
Tak ingin menunda waktu, karena yang lain juga punya kepentingan. Natta dan Intan akhirnya menetapkan tanggal 2 hari sesudah lamaran. Dan ya, hari itu jatuh pada hari ini, hari yang akan terasa panjang bagi keduanya yang baru saja menempuh hidup baru.
Pernikahan sederhana dengan resepsi di tengah alam yang terbuka. Dua insan yang saling jatuh cinta itu kini berdiri di pelaminan, senyum ceria tak luput dari bibir mereka. Kini, gadis bernama panjang Intan Prameswari itu tampak glamor dengan memakai dress yang begitu cantik dan elegan meliliti tubuhnya. Begitupun dengan sang mempelai pria yang terlihat tampan dan menawan.
"Sayang, lipstik aku masih ada nggak?"tanya Intan pada Natta yang langsung melihat wajah wanitanya.
"Masih ada sayang, itu lipstiknya tahan lama. Dari tadi nanya lipstik terus"Natta dengan sabar menghadapi wanita yang kini sudah berstatus menjadi istrinya itu.
"Takut luntur sayang, soalnya kalau pudar make upnya jadi jelek"
"Kamu cantik gitu siapa yang mau bilang jelek? Wajah kamu tampa make up aja udah cantik apalagi ini. Cantiknya plus-plus-plus"
"Ish... Kamu lebay"Intan mencubit perut Natta yang langsung menghindar.
"Tapi beneran"ucapnya menatap wajah Intan yang bersemu merah "cieee udah nikah"godanya yang membuat Intan memukul kecil lengan suaminya.
"Asik bener pengantin baru! Akhirnya sah juga ya bro setelah melewati hujan badai angin ribut halilintar"ucap Janu menautkan tangannya pada Natta sambil menepuk-nepuk singkat punggungnya tanda ucapan selamat "semoga kalian menjadi keluarga sakinah marohmah mawadah"doanya.
"Eh kebalik dong bro!"
"Oh iya, sakinah mawadah warohmah"
"Iya makasih bro!"
"Selamat ya buat kalian!! Astagaa gue nggak nyangka banget kalian udah suami istri"selanjutnya Fany memberi selamat pada keduanya sambil memeluk sang sahabat.
"Iya, lo kapan nyusul Fan? Kasian lo nanti jadi lumutan nungguin si Janu lamar"
"Gue sih gampang! Besok juga bisa gue nikah kalau gue mau Tan"
Satu persatu tamu undangan memberi selamat pada Intan dan Natta termasuk Michael,Vira,Nawan dan juga Bening mereka sangat bahagia sekali melihat Intan sangat serasi dengan Natta di pelaminan.
Bening yang tengah memperhatikan Intan dan Natta tiba-tiba di kejutkan oleh Nawan yang mengambil gelas minum dari tangannya.
"Mau nyusul mereka nggak?"ucap Nawan tiba-tiba, ia melihat ke pelaminan sambil meneguk air tersebut.
"Apaan si gajelas"sungut Bening hendak meninggalkan Nawan.
"Kenapa sih susah banget dapatin hati kamu lagi? Tolong kasi aku kesempatan Bening"Nawan menahan tangan gadis itu supaya tidak lari darinya.
"Lepas Nawan!"
"Mau ngulang lagi nggak dari awal?"tanyanya menghiraukan kekesalan gadis itu "Nggak di jawab jadi pacar aku,jawab enggak jadi istri aku,jawab iya jadi pacar aku. Kamu milih yang mana?"
"Maksa banget sih! Aku nggak mau Nawan!!"
__ADS_1
"Berarti kamu mau jadi pacar aku"Nawan menarik tangan Bening dengan spontan hingga gadis itu menabrak tubuhnya.
Tak hayal, hal tersebut memicu emosi gadis itu. Ia memutar tangan Nawan ke belakang secara spontan hingga kini pria itu meringis kesakitan.
"Aw! Aw! Sakit Bening!"keluhnya.
Kemudian saat itu juga keduanya menjadi pusat perhatian para tamu undangan. Bening yang baru menyadari ia berada di tempat umum tiba-tiba mendorong Nawan hingga terjatuh. Ia pun pergi menjauhi tempat tersebut diikuti Nawan juga yang berlari tertatih-tatih mengejarnya hingga tak sadar ia menabrak batu besar. Alhasil pria malang itu terjatuh.
"Bening tolong!!"teriaknya sambil meringis kesakitan.
Bening menoleh ke belakang dimana Nawan terjatuh hingga sikunya berdarah. Hari yang memalukan, untungnya Mereka sudah jauh dari keramaian orang. Berbaik hati, Bening membantu Nawan membawanya ketempat duduk.
"Makanya jadi orang jangan usil !!"ucapnya sambil membersihkan luka Nawan dengan kekesalan.
"Skkktttt perih Bening Pelan-pelan! untung tangan aku gak patah. Kalau patah gimana? Kamu mau gantinya?"sungut pria itu.
"Biarin"
"Aw!"ringisnya lagi saat Bening menekan lukanya "mau ya jadi pacar aku?"mohonnya sambil memegang tangan gadis itu.
