
"Lo lagi di Jakarta nggak?"tanya Natta di sambungan telepon. Ternyata nomor Vira masih aktif, semua ini karena Intan yang tetap ngotot untuk menjodohkan Vira dan Michael.
"Iya ini lagi di Jakarta, kenapa lu? Tumben amat nanya-nanya"ucap Vira tak ramah.
Natta jadi menoleh Intan yang mengangguk.
"Lo udah punya pacar belum ?"tanyanya terlebih dahulu. Karena tak mungkin kalau menjodohkan orang yang salah satunya sudah mempunyai pasangan.
"Nat, sorry tapi gue nggak minat sama lo"
"Jangan ke GR-an lu anjiir! Ya kali gue suka sama lu. Mending gue suka sama dugong!"
"Terus lo ada perlu apa telpon gue? Nggak mungkin kalau nggak ada maunya. Cepatan deh! Gue lagi sibuk!"
"Gue mau nikah, tapi calon bini gue ngidam lu di jodohin sama adek gue"
"Hah? Gimana-gimana? Konsepnya gimana sih? Lu mau nikah tapi calon binik lu ngidam gue di jodohin sama adek lu?"tanya Vira tak mengerti apa yang temannya itu katakan.
"TERUS HUBUNGANNYA SAMA GUE APA? LU KALAU MAU NIKAH YA NIKAH AJA! GILAK LO YA!"kesal Vira, ia rasa Natta sudah tak waras.
Disana Intan terlihat menepuk jidatnya, pusing dengan Natta yang berbicara asal. Lalu kemudian Intan mengambil alih ponsel pria sedikit bodoh itu.
"Hello Kak Vira, ini aku Intan. Apa kakak masih ingat dengan aku ? Yang kita ketemu di Bandara dua tahun lalu"
Vira diam sejenak, mengingat Intan yang bertemu di Bandara dua tahun lalu. Lama sekali, pikir Vira.
"Si hoddie ungu?"tanya Vira.
"Iya betul sekali!"seru Intan.
"Aku dengar Kakak belum mempunyai pasangan dari Bang Natta. Bukannya bermaksud merendahkan, hanya ingin mengenalkan saja kakak pada adik Bang Natta namanya Michael. Siapa tau kalian jadi akrab satu sama lain, kalau boleh tau tipe kakak yang gimana?"
"Gue sih nggak banyak mau. Yang penting setia, karena gue sering ketemu pria brengseek di luar sana"
"Nah!! Pas banget, Ka Michael setia orangnya. Cakep lagi, pokoknya cocok banget deh sama kakak"
"Lu lagi hamil apa gimana sih? Ngidam aneh banget"
"Iya kayanya, pliss ya turutin kemauan debaynya. Nanti kasian gak di turutin"
Natta yang mendengarnya pun terkejut, bola matanya membulat lebar. Bisa-bisanya Intan berkata seperti itu.
__ADS_1
"Wah bener-bener si Natta!"decaknya tak mengira Natta melakukannya.
"Yaudah, lu atur aja ketemuannya dimana"
****
Di sebuah restoran Intan tengah menunggu Vira datang. Lumayan lama, Intan sampai lelah menunggu wanita itu. Tak lama kemudian Vira datang, wanita berpakaian modis dan berkacamata hitam itu terlihat mencari seseorang. Intan segera melambaikan tangan melihatnya.
"Intan calon istri Natta?"panggil wanita itu menurunkan sedikit kacamatanya untuk melihat Intan.
"Iya betul sekali"sahut Intan tersenyum mempersilahkan Vira untuk duduk.
"Sudah besar ya? Dulu masih mungil banget"ucap Vira sembari meletakkan tas brandednya di kursi dan duduk dengan anggun "udah berapa bulan?"tanyanya tiba-tiba yang membuat Intan sedikit terkejut.
"Ma-mau masuk tiga bulan"jawabnya tergagap, ia tak menyangka Vira bertanya demikian.
"Lumayan ya...."Vira tampak mengangguk-angguk, hal seperti ini memang sudah biasa menurutnya. "Jadi niat kamu bertemu dengan aku ingin mengenalkan adik Natta? Tapi aku baru lho kalau Natta punya adik"
"Dia punya adik, tapi hubungan mereka sedikit renggang karena alasan tertentu"jawab Intan menjeda omongannya sejenak "jadi nama adiknya itu Michael, nah Kak Michael ini orangnya keras kepala banget, dingin dan kelihatan cuek tapi di balik itu dia punya sisi yang lembut, perhatian dan setia. Kalau dipikir siapa sih yang nggak mau sama dia? Ganteng lagi, So.... Kalau Kak Vira kenalan sama dia dan merasa nyaman atau semacam perasaan suka, kita bisa jadi besanan"hasut Intan dengan senyum terselubungnya.
"Kalau di dengar sih kriterianya aku banget itu, tapi kalau dianya nggak suka sama modelan kaya aku gimana?"Vira akui kalau dia ini bukanlah wanita yang baik-baik. Hidup juga sesuka hati, dimana tempat ternyaman disitu ia tinggal.
"Gapapa, karena aku yakin Kak Vira bisa memikatnya"
"Kenapa nggak lo aja yang sama adik Natta? Kan dia mapan banget tu udah setia, perhatian dan juga lembut orangnya"Vira ingin tahu saja jawaban Intan.
"Kan aku udah sama abangnya yang nggak jauh beda. Tapi jujur sih, masih cakepan adiknya dari pada Bang Natta"terang Intan jujur dari lubuk hati. "Tapi aku cintanya sama Natta terus mau gimana? Biar adiknya lebih ganteng pun hati tak bisa berbohong"lanjutnya.
