Sorry, I Already Love You

Sorry, I Already Love You
Boneka


__ADS_3

Bel berbunyi menandakan waktu pulang sekolah tiba. Para siswa bersorak ria pelajaran telah usai.


Seperti biasa Nawan menjemput Intan ke kelasnya.


Intan tersenyum saat ia keluar kelas melihat Nawan yang menunggunya di depan kelas. Pria itu melempar senyum tipis pada Intan, hanya Intan'lah yang dapat melihatnya.


Sementara sahabat-sahabat Intan pergi duluan meninggalkan mereka.


"Tumben"ucap Intan melihat Nawan tersenyum padanya. Jarang sekali ia melihat pria itu tersenyum apalagi tertawa.


"Gak suka liat gue senyum ya?"balas Nawan melirik Intan sekilas. Keduanya sambil berjalan menuju keluar.


"An---"belum sempat Intan berbicara, seseorang memanggilnya dari belakang.


"Intan!"panggil Michael, pria itu berlari kecil menghampiri Intan kemudian memegang tangan gadis itu "Gue mau ngomong sama Intan"Michael menatap Nawan seolah minta izin padanya.


"Ngomong disini aja"Nawan juga ikut memengang tangan Intan agar tidak di bawa pegi oleh Michael.


"Gue mau ngomong berdua sama Intan"


"Udah, kak Nawan duluan aja nanti Intan nyusul. Kak Mic mau ngobrol berdua sama Intan"sambung Intan menghentikan tatapan kedua pria tersebut.


Nawan memperhatikan Intan dan Michael bergantian. Rasa tidak rela membiarkan Intan berbicara pada teman sekelasnya.


"Jangan lama"ucapnya kemudian berlalu pergi.


Tatapan Intan kini beralih pada Michael "Kak Mic mau ngomong apa?"tanya Intan.


"Semalam lo kemana nggak masuk? Gue khawatir sama lo. Gue tanya Nawan dia bilang 'nggak tau' "Michael menatap Intan intens ia khawatir takut terjadi apa-apa pada gadis itu.


"Intan gapapa kak, semalam Intan cuma nggak enak badan jadi nggak masuk sekolah"jelas Intan dengan senyum manisnya. Ia senang meski hidupnya seperti ini masih banyak orang yang peduli dan mengkhawatirkan-nya.


Michael mengangguk paham. Kemudian mendekat pada Intan.


"Gue mohon... beri gue satu kesempatan buat lo buka hati untuk gue. Gue serius suka sama lo Intan, bukankah cinta itu pantas di perjuangkan?"ucap Michael tulus.


Intan terdiam sejenak mendengar ucapan Michael, tak ada salahnya kalau memang Michael mau berjuang.


"Oke, buatlah Intan jatuh cinta sama Kak Mic sampai Intan melupakan orang yang Intan suka pergi dari hati Intan"


"Tapi, kalau misalnya kak Mic bosan dan merasa Intan belum juga jatuh cinta sama kak Mic. Sebaiknya berhenti dan lupakan Intan"ucapnya tersenyum lembut yang mampu menggetarkan hati Michael.


"Lo tersenyum aja udah buat gue jatuh cinta berkali-kali lipat apalagi melupakan lo,mungkin perasaan ini akan bertambah banyak. Karena cinta itu semakin kita memaksa melupakannya, cinta itu semakin bertambah"

__ADS_1


"Makanya jangan sering liat Intan. Entar lama-lama Intan luntur di liatin terus"canda Intan diiringi kekehannya.


🦋🦋🦋


"Mau kemana sih?!"tanya Intan dengan suara yang keras karena sedang berada di atas motor.


"Bisa nggak kalau ngomong itu volumenya di kecilin? Gue nggak tuli"kesal Nawan hampir saja telinganya berdengung mendengar suara keras Intan.


"Ha? Apa? Nggak denger!"pekik Intan sambil mendekatkan kepalanya pada helm Nawan.


"Intan budeg !"teriak Nawan kesal yang langsung mendapat cubitan kecil di perutnya.


"Auh... Sakit Intan!"ringis Nawan mengusap-usap perutnya.


"Intan itu nggak budeg! kak Nawan aja ngomongnya gak jelas, kaya orang kumur-kumur!"cerocos Intan.


"Ini kita mau kemana?"lanjutnya. Sebab melihat Nawan mengendalikan motor bukan ke arah pulang.


