Sistem Kekayaan: Bos Pengantar Makanan

Sistem Kekayaan: Bos Pengantar Makanan
Pinjamkan Atau Tidak?


__ADS_3

“Tenanglah Kak Macan, uangnya akan segera sampai ke rekening.” Rendy mengusap keringat di keningnya lalu berjalan ke samping untuk menelepon Matthew.


“Matt, Kak Macan mendesak lagi, uangnya sudah dapat?”


“Baru saja ditarik dan aku sedang menuju taman Camelia.” Matthew sedikit kesal, “Kak Macan itu sinting, ya? Dia kira malam-malam begini gampang menarik uang tunai sebanyak itu? Kenapa tidak transfer saja!”


“Matt, ini peraturan dunia mereka, kita tidak bisa ngapa-ngapain,” ujar Rendy tertawa, “Sebenarnya kita berempat bisa menghadapi Donny dan kawan-kawannya, kenapa harus mencari bantuan dari luar?”


“Aku tidak khawatir pada Donny dan Benard, aku hanya takut pada si Marcel itu!” Matthew berkata, “Kamu tidak lihat si Erwin yang kekar sampai bisa kalah padanya hari itu, aku curiga dia pernah belajar taekwondo, kita tidak boleh meremehkannya. Bagaimana kalau kita sampai kalah dari mereka dan malah dalam masalah? Aku tidak akan berbuat sebodoh itu!”


“Benar juga, kekuatan si Marcel memang menakutkan.” Sampai hari ini, kekuatan slam dunk Marcel masih terukir jelas dalam ingatan Rendy, “Tapi, reputasi Kak Macan sepertinya kurang bagus di dunia berandalan. Nanti kita harus berhati-hati.”


“Tidak perlu pedulikan reputasinya asalkan dia bisa melakukan pekerjaannya setelah menerima uang. Sudah, aku menyetir dulu, sampai jumpa nanti!”


Setelah menutup telepon, terdengar suara tangisan Ariani yang minta tolong dari lapangan, “Aku mohon kalian jangan pukul dia lagi, kepala Casto sudah berdarah dan dia akan mati!”


“Dasar wanita busuk! Minggir!” Erwin kesal karena Ariani jadi pacarnya Casto dan mendorongnya sampai terjatuh.


Lutut Ariani terluka dan dia duduk di lantai sambil menangis terisak-isak.


Tanpa sadar Kak Macan menelan ludahnya saat melihat kaki putih Ariani yang terlihat dari balik gaunnya yang sobek, dia langsung memberi perintah, “Kasihan sekali, si bodoh ini sama sekali tidak mengerti cara menghargai wanita cantik. Kalian bawa gadis cantik itu kemari, aku mau menghiburnya!”


“Baik, Kak!”


2 berandalan segera menarik Ariani kemari, Ariani yang sedang menangis berusah melawan, tapi tak berdaya melawan mereka, dia hanya bisa pasrah.


Kak Macan tertawa sambil menepuk tempat duduk di sampingnya, “Nona, pacarmu sedang sibuk dipukuli, sini sini, duduk di sampingku dan kita saksikan.”


Ariani menggeleng cepat begitu merasakan niat buruk dari Kak Macan, “Tidak, aku tidak mau duduk denganmu!”


“Kamu mau main kekerasan, ya? Berani sekali membantah perintah Kak Macan!” Salah seorang berandalan mau maju menamparnya, tapi Kak Macan tiba-tiba menendangnya.


“Brengsek, ini gadis incaranku! Kamu ingin mencari mati dengan menampar dan merusak wajahnya?”


Berandalan itu langsung dan berlutut minta ampun pada Kak Macan sampai hampir buang air kecil di celana karena ketakutan, “ Maaf Kak, aku yang bodoh, aku mengaku salah!”


Kak Macan cuek saja, “Tampar wajahmu 20 kali agar tidak mengulanginya lagi lain kali.”

__ADS_1


“Ya, baik!”


Plak... Plak... Plak...


Dia sungguh menampar dirinya di hadapan semua orang.


“Kuatkan tenagamu lagi! Kamu belum makan, ya? Suara tamparannya kurang keras!”


