Sistem Kekayaan: Bos Pengantar Makanan

Sistem Kekayaan: Bos Pengantar Makanan
Mereka Berdua Saja


__ADS_3

Para pengiring pengantin pria langsung tercengang saat melihat begitu banyak gelas berisi arak putih.


Orang biasa sanggup meminum 1 gelas itu sudah tergolong lumayan, kalau dihitung-hitung, setidaknya satu orang harus minum belasan gelas baru akan habis. Tidak sanggup!


Arya tersenyum pahit, “Nona-nona, apa ini tidak terlalu keterlaluan?”


“Tidak, kalian boleh menyerah kalau tidak sanggup. Kalian pulang saja!”


“Ya, benar. Tidak ada yang memaksa kalian!”


“Kalian tidak akan bisa menjemput Vonny semudah ini!”


“Boleh sajak kalau tidak minum, kami akan melepaskan kalian jika diberi angpao 8 juta per orang.”


“Tidak, tidak, paling sedikit harus 18 juta……”


Angpao yang disiapkan Arya sudah hampir habis, Arya tidak punya uang sebanyak itu untuk diberikan pada para pengiring pengantin yang matre ini!


“Aku akan berusaha demi sahabatku!” Seorang pengiring pria minum segelas sampai habis, dia tiba-tiba merasa tenggorokannya panas sekali, wajahnya jadi merah seperti pantat monyet saja.


Alkohol dari arak itu menyerang ke otaknya, dia terhuyung dan duduk di lantai sambil meracau, “A…… Aku tidak sanggup lagi, kepalaku sangat pusing……”


Segelas arak membuat 1 pengiring pria tumbang, pengiring pria lainnya jadi ciut nyalinya.


Pengiring pria kedua mengumpulkan keberanian dan maju kedepan, dia minum 3 gelas berturut-turut lalu sudah mabuk, dia sempoyongan dan ditertawakan pengiring wanita lainnya.


Pengiring pria ketiga mengambil gelas dengan terpaksa, saat dia menutup mata untuk meminumnya, Marcel tiba-tiba maju ke depan.


“Aku yang minum saja, kebetulan sedang haus sekali.”


Dia tahu kekuatan fisik tingkat menengah yang baru diperolehnya punya tingkat kesembuhan yang tinggi, dia berniat mencoba untuk melihat apa bisa bereaksi dengan arak yang kuat.


Arya merasa aneh, “Bro, bukankah kamu tidak suka minum arak putih dari dulu?”


“Aku tidak suka minum, tapi bukan berarti aku tidak sanggup minum.” Marcel tersenyum dan menghabiskan arak dalam sekali teguk, lalu mengambil gelas kedua.


Semua orang melihat Marcel terus-menerus minum, wajahnya masih tersenyum dan terlihat seperti sedang minum air putih.


Dalam sekejap, jumlah gelas di meja hampir tersisa setengahnya!


“Apa aku salah menuang air soda?” Salah seorang pengiring mengambil gelas itu dan menciumnya, ada aroma arak yang menyengat, membuatnya hampir bersin.


Semua orang terperanjat, kelihatannya Marcel akan segera bisa menghabiskan semua arak itu!


“Tantangan kita gagal, bagaimana selanjutnya?” Salah satu pengiring wanta berbisik.


“Jangan takut, masih ada aku!” pengiring wanita gendut tertawa dingin, “Aku akan membuatnya merasakan apa itu neraka!”

__ADS_1


Vonny jadi ragu, “Lebih baik kita jangan terlalu keterlaluan, sudahlah.”


Sudah keterlaluan dengan meminta mereka minum 100 gelas arak, dia takut sahabatnya mencari trik-trik aneh untuk menyiksa mereka.


“Tentu tidak. Pria itu menghargai wanita yang sulit didapatkan!” pengiring gendut itu jadi serius, “Von, dengarkan nasehatku jika kamu ingin hidup bahagia setelah menikah!”


“Benar, Fenita itu sudah berpengalaman!”


“Aku juga setuju……”


Vonny tak berdaya dan hanya bisa bekerja sama.


Setelah Marcel menghabiskan gelas terakhir, dia bersendawa, lalu beberapa pengiring langsung bertepuk tangan dengan meriah.


Arya bertanya dengan perhatian, “Cel, kamu baik-baik saja?”


Marcel tersenyum, “Menurutmu?”


Kekuatan fisik tingkat menengah bisa menghadapi alkohol, maka wajahnya tidak merah dan jantungnya tidak berdebar-debar. Hanya perutnya sedikit membesar, tidak ada bedanya dengan sebelum minum arak.


Salah seorang pengiring berkata, “Kami anggap kalian lolos!”


Arya terlihat senang dan saat mau masuk, Fenita tiba-tiba menghalanginya.


“Tunggu, kalian sudah lolos tantangan darinya, tapi bukan dariku!”


