Sorry, I Already Love You

Sorry, I Already Love You
Cinta


__ADS_3

"Apa kesalahan gue sebesar itu ya, sampai lo menghindar dari gue?"tanya Natta selepas kepergian Naya.


Intan diam. Ia memainkan ponsel yang sebenarnya tidak ada hal menarik disana.


"Gue tau gue salah, maaf karna udah bohong sama lo tentang gue sama Michael saudaraan. Tapi haruskah lo bertindak sejauh ini?"


"Sejauh apa?"tanya Intan tiba-tiba.


"Beberapa Minggu belakangan ini lo menghindar dari gue Tan! Gue sapa lo diam aja, gue ke rumah lo. Malah kakak lo yang ada, seolah-olah lo nggak mau ketemu sama gue Tan. Plis, jangan karena gara-gara ini hubungan kita jadi nggak baik"


Intan diam. Ia tak berani menatap Natta.


"Ada satu hal, yang nggak bisa gue ceritain ke Lo tentang gue dan Michael. Plis maafin gue"lanjut Natta.


"Kalau gitu, alasan yang sama. Ada satu hal yang nggak bisa aku ceritaiin yang membuat aku menghindar dari kamu"


Natta tersenyum geli mendengarnya "sejak kapan Intan berbicara 'aku-kamu'? Kemana Intan yang dulu? Yang berbicara seperti anak kecil, periang dan suka bicara tidak jelas"


Intan mendengus geli, benarkan apa yang dia bilang? Natta hanya menganggapnya anak kecil "kenapa? Bukankah Bang Natta suka perempuan yang dewasa? Mungkin aku yang dulu belum mengerti suasana oleh karena itu aku bicara tidak jelas di sembarang tempat"


"Lo berubah Tan..."Natta menatap Intan sambil menggeleng. Ia tak percaya Intan seperti ini.


"Nama juga manusia, bisa berubah kapan saja"


"Berhenti, sebenarnya apa yang membuat lo sampai kaya gini? Nggak mungkin hanya karena masalah gue bohong sama lo tentang hubungan gue sama Michael"


"Seperti yang aku bilang tadi, ada satu hal yang nggak bisa aku ceritain"


Natta memijat keningnya, ia mendadak pusing karena sifat gadis itu "oke kalau lo mau tau masalah gue sama Michael"


Natta menceritakan tentang dirinya dan Michael dan juga tentang Kendrick yang selingkuh. Pada saat Natta berumur 4 tahun, Ibunya sedang sakit, ia bingung harus bagaimana sebab tak ada seorang pun yang bisa membawa Ibunya ke rumah sakit. Sementara Ayahnya sedang bekerja, dengan akal yang cerdas Natta keluar rumah ia meminta tolong pada orang yang lewat. Beruntung ada pria baik hati yang ingin membawa Ibunya ke rumah sakit. Namun, saat kembali ke kamar. Ibunya tak sadarkan diri. Natta menangis, Ibunya segera di larikan ke rumah sakit dengan tubuh yang lemah.


Saat keluar dari rumah, hal yang seharusnya ia tidak lihat tertampang depan mata. Ternyata Ayahnya sudah datang, tapi masih di dalam mobil bersama seorang perempuan. Mereka asik bercumbu mestra sehingga pria yang membawa Ibunya kerumah sakit langsung menutupi penglihatannya. Perasaan Natta saat itu hancur, apalagi saat sampai rumah sakit Ibunya ternyata sudah menghembuskan napas terakhirnya. Oleh karena itu ia sangat membenci Kendrick sampai saat ini.


"Dan ternyata, Papa punya anak dari selingkuhannya yaitu Michael"


Intan yang mendengarnya menunduk. Ia bingung harus berkata apa.


"Selasa aku ke Bali. Aku dan Kak Nawan memutuskan untuk pindah ke rumah keluarga yang ada disana"ucap Intan tiba-tiba yang membuat Natta terkejut.


