Sorry, I Already Love You

Sorry, I Already Love You
Ayo nikah!


__ADS_3

Hari lagi-lagi berganti kicauan burung dan suara deru ombak di bibir pantai tampak menghiasi pagi yang cerah ini.


Tok...


Tok...


Tok...


Suara ketukan pintu membuat Nawan terbangun dari tidurnya. Ia segera beranjak dari kasur dengan rambut yang acak-acakan dan mata yang belum sepenuhnya terbuka. Orang gila mana pagi-pagi sudah mengetuk pintu vilanya? Sangat mengganggu akhir pekannya.


Setelah membuka pintu Nawan terlihat kesal, ternyata wajah Natta yang dilihatnya.


"Morning kakak ipar!"seru Natta tersenyum sumringah, terlihat bahagia sekali pikir Nawan.


"Ngapain kamu pa---"belum sempat Nawan melanjutkan kalimatnya, Natta langsung menerobos masuk "dia kira ini vila Bapaknya apa?"umat Nawan kesal.


"Kakak ipar sudah sarapan? Pasti belum, aku tadi buat bubur ayam. Oya, calon istriku kemana?"Natta sembari mengeluarkan makanan dari rantang yang sempat di buatnya pagi-pagi sekali.


Nawan tiba-tiba bergidik mendengar kata 'calon istriku' "calon istri-calon istri di terima aja belum! Noh masih tidur!"Nawan menoleh ke arah kamar Intan.


"Aku bangunin ya"


"Eh mau kemana?"tanya Nawan melihat Natta berjalan menuju kamar Intan.


"Bangunin Intan"


Nawan diam sejenak lalu mengangguk tanda membolehkan Natta ke kamar Intan.


Di kamar, Intan tengah tertidur pulas dengan mulut sedikit terbuka. Natta tertawa kecil melihatnya, lalu ia naik tempat tidur mengamati wajah gadis cantik yang terlelap itu sambil tersenyum.


"Intan... bangun... ayo nikah...."bisiknya di telinga Intan, namun gadis itu tetap tertidur dengan napas yang teratur.


Merasa tak ada pergerakan, Natta menyetuh hidung Intan memainkannya hingga menusuk-nusuk lubang hidung gadis itu yang mulai beralih posisi, jahil memang.

__ADS_1


"Intan Intan ayo bangun!! Pangeran Natta sudah menunggu!"ucap Natta sambil menggoyangkan tubuh Intan.


"Apa siih Kak!!!"kesal Intan dengan mata tertutup.


"Aku bukan Nawan, aku Pangeran Natta Pratama yang ingin membangunkan Putri Intan Prameswari. Aku ingin mengajaknya menikah"ucapnya mulai merancau tidak jelas.


Sontak perkataan Natta yang abstrud itu membuat Intan langsung membuka matanya lebar "Bang Natta? Ngapain disini?"kejut Intan langsung bangun dari tidurnya.


"Kamu nggak dengar tadi aku ngomong apa?"


Intan langsung gelagapan, mengusap wajah bangun tidurnya lalu menarik Natta menuju keluar "Aku mandi dulu sebentar"ucapnya langsung menutup pintu.


Kemudian Intan bercermin, melihat wajahnya yang kusut dengan bilek di sudut matanya. Uh!! Memalukan sekali.


Setelah mandi memakai wewangian serta bermake-up tipis, Intan segera keluar dari kamar. Ia lihat Natta dan Nawan sedang berbincang, entah tentang apa itu kelihatan asik sekali.


"Makan"


****


"Tan.... kamu mau terima aku yang nggak punya apa-apa?"ucap Natta tiba-tiba.


"Ngomong apa sih Bang? Ya mau lah!! Orang aku cinta kok!"


Natta tersenyum mendengarnya, tanpa sadar Intan menyatakan perasaannya.


"Tapi kita butuh uang buat makan, mungkin aku nggak seperti pria yang kamu inginkan. Yang bisa beri kamu mahar 1 miliar dan plus apartemen elit, aku nggak bisa Tan"ucap Natta sedih, pura-pura sedih tepatnya.


Intan tertawa mendengarnya, Natta masih saja mengingat kata-katanya itu "Iya juga yaa? Yaudah kalau gitu Bang Natta nikah sama monyet aja, kan maharnya cuma 1 kebon pisang hahaha"kelakarnya.


"Kalau monyetnya kaya kamu aku nggak bakal jauh-jauh kesini. Sayangnya kamu cuma ada satu sih! Satu-satunya yang ada di dunia ini dan satu-satunya yang ada di hati aku"


"Haalaahh gombalnya udah pro ya sekarang. Cewek mana aja yang udah dengar tu gombalan?"

__ADS_1


"Aku nggak pernah gombal cewek selain kamu"


"Bohong"


"Serius"


"Iya deh percaya"


"Oya besok aku mau ke rumah paman kamu"


"Ngapain?"Intan terkejut mendengarnya.


"Mau nikah"terangnya langsung.


Intan menghela napas, dari tadi ia dengar Natta terus menyebut kata 'Nikah'


"Sama siapa ke rumah Paman?"tanya Intan.


"Sendiri"


"Gak boleh sendiri! Harus sama keluarga!"tegas Intan, ia tau hubungan Natta dan keluarganya tidak baik. Tapi jika seseorang ingin menikah, alangkah baiknya mempunyai wali apalagi Natta masih mempunyai keluarga yang sedarah.


"Bang Natta nggak pengen memperbaiki hubungan sama Om Kendrick? Dia juga manusia biasa seperti Bang Natta, punya salah,punya masa lalu, walau seburuk apapun dia. Om Kendrick tetap ayah kandung Bang Natta, dengan cara memutuskan hubungan dengannya bukan cara yang baik. Abang tetap nggak bisa memutuskan darah yang telah mengalir di dalam diri Bang Natta"tutur Intan pelan, ia berusaha membuat Natta berbaikan dengan keluarganya.


"Coba deh belajar memaafkan, kalau masalah masa lalu yang belum bisa Bang Natta maafkan. Anggap masa lalu itu adalah takdir yang buruk yang harus Bang Natta perbaiki takdirnya sekarang menjadi baik? Memang kita nggak bisa mengubah takdir, tapi apa salahnya kalau kita memperbaikinya?"


"Jadi syarat utama ingin menikah sama aku, perbaiki dulu hubungan Bang Natta sama Om Kendrick. Bawa dia ke rumah Paman, baru kita jadi suami istri yang sah"


Natta terdiam, mendengar ucapan sang calon istri membuat Natta yakin ia tak salah mencintai dan memilih Intan untuk menjadi teman hidupnya.


"Akan aku usahakan"


"Jangan bilang usahakan! Tapi pastikan!!"

__ADS_1


Natta mengangguk, lalu meraih tangan gadis itu "Makasih ya, udah buat aku sadar"


"Iya calon suami"jawab Intan tersenyum menatap Natta yang langsung mengacak-acak rambutnya gemas.


__ADS_2