Sorry, I Already Love You

Sorry, I Already Love You
Susana mendominasi


__ADS_3

Saat masuk Caffe Nawan mendengar suara riuh ricuh saat masuk. Ia tidak tau Intan mengadakan reunian malam ini, pantas saja saat ia pergi Natta dan Intan tampak sibuk.


Namun sesaat suasana yang tampak seru itu seketika menjadi hening kala ia melewati rombongan mereka. Nawan tidak menyadari bahwa ada Bening di sana, ia tak ambil pusing dan memilih melanjutkan langkahnya menuju lantai atas.


"Nawan!"panggil Natta pada Nawan yang hendak menginjak anak tangga.


Nawan menoleh kearahnya diikuti semuanya yang juga menoleh Nawan yang baru menyadari kehadiran sang mantan dan juga.... Kekasih barunya.


"Nggak mau ikut gabung? Aw!!"Natta meringis kala kaki Intan menginjak kakinya.


"Sakit Tan"Natta menatap Intan kesal.


"Gak usah di ajak"ucap Intan tanpa suara dengan ekspresi geram terhadap Natta.


"Kenapa?"memang pada dasarnya Natta tidak tahu menahu tentang Nawan dan Bening.


"Pokoknya ga usah!"sergah Intan.


"Gak jad----"


Terlambat, saat Natta menoleh ke kiri Nawan tiba-tiba sudah ada di dekatnya.


"Kayanya seru"ucap Nawan mengambil kursi dan duduk sebelah Janu.


Hening seketika, masing-masing dari mereka berekspresi bingung tetapi tidak dengan Bening yang menunjukkan wajah datar.


Sementara Fany menoleh Intan berbicara "gimana ini?" Tanpa suara. Fany sekarang benar-benar bingung, suasana saat ini sangat canggung.


"Tunggu apa lagi? lanjutkan Tan"Nawan menyuruh Intan melanjutkan permainannya.


"Kak----"baru ingin menegur untuk tidak ikut gabung tapi Nawan sudah memutar sendiri botolnya yang berhenti pada dirinya sendiri.


"Hei kenapa kalian jadi diam begini?"entah apa itu, Natta mencoba mencairkan suasana "Lo putar koinnya kalau dapet lambang 500 rupiah lo harus jawab pertanyaan kalau sebaliknya lo harus nerima tantangan. Kalau lo nolak salah satu lo harus minum jus pete"jelas Natta yang langsung di anggukki Nawan.


"Semoga dare"cicit Janu yang bisa di dengar semuanya.


Dan ternyata Nawan mendapatkan lambang pertanyaan (truth).


"Gue! Gue aja yang nanya!"seru Intan tiba-tiba "Kak Nawan habis dari mana?"Intan hanya menghindari pertanyaan yang akan menyinggung sang Kakak. Ia tak mau temannya yang lain bertanya hal-hal aneh terlebih kakaknya sedang ada problem dengan sahabatnya.


"Lo nanya gitu tanpa main permainan ini juga di jawab oleh dia Tan, coba tanya itu yang privat dikit kek misal lagi suka sama orang gak? Lagi deket sama siapa? Gituu..."celoteh Janu yang langsung mendapat tonjokan siku di perutnya "Ughh... Sakit Yank"ringisnya melihat Fany yang menatapnya dengan tajam bak ingin menerkam mangsanya.


Intan menggertakkan giginya geram pada Janu. Benar bukan apa yang dia pikirkan? Pasti ada pertanyaan yang menyinggung.


"Eee ganti aja----"

__ADS_1


"Gak usah-gak usah gue aja yang nanya, kalau lo mah nanti juga bisa nanya"


"Gue aja Nu!"sergah Intan geram.


"Biar adil gue aja yang milih. Gue milih Janu"tukas Nawan menunjuk Janu yang segera membusungkan dadanya bangga.


"Lo mau nanya apa?"lanjutkan melihat Janu, sesekali Nawan melirik Bening yang menyibukkan diri dengan ponselnya.


Nawan juga tau bahwa pria di samping Bening adalah kekasih mantannya, ia ingat betul wajah pria itu. Maka dari itu ia ikut bergabung karena ingin tahu pria seperti apa yang di pacari oleh mantannya. Walau sebenarnya hati berkata lain.


