Sorry, I Already Love You

Sorry, I Already Love You
Aku Kamu


__ADS_3

Malam semakin larut, Nawan dan Intan baru saja merebahkan diri di atas kasur. Hari ini bagi ke duanya sangat melelahkan, Intan sudah memberi tau Nawan dia dengan Michael pacaran dan mulai besok. Michael yang akan menjemputnya untuk pergi ke sekolah. Begitupun dengan Nawan saat Intan bertanya tentang kenapa ia meminta alamat rumah Bening Nawan hanya menjawab "ada perlu" ia juga tak memberitahu adiknya bahwa dia pacaran dengan Bening. Biarlah Intan tahu sendiri pikir pria itu.


Ting....


Ponsel Nawan berbunyi, pria itu segera melihat siapa yang mengirim pesan. Tenyata pesan tersebut dari sang pacar, pria itu tersenyum melihatnya.


Bening


"Udah nyampe?"


"Udah"


"Yaudah, jangan lupa makan"


"Iya"


"Selamat malam🖤"


Blush!!


Pipi Nawan merah seketika, pria itu tersenyum sambil menatap layar ponselnya. Ingatannya kembali pada saat ia pamit pulang. Bening, pacarnya itu memeluknya lama. Nawan rasa malam ini adalah malam terindah baginya. Ia merasakan cinta, ketulusan, kehangatan dan merasa nyaman berada di dekat Bening walaupun gadis itu agak berbeda dari wanita biasanya.


"Iya, selamat malam. Sampai ketemu besok 🖤" balas Nawan.


Disisi lain Intan juga menerima pesan dari Michael. Gadis itu baru saja ingin memejamkan matanya tapi terurung karena notice pesan.


Kak Michael


"Intan udah tidur?"


"Baru mau tidur kak"


"Ohh yaudah kalau gitu, good night dear. See you❤️"


Gadis itu tersenyum membacanya, ternyata begini rasanya pacaran. Tapi sungguh dia tidak merasakan getaran apapun. Tapi ia tetap jalani saja, siapa tahu lambat laun dia bisa menyukai Michael.


"Good night to"


Sekian percakapan mereka lewat pesan. Kini keduanya sudah terlelap dalam mimpi.


******


Sang surya kembali bersinar, langit tampak cerah dengan awan putih yang menemaninya. Pagi hari sekolah di hebohkan dengan datangnya Nawan dan Bening secara bersamaan, rupanya Nawan menjemput sang pacar,oleh karena itu Nawan tak banyak bicara saat Michael menjemput Intan, malah bagus pikirnya.


Keduanya berjalan beriringan tampak biasa saja. Tidak seperti orang pacaran, sebab Bening pun bukan tipe orang yang memamerkan kemesraan depan umum. Nawan pun tak keberatan dengan hal itu.


"Fans lo panas tuh"ucap Bening memandang murid perempuan berbisik-bisik sambil memperhatikannya dan Nawan.


"Biarin"Nawan tetaplah Nawan, ia tak peduli dengan apa orang-orang pikirkan tentangnya.


"Kalau gue di keroyok fans lo gimana?"bisik Bening, biar mereka pacaran pun. Bening tak mengubah tutur katanya, tak berpikir untuk berbicara lebih dramatis atau lebih manis. Ahh itu bukan dirinya!!


"Patahkan aja tangannya"jawab Nawan santai. Bening menyeringai.


"Oke"ucap gadis itu sambil melirik tajam perempuan yang memperhatikannya.


Sama halnya dengan Intan, banyak yang memandang tak suka padanya saat sarapan bersama Michael di kantin. Gadis itu pun juga tak ambil pusing. Emang susah kalau pacaran sama idola sekolah mah! Apalagi ketua Osis. Beh....


"Udah biarin aja, jangan di perhatiin"ucap Michael sembari memasukkan bulat bakso ke dalam mulut Intan. Ya, bagaimana gadis lain tidak panas? Melihat Michael menyuapi Intan dengan mesra?

