Sorry, I Already Love You

Sorry, I Already Love You
Kecelakaan


__ADS_3

Intan POV


Aku baru saja selesai makan siang bersama bang Natta, walaupun tadi ada sedikit pertengkaran antara aku dengannya. Namun, sikapnya yang tidak mau memperpanjang masalah membuat hubungan kami normal kembali. Syukurlah kalau dia bisa menyesuaikan dengan sifatku yang memang agak aneh, suka berubah-ubah. Akupun juga tak mengerti dengan diriku sendiri.


Masakannya selalu enak, aku kadang heran kenapa bisa pria seperti bang Natta bisa masak seenak ini? Aku saja yang perempuan tidak bisa memasak selain masak air. Mungkin karena keahliannya yang pintar memasak.


Tiba-tiba dering telepon berbunyi di balik saku hoodie'ku segera aku mengangkatnya yang tenyata panggilan dari kak Nawan.


"Iya hello?"


"Hah? Kecelakaan?"


"Sekarang kak Mic lagi dimana?"


"Oke Intan segera kesana"


Aku terkejut mendengar kabar dari kak Nawan yang mengabarkan kak Michael kecelakaan, sekarang dia sudah di bawa ke rumah sakit.


Ku lihat bang Natta juga ikut terkejut, mungkin mendengar kata 'kecelakaan'.


"Siapa yang kecelakaan?"tanya bang Natta mematikan rokok yang belum lama dihisapnya itu, kemudian mendekatiku.


"Kak Michael kecelakaan, Intan mau ke rumah sakit dulu bang"ku ambil tasku dan mengalungkannya kemudian meraih kunci mobil yang ada di meja.


"Gue ikut!"nggak tau kenapa dia tiba-tiba ingin ikut. Wajahnya juga kelihatan khawatir mendengar kak Michael kecelakaan.


"Oke"


Di perjalanan kami saling diam, aku dan bang Natta larut dalam pemikiran masing-masing. Rasa takut terjadi sesuatu pada kak Michael mengganjal hatiku. Walaupun tidak mempunyai perasaan apa-apa padanya aku tetap menyayanginya sebagai teman.


Kemarin kak Nawan sudah bilang 'jika memang nggak ada perasaan apa-apa sebaiknya akhiri. Kalau tidak, salah satu dari kalian akan tersakiti' begitu katanya. Akupun juga memikirkannya, memikirkan bagaimana mengakhirinya? Memikirkan perasaan kak Mic dan memikirkan Mama Rianti yang tiap harinya menanyai kabar hubunganku dan Kak Mic.


Tak terasa kami sudah sampai tempat tujuan. Segera kami bergegas keruang UGD tempat kak Michael di rawat.


"Dari mana aja lu?"baru saja masuk,kak Nawan langsung melontar pertanyaan padaku.


Ternyata disana ada kak Nawan dan juga Nining mereka berdua udah kaya magnet, nempel mulu. Sementara kak Michael tertidur di ranjang dengan selang infus tersemat di tangannya, ada tertempel plester di dahi,dagu dan beberapa luka kecil di sekitar tangannya. Syukurlah tidak parah betul lukanya.


"Gimana keadaan kak Michael?"sengaja aku tak menjawab pertanyaannya, mana mungkin aku menjawab menjemput bang Natta ke bandara? Yang ada nanti di omel sama dia.


"Dia baik-baik aja, nggak ada luka serius. Hanya perlu beberapa hari perawatan rumah sakit"


"Om Ken udah tau?"


"Udah, tapi dia lagi ada kerjaan di Bandung. Malemnya baru pulang"

__ADS_1


Aku mengangguk kemudian menatap wajah kak Mic yang penuh luka itu.


"Shuttt...."Nining bersiut, matanya berbolak-balik ke arah bang Natta.


"Siapa?"tanyanya tanpa suara, aku jadi menoleh ke arah bang Natta yang tampak memperhatikan kak Michael. Apa bang Natta kenal kak Michael? Tatapannya seperti memprihatinkan.


"Bang Natta"jawabku singkat, Nining hanya mengangguk. Dia memang tipikal orang yang tidak suka penasaran kecuali soal kak Nawan.


Bersamaan dengan itu, kak Michael tersadar. Ia memegang tanganku yang terkejut karenanya.


"Minum"ucapnya dengan suara pelan dan sedikit serak. Segera aku mengambil air minum di nakas dan memberikannya. Usai meneguk air tersebut matanya menatap bang Natta. Lama.


"Dia ngapain disini?"tanyanya padaku.


"Gue nggak sengaja ketemu Intan tadi, dengar kabar lo kecelakaan. Sekalian aja jenguk"baru saja ingin menjawab, telah di potong duluan oleh bang Natta. Tapi kenapa dia beralasan? Mungkin tak mau kak Michael mikir macam-macam dan kenapa cara bicara bang Natta seperti sudah dekat dengan Kak Michael? Entalah...


Aku hanya mengangguk membenarkan.


"Kak Michael mau makan?"tanyaku. Dia mengangguk.


"Suapin ya"pintanya. Mendengar hal itu aku jadi melihat kak Nawan dan Nining yang saling pandang. Aiihh jadi malu.