Salah seorang pengiring pengantin pria sedikit marah, “Nona cantik, ini sudah siang, sebenarnya kalian masih punya berapa tantangan lagi?”


Fenita menepuk dadanya sendiri, “Aku jamin ini yang terakhir, kalian bisa menjemput pengantin wanita dengan tenang jika berhasil melewati tantanganku ini!”


“Baik, apa ujian yang terakhir darimu?”


“Mudah aja, asalkan salah satu dari kalian push-up 20 kali saja!”


“Push-up 20 kali? Mudah sekali!”


Salah seorang pengiring pria yang kekar itu member tetap gym, dia menggulung lengan baju dan siap-siap mau push-up, tapi dia dihentikan seseorang.


“Tunggu dulu, aku belum selesai bicara.” Fenita tersenyum, “Harus push-up sambil menggendong salah seorang pengiring.”


“Apa?!” Arya dan teman-temannya saling berpandangan, apa masih bisa push-up kalau menggendong orang?


Wajar saja ini tantangan terakhir, rupanya sulit sekali!


Lalu, mereka tidak sadar masih ada syarat yang paling mengerikan itu……


“Baiklah!” Pengiring pria itu percaya diri dan menyanggupinya.

__ADS_1


Dia melihat beberapa pengiring dan tersenyum, “Nona-nona cantik, siapa yang ingin aku gendong?”


Jujur saja, mereka ini cantik dan muda, bertubuh ramping, mungkin saja akan ada hal baik setelah urusan ini selesai.


“Aku yang mengajukan tantangan ini, tentu aku yang harus digendong!” Fenita langsung membuyarkan lamunan indahnya.


“Apa?! Kamu?” Pengiring pria itu melihat tubuhnya dan langsung kesal, “Aku menolak, kamu ini sama seperti gabungan 2 pengiring yang lain. Tidak adil!”


“Hahahaha!” Orang-orang lainnya tertawa terbahak-bahak.


Fenita jadi kejam, “Baiklah, kamu boleh memilih sesuka hatimu selain aku, tapi juga harus menggendong 2 orang!”


“Ka…… kamu tidak masuk akal!” Pengiring pria itu marah-marah.


Fenita hanya sedikit gendut, paling juga sekitar 75 kg, tentu lebih ringan jika dibandingkan dengan total berat badan 2 pengiring.


Fenita menyilangkan tangan sambil menyeringai, “Pilih aku atau pilih 2 orang di antara mereka, kamu pilihlah sendiri.”


“Ya sudah! Aku pilih kamu!” Setelah ragu sebentar, pengiring pria itu akhirnya memilih Fenita, setidaknya lebih ringan puluhan kilogram, mungkin akan berhasil.


“Bro, hari ini aku sudah merepotkanmu. Semangat ya!” Arya menepuk pundaknya.


Fenita baru duduk di atas punggungnya dan pengiring pria ini langsung berkeringat.


Sialan! Sepertinya dia lebih berat dari 75 kg!


Situasi sudah begini dan dia hanya bisa tebal muka untuk meneruskannya.


1, 2, 3……


Dia menggertakkan gigi setelah 3 kali push-up, dia merasa tangannya berat seperti ditimpa baja, saat push-up yang keenam kali, dia akhirnya tidak sanggup dan ditimpa diatas lantai.


“Ayam lemah!” Fenita tersenyum dingin lalu turun dari punggungnya, pengiring pengantin pria itu terengah-engah sekali, pengiring pria lainnya jadi menahan napas mereka.


Kalau ditimpa wanita segendut itu, jangankan push-up, syukur-syukur masih sanggup bernapas……


“Masih ada siapa lagi?” Fenita melihat mereka dengan merendahkan, “Cepat maju, bukankah kalian mengejar waktu?”


Melihat pria-pria itu tidak berani menerima tantangan, Arya memantapkan hati, dia melepaskan jas untuk maju sendiri.


Marcel maju untuk menariknya, “Arya, hari ini kamulah pengantin prianya, malam ini malam pengantinmu dan jangan sampai pinggangmu encok. Aku saja yang maju.”


“Cel, kamu sedang bercanda, ya?” Arya tersenyum kecut, “Sejak kecil fisikmu lemah, kamu bahkan kalah berkelahi dengan anak gadis. Kamu sanggup menghadapinya?”


“Bukankah sudah janji tidak mengungkap aib itu?” Marcel berkata datar, “Aku sudah tidak seperti dulu lagi.”


“Kamu tidak bisa, lebih baik ganti yang lebih kuat sedikit.” Fenita juga tidak yakin pada Marcel, “Jangan jadi pahlawan di siang bolong, aku takut akan membuatmu buang air besar di celana.”

__ADS_1


“Hahahahaha!” Para pengiring langsung tertawa hebat.


“Maaf, tapi aku tidak memilihmu.” Marcel tersenyum datar lalu menunjuk 2 orang pengiring di belakangnya, “Mereka berdua saja.”


__ADS_2