Bening terdiam sejenak, kemudian menghela nafas panjang. Beberapa hari belakangan ini Nawan memang sungguh membuatnya kesal setiap hari, apa dia balikan saja? Soal rasa memang masih ada terlebih sifat Nawan kali ini sungguh kekanak-kanakan.
"Hemm"Bening hanya menjawab dengan deheman yang membuat mata Nawan membuka lebar.
"Hemm apa?"tanyanya antusias.
"Iya apa dulu?"
******
- Malam Pertama
"Kenapa kita harus tidur di Hotel si bang?"tanya Intan sembari menghapus riasan wajahnya usai acara resepsi pernikahan "padahal di villa juga banyak kamar"membazir 10 juta hanya untuk menyewa kamar hanya 1 malam pikirnya.
"Kita-kan pengantin baru sayang, masa iya tidur di villa bareng mereka juga?"ucap Natta sambil mengancing pyamanya.
"Oohh gitu"
Natta mendengus geli dengan respon Intan yang begitu santai, ia melihat pantulan wajah istrinya di cermin yang terlihat sangat cantik dan anggun sekali.
"Sweeternya kenapa nggak di buka aja?"
"Dingin, volume AC-nya kebesaran"
Refleks Natta menoleh AC di kamar itu, matanya mencari remote control untuk menurunkan suhu di kamar yang kata Intan dingin.
__ADS_1
"Udah aku kecilin"
"Hemm"Intan hanya menjawab dengan deheman saja. Setelah menghapus make up, ia memakai skincare yang setiap malam ia pakai.
Kesal dengan respon istrinya itu yang tidak peka. Natta menghampiri Intan berdiri di belakang gadis itu menatapnya lewat cermin. "Kenapa natapnya gitu?"tanya Intan menepuk-nepuk pelan wajahnya yang telah diberi skincare.
Secara spontan, Natta memutar kursi yang di duduki Intan sehingga gadis itu berbalik menghadap dirinya "bisa kita mulai?"wajah Natta terlihat intens sekali menatap Intan yang langsung meneguk ludahnya gugup.
Intan tahu maksud dan tujuan suaminya itu, tapi ia hanya memilih pura-pura polos saja untuk mengulur waktu xixi, takut say.
"Oohh Bang Natta mau tidur? Ayo! Udah ngantuk bangetkan? Sama aku juga ngantuk"Intan beranjak menuju tempat tidur dan tak lama Natta mengejar dirinya. Membantingnya ke ranjang dengan perlahan.
"Kamu ini di kodein malah nggak peka!"dengan napas yang memburu Natta kembali membuka kancing bajunya satu persatu.
Intan yang melihatnya langsung mengambil guling memeluk sekuat-kuatnya sambil menggulung seluruh tubuhnya dengan selimut. Aneh memang "Mamaaa tolong! Intan belum siaaa---"teriakannya itu seketika lenyap kala mulutnya di sambar oleh Natta menyesap singkat bibir ranum itu bagai candu.
"Astagaa!! Kaget bang! Minimal skil satu dululah main nyosor aja!"ucapnya memandang Natta kesal.
"Berisik kamu!"Natta berusaha membuka selimut yang menggangunya. Intan benar-benar keterlaluan! Sudah sah juga!
"Buru-buru amat sih, besok aja ya? Capek sayang!"mendengar itu bukannya malah berhenti Natta semakin semangat hingga telah sampai ia membuka sweteer Intan.
Gadis itu hanya pasrah, lagian sekarang Natta berhak atas dirinya.
Malam itu pria bernama Natta Pratama menghabiskan malam panjangnya bersama Intan, wanita yang sangat ia cintai. Kedua pengantin baru itu beradu kasih, memupuk rasa dan merasakan kebesaran cinta yang sangat luar biasa.
***
Hari-hari mereka lalui dengan damai sebagai sepasang suami dan istri. Canda tawa,suka duka mereka lalui bersama sampai hari tua. Tentu tidak mudah bagi Intan untuk sampai di titiknya yang sekarang, awal kisah yang ia rasa hanya akan singgah dan menjadi kenangan, pelajaran juga pengalaman. Ternyata cinta yang tulus itu berakhir komitmen bukan hanya sebuah momen yang singgah lalu pergi. Mungkin saja sempat pergi namun kaki ini tahu akan membawanya kepada siapa dan dimana takdir itu berada walau di dasar laut sekalipun, karena benar kata lirik lagunya Afgan 'Jodoh Pasti Bertemu'
...~END~...
.
.
.
.
Terimakasih telah membaca Sorry, I Already Love You. Maaf bila ada salah kata atau kalimat yang tidak mengenakkan, karena sesungguhnya author juga manusia biasa yang banyak kekurangan.
Kenapa langsung Ending? Kenapa tiba-tiba udah nikah?
Ya, karena author hanya menargetkan novel ini 60 episode. Dan juga Author masih menempuh pendidikan, jadi terkadang sering lupa alur ceritanya karena jarang sekali menulis yang di sebabkan oleh kesibukan di dunia maya.
__ADS_1
Sekian dari saya Sarwinda Dsiawati.
Selamat bertemu di novel selanjutnya!