Sorry, I Already Love You

Sorry, I Already Love You
Masalah


__ADS_3

"HAH? SERIUS?!"pekik Intan terkejut yang membuat Natta terperanjat kaget mendengarnya.


"Waaaaaaa akhirnyaaaaaa!!! Bang Natta aku seneng bangetttttt!!"girang Intan refleks memeluk Natta sambil meloncat-loncat.


Intan mendapat pesan pagi ini bahwa Vira telah memberitahukan hubungannya dan Michael sekarang.


"Kenapa? kenapa?"tanya Natta penasaran.


"Ka Vira sama Ka Michael mereka udah jadian!!"serunya dengan senyum sumringah.


"Secepat itu?"sedikit terkejut dan Kurang percaya juga.


Intan mengangguk antusias, siapa sangka hubungan mereka akan secepat itu mengingat Michael adalah orang yang dingin,cuek dan belum sepenuhnya melupakan masa lalu ?


Sesaat Natta menyadari satu hal, ia tersenyum penuh arti memandangi kekasihnya yang bingung dengan senyuman tersebut.


"Itu artinya kita bisa nikah sayang!!!"seru Natta girang.


"Kita nikah.... Kita nikah....!"seru Intan tak kalah lebih girang sambil memeluk Natta singkat.


"Kebelet nikah lu berdua?"tanya Nawan tiba-tiba yang sedari tadi memperhatikan interaksi dua orang prik di hadapannya.


"Lebih cepat lebih baik!"Natta dengan mestra menggenggam tangan Intan di depan calon iparnya itu "cinta kita bagaikan sebuah magnet yang dimana ketika kutup utara bertemu dengan kutup selatan akan bersatu dan menjadi tarik menarik sebab sebuah perbedaan akan menjadikan kami bersatu untuk melengkapi kekurangan satu sama lain oleh karena itu Tuhan mengirimkan wanita baik untuk aku yang buruk"tiba-tiba kata mutiara alami keluar dari mulut Natta. Pria itu seperti mengucapkan puisi yang entah dari mana kata itu berasal.


Nawan menyeruput ekspresso-nya lalu melihat Natta dengan jenggah. Kemudian membelah genggaman tangan Natta dan adiknya memakai tangan bak seperti mematahkan balok kayu.


"Puisimu itu bagaikan bau jus pete tadi malam. Bikin MUAL"


"Hahahahahaha!! Lucu-lucu"tawa Intan.


*****


Malam hari selepas pulang kerja Bening dan Fany sedang di perjalanan menuju Mall di Jakarta. Disana Intan dan Natta menunggu keduanya untuk datang sebab mereka ingin berbelanja bersama. Namun di perjalanan Bening menerima telepon dari nomor yang tidak di kenal.


"Iya selamat malam, benar ini dengan saya Bening saudara David"ucap Bening usai menerima panggilan tersebut.


"Apa? Oke saya segera kesana sekarang"lanjutnya dengan nada panik.


"Kenapa?"tanya Fany melihat Bening yang panik.


"Fan putar balik sekarang!!"

__ADS_1


- R.S Permata Indah


Bening dengan tergesa-gesa menuju ruang Mawar di ikuti juga oleh Fany yang sebelumnya sudah menghubungi Intan bahwa mereka sedang ada masalah.


Di ruangan tersebut ia melihat adiknya sedang berlutut dengan wajah yang babak belur. Tak ayal, Bening langsung memeluk sang adik lalu melihat wajah yang penuh luka itu.


"Ada apa ini? Kenapa adik saya di pukul? Salah adik saya apa?"tanya Bening pada orang yang memukul David.


"Oohh jadi kamu kakaknya si brengseek ini?"ucap pria tua tersebut dengan penuh amarah.


"Adik kamu sudah merusak kehidupan putriku!! Jika saja putri kami tidak bertemu orang seperti dia! Nasib anak kami tidak akan seperti ini!!"murka seroang wanita paruh baya pada David yang tertunduk tak berdaya.