"Kok tiba-tiba?"tanya Natta. Ia rasa Intan sudah memaafkannya sebab respon Intan kali ini lebih ramah dari pada tadi.


"Kami merencanakannya sudah lama, hanya ingin mencari suasana baru. Dan memulai hidup baru, melupakan hal buruk yang terjadi disini"


Natta mengangguk mengerti, jujur ia merasa sedih jika Intan pergi jauh dan tak akan sering lagi bertemunya "gue gak nyangka bakal di tinggal sama lo Tan, padahal lo orang yang paling mengerti gue"

__ADS_1


"Tapi Bang Natta nggak pernah ngerti Intan"batin.


"Di tinggal bukan berarti tidak bisa bertemu. Bang Natta bisa kapan aja ke Bali sambil liburan"


"Gimana mau ketemu, orang pesan gue aja di baca doang"Natta membuang muka.


"Kalian lagi ngomongin apaan? Sorry aku terlalu lama tadi"ucap Naya tiba-tiba datang menenteng tasnya yang tertinggal di meja "maaf, kayanya aku harus pergi deh. Karna bos aku tiba-tiba telfon"


"Intan minta anter Natta aja ya, soalnya kalau ngater kamu. Aku bisa telat"Naya tampak terburu-buru.


"Yaudah kalau gitu hati-hati ya"ucap Natta tersenyum pada Naha yang juga mengangguk sambil tersenyum manis.


"Intan aku duluan ya"


Intan menjawabnya dengan anggukan.


"Udah jadi ya?"tanya Intan sepulangan Naya. Sesak sekali rasanya, tapi apa boleh buat? Cinta tak harus memiliki bukan? Ia juga tidak boleh egois hanya gara-gara cinta sepihak. Ia hanya kecewa dengan keadaan sehingga membuatnya bertindak sejauh ini.


Natta mengangguk, ia tahu maksud Intan. Kemudian pria itu tersenyum tiba-tiba yang membuat hati Intan bagai di tusuk oleh jarum.


*****


"Makasih udah ngantarin"ucap Intan tiba sampai rumah.


Pria itu mengangguk "kalau di pikir, gue jadi teringat pertama kali kita ketemu Tan. Waktu itu lo juga ngucapin terimakasih karna udah nyelamatin lo dari preman"Natta terkekeh mengingatnya "waktu begitu cepat ya, gue harap lo nggak lupain hari-hari bersama gue"


"Hmm kalau gitu, aku masuk dulu"


Intan membuka pagar, dari kejauhan Natta ingin berkata namun ragu-ragu.


"I-Intan!"panggilnya.


Intan menoleh.


"Makasih ya"


"Buat apa?"


"Buat semuanya. Dan maaf juga untuk semuanya, besok kalau senggang mampir ke Cafe gue ya"ucapnya sambil melambaikan tangan ke Intan yang juga melambaikan tangan.


"Iya, nanti aku mampir"Intan tersenyum tipis.


Saat Intan hendak masuk ke rumah ia tertegun melihat Michael keluar dari rumahnya. Intan tersenyum tipis lalu berlalu, rasanya canggung sekali bertemu dengan pria itu.


"Bisa kita bicara sebentar?"tanya Michael.

__ADS_1


Intan mengangguk.


Mereka duduk di kursi bawah pohon rindang "aku minta maaf udah bohong sama kamu. Aku---"


"Gak perlu minta maaf, lupakan saja"tukas Intan.


Michael menunduk, ia tersenyum.


"Syukurlah kalau gitu. Oya, aku denger kamu mau pindah ke Bali?"


Intan terlihat bingung.


"Nawan yang bilang. Aku kesini nganter Ijasah baru aja keluar"sambung Michael lagi yang melihat kebingungan di wajah Intan.


Intan mengangguk mengerti.


