
“Terserah kamu mau bilang apa, pokoknya aku tidak bayar!” Dia memantapkan hati dan mengingkari ucapannya.
Marcel langsung menemukan kelemahan Rendy. “Kamu tidak punya uang untuk bayar, kan?
“Kalau aku tidak ada, kamu punya?” Rendy marah.
“Maaf, aku punya uangnya.” Marcel tersenyum simpul.
Rendy tersenyum sinis, “Kalau kamu ada uang, aku akan berlutut dan memanggilmu bos 3 kali!”
“Tidak perlu, aku tidak ingin bawahan sepertimu.” Marcel tersenyum dan mengeluarkan ATM, “Nona, bisa gesek kartu ini?”
“Tentu saja, pak!” Pelayan langsung menerima kartu ATM dan menggeseknya ke mesin POS, Marcel memasukkan PIN dan pembayaran berhasil.
Ada apa ini? Kenapa dia tiba-tiba punya uang 4 miliar lebih???
Susanti dan yang lainnya terkejut sekali, mereka teliti sekali kalau itu bukan kartu kredit, berarti Marcel memang sangat kaya!
Diana melihat Marcel dengan perasaan yang bercampur aduk, dia tidak pernah menyangka ban serap yang dia buang itu anak orang kaya yang menyembunyikan diri. Orang sekaya apa yang sanggup makan 4 miliar dengan mudah?
“Besok aku harus bekerja, kalian mengobrollah, aku pulang dulu, bye bye!” Marcel melambaikan tangan dan keluar dari ruangan.
“Sial, kita sudah salah sangka, mobil balap Veneno itu memang milik Marcel!” Handoko memukul pahanya sendiri, “Marcel menyembunyikan diri dengan sangat baik, tidak heran bos warnet inisiatif meminta kontak Whatsappnya!”
“Tidak mungkin, dari mana Marcel punya uang sebanyak ini?” Mata Rendy memerah dan berteriak marah, “Pasti itu hasil menipu, dia itu pengantar makanan, kenapa bisa dibandingkan denganku?”
Hatinya sudah hampir hancur karena dijahati Marcel barusan.
“Oh ya, Jess, coba lihat hadiah yang diberikan Marcel.” Veronica tiba-tiba teringat ucapan Marcel kalau hiasan rambutnya mungkin lebih mahal dari kalung angsa Swarovski yang diberikan Rendy!
“Baiklah.” Jessica juga penasaran, dia membuka kotak kayu itu dan ada hiasan rambut yang penuh dengan berlian hitam yang indah, ada bon dan sertifikat disampingnya.
Veronica terkejut saat melihat sertifikat itu. “Astaga, ini hiasan rambut angsa desain Alexandre De Paris, hanya ada 100 buah di dunia, harganya 50 juta!”
Diana hampir gegabah dan ingin merebut kembali hiasan rambut itu setelah mendengarnya!
Dosa apa yang telah dirinya perbuat sampai hiasan rambut semahal ini jatuh ke tangan orang lain?
Tidak bisa, aku harus mencari cara, syukurlah hari ini dia tidak terang-terangan menolak Marcel, masih ada kesempatan memperbaikinya, kalau dia yang mengejar Marcel kembali, pasti akan lebih unggul dari Jessica!
Setelah memutuskan, Diana segera mengambil tas dan mengejar keluar.
__ADS_1
Rendy hampir sempoyongan, dia tahu usahanya malam ini gagal total saat melihat ekspresi Diana......
Marcel bersiul riang sambil duduk di dalam mobil, saat dia mau menyalakan mesin, ada gadis ramping dan tinggi berjalan ke mobilnya lalu mengetuk jendela.
Dia menoleh, rupanya ini Jenna yang ditemuinya pagi ini, sistemnya aktif saat di rumahnya.
“Nona, ada apa?”
“Dek, tidak disangka kamu mengantar makanan di pagi hari dan jadi anak orang kaya di malam hari?” Jenna tersenyum simpul, manis sekali dan Marcel sampai menelan ludah tanpa sadar.
“Sama-sama, kamu juga lumayan.” Marcel menunjuk tag nama di dada Jenna, “Rupanya kamu manajer hotel JW Marriot ini?”
“Tidak terlihat begitu, ya?” Jenna menegakkan badan, memperlihatkan lekuk badannya yang indah dan sepasang kaki jenjang yang menggoda.
“Ayo kenalan yang formal, aku Jenna.”
“Marcel.” Marcel dan Jenna saling bersalaman, tangan Jenna halus sekali.
“Dari dulu aku ingin naik mobil balap Veneno, boleh bawa aku keliling sebentar?”