Masuk akal.
"Aku jadi penasaran kayak apa orangnya"
"Bentar lagi juga datang"
Ya, Natta sudah berbicara pada Michael bahwa Intan ingin bertemu dengan adiknya itu. Awalnya Michael menolak karena tak mau berurusan lagi dengan cinta pertamanya, namun Intan yang menelpon bahwa ia ingin memberikan sesuatu. Mau tak mau Michael bertemu dengan Intan, pria itu juga penasaran apa yang akan diberikan gadis itu.
Vira dan Intan terlibat omongan, keduanya tampak asik sekali berbincang. Berbagi pengalaman serta membicarakan barang-barang yang sedang promo. Random memang. Tapi inilah Intan, gadis itu sangat friendly pada semua orang dan pandai menyesuaikan diri pada orang tersebut.
Tak lama, orang yang mereka tunggu datang. Michael dengan langkah lebarnya berjalan menuju meja Vira dan Intan duduki. Dari kejauhan Intan sudah melihat Michael, ia segera memberitahu Vira bahwa Michael sedang menuju kesini. Sedikit deg degkan karena sudah lama tak bertemu.
"Hai, apa kabar? Lama nggak ketemu"sapa Intan tersenyum hangat, ketika melihat Michael ia merasa tidak kenal. Auranya sangat berbeda.
__ADS_1
Michael menatap Intan sejenak wajah yang sangat ia rindukan itu kini di depan matanya. Sudah lama ia menanti momen ini, tapi keadaan ternyata tak sesuai yang di harapkan. Intan wanita yang ia cintai sudah milik saudaranya, ia sadar akan hal itu. Ingin sekali memeluknya lalu mencurahkan rasa rindu tapi apa daya.
"Baik"jawabnya sembari duduk di depan Intan dan Vira yang kini tercengang melihat Michael yang begitu menawan. Apakah ini yang namanya jatuh cinta pada pandangan pertama? Vira akui omongan Intan benar, Pria di depannya ini tidak hanya menawan tapi Perfecto!!
"Oya kenalin dia Vira teman aku"ucap Intan memperkenalkan Vira.
"Vira Ziandini Aditya, panggil aja Vira"
Vira secepat kilat mengulurkan tangannya, wajah antusias wanita itu sangat jelas sekali. Sementara Michael menatap tangan Vira sejenak, ia tak suka wanita yang berkuku panjang seperti Vira walau di mata para wanita memasang kuku panjang untuk memperindah kuku.
"Michael"ucapnya tanpa membalas uluran tangan Vira.
"No problem"Vira menarik tangannya kembali dengan wajah santai.
"Ini barang yang mau aku berikan ke Kak Michael. Boneka ini aku titipkan ke Fany, karena aku rasa setiap kali melihatnya akan selalu merasa bersalah pada Kak Michael. Aku benar-benar minta maaf, aku harap Kak Michael bisa mengerti"tuturnya sembari memberikan boneka yang pernah Michael berikan padanya.
Michael menatap bungkusan tersebut lama. Ingatannya kembali pada saat ia memberikan boneka itu dua tahun lalu. Kenangan yang manis sekali di ingatannya.
"Seharusnya kamu nggak perlu repot-repot mengembalikan ini. Jika kamu merasa bersalah melihatnya, berikan saja pada orang lain. Karena aku juga sama, menyimpan boneka ini akan membuat aku teringat pada seseorang"
"Dan jangan minta maaf, kamu tidak salah"sambungnya menatap mata Intan dalam.
Intan mengangguk mengerti, lalu mengambil kembali paper bag isi boneka itu kemudian menyerahkannya pada Vira yang sedari tadi hanya menjadi pendengar yang baik. Ia tak berniat bertanya atau penasaran apa yang terjadi, yang dia tahu saat ini pria di depannya sangat tampan. Cara bicaranya juga sangat berwibawa.
"Aku pikir boneka ini akan pantas bila Kak Vira memilikinya"ucap Intan.
Vira langsung membuka paper bag itu lalu mengambilnya "lucu, aku akan menganggap boneka ini beri'an dari dia"wanita itu langsung mengedipkan matanya centil depan Michael yang berekspresi datar.
"Jika tidak ada lagi yang ingin di bicarakan, aku pamit"Michael hendak berdiri, Vira dengan cepat langsung menyodorkan ponselnya.
"Begitu banyak pria yang aku temui di dunia ini, tapi tidak ada yang mengambil hatiku secepat dirimu"
"Bolehkah aku meminta nomor ponsel kamu?"
Michael langsung terkejut dengan Vira yang spontan berdiri dan menyodorkan ponselnya. Apalagi dengan perkataan cinta mendadak itu, sungguh ini membuatnya gila.
"Maaf tapi anda bukan tipe saya"ucap Michael sembari memperhatikan Vira.
"Aku akan menjadi tipemu, izinkan aku untuk kita kenalan lebih dekat. Kamu pernah jatuh cinta bukan? Maka seperti itu yang aku rasakan saat ini yaitu memilikimu, aku bukan wanita bodoh. Jika aku merasa lelah, aku akan berhenti"
"Wanita di sebelah kamu adalah tipeku. Belajarlah darinya"
__ADS_1
Tidak salah Intan memilih Vira, terbukti bahwa wanita itu sudah terpikat oleh Michael dari pandangan pertama. Intan benar-benar pintar dalam menjodohkan, bahkan gadis itu kini terlihat bangga dengan dirinya sendiri. Soal Michael menolak Vira itu urusan belakangan, karena ini baru awal. Ia tahu wanita seperti Vira jika mengejar seorang pria caranya pasti berbeda.