
Langit mulai menyusut menjadi warna gelap dengan cahaya rembulan yang tampak bersinar terang. Angin berhembus menerpa pori-pori kulit yang membuat hawa dingin menyerang tubuh. Tepat di belakang rumah, Intan memandangi persawahan dengan bulan yang meneranginya sudah lama ia tak melihat suasana seperti ini.
Dari kejauhan Natta tersenyum melihat Intan begitu menikmati pemandangannya. Pria itu mendekat sambil menenteng sebuah sangkar mini, entah itu isinya apa yang pastinya bukan Bom.
"Nggak dingin?"tanya Natta sembari duduk samping Intan. Ia turut memandangi langit yang hanya ada beberapa bintang.
Intan tak menjawab, ia malah salah fokus benda yang di pegang oleh Natta "apa itu?"tanyanya mengintip benda tersebut.
"Oh ini buat lo"Natta memberikan sangkar mini itu pada Intan yang melihatnya heran.
"Happy Birthday"ucapnya tiba-tiba tanpa menoleh pada lawan bicara yang memerhatikannya,lama. Gadis itu sempat terkejut dengan perkataan Natta tadi, jujur ia mengharapkan kata-kata itu sejak semalam.
"Maaf gue ngucapinnya terlambat"terangnya mengalihkan pandangannya menatap mata Intan "itu kado buat lo, di jaga ya?"
"Nggak usah minta maaf, toh juga kejadian kemarin nggak mendukung banget buat ngucapin. Oya ini apa? Kok kaya gerak-gerak?"
"Buka aja"Natta membantu Intan membuka lapisan sangkar tersebut dan taraaaa!
"Iiihhh lucu! Abang dapat dari mana?"seru Intan girang sembari memegang benda hidup dan lucu tersebut "Ini beneran buat Intan?"tanyanya tak percaya, Natta menjawabnya dengan anggukan sambil mengacak-acak surai hitam gadis itu.
"Udah dikasi nama belum?"sembari mengeluarkan mahluk kecil itu dan mengelusnya dengan lembut.
"Udah, namanya Chettah"
"Chettah? Nama apaan? Kuno banget namanya! Ganti-ganti! Bikin nama kok kuno banget"gerutunya sambil membelek-belek binatang tersebut.
"Kuno darimana? Orang itu namanya keren! Eh tau nggak nama itu berasal dari Korea Selatan! Jarang-jarang ada hewan namanya Chettah!"protes Natta tak mau mengalah.
Intan tertawa mendengarnya. "Nggak ada sejarahnya orang Korea namanya Chettah abang! Yang ada tuh Park Hyung Sik,Kim Hyun Soo,Song Joong-Ki Hahhaaha ada-ada aja nama Chettah berasal dari Korea"ya, karena setahu Intan orang Korea tidak ada yang namanya Chettah sebab orang asli Korea memakai marga seperti 'Kim','Park', 'Hong' dan masih banyak lagi.
"Ada! Lo aja yang nggak tau!"sungutnya membuang pandangan.
"Oleh karena dia laki-laki Intan namain Nathan aja biar cool dan mecing!"
Sekarang giliran Natta tertawa terbahak-bahak mendengar Intan memberi nama Nathan "lo pikir dia manusia? Lo namain Nathan? Namain hewan aja cakep bener, pasaran lagi!"
"Yailah.... Dia juga makhluk hidup sama seperti kita manusia. Sepatutnya kita juga memperlakukan layaknya seperti manusia walau dia hewan sekalipun. Lagian Nathan juga gabungan dari nama kita Nathan (Natta,Intan)"pemikiran gadis itu memang kreatif, tapi sebenarnya dia memberi nama itu supaya ia terus mengingat nama yang memberi binatang itu kepadanya.
Natta terdiam sejenak, kemudian menatap Intan yang terus mengelus benda itu. "Yaudah biar adil gimana di gabung aja namanya jadi Chettah Nathan"usul Natta, dia memang benar-benar suka dengan nama tersebut. Walau tidak nyambung.
"Deal!"serunya girang.
