Sorry, I Already Love You

Sorry, I Already Love You
Perpisahan


__ADS_3

Intan POV


Morning everyone! Tetap semangat walau hidup kalian menyedihkan, karena sesungguhnya kita bisa membuat kebahagiaan sendiri tanpa orang lain dari pada di bahagian orang lain tapi orang yang kita harapkan kebahagiaan darinya malah menyakiti kita. So, be a strong woman!


Pagi ini aku menatap diriku di cermin, aku seperti merasa ini bukan diriku. Satu kata buatku yaitu Cantik, ya aku memuji diriku sendiri sebab hari ini aku akan tampil di panggung untuk acara perpisahan, dan kali ini aku akan membacakan puisi yang semoga saja bisa menginspirasi semua orang. Satu bulan sudah aku lewati dalam satu bulan ini terlalu banyak peristiwa yang ingin aku ceritakan, namun waktu tak mungkin bersahabat denganku.


"Cantik banget kak"puji Mama yang membantuku berdandan sejak pagi. Ia ikut semangat mendengarku akan tampil di panggung untuk membacakan puisi.


Aku tersenyum sembari menatap kembali ke cermin. Uhh, kadang aku berpikir kenapa aku cantik begini gak banyak yang mau ya? Padahal pengen banget merasakan jadi ratu sekolah xixixi.


"Udah ngacanya! Entar make up lo luntur!"si yang baru lulus protes, dia memang dari tadi uring-uringan menungguku bersiap-siap hihihi.


"Yaudah yuk berangkat!"Mama yang dari tadi sudah stand by langsung ajak berangkat karena acara tersebut mengundang orang tua juga.


*****


Sampai sekolah, di alun-alun ternyata sudah banyak yang datang. Mereka memakai pakaian yang beragam, ada yang memakai kebaya,ada yang berkelompok memakai pakaian adat mungkin itu untuk pertunjukan tari. Dan khusus yang laki-laki memakai Jas warna hitam seperti yang di pakai Kak Nawan, dia tampak gagah dengan pakaian itu. Aku akui kalau kak Nawan itu.... Lumayan tampan hihihi.


Sementara aku memakai dress hitam bermotif batik dengan les keperakan dan bagian lengan berbentuk terompet. Aku memilih dress ini karena cocok dengan tema acara dan terlihat elegan.


Beberapa menit kemudian acara dimulai, pertunjukan pertama adalah siswa yang lulus bernyanyi di panggung menyanyikan lagu wajib Nasional dan lagu perpisahan. Sudah beberapa pertunjukan, ku rasa ini saatnya giliranku. Hmm aku sedikit gugup.


"Baik, selanjutnya kita melihat penampilan dari Intan Prameswari kelas IPA 2"merasa di panggil akupun berdiri dan menuju ke arah panggung "yaa, hari ini adik kelas saya memakai dress motif batik, dia terlihat sangat cantik dan anggun sekali dengan rambut cepolnya. Aduhh... Cantik banget udah ada yang punya belum sih ini? Jadi pengen saya bungkus aja bawa kerumah"ucap MC yang merupakan kakak kelasku, kak Ical namanya. Spontan perkataannya itu mendapat sorakan dari penonton. Aku yang sudah naik di atas panggung melempar senyum kepada penonton, mereka menatapku dengan tatapan yang beragam, it's okay tak masalah.


"Tempat dan waktu kami persilahkan"ucap kak Ical sembari memberiku mikrofon kemudian ia pun pamit undur diri.


"Selamat pagi semuanya salam sejahtera untuk kita semua. Semoga kita selalu di beri kebahagiaan dan kesehatan oleh Tuhan Yang Maha Esa, pagi ini saya akan membacakan puisi berjudul 'Impian' yang semoga bisa memberi kakak-kakak dan semuanya yang ada disini inspirasi untuk menjadi pribadi yang lebih baik"


Mimpi


Rintikan hujan membasahi tubuh ini...


Tatkala sang surya ingin menenggelamkan diri...


Aku menangis di tengah rintikan hujan...


Karena ke gagalan terus menerpa diriku...