"Jawab dengan jujur bagaimana perasaan lo sekarang"


Darrrr!!


Intan tampak panik begitu juga dengan Fany yang menatap kesal Janu. Kekasihnya itu juga tidak tahu menahu jalan cerita Bening, ia juga tak pernah bercerita. Yang Janu tahu Nawan dan Bening sempat pacaran setelah itu putus tanpa ada selisih paham di antara keduanya.


Nawan manggut-manggut sembari memikirkan apa yang akan ia jawab.


"Kalau di tanya bagaimana perasaan gue sekarang, gue baik-baik aja dan nggak terlalu baik juga. Semuanya berjalan dengan sebagimana mestinya, cuman kaya ada yang menjanggal gitu tapi nggak tau apa. Hanya ingin menunggu bagaimana prosesnya agar bisa seperti dulu lagi"


Entah apa itu, kata-katanya keluar begitu saja. Ucapnya terdengar seperti orang putus asa, kemudian matanya yang terus melirik Bening yang pura-pura tidak mendengar ucapannya itu.


"Yeeee dia malah curhat"


Di lain sisi hening menyelimuti mobil berwarna hitam itu. Vira tampak gugup berada di samping Michael yang sedang menyetir dengan tenang.


Wanita itu terus mencuri-curi pandang pria di sampingnya. Benar-benar sangat tampan dan wangi, terlebih ia melihat tangan Michael yang kekar memakai jam tangan hingga membuat ke tampanan pria itu bertambah berkali kali lipat.


"Berhenti memperhatikanku"ternyata Michael menyadari dia sedang di perhatikan.


Vira tersenyum mendengarnya, ia semakin mendekat pada Michael "kalau boleh aku bisa memperhatikanmu lebih dekat"wanita tak kenal rasa malu itu malah lebih menatap Michael dari dekat sambil menopang kepalanya dengan tangan.


Michael menoleh sekilas lalu menahan senyumnya. Lucu saja melihat wajah Vira dari dekat, ternyata memang cantik.


Heh? Apa ini? Salting?


"Seumur hidup aku nggak pernah dapet paket komplit"


"Paket komplit?"Michael bingung, tak mengerti apa yang dimaksud Vira.


"Iya soalnya baru kali ini dapet. Udah ganteng,baik hati,kaya dan setia"


Michael menarik sedikit sudut bibirnya.


"Jangan terlalu memuji, aku tidak sesempurna yang kamu ucapkan"

__ADS_1


"Wajar saja kalau aku bilang kamu sempurna dan istimewa"


Michael memandang wanita itu lagi dengan wajah penuh tanya.


"Karna seseorang akan terlihat sempurna dan istimewa di mata orang yang dia cintai"ucap Vira dengan tulus.


Michael yang mendengarnya tiba-tiba melambatkan laju mobilnya. Entah mengapa hatinya tersentuh dengan dengan kata-kata tersebut seperti ada kehangatan di dalam hatinya.


"Kamu serius mencintaiku?"tanya Michael sembari menepikan mobilnya lalu berhenti menatap Vira yang terkejut.


Dengan jantung berdegup kencang dan mata yang saling beradu padang seolah menyalurkan rasa yang ada pada diri mereka.


"Apa aku terlihat bercanda? Apa aku meragukanmu?"


"Michael aku tidak pernah main-main soal hati. Itu sebabnya aku selalu tersakiti"


"Mulai hari ini kamu kekasihku maka dari itu jangan pernah tersakiti"


Sontak perkataan pria itu membuat Vira membelalakkan matanya kaget tiba-tiba Michael berkata seperti itu.


"You seriosly?"ucapnya tak percaya.


"Apa aku terlihat bercanda?"ucap Michael mengulangi perkataan Vira.


.


.


.


.


.


.


Note : maaf kalau intonasi kalimatnya berubah-ubah. Kadang formal kadang Informal, suka ke bawa-bawa subtitle Drakor yang formal soalnya dan disini kisah Michael dan Vira di singkat karena novel akan segera di tamatkan.


Contohnya


Formal : Aku,saya,anda,tidak.


Informal :Lo,gue,elu,nggak.


Menyesuaikan keadaan aja sii sebenarnya.

__ADS_1


__ADS_2