"Oya, malam ini kita nginep sini dulu. Capek tau kalau malem-malem pulang ke Jakarta"lanjutnya memasukkan kembali Nathan ke dalam sangkar. Perjalanan dari sini ke Jakarta lumayan lama kurang lebih satu jam sehingga membuat Intan malas pulang malam ini lagian ia masih ingin disini.
"Loh besokkan lo harus sekolah, kalau lo capek naik motor, naik bus aja"
"Besok pagi-pagi aja berangkatnya, nggak sekolah juga gapapa. Toh guru juga tau alasannya"
"Kalau gitu bilang kakak lo dulu entar nyariin"
"Oiya bener!"baru sadar ia belum bilang apa-apa ke Nawan pasal dia ke rumah teman Natta. Gadis itu segera mengecek ponselnya, dan benar 26 dan 12 panggilan tak terjawab dari Kak Nawan dan Bening. Ternyata ponselnya dari tadi tidak berdering karena di hening sehingga tidak tahu ada yang menelpon.
*****
"Lo dimana Intan?! Gue telfon-telfon lo nggak angkat?"tanya Nawan, suaranya terdengar khawatir. Bagaimana tidak? Intan tidak ada dirumah saat dia pulang sekolah, ia pikir Intan jalan-jalan sebentar. Tapi setelah hari menjelang malam ia mulai khawatir Intan tak kunjung pulang, ia takut jika Intan berbuat sesuatu.
"Hehehehe maaf kak, HP Intan di hening jadi nggak berdering Kak Nawan telfon"gadis itu hanya menyengir.
__ADS_1
"Sekarang lo dimana? Buruan pulang!"
"Emmm I-Intan lagi di tempat teman Bang Natta kak"
"Apa? Lo pergi sama dia ke tempat temennya?"
"Iya, tapi temennya baik kok. Intan nginep disini dulu soalnya ke Jakarta dari sini lama sekitar satu jam'an lebih kak Naw---"
"Gamau tau pokoknya lo harus pulang sekarang! Lo nggak mikir kalau terjadi apa-apa sama lo? Siapa yang bakal tolongin? Tau gitu bilang ke Mama aja di suruh tarik lagi motornya!"
"Ja-jangan---"
Tiba-tiba Natta menarik ponsel Intan.
"Gue yang bakal nolongin, lo tenang aja! Intan aman sama gue. Lagian dia disini adem-adem aja, seneng malahan. Oya jangan tarik motornya, ini semua salah gue. Gue yang ajak Intan kesini"
"Kalau terjadi apa-apa sama Intan awas lo!"ancam Nawan kemudian mengakhiri panggilannya dengan kesal.
"Apa kata Intan?"tanya Bening juga ikut khawatir Intan tak pulang-pulang ke rumah.
"Dia lagi di tempat temannya si Natta"jawab Nawan.
"Terus nggak pulang?"
"Katanya mau nginep,besok baru pulang. Dia tuh nggak mikir apa kalau terjadi apa-apa sama dirinya, mana Natta orang yang baru dia kenal!"ucapnya frustasi dengan Intan yang mudah mempercayai orang lain.
"Udah, nggak usah di pikirin. Lagian Natta juga keliatan orang yang baik-baik, buktinya kemarin dia nolongin Intan sampai nunggu Intan sadar"Bening berusaha menenangkan Nawan agar tidak kepikiran adiknya. Gadis memakai baju tidur dengan kardigan itu mengelus-elus punggung Nawan guna memenangkan Pria itu yang tadi tersulut emosi.
"Kamu juga! Ikut-ikutan!"bukannya tenang, Nawan marah kembali mendengar perkataan Bening yang menilai Natta orang yang baik padahal baru bertemu satu kali.
"Aduh kumaha atuh Kaka mah sok ngambek"Bening beralih sambil memijat-mijat bahu sang pacar.
"Geu ah (gak mau ah)"
Geram, Nawan memegang tangan Bening membuat gadis itu terhenti memijat bahunya.
"Translate'in gak!"
"Gak mau wleee!"
"Hǎo ba, rúguǒ nà shì nǐ xiǎng yào de, wǒ yě kěyǐ shuō qítā yǔyán wleee! (Baiklah jika itu mau kamu, aku juga bisa bahasa lain) "balas Nawan yang membuat Bening tertawa, ia baru tahu Nawan bisa bahasa Mandarin.