Bening melihat seorang gadis yang sedang tergeletak di ranjang dengan selang oksigen di hidungnya.


"Adik kamu telah me*perk*sa anak saya!! Sehingga anak saya hamil dan mencoba menggug*rkan kandungannya!! Apa kamu tidak mendidik adik kamu dengan baik? Si brengseek ini mencoba lari dari tanggung jawab!"


Bening terkejut atas perkataan pria tua itu, sungguh ia tak percaya adiknya melakukan itu semua. Ia melihat David.


"David apa benar yang dikatakan olehnya? Kamu nggak mungkin melakukan itukan?"desak Bening yang tidak mendapat jawaban apa-apa dari sang adik.


"Jawab kakak David!!!"sentaknya.


"Aku tidak me*mperk*sanya kak!! Kami sama-sama mengingin---"


Tamparan keras menghampiri wajah David, Bening benar-benar kecewa apa yang telah dilakukan oleh adiknya "Apa kamu tau apa yang telah kamu lakukan hah? Kamu melakukan sesuatu kepada seorang gadis sampai menghamilinya David !! Kamu gila?"


"Maafkan aku kak!! Aku salah,aku khilaf, aku minta maaf"ucap David sambil bersipuh di kaki kakaknya.


Bening menghela napas panjang kemudian menatap kedua orang tua gadis tersebut lalu juga ikut berlutut "maafkan adik saya Pak Bu, adik saya salah. Seharusnya saya lebih memperhatikan adik saya, untuk permasalahannya jika Ibu Bapak ingin adik saya bertanggung jawab. Adik saya akan bertanggung jawab"


"Saya tidak perlu permintaan maaf kalian!! Apakah nasib anak saya masih bisa di selamatkan dengan permintaan maaf kalian? Masa depan anak saya sudah hancur gara-gara dia!! Dasar tidak tahu diri!! Emang kamu siapa yang ingin bertanggung jawab pada anak saya? Menghidupkan diri sendiri saja susah apalagi menghidupi anak saya"


Bagai di lempar ribuan jarum, hati Bening sakit mendengarnya. Memang hidupnya saat ini hanya pas-pasan hanya untuk mencukupi kebutuhan dia dan adiknya, tapi apakah selama ini dia menyusahkan seseorang? Sehingga hinaan seperti ini yang ia dengar.


Gadis itu berdiri menatap bola mata pria itu dengan perasaan mulai emosi karena kesal sempat berminta maaf dengan tulus sampai berlutut tapi hanya hinaan yang ia dengar.


Ceklek....


Tiba-tiba dokter datang bersama suster di sampingnya, Beningpun mengurung niatnya yang hendak melawan pria tua itu "ada apa ini? Diharapkan kalian jangan memancing ke ributan karena akan membuat pasien saya tidak nyaman. Jika ada masalah sebaiknya selesaikan di luar dengan kepala dingin!"ucap dokter wanita itu dengan tegas.


Dokter tersebut menyuruh suster menyuntikkan cairan pada infus pasien kemudian membaca selembar kertas yang suster bawa. "Berdasarkan hasil pemeriksaan Ibu Nadia telah keguguran karena janin baru berusia beberapa Minggu sehingga sangat rentan terhadap hal yang membahayakan janin. Terlebih makanan yang di konsumsi pasien sebelumnya membuat janin cacat"jelas dokter tersebut yang membuat wanita tua yang merupakan ibu Nadia itu menangis histeris sambil menggenggam tangan putrinya.

__ADS_1


Dan ya, sebelum itu Nadia (pacar David) telah mengonsumsi makanan yang dilarang ibu hamil memakannya terlalu banyak.


"Apa anak saya bisa memiliki anak lagi Bu dokter?"sambung ayah Nadia.