Cahaya rembulan tampak bersinar terang...


Seterang mimpiku yang telah patah akan perkataan...


Aku berdiri tegak, menghapus bulir bening di pipiku...


Tak akan pernah ada kata menyerah...


Tak akan pernah ada kata letih...


Meski berpuluh-puluh kali aku telah jatuh...


Aku akan menimpanya pula dengan seribu kali kebangkitan...


Bangun....


Mari kita terbang setinggi bintang....


Melihat bagian dunia mana yang ingin engkau datangi...


Berdirilah dengan tatap sombong...


Seolah kaulah penguasa dunia..

__ADS_1


Di kegelapan malam aku melangkah...


Langkah demi langkah telah ku lewati...


Akan ku tunjukkan pada dunia, aku bisa...


Meraih mimpi dan cita-citaku...


"Sekian, terimakasih"ucapku membukuk sedikit yang langsung di sambut oleh tepukan tangan. Dari kejauhan mama tampak meneteskan air mata, mungkin tidak jika ia bangga padaku? Kalau begitu aku bersyukur, setidaknya pernah membuatnya bangga. Kemudian akupun turun kembali ketempat dudukku.


"Good girl!!"ucap Kak Nawan sembari mengacungkan jempolnya.


"Siapa dulu!! Intan gitu loch..."ucapku dengan bangga "Mamah tadi kenapa? Intan liat Mamah nangis?"tanyaku.


"Nggak, Mamah seneng aja liat kakak berdiri disitu, di depan banyak orang. Kakak dengan berani dan percaya diri ke depan, Mamah bangga sama kakak"aku ingin menangis mendengarnya, setelah sekian lama ada seseorang yang bangga dengan atas apa yang aku capai. Bahkan saat aku menjadi juara bulutangkis saja tidak ada yang menyemangati dan tidak ada yang bangga selain diri sendiri.


"Makasih Ma..."ku peluk dia sambil mengelus punggungnya.


"Oya, Michael kemana Nawan?"Mama bertanya, sebab Kak Michael duduk bareng kita tadi.


Hmmm sulit untuk di jelaskan. Ya, demi Mama aku berpura-pura pacaran dengan Kak Michael sebab kondisi Mama saat ini sedang sakit. Semenjak pulang dari Singapore Mama sering pingsan,pusing dan tiba-tiba sesak nafas. Sekarang saja dia kekurangan berat badan, tubuhnya kurus tidak seperti biasanya. Beberapa Minggu yang lalu kami mendesaknya untuk membawa ke rumah sakit dan akhirnya ia memberitahu bahwa ia menderita penyakit Jantung, tentu kami semua terkejut mendengarnya. Aku hampir saja ingin menangis, tapi Mama bilang penyakitnya baru-baru ini jadi bisa sembuh jika makan teratur. Aku bersyukur, penyakitnya tidak separah itu.


Dan yang aku pikirkan saat ini adalah Kak Michael, aku takut dengan ini Kak Michael semakin sulit melupakan aku, aku juga takut hatinya sakit saat mengingat hubungan kita hanya sebatas pacar bohongan. Aku takut menyakiti hatinya, aku sudah pernah bilang, jika tidak mau nggak usah di lanjutkan. Namun, dia bilang tidak apa-apa dia kasian dengan Mamah yang sudah berharap lebih, entah sampai kapan seperti ini. Tapi aku tau cepat atau lambat semua terbongkar pada waktunya.


"Tadi katanya pergi ke toilet sebentar"jawab Kak Nawan, namun tiba-tiba nama Kak Michael di panggil.


"Dan ini persembahan spesial dari mantan ketua osis kita yaitu Michael. Dia akan menyanyikan sebuah lagu untuk seseorang yang saya sendiri tidak tahu siapa, yang pasti kita lihat saja penampilannya" rupanya ia ingin bernyanyi di depan, hmm tidak di sangka Kak Michael bisa nyanyi. Btw, kemarin sudah ada pelantikan Osis baru karena ketua Osis sudah lulus.