"Ikut aja!"pria itu juga ikut berteriak agar Intan mendengarnya. Hal ini tidak terjadi hanya sekali dua kali tapi sering, untung gendang telinga Nawan masih aman.


Tak butuh waktu lama, Nawan sudah memberhentikan motornya di parkiran Mall.


"Kita ke Mall?"tanya Intan girang. Ada angin apa tiba-tiba ia di bawa Nawan ke Mall ? Pikir Intan.


Langkah Nawan yang lebar membuat Intan kewalahan mengiringinya. Kaki lebar tersebut tiba-tiba masuk dalam toko 'Hello Kitty' dimana tempat syurganya para wanita.


"Beli apa yang lo mau"ucap Nawan melihat-lihat semua yang ada disana.


Bukannya senang Intan malah melongo, tak biasanya Nawan membawa Intan ke tempat seperti ini.


Ah tak ambil pusing, Intan akhirnya tersenyum melihat semuanya yang tampak bersinar-sinar.


"Boleh apa aja?"tanya Intan.


"Boleh, sama toko-tokonya pun boleh"canda Nawan, yang lagi-lagi membuat Intan heran. Pasti salah makan! Pikir gadis itu.


Intan mulai melihat-lihat dari bando,jepit rambut,gelang,cincin, tas-tas kecil dan lucu. Ia mengambil semua yang ia suka, tak perduli harganya berapa toh bukan dia yang bayar.


Sementara Nawan sibuk memilih-milih boneka. Hanya satu yang membuatnya tertarik, ia menghampiri Intan kemudian mendekatkan boneka tersebut pada kepala Intan,membanding-bandingkannya.


Nawan mengangguk-angguk puas


"Mirip"ucapnya memperlihatkan boneka babii pada Intan.

__ADS_1


"Hhehehe, iya lucu. Tapi mirip juga sama yang megangnya"balas Intan dengan tawa yang di buat-buat.


Nawan yang mula sedang memegang boneka itu pun meletakkannya pada keranjang belanja Intan.


"Gue beli buat lo" Nawan tersenyum penuh kali ini yang membuat Intan bergidik ngeri.


"Iya-iya terserah"


"Dan ini buat lo"Nawan tiba-tiba menjepitkan jepit rambut berbentuk kupu-kupu pada rambut Intan sambil tersenyum "bagus!"pujinya merasa cocok jepit rambut itu pada rambut Intan.


"Ini kak Nawan kan?"


"Iyalah siapa lagi kalau bukan Nawan Pramestia"


**********


Setelah puas berbelanja, Intan mengantri di kasir tenyata banyak juga yang mengantri. Ia hampir 20 menit menunggu. Sementara Nawan duduk di kursi yang berada tak jauh darinya.


"Auuu boneka babi !"seru seorang wanita tiba-tiba mengambil boneka tersebut dari ranjang belanja Intan. Nawan yang melihat pun terkejut.


"Boleh aku menukarnya dengan boneka ini?"tanyanya memohon, meminta Intan menukar boneka tersebut dengan boneka panda.


"Nggak boleh"ucap Nawan mengambil boneka babii itu dari tangan wanita tersebut.


"Ku mohon please...."


"Udah kak, berikan aja. Lagian cuma boneka kok"Intan berusaha memberi pengertian. Tapi ia merasa tidak asing dengan wanita yang meminta boneka babi itu. Siapa ya?


"Nggak bisa, ini boneka udah gue beli buat lo !"Nawan tetap bersikeras dengan boneka babi itu.


Intan menggeleng dengan sifat Nawan yang kekanak-kanakan.


"Maaf nggak bisa mbak, bonekanya mau di kasih ke istrinya yang lagi ngidam boneka babii. Jadi mohon pengertiannya yah mbak"ucap Intan dengan intonasi selembut mungkin.


Nawan yang mendengar perkataan Intan melotot,kapan dia menikah? Kapan dia menghamili anak orang? Kapan? Dan kapan? pikirnya begitu.


Sementara wanita itu melihat Intan dan Nawan yang memakai seragam sekolah "masih sekolah kok udah nikah. Ck... Ck... dasar anak jaman sekarang"cibir wanita itu kemudian berlenggang pergi.


"Liat kan! Wanita kaya gitu jangan di kasih hati!"


"Iya-iya"Intan hanya mengiyakan agar cepat selesai. Tapi ia masih kepikiran dengan wanita tadi, seperti tidak asing dengan suaranya.


Intan mencoba mengingat-ingat wanita itu....

__ADS_1


__ADS_2