__ADS_1


Intan mengangguk sambil mengunyah benda dalam mulutnya. Tentu bukan dia yang mau, tapi Michael'lah yang meminta biar dia saja yang menyuapinya. Intan pun dengan senang hati menerima suapan  demi suapan dari pria itu.


"Awww!!"pekik Intan yang merasakan kulitnya panas akibat tumpahan teh yang di bawa salah satu siswi.


"Aduh... maaf tadi kesandung"ucap siswi perempuan tersebut sambil membersihkan rok Intan yang basah. Michael juga turut membersihkan memakai tissue.


"Iya gapapa"ucap Intan berusaha tersenyum.


"Kamu gapapa?"tanya Michael mengelap tangan Intan sambil meniupnya. Intan menjawab dengan gelengan.


"Lain kali hati-hati"ucap Michael pada siswi itu.


"Iya Citra bakal hati-hati"ucapnya dengan lembut saat dia hendak pergi dari sana seseorang menarik kerah bajunya dari belakang.


"Mau kemana lo cabe?"tanya Bening tiba-tiba menghentikan siswi bernama Citra itu "lo sengaja'kan numpahiin minuman ke Intan?"sambungannya yang membuat Intan dan Michael berdiri.


"Lepasin!"Citra melepas kasar tangan Bening dari kerah bajunya.


"Heh! kalau ngomong jangan asal bicara ya! Gue tadi beneran kesandung meja kok"sanggah Citra.


"Asal bicara? Orang gue liat lo sengaja numpahiin ke Intan kok. Lo kenapa? Iri liat Michael sama Intan pacaran?"tanya Bening. Nada bicaranya terdengar menantang. Seluruh murid yang ada di kantin tersebut memandang pertengkaran mereka.


"Ngapain gue iri sama mereka? Lagian kak Mic itu nggak cocok sama dia!"tunjuk Citra ke Intan.


Bening tertawa mendengarnya.


"Kalau nggak cocok sama Intan. Lalu cocoknya sama siapa? Lo?"tunjuk Bening pada lawan bicaranya.


"Cabe mana cocok sama Michael. Liat nih, sekolah model begini. Kek tante-tante pergi ke kondangan tau nggak lo!"ucap Bening pedas. Tapi apa yang di bilang Bening ada benarnya juga dilihat dari penampilan Citra seperti bukan seorang pelajar. Bibir merah,pipi pink dan rok yang ketat.


Marah, Citra hendak melayangkan tamparan pada Bening. Tapi keburu oleh Nawan yang menahan tangannya  bahkan mempelintir tangan gadis itu hingga mengaduh kesakitan "Perlu di patahkan nggak?"tanyanya menatap Bening.


"Ja-jangan!"ucap Citra memohon.


"Nggak mau! Gue nggak sengaja tadi!"Gadis itu tetap bersikeras tidak mengakuinya.


"Tapi kalau tangan lo pat---"


"Iya-iya gue sengaja, gue minta maaf!"terangnya menatap Intan dan Michael yang dari tadi hanya memperhatikan.


"Lepasin kak kasian"ucap Intan meminta Nawan melepaskan tangan Citra. Nawan pun melepaskannya.


Plak!!


Tanpa di duga Intan menampar Citra.


"Sakit tau kena air panas! Lo nggak tau seberapa mahalnya perawatan kulit gue! Bahkan 100 lipstik murahan lo yang gak seberapa itu nggak cukup untuk beli 1 produk!"ucap Intan dengan sempat menyombongkan perawatan kulitnya. Bening yang melihatnya mengacungkan jempol.


"Kurang ajar lo semua!"Citra menatap Intan dan Bening bergantian kemudian berlalu sambil memegang tangannya yang terasa kebalik. (Awokakwokak kebalik😭)


Michael tercengang mendengar ucapan Intan. Baru kali ini melihat gadis itu marah.


"Sakit ya?"tanya Michael lagi sambil menuntun Intan duduk. Di ikuti juga oleh Nawan dan Bening.


"Panas...."keluh Intan meniup lengannya yang tampak merah.