"Kemungkinan 50% untuk Bu Nadia hamil lagi Pak, mengingat di usianya yang sekarang sudah mengalami keguguran"


*****


Bening menatap langit-langit malam, sangat indah dengan bulan dan bintang yang bersinar terang. Tapi tidak seindah pikirannya yang sedang kalut pada masalah yang ada.


Drettt.... Derttt....


Getaran ponsel kembali terdengar, garis senyum terukir di bibirnya kala nama sang pujaan hati berlayar di ponselnya.


"Iya hello"


"Aku ada di depan rumah kamu, keluarlah aku ingin membicarakan sesuatu"


Dari atas Bening sudah melihat Reihan sebab gadis itu berada di atap rumahnya. Ini kebiasaan Bening ketika sedang banyak pikiran, ia akan lebih sering memandangi langit pada malam hari dari atap rumahnya.


Gadis itu segera turun menemui pria berpakaian kasual itu "nggak mau masuk dulu?"tawarnya pada Reihan untuk duduk ke dalam.


"Nggak, aku cuma mau nyampaiin ini. Tapi aku minta maaf sebelumnya, mungkin hubungan kita akan sampai disini. Aku cinta sama kamu tapi kita nggak bisa melanjutkan hubungan ini, orang tua aku melarang keras hubungan kita"Reihan tampak serba salah dengan keadaan, entah apa yang membuatnya memutuskan hubungan dengan Bening.


"Maksud kamu ?"Bening menolak percaya apa yang dikatakan Reihan,selama ini hubungan keduanya baik-baik saja tanpa masalah. Tapi kenapa Reihan tiba-tiba berkata demikian?


"Orang tuaku nggak merestui hubungan kita Bening, entah mendapat kabar dari mana mereka tidak mau aku pacaran sama kamu yang keluarganya berantakan. Dan mereka juga dengar bahwa adik kamu....."perkataan Reihan menggantung tak ingin mengatakannya "adik kamu memperkosa seorang gadis. Maaf.... keluarga aku nggak bisa terima itu semua"ucapnya dengan perasaan bersalah.


Bening menatap dalam mata pria itu, bulir air menggenang diklopak matanya. Ia seakan tidak percaya ini semua "aku bingung kenapa genre hidupku seperti ini Rei, kamu jahat tau nggak!! Kamu nggak cinta sama aku Rei! Kalau kamu cinta sama aku, kamu bakal perjuangin aku! Kamu tetap dukung aku!"ucapnya dengan tatapan kecewa, ia berusaha agar tidak meneteskan air mata. Entah kenapa kebahagiaan slalu tidak berpihak padanya, lama-lama ia muak dengan ini semua.


"Aku cinta sama kamu Bening! Tapi aku nggak bisa nentang kehendak keluarga aku. Aku harap kamu bisa mengerti"


Bening diam sejenak sembari menetralkan hatinya yang kini sangat hancur. Masalah selalu datang bertubi-tubi.


"Oke, kalau itu mau kamu aku bisa apa. Memang jalannya seperti ini"mau bertahan juga tidak ada lagi yang bisa ia harapkan karena kenyataannya dia dari orang yang tidak mampu. Ia juga harus tahu diri jika mau bersanding dengan Reihan yang jelas asal usul keluarganya.


"Terimakasih sudah mengerti"Reihan menggenggam tangan Bening terakhir kalinya.


Tak di pungkiri Reihan sebenarnya tidak rela meninggalkan Bening, ia senang, ia juga bahagia disisi gadis itu namun semuanya terhalang oleh restu. Karena memang Reihan adalah putra satu-satunya di keluarganya yang sangat patuh pada orang tua.


Bening menepis tangan itu kasar "aku juga berharap ini pertemuan terakhir kita. Jangan pernah muncul dihadapanku lagi, terimakasih untuk cerita singkatnya"

__ADS_1


hancur,hancur sekali....


ia merasa ia tidak pernah beruntung dalam hal apapun. Mulai dari keluarga, percintaan, ekonomi dan pekerjaan.


__ADS_2