
-Villa
"Om Ken akan tidur di kamar pertama sebelah kiri, Michael sama bang Natta tidur di kamar ke dua. Kalian berdua tidur di kamar belakang sama Vira kebetulan dikamar belakang ada tiga ranjang"jelas Nawan mengarahkan mereka semua.
"Harus banget gue sekamar sama Michael?"protes Natta.
"Emangnya kenapa?"tanya Nawan balik.
"Ya lo taulah dia sama gue gimana, ngomong aja nggak mau. Apalagi tidur berdua"
"Kalau nggak mau silahkan tidur di sofa"
"Terus aku tidur dimana?"sambung Intan.
"Kamu pulang ke rumah Uwa (sebutan paman/bibi di Bali)"jawab Nawan yang membuat bibir gadis itu mengerucut.
"Kok Intan nggak ikut nginap disini aja?"sambung Fany tak terima sahabatnya pisah dengannya.
"Bibi bilang biarkan Intan pulang dulu beberapa hari kalau udah waktunya baru kita kesana"
"Jadi gue sama Intan pisah dulu gitu? Nggak boleh bertemu selama waktu yang telah ditentukan?"Natta terlihat tidak rela.
"Boleh bertemu ketika sudah menetapkan lamaran. Berhubung Paman lagi di luar kota kita menunggu beberapa hari sampai Paman pulang"
"Tidak apa, hanya pisah beberapa hari nak. Setelah itu kamu juga akan puas bertemu dengan Intan"tutur Kendrick menepuk bahu putranya.
"Tapi sebelum pulang aku boleh ya jalan-jalan sebentar sama bang Natta?"tanyanya pada Nawan dengan tatapan memohon.
Nawan diam sejenak memperhatikan adiknya dan Natta yang menatapnya dengan tatapan penuh damba sehingga tidak dapat menolak permintaan adiknya itu. "Baiklah...."
******
Berjalan bersama,makan bersama, membeli barang-barang unik serta memandang Indahnya pantai sambil menikmati es kelapa murni yang begitu menyegarkan dahaga.
"Sayang mau sushi nggak?"tanya Natta sambil melihat menu tempat tersebut yang menyediakan berbagai macam makanan.
"Mau sayang tapi jangan terlalu pedas ya"
"Siap!"Natta segera pergi memesan makanan.
Setelah memesan makanan tersebut Natta hendak kembali ke tempat Intan namun ia tiba-tiba terkejut dengan pertengkaran seorang bule dengan seorang wanita.
Prannnnnnng!!
Tiba-tiba suasana sebuah caffe itu menjadi riuh akibat pertengkaran sepasang kekasih itu. Meja yang mereka duduki habis terbalik dengan gelas yang pecah.
__ADS_1
"What are you doing?"ucap si wanita berbaju **** berwarna merah itu karena pacarnya telah menimbulkan keributan di tempat umum.
"You ask what am I doing? You make me angry!! You walk and kiss with other men, I saw it with my own eyes!"jawab bule laki-laki itu dengan penuh emos.
Terjemahan: Kamu bertanya apa yang aku lakukan? Kamu membuatku marah!! Kamu jalan dan ciuman dengan pria lain, aku melihat dengan mataku sendiri!
"No, you must have seen it wrong. You know I love you so much so there's no way I'm cheating on you"sangkal wanita tersebut.
Terjemahan : Tidak,kamu pasti salah lihat. Kamu tahu aku sangat mencintaimu jadi tidak mungkin aku selingkuh.
"I don't believe it!! Everything you say is bullshit!!"
"Excuse me, you are the center of their attention. Can you solve your problems elsewhere?"Natta yang melihat adegan tersebut mencoba ingin melerai keduanya untuk menyelesaikan masalah di tempat yang lebih sepi. Sebab kasihan pada pemilik Caffe kehilangan pelanggan gara-gara pertengkaran tersebut.
"Natta?"panggil wanita itu setengah terkejut melihat sang mantan berada di tempat ini.
Natta memperhatikan wanita yang menyebut namanya sejenak kemudian ia juga ikut terkejut "Thea?"ya, ternyata wanita itu merupakan masalalunya. Ia hampir tak mengenali wanita itu.
Melihat ada orang yang dikenalnya wanita bernama Thea itu bersembuyi di bahu Natta. "Tolong selamatkan aku, dia akan mengamuk dan memukulku!"dengan tidak tahu malunya Thea memegang lengan Natta meminta pertolongan.
"Itu urusan kamu aku nggak mau ikut campur"Natta hendak meninggalkannya namun Thea menahan pria itu.
"Aku mohon!! Hanya kamu orang yang bisa selamatin aku Nat!"
Pria bule yang melihat itupun semakin berang "Who is he? What is that man?(siapa dia? Apa dia pria itu?)"tanyanya menatap Natta.
"Come on!"pria itu menyeret Thea secara paksa dengan keramaian orang yang berkumpul tersebut.
"Natt tolongin aku!!"ucapnya pada Natta yang merasa tidak enak. Dan mau tidak mau ia menolongnya.
"Wait bro! Sorry to interfere, but in Indonesia it is not allowed to treat women like this. Please solve the problem properly"
(Agar pembaca tidak bingung, Author langsung pakai bahasa Indonesia aja ya. anggap mereka sedang berbahasa Inggris)
"Saya tau, tapi dia pacar saya. Saya berhak melakukan apapun terhadap dia! Tolong jangan campuri urusan kami"
"Iya terserah anda saja, tapi jangan perlakukan dia dengan kasar. Wanita tidak suka pria yang kasar"
"Anda sangat perhatian sekali dengan Thea, apa anda lelaki yang di klub waktu itu?"