"Mau aku ambilkan kompres dingin nggak?"tanya Michael.


"Nggak usah gapapa"jawab Intan.

__ADS_1


"Oya kalian kok?"mata Intan menyipit melihat kakaknya duduk terlalu dekat dengan Bening.


"Haaa jangan bilang kalian jadian?"tanya Intan syok.


Bening dan Nawan saling pandang kemudian mengangguk bersamaan.


Intan menutup mulut saking terkejutnya. Rasanya tak percaya sahabatnya yang ia tahu jomblo sejati yang tak pernah dekat dengan pria manapun kini pacaran dengan kakaknya yang diam-diam menghanyutkan.


"Selamat ya"ucap Michael yang di jawab anggukan kecil dari Nawan.


"Bening kan?"tiba-tiba datang seorang murid laki-laki menunjuk Bening yang mengangguk.


"Di tunggu Bu Dahlia di ruangannya"sambung murid tersebut.


Bening mikir sejenak, apa dia melakukan kesalahan ? Tak lama kemudian Bening pun mengangguk mengucapkan terimakasih.


"Gue ke ruang guru dulu ya"pamit Bening meninggalkan Nawan,Intan dan juga Michael.


*******


Ruang Guru


"Jadi Ibu harus bagaimana Bening? Uang komputer dan uang buku pelajaran kamu belum bayar. Pihak sekolah sudah memberi keringanan buat kamu, jika kamu belum bayar juga. Kamu akan di keluarkan dari sekolah"Ucap Bu Dahlia, wali kelas Bening.


"Apa orang tua kamu tidak sanggup membiayai kamu sekolah?"sambungnya.


"Beri saya waktu satu Minggu lagi Bu. Saya janji akan bayar"


Guru tersebut diam sejenak memikirkan perkataan Bening.


"Tiga hari"


"Baik Bu"ucap Bening menunduk. Kalau sudah seperti ini ia harus mencari uang dimana?


Tiba-tiba pintu ruangan terbuka.


"Maaf saya menerobos masuk. Saya sengaja dengar Bening belum bayar uang komputer dan buku?"orang itu tak lain adalah Nawan. Pria itu menatap Bening yang menunduk.


"Iya benar"jawab Bu Dahlia.


"Emangnya berapa Bu?"tanya Nawan.


"Semuanya 1 juta. Uang komputer 500 ribu dan uang buku 500 ribu"


"Saya tidak bawa uang tunai. Saya bayar setengah dulu"Nawan memberikan uang seratusan lima lembar pada wali kelas Bening.


"Besok saya bayar lagi"ucapnya kemudian menarik Bening keluar dari ruangan.


"Astaga..... kasian banget, uang komputer aja sampai orang lain yang bayarin. Kalau aku jadi dia, udah malu kali"sindir Citra yang rupanya menguping pembicaraan Bening dan wali kelasnya.


Gadis itu berlalu sambil melirik Bening yang menunduk karena memang benar, ia tak mampu membayar uang sekolahnya. Bukan tidak mampu, tapi dia punya alasan tersendiri mengapa dia tidak sampai membayarnya. Gadis itu memang lemah jika menyangkut masalah pribadi di ungkit-ungkit di sekolah ataupun tempat lain. Apalagi kalau sampai orang tau masalahnya, cukup dia dan Tuhan saja yang tau.


"Hey are you okay?"tanya Nawan mengangkat dagu gadis itu yang menunduk.


"Jangan dengerin omongan cabe itu. Nggak penting!"sambungannya menatap wajah Bening yang mengangguk sambil tersenyum.


"Makasih ya, nanti kalau ada duit gue ganti"ucapnya sembari berjalan.


"Bisa nggak kita pakai aku-kamu aja?"Nawan tak peduli masalah uang itu. Buatnya uang tersebut bukanlah apa-apa, toh dia juga sering mendapat uang dari game yang ia mainkan.

__ADS_1


Bening tertegun melihat Nawan sejenak kemudian tersenyum tipis.


"Bisa"jawabnya.


__ADS_2