"Uuuuuuuu"sontak kedatangan kak Michael di panggung membuat para murid perempuan bersorak gembira menyemangati.


"Hai semuanya apa kabar? Semoga kalian baik-baik saja. Emmm, benar apa yang di bilang Bang Ical tadi. Saya ingin menyanyikan lagu untuk seseorang yang sampai saat ini masih tersimpan di hati saya"hatiku melengos mendengarnya, apakah aku orang itu? Apa wanita lain? tiba-tiba dia menatapku kearah ku sejenak lalu tersenyum.


"Cieee yang di nyanyiin sama pacar"ucap Mama sembari menyenggol lenganku, aku hanya tersenyum kikuk.


Tak ada kisah tentang cinta...


Yang bisa terhindar dari air mata...


Namun kucoba menerima...


Hatiku membuka...


Siap untuk terluka...


Cinta tak mungkin berhenti....


Secepat saat aku jatuh hati....


Jatuhkan hatiku kepadamu.....


Sehingga hidupku pun berarti....


Senyum tampak ramah dan menawan itu seperti menyalurkan rasa sakit, maafkan aku ini yang jatuh begitu dalam....


Cinta tak mudah berganti.....


Tak mudah berganti jadi benci...


Walau kini aku harus pergi...


'Tuk sembuhkan hati...

__ADS_1


Walau seharusnya bisa saja...


Dulu aku menghindar....


Dari pahitnya cinta....


Namun kupilih begini...


Biar kuterima....


Sakit demi jalani cinta....


Cinta tak mungkin berhenti....


Secepat saat aku jatuh hati....


Jatuhkan hatiku kepadamu.....


Sehingga hidupku pun berarti....


Cinta tak mudah berganti...


Tak mudah berganti jadi benci...


Walau kini aku harus pergi...


'Tuk sembuhkan hati...


Hanya kamu yang bisa...


Bisa membuatku rela...


Rela menangis karenamu...


"Uuuuuuuu"


"Lagi!"


"Lagi!"


"Lagi!"


Sorak penonton yang ingin Kak Michael bernyanyi sekali lagi. Semenjak aku mengenal Kak Michael baru kali ini mendengar suaranya, ternyata bagus dan enak di dengar. Dan jujur saja, lagu yang dia bawakan sangat mencerminkan dirinya sendiri sehingga membuatku semakin merasa bersalah.


"Wiiidiiiwww, tepuk tangan dulu buat Michael!!"seru Bang Ical yang di sambut tepukan tangan meriah dari penonton.


"Tapi maaf ya teman-teman, waktu penutupnya sudah tiba, tapi mumpung waktunya masih ada. Gimana kita tanya-tanya dulu kak Michaelnya"


"Jadi sebenarnya, dari sekian banyak lagu kenapa harus lagu Cinta Tak Mungkin Berhenti untuk kamu nyanyikan kepada seseorang tersebut? Karena lagu itu menurut saya lagu melow atau jangan-jangan Idola kita ini sedang galau?"adunya pada penonton.


"Nggak sih, sebenarnya lebih mengungkapkan perasaan aja lewat lagu"


"Oww so sweet!"


"Eh tapi orangnya ada disini nggak sih? Kalau boleh tau"ingin rasanya menjejal mulut Bang Ical itu memakai batu. Kan jadinya Kak Michael lagi-lagi menatapku.


Ku lihat Kak Michael mengangguk sembari tersenyum.


"Cieee senyum-senyum. Aduhaaiii"


"Oke, kira-kira ada yang mau di sampaiin nggak ke penonton semua yang ada disini"

__ADS_1


"Emmm, Semoga setelah ini kalian dapat mencapai mimpi yang kalian impikan dan kedepannya akan selalu menjadi yang terbaik. Terimakasih kenangan tiga tahunnya, tiada Kenangan tanpa kalian!"


Tepukan tangan kembali meriah, sebagian dari mereka ada yang menangis haru mendengar kata-kata Kak Michael. Aku juga ikut merasakan kesedihannya, semakin hari Kak Michael kelihatan dewasa dan sangat beribawa.


__ADS_2