Sorry, I Already Love You

Sorry, I Already Love You
Rumit,sakit,sabar,sulit


__ADS_3

Udara yang sejuk, hingga tetesan air hujan sedikit demi sedikit mulai terasa. Sepertinya langit akan menyurahkan kesedihannya pada malam yang gelap ini, seperti suasana hati seorang gadis yang tengah berjalan di pinggir jalan dengan tatapan kosong.


Bening berjalan menuju minimarket terdekat di rumahnya, ia hendak membeli mie instan karena ia dan adiknya belum makan sejak tadi. Namun saat menyebrang jalan, Bening hampir di tabrak oleh pengendara motor yang melintas di jalan. Beruntung ada seseorang yang menarik tubuhnya ke tepian.


"Kamu nggak apa-apa?"tanyanya khawatir.


Ya, seperti yang ada di pikiran kalian. Seseorang tersebut adalah Nawan, Bening sempat terdiam ketika melihat wajah pria itu lalu kemudian menegakkan tubuhnya sembari menetralkan pikirannya yang sempat kosong entah kemana.


"Are you okay?"tanya Nawan sekali lagi sambil melihat wajah Bening yang tampak lelah.


"Kamu kenapa bisa ada disini?"tanya Bening tidak ramah.


"Hanya kebetulan, aku menemani Michael ke tempat kenalannya disekitar sini"sambil mengikuti langkah gadis itu yang berjalan dengan cepat.


"Kenapa mengikutiku?"Bening menoleh kebelakang melihat Nawan yang mengikutinya.


"Aku juga ingin ke minimarket"dalihnya berjalan mendahului Bening.


Padahal ia hanya ingin bersama gadis itu lebih lama terlanjur bertemu secara tidak sengaja.


Bening memasukan barang belanjaannya ke keranjang belanja, di mulai dari Mie instan,sikat gigi,pasta gigi hingga camilan-camilan lainnya. Dan anehnya Nawan juga ikut membeli apa yang di pilih oleh gadis itu yang bingung.


"Mau kamu apa sih? Ngikut terus dari tadi"ucapnya dengan wajah kesal.

__ADS_1


"Ya terserah akulah... Aku juga lagi perlu sikat gigi, di rumahnya si Natta nggak ada sikat gigi dan Intan juga tadi nitip camilan, jadi aku ambil deh apa yang kamu ambil kan selera kalian sama"dengan bawa-bawa nama sang adik adalah jalan ninja seorang kakak.


Bening memutar bola matanya jengah mengingat kemarin malam saat permainan truth or dare pria itu juga menanyakan hal-hal yang sulit untuk di jawabnya hingga ia kesal sampai sekarang.


"Totalnya 115.000 rupiah kak"ucap kasir pada Bening yang segera merogoh kantong Hoodie-nya namun sesaat ia terkejut uang yang di kantong Hoodie-nya hanya 85.000 rupiah. Tak habis pikir, Bening merogoh kembali saku celananya siapa tahu ada uang yang tertinggal tetapi hanya ada struk sisa belanja.


"Biar saya aja yang bayar mbak"dilihat dari gerak tubuh gadis itu Nawan tau bahwa Bening kekurangan uang jadi ia berniat membantu.


"Nggak usah mbak, biar barangnya aja yang di kurangin"tolak Bening mencegah Nawan mengeluarkan uang dari dompetnya.


"Nggak usah dikurangin, ini nggak gratis. Kamu harus bayar nanti"ucap Nawan sembari menyerahkan uang tunai pada kasir tersebut sementara Bening menatap pria itu dengan kesal, ia rasa hari ini adalah hari tersialnya. Di caci-maki, diputuskan oleh pacar lalu bertemu mantan yang menyebalkan.


Selesai membayar belanjaan keduanya keluar minimarket bersamaan. Namun hujan yang deras saat itu membuat mereka berhenti di depan minimarket tersebut.