"Nǐ yǐwéi wǒ bù zhīdào zhè yìwèizhe shénme? (Kamu pikir aku tidak tahu artinya?)"ucap Bening diiringi tawanya yang membuat Nawan jengkel.
"Aku nggak mau ngomong sama kamu lagi!"ucap Nawan membuang pandangan, ya nama juga pacaran pasti ada yang sok-sok'an ngambek lah.
"Yaudah sok atuh kalau nggak mau ngomong sama aku, aku pulang aja ngomong sama cowok lain"Bening berdiri dan hendak melangkah tapi belum sempat sebab keburu tangannya di tarik oleh Nawan sehingga jatuh ke pangkuannya.
"Jangan macam-macam!"bisiknya di telinga Bening. Saat ini wajah mereka hanya berjarak beberapa senti, bahkan deru nafas masing-masing terdengar di telinga mereka.
Merasa posisi ini tidak nyaman, Bening bangkit kembali sembari membenahi bajunya "udah ah aku mau pulang!"Bening hendak beranjak pergi tapi lagi-lagi Nawan menahan tangannya.
"Di rumah lagi nggak ada orang. Mama pergi ke Singapore"ucap pria itu tiba-tiba.
"Terus?"tanya Bening dengan mimik penuh pertanyaan "wohohoho jangan harap!"ucapnya kemudian setelah melihat wajah Nawan sangat menjengkelkan. Ia tau arti wajah itu.
"Jangan harap apa?"tanya Nawan dengan senyum tertahan. Ia ingin tertawa melihat wajah sang pacar yang kebingungan.
__ADS_1
"Ya kamu ngarapin apa?"gadis itu malah balik nanya.
"Aku nggak ngarapin apa-apa,kamu? mikirnya aku ngarapin apa?"
"Iiiihh nyebelin!"sungutnya kemudian beranjak pergi.
"Hayoooo kamu mikirnya apa?"godanya sambil membuntuti Bening berjalan.
"Aku nggak mikir apa!"
"Huuuu begitu"
"Ya! Begitu!"
"Udah sana masuk! Aku mau pulang"
"Peluk dulu!"Nawan membuka tangannya lebar-lebar sambil tersenyum ke arah Bening yang menatapnya dengan tatapan menyipit.
"Nggak mau!"ucapnya menggeleng.
"Kalau nggak mau kamu nggak boleh pulang! Disini aja kita...."sengaja menggantung.
"Kita apa?"
"Ngapain ya enaknya?"
"Oke-oke aku bakal peluk tapi habis itu pulang"
Nawan mengangguk.
Dengan ragu-ragu Bening memeluk Nawan, tak biasanya. Kalau berpelukan ya tinggal peluk, tapi kali ini Bening kelihatan gugup. Huhuhu gara-gara Nawan nih!
"Kurang lama!"Nawan menarik Bening kembali dalam pelukannya. Tadi memang Bening memeluk pria itu singkat, dan sekarang Nawan Pramestia itu berpelukan lagi. Bening hanya pasrah.
"Udah aku pergi dulu"pamitnya usai acara pelukan tersebut. Kini wajah Bening diselimuti warna merah dan terasa agak panas.
"Santai Bening Santaiiiii"batinnya.
"Iya hati-hati"
"I Love You!"teriak pria itu saat Bening keluar dari gerbang.
Pluuussshhh!
Bak kepiting rebus, wajah Bening kini tak terkendali diiringi debaran jantung yang tak karuan. Gadis itu hanya tersenyum sambil melambaikan tangan ke arah pacarnya.
.
.
Ini hewan yang di beri Natta ke Intan ya guys. Nama hewan ini Sugar Glider yang di namai Nathan.
Note :
Maafkan author karena banyak menyangkut pautkan novel ini dengan aktor Korea. Karena author sebagai Kdrama sejati, secinta itu dengan mereka:(
__ADS_1
Oya, nama Chettah author juga terinspirasi dari nama sepeda yang ada di drama judulnya Vincenzo. Campur aduk Korea,Sunda dan China hahaha. Maaf, author hanya ingin menulis sesuai yang ada di pikiran.