Berandalan itu tak berdaya, walaupun wajahnya sudah bengkak dan telinganya sudah berdengung, tapi dia hanya bisa terus menampar dengan lebih kuat sampai sudut bibirnya mulai berdarah.


Kak Macan menakuti Ariani dengan memberi hukuman pada berandalan itu dan Ariani ketakutan sampai gemetar. Biasanya dia gadis yang penurut dan tidak pernah melihat kejadian yang berdarah ini.


Jangankan dia, Rendy yang berdiri di samping pun tidak berani melihat.


Kak Macan tersenyum saat melihat Ariani tidak berani berontak lagi, dia lalu memukul tempat duduk di sampingnya, “Nona, ayo kemari dan duduklah.”


Suaranya pelan, namun penuh dengan niat buruk.


Ariani yang terkejut tidak berani menolak, dia hanya bisa berjalan pelan ke sana.


Kak Macan sedikit tidak sabar melihat Ariani yang lambat dan berdiri mau memeluknya, namun tiba-tiba ada cahaya terang yang menusuk matanya.


Matthew baru menghentikan mobilnya dan segera mematikan lampu sorot mobil begitu mendengar teriakannya.


Natalia yang duduk di kursi samping pengemudi itu bertanya dengan takut, “Matt, orang itu gangster, ya? Kelihatan menakutkan sekali!”


Dia sudah jadi pacar resmi Matthew sejak kabur dari bar malam itu, keduanya sedang romantis-romantisnya dan selalu lengket bersama setiap hari.


“Jangan takut, sayang. Dia itu namanya Kak Macan, aku meminta Rendy membawanya kemari untuk menghadapi Marcel.” Matthew menepuk paha Natalia yang mulus sambil menghibur dengan lemah lembut, “Bukankah kamu juga kesal terhadap Marcel? Malam ini aku akan berikan tontonan yang menarik untukmu!”


Natalia masih sedikit takut, “Tidak akan ada yang terbunuh, kan? Aku lihat mereka memegang pisau!”


“Tidak masalah, itu bawaan para berandalan untuk melindungi diri saja.”


“Tapi, aku masih takut, bagaimana kalau aku tunggu di mobil saja......”


Saat Matthew sedang menghibur Natalia, tiba-tiba pintu mobil pengemudi dipukul dengan keras dan mengejutkan mereka berdua.

__ADS_1


Rupanya salah satu berandalan menendang pintu mobil sampai penyot!


“Kalian pura-pura mati di dalam mobil, ya? Kak Macan minta kalian segera turun!”


“Ya, segera turun!” Matthew sakit hati melihat mobilnya rusak dan segera turun.


Kak Macan hampir meneteskan air liur saat melihat Natalia yang memakai gaun putih itu muncul di hadapan semuanya.


Sial, rupanya masih ada gadis yang lebih cantik!


Matthew tidak melihat pandangan Kak Macan yang aneh dan terus menarik Natalia sambil berjalan ke hadapannya.


“Kak Macan, kan? Ini uang tunai 400 juta, hitunglah.”


Kak Macan melemparkan plastik hitam yang besar itu kepada anak buahnya lalu tersenyum senang sambil menghampiri Natalia.


Rendy menyaksikan semuanya dan merasa ini sudah gawat, Kak Macan mulai mesum dan kelihatannya akan melakukan sesuatu pada pacar Matthew!


“Nona, siapa namamu?”


Semua gigi Kak Macan rusak hingga kuning dan menghitam serta berbau busuk saat bicara. Natalia hampir muntah di tempat lalu segera menutup mulut dan hidung.


Kak Macan jadi marah saat melihat ekspresi Natalia yang tidak suka padanya.


“Kak Macan, dia Natalia, pacarku.” Matthew tersenyum.


Kak Macan melihat Matthew sekilas dengan pandangan yang dingin!


“Apa aku bertanya padamu?”


“Kak Macan, a...... aku hanya membantunya menjawab!” Matthew akhirnya merasa ada yang aneh dengan Kak Macan.


“Baguslah, aku akan bertanya lagi kalau kamu sangat suka menjawab.”


Matthew memberanikan diri, “Kak Macan silahkan katakan.”


Kak Macan tersenyum jahat.

__ADS_1


“Aku ingin meminjam pacarmu selama 3 hari, kamu hanya perlu jawab pinjamkan atau tidak?”


__ADS_2