Bening menadahkan tangannya di udara membiarkan derasnya air hujan tertampung di telapak tangannya. Tanpa di duga gadis itu langsung berlari menerobos air hujan yang begitu deras saat itu. Nawan yang melihatnya pun terkejut, ia mengejar Bening sambil menyampirkan jaketnya untuk dia dan gadis itu agar tidak terkena air hujan.


Nawan merasakan emosi Bening ketika ia menatap matanya "aku nggak sok perduli, aku memang perduli sama kamu. Aku juga nggak berharap kita bertemu lagi, tapi nyatanya secara tidak sengaja aku bertemu kamu"


"Lain kali jika tidak sengaja bertemu cukup sekedar tegur sapa, nggak usah bersikap seolah kamu siapa-siapa di hidup aku"Bening menepis tangan Nawan yang melindunginya dari air hujan kemudian berlalu.


"Tunggu...."langkah Bening berhenti kala Nawan memanggilnya.


"Tak perduli siapa yang ada di hati kamu dan tidak perduli kamu milik siapa. Aku hanya perlu kamu tau, jika masih ada harapan untuk aku kembali tolong beri tau walau hanya setetes harapan. Setidaknya masih ada kesempatan untuk memperbaiki semuanya"ucap Nawan menatap punggung gadis itu yang berangsur menjauh.

__ADS_1


Hujan semakin deras, sederas air mata yang tak terlihat itu. Perih saat semuanya hilang dan yang telah lama terlupakan datang kembali menambah luka yang baru saja terbuka.


*****


-Di perjalanan


"Kemana lo tadi?"Setelah menemui rekan kerjanya Michael mencari Nawan yang katanya akan menunggu di mobil tapi nyatanya Nawan pergi entah kemana alhasil pria itu menunggu.


"Tadi nggak sengaja ketemu Bening pas gue mau beli minum"jawab Nawan seadanya, kini pakaian pria itu setengah basah akibat air hujan.


Michael mendengus geli persetan dengan perasaan yang ambigu sangatlah sulit "lo masih berharap sama dia?"sambil menyetir Michael terus memandang lurus ke depan. Hujan yang lumayan deras membuatnya harus fokus menyetir.


"Nggak di pungkiri gue masih sayang sama dia, gue masih berharap. Tapi kalau memang dia bukan untuk gue ya gue harus terima kenyataan dan kalaupun dia masih punya rasa gue nggak akan sia-siakan kesempatan itu"tutur Nawan, semenjak ia di Jakarta pria itu selalu bertukar cerita pada Michael entah sejak kapan keduanya menjadi akrab.


"Rumit,bodoh,gila,sabar,sakit,sulit itu yang menggambarkan Cinta menurut gue"


"Seperti berpengalaman sekali soal cinta"cicit Nawan memandang Michael remeh.


"Lo tau yang gue lalui Wan, bahkan gue memutuskan untuk nggak jatuh cinta karena pada akhirnya juga menyakitkan"kata-katanya menusuk sekali.


"Terus yang sekarang gimana? Gue denger lu udah jadi aja sama si cewek resek. Gue nggak bakal nyangka secepat itu dan nggak nyangka juga kalau lo suka modelan kaya dia"Nawan tau persis tipe yang di inginkan temannya itu. Itu sebabnya ia sedikit terkejut mendengar Michael jadian dengan Vira si cewek resek yang di sebutnya.


"Gue juga bingung kenapa bisa langsung suka, kaya ada sesuatu yang membuat gue tertarik aja sama dia. Dari tingkah lakunya yang suka blak-blakkan dan nggak ada ke pura-puraan disana. Tapi belum lama gue udah di tinggal ke Medan karna orang tuanya masuk rumah sakit"ucap Michael dengan nada sedih yang membuat Nawan terkekeh.

__ADS_1


Ya, Vira mendapat kabar bahwa ayahnya sedang sakit di Medan di saat ia dan Michael baru saja melangsungkan hubungan. Besok harinya ia berangkat secara mendadak kini mereka hanya bertukar kabar lewat media.


"Ya seperti yang lo bilang tadi, cinta itu rumit,gila,bodoh,sakit,sabar,sulit"


__ADS_2