"Bu---"Natta hendak menyangkal tapi Thea buru-buru memeluk lengannya seolah ketakutan.
"Iya, dia pria itu. Jika kamu mau mengakhiri hubungan ini terserah, aku hanya ingin bersamanya!"ucap Thea yang kontan membuat mata Natta membulat sempurna mendengarnya.
Bersamaan dengan itu Intan yang sedang mencari Natta melihat Thea bergelayut di lengan pujaan hatinya, siapa yang tidak marah kalau miliknya di sentuh orang lain? Tak ayal Intan bergegas dan segera menarik Thea hingga hampir tersungkur ke pasir. Jangan salah walau tubuhnya kecil begini dia juga seorang atlet yang sering olahraga.
__ADS_1
"Ternyata kamu yang pergi ke klub bersama pacarku!!"Pria itu semakin marah kala Thea bilang Natta adalah pria yang di lihatnya.
Mendengar itu Intan refleks melotot ke arah Natta seakan meminta penjelasan kepadanya.
"Engg- enggak!! Sayang itu salah paham!"ucapnya tergagap, ia bingung harus berkata apa. (Indonesia)
Ya Tuhan kenapa jadi begini? Malah mau otw kawin lagiii. Ni ada-ada aja drama hidup!
"Terus tadi apa?!"tanya Intan dengan nada menekankan.
"Nanti aku jelasin, tapi bantu aku selesaikan kesalahpahaman ini dulu!"
"Apanya yang salah paham?"
"Thea bilang aku selingkuhannya, jadi bule ini pacarnya yang mengira Thea selingkuh sama aku "jelas Natta tersungut-sungut, menyesal telah menolong orang yang tidak tahu diri.
"Kalian sedang bicara apa?"tanya bule itu memandang Natta tak suka (Inggris).
"Maaf ada kesalahan pahaman disini, dia suami saya. Dia sudah menikah dan kami baru saja tiba di Bali siang tadi, jadi pria yang anda maksud bukan dia. Perempuan ini hanya memfitnah!"tegas Intan menatap sinis Thea yang tampak sedang menahan amarahnya.(Inggris)
"Memfitnah? Aku tidak fitnah! Natta ini mantan aku, dan aku masih mencintainya"Thea semakin agresif, ia bahkan memegang tangan Natta yang segera menepisnya dengan kasar "aw! Sakit Natt! Kamu bilang tadi 'jangan perlakuan wanita dengan kasar' tapi kamu malah berbuat kasar Natt!"berekspresi seolah merasa ia si paling tersakiti.
"Tidak untuk perempuan yang tidak tahu diri! Udah di kasi hati minta jantung! Tau gitu gue kasi tai kucing aja tadi"serakah Natta kesal "Nih-nih serah lu mau diapain! Gue nggak peduli !"Natta mendorong-dorong Thea ke arah pria itu yang kini kebingungan. "Kalau begitu let's go baby!"lanjutnya merangkul mestra Intan.
"Bye-bye!"gadis itu berdadah ke Thea dengan ekspresi yang sangat menjengkelkan sehingga Thea menggertakkan giginya kesal.
******
Sampai Vila Natta terus membujuk Intan untuk memaafkannya. Rupanya gadis itu bisa marah juga dengan persoalan tadi, ia kesal saja ketika melihat Natta di sentuh wanita lain terlebih wanita lain itu adalah mantannya.
Padahal Natta sudah menjelaskan awal mula kejadian itu, tapi Intan tetap saja tidak mau membuka suara. Natta jadi terkucilkan hingga tak tahu lagi berbuat apa, ia tak menyangka juga Intan akan marah hanya karena kesalahpahaman.
"Please! Maaf Tan, aku udah jelasin semuanya. Tapi kamu terus cuekkin aku!"mohonnya pada Intan yang sibuk dengan ponselnya "Intan sayang! Maafin yaa.... kita nanti mau pisah loh berapa hari. Nanti aku sedih kalau kamu masih marah"ucapnya memelas.
Intan melirik wajah Natta yang melihatnya dari bawah, namanya wanita siapa yang tidak luluh kalau ditatap seperti itu? "Suka ya? Di perebutin kaya tadi? mana baju mantan kamu **** banget lagi"ketusnya memandang Natta jengah.
"Astagfirullah Intan! Aku sama sekali nggak bermaksud yang gimana-gimana. Itu memang pakaian dia kaya gitu, aku juga nggak heran"
"Oohh jadi waktu pacaran sama kamu dia juga sering berpakaian seperti itu? Pantes nggak mau pisah ternyata ada makanan sehari-hari"ucap gadis itu pedas.
"Nggak tau ya jelasinnya gimana jahat banget kamu nilai aku kaya gitu. Tapi terserah kamu ajalah. Salah terus, aku jawab juga kamu malah menambah-nambahkan"Natta terlihat pasrah, ia tak tahu lagi berkata apa jika beradu mulut dengan Intan. Ia selalu terpojokkan. "Lagian aku udah punya kamu, tadi aja aku hampir nggak kenal dia"sambungnya berjalan dengan lesu meninggalkan Intan.
"Yaudah sini kalau gitu"ucap Intan, ia rasa cukup sudah ia marah. Kasihan juga melihat kekasihnya itu terlihat putus asa, padahal ia tahu betul Natta tidak akan berbuat hal yang akan mengecewakannya.
Natta berbalik kemudian duduk lagi di samping Intan yang segera memeluk pria itu dengan kehangatan "nggak suka liat kamu di pegang cewe lain, aku cemburu"terangnya yang mendapat pelukan dari Natta.
__ADS_1
"Iya sayang maaf...."