
Hari silih berganti, musim hujan masih juga belum usai. Padahal langit sedang cerah-cerahnya menjadi gelap tak bersinar.
Pagi ini Intan,Nawan akan pulang ke Bali, tidak hanya keduanya saja Natta, Michael dan Kendrick turut ikut untuk menyampaikan niat baik mereka.
Kalau di tanya bagaimana hubungan Natta dan keluarganya mereka sudah berbaikkan walau hanya ada sedikit kecanggungan antara Michael dan Natta namun Kendrick selalu menjadi penengahnya yang bisa mencairkan suasana terlebih ada Intan yang selalu mencari topik.
"Fan gue udah bilang gue nggak mau ikut! Maksa banget sih!"di Bandara Fany tengah menyeret dua koper yang satu miliknya dan yang satunya lagi milik Bening yang kini mengekor Fany yang berjalan tertatih-tatih.
"Astaga Bening Anandita!! Lo itu harus ikut! Sahabat kita mau nikahan masa lo nggak ada!"pekik Fany di tengah keramaian orang.
"Ya tapi nggak gini juga Fan! Gimana dengan pekerjaan gue?"sembari terus mengekor gadis pemaksa itu.
"Itu biar gue yang urus, lo tinggal terima beres aja!"ucapnya enteng, Bening yang mendengarnya hendak marah namun melihat Fany melambaikan tangan pada Intan dari kejauhan ia meredam semuanya dan akan meledak nanti jika hanya ada dia dan Fany.
"Fan!!"teriak Intan sembari melambaikan tangan pada Fany yang segera mempercepat langkahnya.
Bening menghela napas panjang pasrah dengan keadaan.
"Gue belum terlambat kan?"tanya Fany dengan napas tersengal-sengal sembari mendorong koper ke arah Bening yang melotot tajam. Bertingkah seenak jidatnya saja anak ini.
"Udah datang semua'kan? Kalau gitu ayo masuk!"Natta yang terlihat tak sabaran mengajak semuanya untuk segera masuk ke dalam.
"Bentar ada satu member lagi"semuanya tampak bingung siapa yang dimaksud Intan? "Nah itu dia!"serunya melambaikan tangan ke arah orang tersebut.
Refleks mereka semua menoleh ke belakang dimana ada seorang wanita cantik yang berpenampilan modis dengan kaos kasualnya tidak lupa juga kacamata hitam yang selalu bertengger di hidung mancungnya membuat wanita itu tampak anggun dan kece.
"Hai Om...."sapa Vira pada Kendrick sembari mencium tangan pria paruh baya itu.
Sedangkan semuanya tercengang, terlebih Michael yang melihat wanita itu tanpa berkedip, tak menyangka Vira akan datang hari ini mengingat Wanita itu berkata akan menyusul nanti dari Medan. Sebab dari hari itu Vira belum juga pulang ke Jakarta, asal kalian tau selama itu Michael terus kepikiran wanita bernama panjang Vira Aditya tersebut.
"Siapa ya?"tanya Kendrick dengan nada lembut.
"Calon menantu Om"jawab Vira sambil tersenyum ke arah Michael yang tampak menunduk menahan senyumnya. Akhhakk! Salting!
Intan tertawa mendengarnya wanita itu datang-datang langsung ngeceplos saja.
"Namanya Vira Om Ken, temannya Bang Natta"ucapnya pada Kendrick yang mengangguk-angguk.
"Kok teman si Tan? Besan dong!"
"Ogah gue jadi besan lu!"sambung Natta.
__ADS_1
"Iidih udah dia juga yang mau!"
*****
Kurang lebih dua jam penerbangan dari Jakarta ke Bali sekarang mereka sudah sampai di tanah yang terkenal dengan pulau Dewata dimana mayoritas penduduk berkebudayaan Hindu yang sangat pekat.
Mereka di jemput oleh mobil yang telah di siapkan Nawan sebelumnya. Satu persatu dari mereka menuju Villa yang biasa di pakai Keluarga Intan ketika berlibur, kebetulan tidak terlalu jauh dari rumah paman dan bibinya.
"Kalian nggak masuk?"tanya Natta pada dua orang yang sedari tadi hanya berdiam diri.
Vira dan Michael saling bertatapan satu sama lain seolah keduanya ingin mengatakan 'butuh waktu untuk berdua sebentar'
"Kita nyusul nanti, sharelok aja Vilanya dimana"ucap Vira.