"Aku juga mau minta maaf atas semua yang terjadi kemarin. Maaf kalau aku menyakiti Kak Michael dengan menjadi pacar bohongan, aku hanya memikirkan perasaanku sendiri tanpa memikirkan perasaan Kak Michael"


"Gapapa, rasa sakitnya udah sembuh. Tapi rasa itu nggak akan pernah berubah,bahkan sampai saat ini aku nggak bisa melupakan kamu Intan. Aku ingin kamu tau itu, biarkanlah aku mencintai kamu dengan caraku sendiri"


"Jangan ngomong seperti itu Kak, Aku yakin banyak wanita lebih baik dari pada aku. Belajar buka hati untuk menerima orang baru walau aku tau rasanya sangat sulit untuk berpaling dari orang yang kita cintai"


"Aku juga menghadapi situasi yang sama, tapi aku tetap pada pendirian. Karena jodoh itu tidak akan tertukar walau sejauh apapun dia. Begitupun sebaliknya, aku percaya Tuhan pasti sudah mempersiapkan yang terbaik"


"Kalau masalah hati kita harus terima, karena kita telah berani jatuh cinta maka kita juga harus berani menerima sakit yang di dapatnya"


🌟🌟🌟


Bening tampak ingin menangis, tapi gadis itu menahannya. Ia bukan tipe gadis yang mudah menangis, tapi entah mengapa mendengar sang kekasih hati ingin pergi jauh ia ingin menangis.


"Aku bukan perempuan bodoh yang menunggu seorang pria. Aku juga mudah jatuh cinta, bagaimana kalau aku tidak bisa melanjutkannya tanpa kamu disisi aku? Bagaimana kalau kamu disana dekat sama yang lain sementara aku disini menunggu kamu?"


Bening menatap Nawan, ia tak siap jika kekasihnya itu pergi dan menjalani hubungan jarak jauh. Sungguh ia tak percaya hubungan seperti itu, karena manusia bisa saja berubah jika menemukan sosok yang baru.


"Aku juga bukan lelaki bodoh yang melepas kamu gitu aja. Jika kamu merasa hubungan kita tidak bisa dilanjutkan dan kamu jatuh cinta dengan orang lain, aku siap menerimanya"


"Siap menerimanya? Tadi kamu bilang kamu bukan lelaki bodoh yang melepas aku begitu aja? Mengapa sekarang kamu bilang 'siap menerimanya' ?"


Nawan mendengus geli "itu berarti aku pria bodoh karena melepas kamu"


"Kamu ngomong seperti itu seakan tidak perduli dengan hubungan ini"Bening menatap Nawan kecewa.


Nawan langsung memeluk gadis itu "bukan begitu maksudku, aku bukan tidak peduli dengan hubungkan kita. Aku hanya ingin memantaskan diri, bila nanti kita di takdirkan bersama aku sudah siap hidup bersama dengan kamu"


Bening menangis di pelukan pria itu, ia sungguh sangat tidak mau kehilangan Nawan. Begitu pun dengan Nawan, ia ingin memantaskan diri ke Bali, ia ingin mengembangkan cabang supermaket yang di kelola oleh pamannya yang kini sudah mulai menua.

__ADS_1


Perlu kalian ketahui, Bening adalah gadis yang terbilang acuh. Ia tak peduli dengan urusan orang lain dan orang lain beranggapan apa tentang dirinya, ia tak peduli. Tetapi gadis itu sangat mudah jatuh cinta, ia kerapkali mengatakan cinta pada orang tersebut tanpa ragu. Jika orang tersebut menolak, ia pergi dan tidak akan pernah kembali. Tapi kali ini berbeda, ia sudah terlalu menyayangi Nawan. Karena pria itulah menyadarkan apa arti dunia, tak hanya itu Nawan juga sosok yang setia walau awal-awal pria itu sangat dingin. Oleh karena itu Bening penasaran dan tiba-tiba menyukainya.


__ADS_2