Sorry, I Already Love You

Sorry, I Already Love You
Maaf, Aku Terlanjur Mencintaimu


__ADS_3

"Maaf, tapi aku nggak bisa menahannya lagi. Aku berusaha melupakan, tapi semakin aku melupakan perasaan itu semakin besar bahkan saat aku menjauh. Malah rindu yang aku rasa, bukan tanpa alasan tapi keadaan membuat aku jatuh hati"


"Sorry, I already love you"


Ungkap Intan dengan berlinang air mata, gadis itu menunduk dalam. Ia tak kuasa melihat wajah Natta yang kini tertegun akan ucapannya.Tubuh pria itu seakan tidak bisa bergerak, ia sungguh tak menyangka Intan yang ia anggap sebagai teman, bahkan seorang adik menyukainya. Tapi tidak salah karena itu perasaan, siapapun tidak bisa mencegahnya. Namun, setelah ia pikir-pikir selama ini Intan menyimpan rasa untuknya bahkan ia sendiri tidak tau. Bukan tidak tau, hanya tidak terpikirkan.


"Aku harap ini pertemuan terakhir kita, lagi pula Bang Natta hanya menganggap aku anak kecil tidak lebih. Bahkan Bang Natta sudah mengetahui sisi burukku, lantas apa lagi yang aku harapkan dari pria yang sedang mencintai wanita lain?"


"Terimakasih untuk semuanya"Intan menghapus air matanya kemudian berlalu.


"Intan tunggu!!"Natta mengejar Intan yang berlari dan menutup pintu gerbang.


"Intan buka pintunya! Biar kita bicarakan ini baik-baik. Maaf gue nggak peka sama perasaan lo, gue nggak nyangka kalau selama ini lo punya perasaan sama gue. Plis jangan bilang ini pertemuan terakhir kita!"Natta terus berteriak sambil berusaha membuka pintu walau dia tau Intan sudah menguncinya.


Intan membuka pintu sambil menangis, Nawan kaget melihat adiknya tiba-tiba menangis. Pria itu memang menunggu Intan pulang di ruang tamu "Intan kamu kenapa?"tanya Nawan menuntun Intan untuk duduk "gara-gara pria itu lagi? Hah?"ucapnya memarahi Intan, pikirnya langsung ke Natta melihat Intan menangis.


"Kamu diapaain sama dia?"Nawan hendak keluar rumah namun Intan menahannya.


"Udah Kak, bukan dia yang salah! Yang salah perasaan Intan yang sangat berharap lebih!"ucap Intan sambil terisak.


"Tapi Tan, dia udah keterlaluan ngajak kamu ketemu sama pacarnya!"


"Dia nggak tau perasaan Intan kak!"


"Ya setidaknya dia peka kalau kamu suka sama dia! Kamu juga Tan! Ngapain mau pergi bareng dia tadi kalau kamu tau bakal kaya gini!"


"Intan pikir Intan--- bisa tahan tapi....."ucapannya menggantung, gadis itu menangis sambil menutup wajahnya.


Nawan menghela napas lalu duduk samping adiknya "jangan buang-buang air mata. Air mata kamu terlalu berharga untuk menangisi pria kaya dia Tan, kan kamu tau sendiri kalau cinta itu tidak harus memiliki"Natta mengangkat wajah Intan dan mengusap air mata adiknya.


"Jangan terlalu menyukainya nanti kamu capek sendiri, cinta itu timbal balik. Bukan hanya menerima saja"


Intan mendongak melihat Nawan yang tersenyum. Lalu ia memeluk kakaknya, hanya Nawan satu-satunya yang tidak akan pernah pergi jika ia melakukan kesalahan. Ia beruntung memiliki Kakak seperti Nawan, yang selalu mengkhawatirkannya, sayang padanya dan tentu Nawan juga sudah sebagai ayah baginya.


"Makasih Kak Nawan selalu ada untuk Intan"


"Jangan terimakasih, itu sudah kewajiban Kakak"


*****


Keesokan harinya

__ADS_1


Bandra Soekarno-Hatta Jakarta


"Intan huaaaa Fany nggak mau di tinggal huaaaa, nanti kalau Fany mau makan seblak siapa yang nemenin Fany?"tangis Fany memeluk sang sahabat yang juga menangis.


"Kan ada Nining yang nemenin"


"Gamau, Nining nggak asik di ajak makan"


"Yaudah makannya sama Janu aja"


"Hati-hati lo di jalan, jangan cengeng jadi orang! Malu udah gede!"ucap Fany memeluk Intan singkat "jangan lupa sama gue"sambungnya.


