampai? Kebetulan sekali, dia juga ada di Malang?”
Senyum Jhony langsung menghilang saat melihat Marcel menutup telepon.
Arya bertanya, “Bagaimana? Apa sudah terhubung dengan nona Tandean?”
Marcel mengangguk, “Ya, sudah terhubung.”
Teruslah berpura-pura!
Johny masih menyeringai sinis dalam hati.
Jenna Tandean itu orang hebat dan tidak akan menjawab telepon dari penipu sepertimu, hanya beberapa orang yang tahu nomor pribadinya, kamu tidak mungkin salah satu dari mereka!
Jhony pura-pura terkejut, “Benarkah, apa kata Nona Tandean?”
“Dia minta kamu siapkan ruangan bisnis untuk kami.” Marcel meliriknya dengan datar, “Oh ya, dia akan segera sampai.”
__ADS_1