Natta menatap kedua sepasang kekasih yang terlihat canggung itu bergantian.
"Terus kalian pake apaan?"tanya Natta lagi, sebab tidak ada sisa kendaraan yang bisa mereka pakai.
"Nyewa mobil-lah!! Ya kali jalan kaki"celetuk Vira dengan wajah kesal.
"Kaya tau jalan aja!"
"Astaga banyak bacot kali kau ini!!"logat Medan yang terpendam keluar juga.
"Kamu nggak bilang kalau udah di Jakarta"ucap Michael di tengah mereka menuju rumah makan khas Bali yang terkenal dan terenak menurut Vira.
"Sengaja biar suprise hehehe..."cengirnya sambil memandang jalanan.
Michael tersenyum tipis mendengarnya.
"Gimana kabar ayah kamu? Udah sembuh?"
"Alhamdulillah ayah udah bisa pulang ke rumah, sebenarnya penyakit ayah itu nggak terlalu parah cuman ibu orangnya panikkan. Jadi apa-apa telpon aku di suruh pulang ke Medan"tuturnya sedikit bercerita. Michael manggut-manggut paham "kita makan dulu ya laper soalnya"sambung Vira menghentikan mobil di sebuah tempat unik dan sangat estetik.
"Kamu sepertinya sering kesini"
"Iya, aku sering bolak-balik Bali buat liburan sama teman-teman dan sedikit-sedikit hapal jalannya"wanita seperti Vira yang sering traveling kemana-mana pastinya sudah menjadi rutinitas akhir tahunnya pergi berlibur ke pulau-pulau salah satunya pulau Bali ini. Sehingga tak heran ia tau seluk beluk jalan.
"Ayo!!"ajaknya dengan menggenggam langsung tangan Michael secara tiba-tiba.
__ADS_1
Deg...!
Perasaan apa ini? Seperti ada yang berdebar-debar sekali di dalam dadanya. Pria itu terpaku sejenak melihat genggaman tangan tersebut.
"Kenapa ?"Vira melihat tangannya, sumpah ia tak menyadari bahwa ia menggenggam tangan Michael "ohh, maaf tangannya suka otomatis"cengirnya melepaskan genggaman tersebut, ia tau Michael butuh adaptasi dengannya yang suka bertingkah seenaknya.
Michael malah menyatukan kembali tangannya dan tangan wanita cantik itu.
"Biarkan seperti ini"tersenyum, pria bernama panjang Michael Jackson itu tersenyum pada wanitanya!
"Eug? kamu tersenyum?"kejut Vira menatap lekat wajah Michael, baru kali ini melihat senyum pria itu yang ternyata sangat manis sehingga ia tak ingin membaginya kepada siapapun.
Michael menjauhkan wajah Vira dengan telunjuknya karena begitu dekat dengan wajahnya "jangan menatapku sedekat itu"ucapnya.
"Kenapa?"tanya Vira.
Michael menunjuk dadanya "kamu bisa membuatnya tidak berdetak lagi"
Spontan wanita itu tertawa melihat wajah Michael yang tiba-tiba menggemaskan. Apa ini yang di namakan cinta? Apa ini rasanya dicintai oleh orang yang aku cintai? Rasanya sangat menyenangkan lebih-lebih!
"Benarkah? Kalau begitu kamu juga jangan membagi senyumanmu pada siapapun selain aku"
"Kalau aku tidak mau?"
"Kalau tidak mau akan ku pastikan kamu mau"Vira kembali menatap Michael dengan lekat bahkan hembusan napas pria itu dapat ia rasakan "ternyata benar-benar berdebar, apa aku secantik itu sehingga membuat jantungmu senam?"
"Ee... Sebaiknya kita masuk, kasian kamu pasti lapar"Michael mengalihkan pembicaraan, malu rasanya ia ketahuan jantungnya berdenyut hebat. Sudah lama ia tak merasakannya.
Beberapa menit kemudian makanan yang mereka pesan datang. Namun Vira terus tersenyum geli "kenapa tersenyum?"tanya Michael melihat Vira tersenyum sejak tadi.
"Michael gimana aku bisa makan kalau tangan aku terus kamu genggam"
Michael refleks melihat tangannya yang masih tergenggam erat di bawah meja. Kemudian melepaskannya dengan canggung "maaf"
"No worry!"
.
.
.
__ADS_1
sumber gambar : water sport Bali