"Emmm Tan, gue sama Nawan keluar dulu ya. Belum makan siang soalnya"ucap Nining. Aku mengerti maksudnya yang memberi aku dan Kak Mic waktu untuk berduaan. Merekapun berlalu dari sana, huh kok bisa hubungan mereka lurus-lurus aja ya?


"Kalau gitu gue juga pamit mau pulang"bang Natta langsung pergi begitu saja.


"Gue di jemput temen kok"ucapnya seakan mengerti. Tadinya aku ingin meminjamkan mobil tapi dia sudah peka duluan. Hal semacam ini peka, tapi soal perasaan aku nggak peka hiks...


"Oke"balasku mengangguk.


Bruk!


Aku terkejut, tiba-tiba kak Michael menarikku hingga terduduk di ranjangnya.


"Tadi aku ke rumah kamu, tapi Nawan bilang kamu lagi keluar"


"Kemana aja?" tanyanya sambil memelukku.


Hal ini sudah biasa dilakukan kak Michael, pertama kali dia memelukku ada rasa tidak nyaman dan aku juga baru tau kalau dia tipe pria manja. Tapi seiring berjalannya waktu aku mulai terbiasa. Namun harus kalian ketahui, perasaanku tak pernah berubah. Bisa dikatakan tersesat pada orang yang salah, dia mencintaiku tapi aku tidak mencintainya. So Sad:(


"Maaf, tadi Intan ada urusan sebentar"sengaja ku beralasan, lagian mana mungkin aku bilang yang sejujurnya? Yang ada dia malah marah.


"Makan dulu"aku ingin berdiri tapi dia masih memelukku. Ottoke?


"Gini aja"ucapnya semakin mempererat pelukannya. Aku bergeser sedikit, karena posisiku yang kurang mengenakkan membuat pinggang sakit hehehe. Tapi tanpa diduga dia membaringkanku, mataku jadi melotot karena terkejut.

__ADS_1


"Kak Michael lagi sakit"ucapku, sebab tangannya tertimpa tubuhku. Aish.... Aku jadi merasa tidak nyaman dengan posisi begini.


"Gapapa"


Hari itu aku menghabiskan waktu hanya bersama Kak Michael. Padahal tadinya ingin melepas rindu pada bang Natta. Banyak yang ingin ku ceritakan padanya. Tapi terhalang oleh insiden ini. It's okay, bisa lain kali. Kami bercerita banyak, tentang waktu kecelakaan, rencana besok, sekolah dan masih banyak lagi. Aku hanya mendengarkan sesekali bertanya tanda aku menanggapi ceritanya. Rasanya beda kalau aku bercerita pada Kak Mic, lebih cenderung bersikap Jaim (jaga image) beda dengan bang Natta kalau ngomong asal ceplas-ceplos (seenaknya) sebab bang Natta juga begitu ditambah lagi dengan candaan yang di buatnya yang membuatku tidak bosan.


🦋🦋🦋


Author POV


Di kantin rumah sakit Bening dan Nawan duduk berdua disana sambil makan siang. Nawan sebelumnya di rumah sedang bermain game menerima panggilan dari Bening yang mengatakan Michael kecelakaan. Karena kebetulan Bening pun sedang bekerja jadi ia memberitahu pria itu.


"Kamu jerawatan?"


"Jangan sentuh!"seragah Bening saat Nawan ingin menyentuh jerawatnya. Pria itu terkejut tiba-tiba gadis itu menatapnya tajam.


"Biasa aja matanya!"ucap Nawan melototi Bening.


"Kamu juga biasa aja matanya! Mau minta colok?"balas Bening menyodorkan sendok depan wajah Nawan.


"Colok aja!"Nawan semakin melototi gadis itu yang menatapnya kesal.


"Nggak! nanti kamu nggak bisa liat aku lagi"


"Gapapa aku rela asalkan kamu orang terakhir yang aku liat sebelum aku buta"gombal Nawan sembari memasukkan bulat bakso ke dalam mulutnya sambil menatap Bening dengan tampang tengilnya.


Seketika itu juga gumpalan tissue melayang ke mukanya.


"Nggak usah ngegombal nggak mempan!"


"Aduh adek jutek amat"Nawan semakin menggoda Bening. Pria itu memang suka membuat pacarnya marah. Nanti juga dia yang minta maaf, dan baikan lagi. Hidup itu simpel pikirnya.Liat Bening kesal aja dia senang.


"Nawan!"pekik Bening kesal yang membuat pelanggan lainnya menoleh kearahnya.


"Biasa, lagi PMS dia"ucap Nawan pada orang-orang yang melihatnya heran.


Bening melotot mendengarnya, seenaknya saja ngomong dia lagi PMS depan banyak orang. Walaupun memang benar dia lagi dapat, itu sebabnya Nawan senang menggodanya.


Kesal, gadis itu menyempalkan tissue pada mulut Nawan. Kemudian lari dari sana.


.


.


.

__ADS_1


Note : Author anak Drakor guys, jadi moon maap kalau ada kata meleset yang berbau Korea. Cerita ini juga terinspirasi dari drama yang Author tonton.


__ADS_2