Intan mengangguk sambil menyeka air matanya yang ingin menetes.


"Pren.... Hiks..."isak Janu sedih.


"Gua jadi nggak ada teman buat adu mulut kalau ngga ada lu Pren. Semoga lu bisa hidup dengan tenang di alam sana"


"Heh....!"tukas Fany dan Bening bersamaan.


"Oiya salah, semoga lo selalu di beri kesengsaraan"


Kesal, Bening menendang pangkal lutut Janu hingga pria itu merintih kesakitan "Aduh! liat deh pren... Si Nining mah suka main kasar"adunya pada Intan yang hanya tertawa.


"Makanya doa'in orang itu yang bener! Bukan doa'in yang nggak bagus!"kesal Bening.


****


"Kamu jaga diri ya, jangan bertindak bodoh lagi. Nanti aku marah"


Bening menunduk menyembunyikan wajah sedihnya "kamu yakin mau ninggalin aku?"


"Nanti aku balik lagi kalau udah waktunya, aku nggak pergi jauh kok. Cuman ke Bali, masih di wilayah Indonesia. Nggak sampai ke Jerman"


"Iihh aku serius!!"


"Aku juga serius sayang...."semenjak kemarin, Nawan jadi keterusan memanggil kekasihnya dengan sebutan itu.


"Bohong! Kamu nggak sayang sama aku!"


"Nggak kok, aku beneran sayang sama kamu"

__ADS_1


"Tapi buktinya kamu ninggalin aku"


"Gapapa, cuman sementara. Nanti aku balik lagi, kamu tenang aja! Kamu akan selalu ada disini"tunjuknya pada dadanya.


Bening terdiam, menatap Nawan lama. Kemudian langsung memeluk sang pujaan hati. "Kalau kamu nggak balik aku marah"ucapnya.


Nawan tersenyum, membalas pelukan tersebut "iya, aku pasti balik"


"Aku harap saat aku kembali nanti kamu masih melajang"ucap Nawan menghapus air mata di pipi Bening.


"Kak, ayo!"ajak Intan tiba-tiba, waktu keberangkatan tinggal beberapa menit lagi.


Nawan mengangguk lalu menarik kopernya. Namun pria itu diam sejenak melihat Bening menarik ujung bajunya. Gadis itu menggeleng kecil, tak rela di tinggal pergi oleh sang kekasih.


"Aku pasti pulang..."Nawan bingung harus berkata apa, jujur ia juga di posisi Bening yang tak mau pisah walau hanya sekejap.


Bening tersenyum mengangguk. Ia juga tidak ingin menjadi beban pikiran pria itu hanya karena dirinya tak rela di tinggalkan.


"Intan sama Kak Nawan pergi dulu yaaa! Jangan rindu! Berat katanya Dilan! Daaahh!"ucap Intan mencairkan suasana, gadis itu dengan senyum lembut melambaikan tangan ke arah teman-temannya.


Bening,Fany dan Janu menatap sendu punggung yang lama kelamaan menjauh itu.


"Intan..... !!"teriak seseorang tiba-tiba mengejar Intan yang sudah menjauh.


Bening yang melihat Natta mengejar Intan langsung menahannya "mereka udah mau berangkat, lo terlambat!"


"Gue mau ngomong sama Intan! Lepasin!"Natta menepis tangan Bening. Tetapi gadis itu tidak goyah karena tenaganya yang kuat.


"Apa lagi yang mau lo omongin sama Intan? Semuanya udah jelas! Intan suka sama lo! Sedangkan lo suka sama yang lain! Intan udah cukup sakit hatinya! Biarkan dia pergi memperbaiki yang seharusnya dia perbaiki"jelas Bening, ya selama ini ia tau tentang Intan karena Nawan menceritakannya.


Natta terdiam dengan napas yang ngos-ngosan.


"Sorry, gue jadi nggak sopan"sambung Bening merasa bersalah karena telah berbicara tinggi di depan orang yang lebih tua darinya.


*****


Di perjalanan dalam pesawat Intan melihat Nathan yang tampak tenang di dalam sangkarnya. Kemudian ia melihat ponselnya yang penuh dengan panggilan tak terjawab dari Natta. Lalu kemudian ia membuka bagian samping ponselnya mengeluarkan kartu lalu ia buang ke gelas kosong sisa jus yang barusan ia habiskan.


"Mari mulai hidup baru"


Intan mengangguk sambil tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2