“Tentu saja!” Marcel agak menyukai Jenna.
Pintu mobil terbuka ke atas dengan otomatis, Jenna menahan ujung roknya agar tidak terlihat orang, lalu memiringkan badan duduk ke dalam mobil, Diana dan Rendy kebetulan melihat ini!
“Menyebalkan, telat selangkah!” Diana emosi dan menghentakkan kaki, ini pertama kali dirinya kesal dengan sepatu hak tinggi cantik yang dipakainya. Cantik sih, tapi hanya bisa berjalan pelan-pelan saat memakainya.
“Kawan, wanita yang duduk di mobil balap itu bekerja di hotel kalian?” Handoko memberi sebatang rokok pada satpam.
“Maksudmu direktur Jenna?” Satpam tesenyum, “Dia bukan bekerja di hotel ini, lebih tepatnya dia itu penerus hotel kami!”
“Rupanya dia nona keluarga Tandean, ya?” Rendy terkejut.
Ada 4 keluarga besar di Jakarta, Tandean, Wijaya, Winata dan Madani. Keluarga Tandean pasti berada di posisi pertama sepanjang tahun, kekayaannya sampai sulit dibayangkan!
“Kak Rendy, tidak heran Marcel bisa naik mobil balap semahal itu, rupanya dia pacaran dengan putri konglomerat!” Handoko terdengar sangat kecewa.
Dia hanya bisa berpikir saja, hal bagus ini tidak akan terjadi pada dirinya,,
“Cih, tidak disangka kalau aku, Rendy yang tampan akan dikalahkan oleh simpanan wanita kaya!” Rendy meludah dengan kasar.
Handoko punya rencana, Kak Rendy, kalau Marcel sangat tidak tahu malu, bagaimana kalau kita sebarkan berita tentangnya?”
__ADS_1
“Maksudmu agar gosip Marcel jadi simpanan wanita kaya itu diketahui semua orang?” Pandangan Rendy berbinar, ini cara bagus untuk balas dendam!
Handoko tersenyum. “Ya, benar, barusan aku sudah memotret video, akan bisa di post jika sudah di edit dan menambah huruf yang bisa bergerak sesuai irama agar nama baiknya hancur?”
Aku sudah ada videonya, akan bisa disebar jika sudah diedit dan menambahkan meme, aku jamin dia akan jadi orang terkenal di kampus!”
“Baiklah!” Rendy mengangguk, “Oh ya, ingat kaburkan wajah Jenna, bisnis keluarga Tandean sangat besar, kita akan sangat sial jika keluarga Tandean perhitungan dengan kita!”
“Tenanglah Kak Rendy, aku jamin urusan ini akan diselesaikan dengan bersih!”
“Baiklah, aku akan beri 10 juta jika hal ini diselesaikan dengan baik!”
“Terima kasih Kak Rendy......”
10 menit kemudian, mobil balap Veneno berhenti di sebuah warung panggangan di luar area apartemen mewah.
Ada pria yang segera menelepon saat melihat Jenna turun dari mobil balap. “Halo, Kak Anwar? Target sudah terlihat, sepertinya dia mau makan panggangan, benar, benar, posisi di jalan pintu besar......”
“Terima kasih sudah mengantarku pulang, aku traktir makan pangganggan, ya!” Jenna tersenyum simpul.
Marcel tidak makan saat di hotel, walaupun abalone dan sirip ikan hiu itu mahal sekali, tapi tidak bisa mengenyangkan, dia lebih selera makan panggangan.
Marcel penasaran saat melihat Jenna memesan makanan dengan cepat. “Kamu ini miliarder, tapi mau makan di tepi jalan?”
“Kamu juga, kan?” Jenna tersenyum, “Pengantar makanan yang mengendarai mobil balap Veneno seharga milyaran, minum wine seharga milyaran juga, bukankah juga sekarang duduk di sini?”
“Benar juga, oh ya, minta bos nya tambah cabe, akan lebih wangi......”
Keduanya makan sambil mengobrol ria, tiba-tiba ada mobil Wuling Chevrolet berhenti di tepi jalan, ada 8 pemuda yang turun dari mobil.
Mereka bertato dan terlihat seperti gangster, pejalan kaki menghindari mereka dan tidak berani langsung melihat mereka.
Pria berambut abri itu ketuanya dan memerintah. “Nanti berhati-hatilah, usir pria itu dan jangan sampai melukai wanitanya, yang terpenting jangan lukai bos, mengerti?”
“Baik, Kak Erwin!”
“Ayo jalan!”
Sekelompok orang menuju ke warung panggangan.
__ADS_1